{"nodes": [{"key": "Muhamma31562436", "attributes": {"label": "Muhamma31562436", "x": 5.575072355298971, "y": 946.3198283019763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069550797843763265", "id": "Muhamma31562436", "source": "retweet-000002", "content": "#IDNWatch🇮🇩: If the IMF had not SABOTAGED the currency board that Suharto and I were going to install in 1998, the RUPIAH…", "post_id": "2069550797843763265"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 909.3886341938178, "y": 281.0670697672424, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 85.9466, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2069550797843763265", "id": "steve_hanke", "source": "retweet-000002", "content": "#IDNWatch🇮🇩: If the IMF had not SABOTAGED the currency board that Suharto and I were going to install in 1998, the RUPIAH…", "post_id": "2069550797843763265"}}, {"key": "iwanpiliang7", "attributes": {"label": "iwanpiliang7", "x": 635.2170960786847, "y": 179.98441835875056, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069289073857175705", "id": "iwanpiliang7", "source": "retweet-000002", "content": "#IDNWatch🇮🇩: If the IMF had not SABOTAGED the currency board that Suharto and I were going to install in 1998, the RUPIAH…", "post_id": "2069289073857175705"}}, {"key": "faassky", "attributes": {"label": "faassky", "x": 529.9538486088833, "y": 178.04930626724658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069604813365764251", "id": "faassky", "source": "retweet-000002", "content": "Kala krisis moneter 1997-98 melanda, Indonesia berada di titik paling rapuh dalam sejarah ekonomi modern. Rupiah anjlo…", "post_id": "2069604813365764251"}}, {"key": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "akademicryptoid", "x": 789.2590434727825, "y": 115.33668160407106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 66.2021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069604813365764251", "id": "akademicryptoid", "source": "retweet-000002", "content": "Kala krisis moneter 1997-98 melanda, Indonesia berada di titik paling rapuh dalam sejarah ekonomi modern. Rupiah anjlo…", "post_id": "2069604813365764251"}}, {"key": "AaronLeona82594", "attributes": {"label": "AaronLeona82594", "x": 568.2282877078436, "y": 54.560264210866904, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069049352841286068", "id": "AaronLeona82594", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana g senang tuh fans Barca, makanya pada milih beliau biar naik lagi jadi presiden. Kasus ini mirip kayak Habibie waktu naik jadi presiden kurs rupiah langsung naik. Tapi sayangnya si Habibie turun walau kinerja baik. Sedangkan si Bartomeu ngelanjut ngejabat dan blunder [2/4]", "post_id": "2069049352841286068"}}, {"key": "CallmeTyoo", "attributes": {"label": "CallmeTyoo", "x": 373.9866981891394, "y": 372.6721492719801, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.2021, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069049352841286068", "id": "CallmeTyoo", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana g senang tuh fans Barca, makanya pada milih beliau biar naik lagi jadi presiden. Kasus ini mirip kayak Habibie waktu naik jadi presiden kurs rupiah langsung naik. Tapi sayangnya si Habibie turun walau kinerja baik. Sedangkan si Bartomeu ngelanjut ngejabat dan blunder [2/4]", "post_id": "2069049352841286068"}}, {"key": "goatcr7archive", "attributes": {"label": "goatcr7archive", "x": 981.9286407318806, "y": 973.9803530342695, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.2021, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069049352841286068", "id": "goatcr7archive", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana g senang tuh fans Barca, makanya pada milih beliau biar naik lagi jadi presiden. Kasus ini mirip kayak Habibie waktu naik jadi presiden kurs rupiah langsung naik. Tapi sayangnya si Habibie turun walau kinerja baik. Sedangkan si Bartomeu ngelanjut ngejabat dan blunder [2/4]", "post_id": "2069049352841286068"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 231.44606498081743, "y": 960.7880684092868, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 408.1029815477976, "y": 339.1694910022273, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 85.9466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 4.439869387292461, "y": 569.2431365369716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 867.1818790133512, "y": 403.23686180033235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 85.9466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 930.5476240566798, "y": 141.56117288464532, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 81.03253778259555, "y": 92.58414895861611, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 85.9466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@laolao_tv", "attributes": {"label": "@laolao_tv", "x": 679.6911257235802, "y": 887.4337416284458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1joXA1nBD44", "id": "@laolao_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Diskusi Lao-Lao TV: Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\n\nDiskusi Lao-Lao TV\n\nPada Kamis, 4 Juni 2026 dolar AS resmi tembus Rp18.000—untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia. Kemudian, pada 10 Juni 2026, Pertamax yang awalnya Rp12.300 tiba-tiba naik menjadi Rp16.250 per liter. Situasi ini terjadi pasca film Pesta Babi yang disutradari oleh Dandny Laksono dan Cypri Paju Dale ramai dimana-mana dan memberikan tamparan keras buat pemeritahan Prabowo-Gibran.\n\nNaiknya harga BBM, ditambah dengan militerisasi di semua sektor, dan ramainya film Pesta Babi, membuat ekskalasi demonstrasi di Indonesia terjadi dimana-mana.\n\nNampaknya Indonesia sedang berada dalam jurang kehancuran. Tapi situasi ini justru berbanding terbalik di Papua yang justru ramai dengan euforia Piala Dunia, euforia konser-konser musik, dan lain-lain. \n\nSituasi ini membawa kita pada pertanyaan: apakah orang Papua tahu apa dampak dari naiknya nilai dolar terhadap rupiah di Papua? Mengapa naiknya nilai dolar terhadap rupiah perlu untuk kita pahami dan diskusikan? Apa pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari orang Papua?\n\nPertanyaan-pertanyaan penting ini akan didiskusikan dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik \"Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\". \n\nNarasumber: \nAbbi Douw (aktivis Papua)\n\nHost:\nNey Sobolim (Lao-Lao TV)\n\nDiskusi akan dilaksanakan pada:\nHari/tanggal: Senin, 22 Juni 2026\nWaktu: 18:00 - 19:00 Waktu Papua\nTempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV\n\nLink Channel YouTube Lao-Lao TV:    /   \n__\n\nTanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!\n\n#laolao_papua\n#HapuskanKolonialisme \n#LawanMiliterisme\n#HancurkanKapitalisme\n#PapuaMerdeka \n#WujudkanSosialisme", "post_id": "1joXA1nBD44"}}, {"key": "laolao_tv", "attributes": {"label": "laolao_tv", "x": 528.5052282139008, "y": 589.5505202766149, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 85.9466, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1joXA1nBD44", "id": "laolao_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Diskusi Lao-Lao TV: Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\n\nDiskusi Lao-Lao TV\n\nPada Kamis, 4 Juni 2026 dolar AS resmi tembus Rp18.000—untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia. Kemudian, pada 10 Juni 2026, Pertamax yang awalnya Rp12.300 tiba-tiba naik menjadi Rp16.250 per liter. Situasi ini terjadi pasca film Pesta Babi yang disutradari oleh Dandny Laksono dan Cypri Paju Dale ramai dimana-mana dan memberikan tamparan keras buat pemeritahan Prabowo-Gibran.\n\nNaiknya harga BBM, ditambah dengan militerisasi di semua sektor, dan ramainya film Pesta Babi, membuat ekskalasi demonstrasi di Indonesia terjadi dimana-mana.\n\nNampaknya Indonesia sedang berada dalam jurang kehancuran. Tapi situasi ini justru berbanding terbalik di Papua yang justru ramai dengan euforia Piala Dunia, euforia konser-konser musik, dan lain-lain. \n\nSituasi ini membawa kita pada pertanyaan: apakah orang Papua tahu apa dampak dari naiknya nilai dolar terhadap rupiah di Papua? Mengapa naiknya nilai dolar terhadap rupiah perlu untuk kita pahami dan diskusikan? Apa pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari orang Papua?\n\nPertanyaan-pertanyaan penting ini akan didiskusikan dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik \"Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\". \n\nNarasumber: \nAbbi Douw (aktivis Papua)\n\nHost:\nNey Sobolim (Lao-Lao TV)\n\nDiskusi akan dilaksanakan pada:\nHari/tanggal: Senin, 22 Juni 2026\nWaktu: 18:00 - 19:00 Waktu Papua\nTempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV\n\nLink Channel YouTube Lao-Lao TV:    /   \n__\n\nTanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!\n\n#laolao_papua\n#HapuskanKolonialisme \n#LawanMiliterisme\n#HancurkanKapitalisme\n#PapuaMerdeka \n#WujudkanSosialisme", "post_id": "1joXA1nBD44"}}], "edges": [{"key": "Muhamma31562436", "source": "Muhamma31562436", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Muhamma31562436", "source": "Muhamma31562436", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "iwanpiliang7", "source": "iwanpiliang7", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "iwanpiliang7", "source": "iwanpiliang7", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "faassky", "source": "faassky", "target": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "faassky", "source": "faassky", "target": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AaronLeona82594", "source": "AaronLeona82594", "target": "CallmeTyoo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AaronLeona82594", "source": "AaronLeona82594", "target": "goatcr7archive", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@laolao_tv", "source": "@laolao_tv", "target": "laolao_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}