{"nodes": [{"key": "magenfoxyta", "attributes": {"label": "magenfoxyta", "x": 434.9145074825177, "y": 610.8901240133673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "magenfoxyta", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "Txtdariiugm", "x": 0.6824824667363005, "y": 407.54335450005607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 39.501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "Txtdariiugm", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "DIDESIGNR2D2", "attributes": {"label": "DIDESIGNR2D2", "x": 72.19161737938329, "y": 110.7740213953019, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069465254627819837", "id": "DIDESIGNR2D2", "source": "tweet-000004", "content": "Efek inflasi dan perang kak, rupiah melemah", "post_id": "2069465254627819837"}}, {"key": "cayasphere", "attributes": {"label": "cayasphere", "x": 382.67836765530984, "y": 933.0761666545892, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069465254627819837", "id": "cayasphere", "source": "tweet-000004", "content": "Efek inflasi dan perang kak, rupiah melemah", "post_id": "2069465254627819837"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "attributes": {"label": "ahmadfaisal86", "x": 91.66809127414533, "y": 84.74026576726446, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2069369702363906346", "id": "ahmadfaisal86", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "8_FERRY_8", "x": 257.2578076976159, "y": 226.7572422184134, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.6105, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "8_FERRY_8", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "BANGSAygSUJUD", "x": 555.829229256239, "y": 518.548814230609, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.6105, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "BANGSAygSUJUD", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "Kaum__Jelata", "x": 105.75068266984766, "y": 964.4217806196197, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.6105, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "Kaum__Jelata", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 359.3665275924015, "y": 999.5695426899853, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.6105, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "tsetiady", "attributes": {"label": "tsetiady", "x": 483.13821290962125, "y": 739.1505171428207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069416012932595738", "id": "tsetiady", "source": "tweet-000004", "content": "BBM naik, inflasi barang naik, kurs dolar naik, TDL naik (diam2), bunga ikut kredit naik, PAJAK juga naik... \n\ncoba bang dasco terangkan di sisi rakyat itu, ekonomi yg membaiknya sebelah mana? daya beli semua rata turun", "post_id": "2069416012932595738"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 87.4047088931802, "y": 315.2224813261606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069416012932595738", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "BBM naik, inflasi barang naik, kurs dolar naik, TDL naik (diam2), bunga ikut kredit naik, PAJAK juga naik... \n\ncoba bang dasco terangkan di sisi rakyat itu, ekonomi yg membaiknya sebelah mana? daya beli semua rata turun", "post_id": "2069416012932595738"}}, {"key": "ruzaldi06", "attributes": {"label": "ruzaldi06", "x": 575.1323662739393, "y": 118.12798917023382, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069431727249101294", "id": "ruzaldi06", "source": "tweet-000004", "content": "inimah ujungnya hancur bersama, yg nabung kena inflasi yg lg kredit kena hajar kenaikan suku bunga. yg untung yg taruh duit di dollar mlh secara tdk langsung rupiah bener2 ga berguna", "post_id": "2069431727249101294"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 506.4787488666409, "y": 488.85640485017944, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069431727249101294", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "inimah ujungnya hancur bersama, yg nabung kena inflasi yg lg kredit kena hajar kenaikan suku bunga. yg untung yg taruh duit di dollar mlh secara tdk langsung rupiah bener2 ga berguna", "post_id": "2069431727249101294"}}, {"key": "Dodobasuki", "attributes": {"label": "Dodobasuki", "x": 662.9783318530795, "y": 17.924377761080134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069216950052675977", "id": "Dodobasuki", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "seongeom00", "attributes": {"label": "seongeom00", "x": 660.0616164492127, "y": 203.9397764253976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "seongeom00", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "wonfeelmyhear", "attributes": {"label": "wonfeelmyhear", "x": 28.095654913114167, "y": 864.014275535989, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "wonfeelmyhear", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "Zeefire02", "attributes": {"label": "Zeefire02", "x": 204.09295208580303, "y": 373.2015423643711, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "Zeefire02", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 799.9601226692769, "y": 870.9318698139406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 337.26510486546044, "y": 710.257927494233, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 51.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "attributes": {"label": "@BeritaNasionalTV", "x": 468.80232873187447, "y": 694.5214977777528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "@BeritaNasionalTV", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "beritanasionaltv", "x": 929.4117425916394, "y": 318.8909510431096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "beritanasionaltv", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "beritanasional.tv", "x": 453.14308547586, "y": 404.29884389525364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "beritanasional.tv", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "NasionalBerita_", "x": 255.4400136888634, "y": 271.2770618881892, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.574, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "NasionalBerita_", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 918.8303773042911, "y": 941.8012475390055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 329.34629341144296, "y": 721.6513366532994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 774.467488394911, "y": 609.9004448747918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.72, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 991.1810544362528, "y": 342.9517375764002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 697.4030488932026, "y": 58.99591542573246, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}], "edges": [{"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DIDESIGNR2D2", "source": "DIDESIGNR2D2", "target": "cayasphere", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tsetiady", "source": "tsetiady", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ruzaldi06", "source": "ruzaldi06", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "seongeom00", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "wonfeelmyhear", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "Zeefire02", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}