{"nodes": [{"key": "newsabangsa", "attributes": {"label": "newsabangsa", "x": 277.0275874198086, "y": 916.9978426616476, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.3752, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069268430897959218", "id": "newsabangsa", "source": "retweet-000002", "content": "Tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, hin…", "post_id": "2069268430897959218"}}, {"key": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "Rahadi0816", "x": 772.0195928478463, "y": 90.99376354094235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 50.9035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 2, "degree": 10}, "_id": "2069341687672119664", "id": "Rahadi0816", "source": "retweet-000002", "content": "berkurang → ruang fiskal lebih longgar.\n  - IHSG & rupiah stabil.  \n- Risiko Utama:\n  - Negosiasi AS–Iran gagal → harga min…", "post_id": "2069341687672119664"}}, {"key": "Rahadi240987455", "attributes": {"label": "Rahadi240987455", "x": 956.6970277947676, "y": 565.3549867926904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069305479613002072", "id": "Rahadi240987455", "source": "retweet-000002", "content": "berkurang → ruang fiskal lebih longgar.\n  - IHSG & rupiah stabil.  \n- Risiko Utama:\n  - Negosiasi AS–Iran gagal → harga min…", "post_id": "2069305479613002072"}}, {"key": "strike653811", "attributes": {"label": "strike653811", "x": 336.2217904096477, "y": 267.3952921039399, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069303511511450091", "id": "strike653811", "source": "retweet-000002", "content": "berkurang → ruang fiskal lebih longgar.\n  - IHSG & rupiah stabil.  \n- Risiko Utama:\n  - Negosiasi AS–Iran gagal → harga min…", "post_id": "2069303511511450091"}}, {"key": "satunusa185593", "attributes": {"label": "satunusa185593", "x": 210.04050691205188, "y": 700.4311484714134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069307558717014035", "id": "satunusa185593", "source": "retweet-000002", "content": "berkurang → ruang fiskal lebih longgar.\n  - IHSG & rupiah stabil.  \n- Risiko Utama:\n  - Negosiasi AS–Iran gagal → harga min…", "post_id": "2069307558717014035"}}, {"key": "susipudjiastuti", "attributes": {"label": "susipudjiastuti", "x": 517.154254363868, "y": 920.8077637571502, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069413515992105279", "id": "susipudjiastuti", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/PrXeTd4awl\n\nPresiden Prabowo Subianto menyebut pelemahan rupiah terhadap dollar AS dipengaruhi ol…", "post_id": "2069413515992105279"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 604.966334394112, "y": 492.6106079630631, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2695, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2069413515992105279", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/PrXeTd4awl\n\nPresiden Prabowo Subianto menyebut pelemahan rupiah terhadap dollar AS dipengaruhi ol…", "post_id": "2069413515992105279"}}, {"key": "mog_mediaa", "attributes": {"label": "mog_mediaa", "x": 176.41634418969034, "y": 474.91308756383376, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069391552435396680", "id": "mog_mediaa", "source": "retweet-000002", "content": "Harga dasar tinggi gara2 RAM lagi mahal, harga di kita makin tinggi lagi gara2 rupiah jelek.\n\nWhat a time to be alive as…", "post_id": "2069391552435396680"}}, {"key": "ryankidcath_", "attributes": {"label": "ryankidcath_", "x": 811.7986642539909, "y": 914.2720918835373, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069391552435396680", "id": "ryankidcath_", "source": "retweet-000002", "content": "Harga dasar tinggi gara2 RAM lagi mahal, harga di kita makin tinggi lagi gara2 rupiah jelek.\n\nWhat a time to be alive as…", "post_id": "2069391552435396680"}}, {"key": "AHHA_sabea", "attributes": {"label": "AHHA_sabea", "x": 597.8165216108429, "y": 908.4060727630197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069450450706010232", "id": "AHHA_sabea", "source": "tweet-000004", "content": "maaf pak salah, dulu jg sebelum bpk menjabat  rupiah tdk melemah terhadap dolar as, kan dari dulu kekayaan nasional sdh mengalir ke luar negeri tp tdk terlalu mempengaruhi rupiah", "post_id": "2069450450706010232"}}, {"key": "ikhsanhdy", "attributes": {"label": "ikhsanhdy", "x": 983.8835787201448, "y": 207.73934213179024, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069331683334393882", "id": "ikhsanhdy", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan kurs emg menantang, tp gak amatir jg. BI justru lg progresif banget memperkuat Rupiah lewat QRIS antarnegara (Singapura, Malaysia, Thailand, dll). Ini langkah konkret biar kita gak ketergantungan trs sama Dolar AS kalau transaksi di luar negeri. Fondasinya lagi dibangun", "post_id": "2069331683334393882"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 931.1536060276703, "y": 999.7289481883817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069331683334393882", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan kurs emg menantang, tp gak amatir jg. BI justru lg progresif banget memperkuat Rupiah lewat QRIS antarnegara (Singapura, Malaysia, Thailand, dll). Ini langkah konkret biar kita gak ketergantungan trs sama Dolar AS kalau transaksi di luar negeri. Fondasinya lagi dibangun", "post_id": "2069331683334393882"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 536.6864330143048, "y": 563.827578593927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 483.3107484375993, "y": 560.5722314749089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 730.9510075951318, "y": 144.46800007217075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 388.4294463260467, "y": 623.7827131945899, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 728.6735534857936, "y": 30.60379501530508, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651629058450672916", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kenaikan BI Rate menjadi 5,5% mulai mendorong kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada 10-11 Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,91 triliun. 💰 BI menilai peningkatan arus modal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset domestik, didukung penguatan instrumen moneter, insentif hedging, serta kerja sama dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 💹🌏 Sumber: katadata.co.id, 15 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7651629058450672916"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 818.65840666495, "y": 403.42041508521476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651629058450672916", "id": "mancingsaham", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kenaikan BI Rate menjadi 5,5% mulai mendorong kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada 10-11 Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,91 triliun. 💰 BI menilai peningkatan arus modal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset domestik, didukung penguatan instrumen moneter, insentif hedging, serta kerja sama dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 💹🌏 Sumber: katadata.co.id, 15 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7651629058450672916"}}, {"key": "stocksphoenix", "attributes": {"label": "stocksphoenix", "x": 654.4007220504913, "y": 660.6337775156086, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653733213172436245", "id": "stocksphoenix", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis skenario suku bunga Indonesia (BI Rate). Jika The Fed (Bank Sentral AS) menaikkan suku bunga, BI diprediksi terpaksa menaikkan suku bunga minimal 50 bips demi menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #IHSG  . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice)  *Disclaimer On* . Buka Rekening Sucor Click Link in Bio!!!", "post_id": "7653733213172436245"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 224.73953557917227, "y": 813.3670811373756, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653733213172436245", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis skenario suku bunga Indonesia (BI Rate). Jika The Fed (Bank Sentral AS) menaikkan suku bunga, BI diprediksi terpaksa menaikkan suku bunga minimal 50 bips demi menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #IHSG  . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice)  *Disclaimer On* . Buka Rekening Sucor Click Link in Bio!!!", "post_id": "7653733213172436245"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 686.8411185235847, "y": 559.8773627810963, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653733213172436245", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis skenario suku bunga Indonesia (BI Rate). Jika The Fed (Bank Sentral AS) menaikkan suku bunga, BI diprediksi terpaksa menaikkan suku bunga minimal 50 bips demi menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #IHSG  . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice)  *Disclaimer On* . Buka Rekening Sucor Click Link in Bio!!!", "post_id": "7653733213172436245"}}, {"key": "genfunofficial", "attributes": {"label": "genfunofficial", "x": 514.6682015908536, "y": 859.0834185920052, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7361629258629877000", "id": "genfunofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kerugian negara sebesar Rp180 triliun karena Warga Negara Indonesia (WNI) lebih memilih untuk berobat ke luar negeri. . Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya pada acara pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, pada hari Rabu, 24 April 2024. . \"Ini saya sampaikan lagi, lebih dari satu juta masyarakat kita pergi berobat ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dan kita kehilangan 11,5 miliar dolar AS. Jika dihitung dalam rupiah, kerugian tersebut mencapai 180 triliun,\" kata Presiden Jokowi. . Menurut Presiden, perlu ada penanganan terhadap penyebab dari situasi tersebut, dan setiap kendala yang muncul harus segera diatasi. . Iswan Dukomalamo/  . #wni #kerugian #berobat #jokowi #prmn", "post_id": "7361629258629877000"}}, {"key": "wartatidorecom", "attributes": {"label": "wartatidorecom", "x": 738.6127965269651, "y": 971.5620430001453, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7361629258629877000", "id": "wartatidorecom", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kerugian negara sebesar Rp180 triliun karena Warga Negara Indonesia (WNI) lebih memilih untuk berobat ke luar negeri. . Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya pada acara pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, pada hari Rabu, 24 April 2024. . \"Ini saya sampaikan lagi, lebih dari satu juta masyarakat kita pergi berobat ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dan kita kehilangan 11,5 miliar dolar AS. Jika dihitung dalam rupiah, kerugian tersebut mencapai 180 triliun,\" kata Presiden Jokowi. . Menurut Presiden, perlu ada penanganan terhadap penyebab dari situasi tersebut, dan setiap kendala yang muncul harus segera diatasi. . Iswan Dukomalamo/  . #wni #kerugian #berobat #jokowi #prmn", "post_id": "7361629258629877000"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 430.12337877437903, "y": 3.928290497582143, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 921.9365286135812, "y": 349.86483655876435, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 16.511, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1447083657444392", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nKrisis Kedelai, Tahu dan Tempe Masihkah Murah?\n\nHarga kedelai di Indonesia naik sebagai imbas kenaikan pada tingkat global. Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 sebesar USD11,94/bushel, naik 18,3% dari awal tahun. Harga ini diprediksi akan naik lagi hingga USD13—14 (Rp230.308—248.024) per bushel setelah adanya kesepakatan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar oleh Cina baru-baru ini. (Farm Progress, 18-5-2026). Di Indonesia, Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga kedelai impor di tingkat nasional pada 26 Mei 2026 adalah Rp13.679 per kg, naik 1,12% dibandingkan pada awal tahun.\n\nSelain karena kenaikan harga kedelai dunia, kenaikan harga kedelai di Indonesia juga disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal tahun hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar AS pada Kamis (28-5-2026).\n\nKenaikan harga tahu dan tempe merupakan sebuah ironi. Pada saat harga ayam, daging, dan ikan tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat, kini tahu dan tempe pun tidak murah lagi. Alhasil, asupan protein untuk masyarakat makin minim, kualitas gizi masyarakat pun makin menurun.\n\nAlih-alih menyelesaikan masalah produksi dalam negeri, pemerintah justru menggenjot impor kedelai. Pemerintah membuat regulasi yang memasukkan kedelai sebagai komoditas impor non-larangan terbatas (non-lartas) sehingga perusahaan pengimpor bebas memasukkan kedelai ke Indonesia seberapa pun banyaknya. Kebijakan negara untuk melegalkan dominasi impor kedelai merupakan cerminan kuatnya liberalisasi pangan. Indonesia sebagai negara pengikut dalam konstelasi global berada dalam dominasi negara kapitalis (AS) sehingga Indonesia menjadi pasar bagi produk pertanian AS. Dominasi ini tampak dalam keputusan impor pangan yang masif dari negara adikuasa tersebut.\n\nIni adalah konsekuensi adopsi sistem kapitalisme oleh Indonesia dan dunia. Kapitalisme memandang pangan hanya sebagai komoditas yang diperlakukan berbasis prinsip ekonomi, yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Impor lebih menguntungkan bagi para pejabat karena berpotensi mendatangkan keuntungan pribadi bagi dirinya dan pengusaha yang mendukungnya dalam kontestasi politik.\n\nNegara akhirnya menjadi seperti pedagang yang membuat keputusan berdasarkan untung rugi personal, bukan demi kemaslahatan rakyat. Sebaliknya, negara lepas tangan dari urusan pangan rakyat dan menyerahkan pada mekanisme pasar.\n\nBerbeda dengan kapitalisme, Islam memandang persoalan pangan bukan sebaga komoditas semata, tetapi kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi negara. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kalian ketika pagi merasakan sehat jasmaninya, menemukan rasa aman pada dirinya, dan memiliki makanan pokok hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmizi dan Ibnu Majah).\n\nKetersediaan pangan akan mewujudkan salah satu maqashidu syariah, yaitu hifzhu nafs (penjagaan jiwa). Hal ini menjadi tanggung jawab penguasa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda,\n\nأَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).\n\nKhalifah mengurus rakyat dengan prinsip “tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah” (kebijakan imam untuk mengurusi rakyat bergantung pada kemaslahatan), yaitu bahwa setiap kebijakan harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi penguasa dan kroninya.\n\nPolitik ekonomi Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan individu per individu. Komoditas pangan strategis (seperti kedelai dan tempe sebagai sumber protein nabati) harus tersedia dalam jumlah cukup, yaitu mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, tanpa ada yang kekurangan atau kesulitan mengakses. Negara tidak hanya mengejar swasembada pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Harga komoditas pangan strategis juga harus terjangkau oleh seluruh rakyat.\n\nNegara harus memperhatikan aspek produksi dan distribusi pangan. Pada aspek produksi, negara memastikan ketersediaan lahan cukup sehingga secara kuantitas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.\n\nIslam memiliki solusi untuk permasalahan lahan, yaitu pertama, dengan pemberian lahan produktif dari negara pada rakyat (iqtha’). Yang kedua adalah kebolehan menghidupkan tanah mati (ihyaul mawat), yaitu tanah yang ditelantarkan selama tiga tahun berturut-turut terkategori tanah mati dan negara boleh mengambilnya untuk diberikan pada orang yang membutuhkan lahan dan bersedia menggarapnya. Dengan dua solusi ini, problem kekurangan lahan bisa teratasi.\n\nNegara Khilafah juga akan meningkatkan produksi pangan dengan penggunaan bibit unggul sehingga hasilnya lebih banyak dan kualitasnya terjamin. Negara juga akan memfasilitasi petani dengan menyediakan bibit dan pupuk, air irigasi, pestisida, penyuluh pertanian, dan semua alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprotan).\n\nPembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung logistik dari petani ke pasar maupun konsumen. Teknologi pascapanen akan dikembangkan sehingga hasil panen tidak mudah mengalami susut (penurunan nilai ekonomi). Khilafah juga akan membiayai riset untuk mengembangkan varietas unggul sehingga membantu petani dalam produksi.\n\nNegara memberantas pelaku monopoli dan penimbunan yang bisa merusak harga alami pasar. Infrastruktur antarwilayah dipastikan tersedia dengan baik sehingga distribusi berjalan lancar.\n\nHarga bahan bakar dalam Khilafah akan dijaga agar murah dan stabil sehingga rakyat mudah mengaksesnya. Hal ini bisa terwujud dengan pengelolaan sumber daya alam milik umum (tambang migas) oleh negara, tidak diserahkan pada swasta, apalagi asing.\n\nKesatuan kaum muslim sedunia akan menjamin rantai pasok tetap aman. Jika ada wilayah yang kekurangan pangan strategis tertentu, baik karena paceklik atau hal lainnya, khalifah akan mendatangkan pasokan dari wilayah lain di dalam negara Khilafah. Demikian pula dalam hal penyediaan bahan bakar. Dengan demikian, negara tidak perlu melakukan impor terhadap komoditas strategis. Hal ini akan mencegah negara berada dalam dominasi negara asing.\n\nAllah Taala berfirman,\n\nوَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا\n\n“Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.” (QS An-Nisa’ [4]: 141).\n\nAdapun perdagangan luar negeri diatur bukan dengan orientasi keuntungan semata, melainkan berdasarkan prinsip kewarganegaraan dan kepentingan dakwah dan jihad. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam Kitab Muqaddimah ad-Dustûr Pasal 161, “Perdagangan luar negeri berlaku menurut kewarganegaraan pedagang, bukan berdasarkan tempat asal barang dagangan. Pedagang yang berasal dari negara yang sedang berperang dilarang mengadakan aktivitas perdagangan di negeri kita, kecuali dengan izin khusus untuk pedagangnya ataupun barang dagangannya. Pedagang yang berasal dari negara yang terikat perjanjian diperlakukan sesuai dengan teks perjanjian antara kita dan mereka. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) dilarang mengekspor bahan-bahan yang diperlukan negara (Khilafah), termasuk bahan-bahan yang akan memperkuat militer, industri, dan perekonomian musuh. Para pedagang yang berasal dari warga negara (Khilafah) tidak dilarang mengimpor barang yang hendak mereka miliki. Dikecualikan dari hukum-hukum ini, negara yang antara kita dan penduduknya terjadi peperangan secara langsung, seperti entitas Zion*s maka ia diperlakukan sebagai negara kafir harbi fi’lan pada semua hubungan dengan negara tersebut, baik hubungan perdagangan maupun nonperdagangan.”\n\nBerdasarkan pasal tersebut, Khilafah haram melakukan kerja sama dagang dengan negara kafir harbi fi’lan, seperti AS. Hanya ada hubungan perang dengan mereka. Dengan demikian, AS tidak akan bisa mendikte Khilafah, termasuk dalam aspek perdagangan (ekspor impor). Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1447083657444392"}}, {"key": "@PGurus1", "attributes": {"label": "@PGurus1", "x": 536.2967165325978, "y": 275.07538795998374, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HrkHpnZEDPs", "id": "@PGurus1", "source": "youtube-000001", "content": "Kekaisaran Penipuan Siber Tiongkok: Cara Mereka Terus Berpindah Negara untuk Mencuri Tabungan Anda!\n\nSetelah penindakan di Kamboja, Myanmar, Laos, dan Filipina, sindikat penipuan siber dilaporkan mengalihkan operasinya ke lokasi baru seperti Sri Lanka. Pihak berwenang telah memperingatkan peningkatan tajam dalam operasi penipuan yang melibatkan warga negara asing, skema investasi palsu, penipuan asmara, penipuan mata uang kripto, dan pencurian identitas. Diskusi ini membahas bagaimana jaringan ini beroperasi, mengapa mereka terus berpindah lokasi, bagaimana korban ditargetkan, dan apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menghentikan mereka. Wajib ditonton bagi siapa pun yang menggunakan ponsel pintar, media sosial, atau perbankan online.\n\n#PenipuanSiber #JaringanPenipuanChina #PenipuanOnline #KejahatanSiber #SriLanka #Kamboja #Myanmar #PeringatanPenipuan #PenipuanKeuangan #KeamananDigital #KeamananSiber #PenipuanMataUangKripto #China #PGurus\nSUMBER:\n1. https://theasian.asia/archives/204555\n2. https://www.theguardian.com/world/202...\n3.    • Sri Lanka Sees Surge in Chinese-Linked Cyb...  \n4. https://www.lankanewspapers.com/2026/... \n𝗕𝘂𝘆 Buku terbaru karya Sree Iyer, 𝗢𝗽𝗲𝗿𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗕𝗵𝗮𝘀𝗺𝗮𝘀𝘂𝗿 di sini: \nhttps://sreeiyer.com/books/Operation-...\n\n𝗦𝘂𝗯𝘀𝗰𝗿𝗶𝗯𝗲 ke saluran kami Saluran PGURUS HINDI - http://ow.ly/SsJV50OEVjq\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nSekarang dapatkan pembaruan rutin tentang WhatsApp, hubungi kami di +12342559123, dan kami akan menambahkan Anda menjadi salah satu dari 𝙜𝙧𝙤𝙪𝙥𝙨\nGabunglah ke 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹𝘀 kami untuk mendapatkan pembaruan rutin - https://whatsapp.com/channel/0029Va9i...\n\n𝗟𝗜𝗡𝗞𝗦:\n𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 Buku 4 - 𝗣𝗮𝗽𝗲𝗿 Buku 𝗜𝗻, 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗢𝘂𝘁 dapat dibeli dari:\n1. Situs web SreeIyer.com - https://sreeiyer.com/books/Paper-In-M...\n2. Aplikasi Sree Iyer untuk iOS dan\n3. Amazon.in - https://www.amazon.in/dp/1736533231\n\n𝗠𝗬𝗦𝗧𝗘𝗥𝗬 𝗦𝗘𝗥𝗜𝗘𝗦\nBuku 1 𝑾𝒉𝒐 𝑲𝒊𝒍𝒍𝒆𝒅 𝑺𝑺𝑹? Versi sampul lunak tersedia di - https://amzn.to/3H4jfmF\n\nSERI BULAN:\nBuku 1 Siapa yang membawa bulan saya ke mana? tersedia di - https://amzn.to/3hGXai1\nBuku 2 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗹𝘂𝘀𝘁 𝗿𝗲𝗱? tersedia di - https://amzn.to/2JUaNfR\nBuku 3 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗳𝘂𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗯𝗿𝗶𝗴𝗵𝘁? Buku 3 dalam Seri Uang kini tersedia di - https://amzn.to/3fTmgZY\nBuku 4 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗺𝗼𝗻𝗲𝘆 𝘄𝗵𝗶𝘁𝗲? Versi Hindi - https://amzn.to/3nRpQrX\n\nSERI PAX AMERIKA:\nSeri Pax Americana Buku 1 Siapa yang membeli harta karunku? - https://amzn.to/3qVpYsn\n\nTAUTAN LAINNYA:\nUnduh aplikasi PGurus Androd - https://bit.ly/3hCRYvu\nUnduh aplikasi PGurus isOS - https://apps.apple.com/in/app/pgurus/...\nUNDUH ke PGurus - paypal.me/pgurus\n\nHUBUNGI KAMI:\nBerlangganan saluran kami - https://bit.ly/2CNevl8\nBerlangganan saluran Facebook kami - https://bit.ly/3nGmTew\n\nSukai kami di Facebook -   / pgurus1  \nTweet kami di 𝗧𝘄𝗶𝘁𝘁𝗲𝗿 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗞𝗼𝗼 - https://www.kooapp.com/profile/pgurus1\nBergabunglah dengan saluran 𝗧𝗲𝗹𝗲𝗴𝗿𝗮𝗺 untuk mendapatkan informasi terbaru dari PGurus - https://t.me/pgurus1\nSekarang Anda juga dapat mendengarkan 𝗣𝗚𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗼𝗻 𝗣𝗼𝗱𝗰𝗮𝘀𝘁𝘀\n𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 - https://apple.co/39a1sKl\n𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 - https://bit.ly/2Xzk04r\n𝗦𝗽𝗼𝘁𝗶𝗳𝘆 - https://spoti.fi/3AmcckD\n𝗚𝗮𝗮𝗻𝗮 - https://bit.ly/3ogAFEK\n𝗝𝗶𝗼 𝗦𝗮𝗮𝘃𝗻 - https://bit.ly/3COeEBi\n𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - https://bit.ly/3hFfurV\n𝗣𝗼𝗰𝗸𝗲𝘁 𝗖𝗮𝘀𝘁𝘀 - https://pca.st/1y0f1tvy\n𝗥𝗮𝗱𝗶𝗼 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 - https://bit.ly/39d2DbR\n\n𝗙𝗔𝗜𝗥 𝗨𝗦𝗘 𝗡𝗢𝗧𝗜𝗖𝗘: Video ini mungkin berisi materi berhak cipta. Materi tersebut disediakan hanya untuk tujuan pendidikan. Ini merupakan 'penggunaan wajar' atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 17 U.S.C. bagian 106A-117 Undang-Undang Hak Cipta AS.\n\nSemua video, lagu, gambar, dan grafik yang digunakan dalam video ini adalah milik pemiliknya masing-masing dan saya atau saluran ini tidak mengklaim hak apa pun atasnya.\n\nPandangan yang diungkapkan di sini adalah pandangan penulis dan tidak selalu mewakili atau mencerminkan pandangan PGurus.", "post_id": "HrkHpnZEDPs"}}, {"key": "pgurus1", "attributes": {"label": "pgurus1", "x": 192.276293981133, "y": 705.977926696083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HrkHpnZEDPs", "id": "pgurus1", "source": "youtube-000001", "content": "Kekaisaran Penipuan Siber Tiongkok: Cara Mereka Terus Berpindah Negara untuk Mencuri Tabungan Anda!\n\nSetelah penindakan di Kamboja, Myanmar, Laos, dan Filipina, sindikat penipuan siber dilaporkan mengalihkan operasinya ke lokasi baru seperti Sri Lanka. Pihak berwenang telah memperingatkan peningkatan tajam dalam operasi penipuan yang melibatkan warga negara asing, skema investasi palsu, penipuan asmara, penipuan mata uang kripto, dan pencurian identitas. Diskusi ini membahas bagaimana jaringan ini beroperasi, mengapa mereka terus berpindah lokasi, bagaimana korban ditargetkan, dan apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menghentikan mereka. Wajib ditonton bagi siapa pun yang menggunakan ponsel pintar, media sosial, atau perbankan online.\n\n#PenipuanSiber #JaringanPenipuanChina #PenipuanOnline #KejahatanSiber #SriLanka #Kamboja #Myanmar #PeringatanPenipuan #PenipuanKeuangan #KeamananDigital #KeamananSiber #PenipuanMataUangKripto #China #PGurus\nSUMBER:\n1. https://theasian.asia/archives/204555\n2. https://www.theguardian.com/world/202...\n3.    • Sri Lanka Sees Surge in Chinese-Linked Cyb...  \n4. https://www.lankanewspapers.com/2026/... \n𝗕𝘂𝘆 Buku terbaru karya Sree Iyer, 𝗢𝗽𝗲𝗿𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗕𝗵𝗮𝘀𝗺𝗮𝘀𝘂𝗿 di sini: \nhttps://sreeiyer.com/books/Operation-...\n\n𝗦𝘂𝗯𝘀𝗰𝗿𝗶𝗯𝗲 ke saluran kami Saluran PGURUS HINDI - http://ow.ly/SsJV50OEVjq\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nSekarang dapatkan pembaruan rutin tentang WhatsApp, hubungi kami di +12342559123, dan kami akan menambahkan Anda menjadi salah satu dari 𝙜𝙧𝙤𝙪𝙥𝙨\nGabunglah ke 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹𝘀 kami untuk mendapatkan pembaruan rutin - https://whatsapp.com/channel/0029Va9i...\n\n𝗟𝗜𝗡𝗞𝗦:\n𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 Buku 4 - 𝗣𝗮𝗽𝗲𝗿 Buku 𝗜𝗻, 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗢𝘂𝘁 dapat dibeli dari:\n1. Situs web SreeIyer.com - https://sreeiyer.com/books/Paper-In-M...\n2. Aplikasi Sree Iyer untuk iOS dan\n3. Amazon.in - https://www.amazon.in/dp/1736533231\n\n𝗠𝗬𝗦𝗧𝗘𝗥𝗬 𝗦𝗘𝗥𝗜𝗘𝗦\nBuku 1 𝑾𝒉𝒐 𝑲𝒊𝒍𝒍𝒆𝒅 𝑺𝑺𝑹? Versi sampul lunak tersedia di - https://amzn.to/3H4jfmF\n\nSERI BULAN:\nBuku 1 Siapa yang membawa bulan saya ke mana? tersedia di - https://amzn.to/3hGXai1\nBuku 2 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗹𝘂𝘀𝘁 𝗿𝗲𝗱? tersedia di - https://amzn.to/2JUaNfR\nBuku 3 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗳𝘂𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗯𝗿𝗶𝗴𝗵𝘁? Buku 3 dalam Seri Uang kini tersedia di - https://amzn.to/3fTmgZY\nBuku 4 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗺𝗼𝗻𝗲𝘆 𝘄𝗵𝗶𝘁𝗲? Versi Hindi - https://amzn.to/3nRpQrX\n\nSERI PAX AMERIKA:\nSeri Pax Americana Buku 1 Siapa yang membeli harta karunku? - https://amzn.to/3qVpYsn\n\nTAUTAN LAINNYA:\nUnduh aplikasi PGurus Androd - https://bit.ly/3hCRYvu\nUnduh aplikasi PGurus isOS - https://apps.apple.com/in/app/pgurus/...\nUNDUH ke PGurus - paypal.me/pgurus\n\nHUBUNGI KAMI:\nBerlangganan saluran kami - https://bit.ly/2CNevl8\nBerlangganan saluran Facebook kami - https://bit.ly/3nGmTew\n\nSukai kami di Facebook -   / pgurus1  \nTweet kami di 𝗧𝘄𝗶𝘁𝘁𝗲𝗿 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗞𝗼𝗼 - https://www.kooapp.com/profile/pgurus1\nBergabunglah dengan saluran 𝗧𝗲𝗹𝗲𝗴𝗿𝗮𝗺 untuk mendapatkan informasi terbaru dari PGurus - https://t.me/pgurus1\nSekarang Anda juga dapat mendengarkan 𝗣𝗚𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗼𝗻 𝗣𝗼𝗱𝗰𝗮𝘀𝘁𝘀\n𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 - https://apple.co/39a1sKl\n𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 - https://bit.ly/2Xzk04r\n𝗦𝗽𝗼𝘁𝗶𝗳𝘆 - https://spoti.fi/3AmcckD\n𝗚𝗮𝗮𝗻𝗮 - https://bit.ly/3ogAFEK\n𝗝𝗶𝗼 𝗦𝗮𝗮𝘃𝗻 - https://bit.ly/3COeEBi\n𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - https://bit.ly/3hFfurV\n𝗣𝗼𝗰𝗸𝗲𝘁 𝗖𝗮𝘀𝘁𝘀 - https://pca.st/1y0f1tvy\n𝗥𝗮𝗱𝗶𝗼 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 - https://bit.ly/39d2DbR\n\n𝗙𝗔𝗜𝗥 𝗨𝗦𝗘 𝗡𝗢𝗧𝗜𝗖𝗘: Video ini mungkin berisi materi berhak cipta. Materi tersebut disediakan hanya untuk tujuan pendidikan. Ini merupakan 'penggunaan wajar' atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 17 U.S.C. bagian 106A-117 Undang-Undang Hak Cipta AS.\n\nSemua video, lagu, gambar, dan grafik yang digunakan dalam video ini adalah milik pemiliknya masing-masing dan saya atau saluran ini tidak mengklaim hak apa pun atasnya.\n\nPandangan yang diungkapkan di sini adalah pandangan penulis dan tidak selalu mewakili atau mencerminkan pandangan PGurus.", "post_id": "HrkHpnZEDPs"}}, {"key": "@TheJuliaLaRocheShow", "attributes": {"label": "@TheJuliaLaRocheShow", "x": 14.915804910059393, "y": 614.3603642888254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zOJkUGgSOkM", "id": "@TheJuliaLaRocheShow", "source": "youtube-000001", "content": "Peter Schiff: Akhir Permainan Telah Tiba, Gelembung Akan Pecah, Bunga $2 Triliun Tahun Depan\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa gelembung ekonomi akan pecah karena kripto memimpin penurunan, sementara pasar obligasi menghadapi penurunan lebih lanjut dengan imbal hasil obligasi 10 tahun berpotensi menembus angka 5%. Ia menekankan bahwa inflasi adalah pilihan—semua ketua Fed memilihnya, dan Warsh pun akan melakukannya meskipun ada retorika keras, karena alternatifnya secara politis tidak dapat diterima. Ia mengungkapkan defisit Mei melonjak 30% sementara biaya bunga melonjak 44%, dengan pembayaran bunga tahunan sekarang mencapai $1,6 triliun dan akan mencapai $2 triliun pada tahun depan. Schiff mengidentifikasi Jepang sebagai pertanda buruk dengan rasio utang terhadap PDB 250%, imbal hasil naik di atas 4%, dan yen anjlok di bawah 160 dengan potensi penurunan 30-50% lagi. Tesis akhirnya: dolar AS kehilangan status mata uang cadangan, aset AS mengalami penurunan harga, dan ia memposisikan diri untuk \"memiliki semua kendali\" pada garis akhir. Penurunan harga emas dari $5.600 menjadi $4.200 adalah langkah \"beli rumor, jual fakta\", sementara perak di $65 menuju $200 dan Bitcoin di $64.000 sebaiknya dijual. Pertumbuhan PDB adalah ilusi yang diciptakan oleh deflator yang salah yang meremehkan inflasi; ekonomi sebenarnya tidak berkembang, hanya menjadi lebih mahal, dan depresi stagflasi terkunci.\n\nTerima kasih kepada sponsor kami:\nKalshi - unduh aplikasi Kalshi dan gunakan kode JULIA untuk mendapatkan $10 saat Anda melakukan trading $10. kalshi.com/julia\nLogam Moneter - pelajari lebih lanjut di https://www.monetary-metals.com/julia/\n\nTautan:\nhttps://x.com/PeterSchiff\n   /   \n\nCap waktu:\n0:00 Pendahuluan dan selamat datang kembali Peter\n00:50 Gelembung mulai mengempis\n1:16 Pasar terlalu lengah terhadap risiko inflasi\n1:45 Warsh punya masalah - Naik suku bunga atau tidak, keduanya buruk\n3:36 Inflasi adalah pilihan - Semua ketua Fed memilihnya\n5:11 Warsh akan memilih inflasi meskipun ada pernyataan keras\n5:24 Pasar obligasi akan runtuh - 10 tahun menjadi 5%, 30 tahun menjadi 5,5-6%\n7:42 Defisit Mei naik 30%, pengeluaran bunga naik 44%\n8:13 Pembayaran bunga $1,6 triliun/tahun, akan menjadi $2 triliun tahun depan\n9:39 Pengeluaran pemerintah naik 50% sejak COVID, pajak dikurangi\n10:57 Inflasi adalah pajak tersembunyi - Pemerintah lebih menyukainya\n11:52 Biaya perang Iran melalui inflasi, bukan pajak langsung\n13:49 Pajak kekayaan - Lereng licin, pada akhirnya akan menghantam kelas menengah\n19:56 Krisis Jepang - Rasio utang terhadap PDB 250%, yen anjlok di bawah 160\n20:29 Imbal hasil obligasi Jepang di 4% untuk jangka waktu 30 tahun, naik dengan cepat\n21:45 Jepang dapat menjual obligasi pemerintah AS senilai $1 triliun\n24:41 Jepang sebagai pertanda krisis AS\n24:54 Menteri Keuangan Paulson mengatakan krisis tak terhindarkan\n27:18 Tanda peringatan emas - Penurunan ke $4.200 dari harga normal $5.600\n29:24 Perak di $65, menuju $200\n32:39 Pasar saham di titik tertinggi tetapi ekonomi lebih buruk daripada Biden\n36:56 Ilusi PDB - Deflator terlalu rendah, hanya harga bukan pertumbuhan\n39:48 Permainan akhir - Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan\n40:40 Bermain untuk permainan akhir, ingin semua chip di akhir\n43:31 Prediksi kontrarian - Suku bunga lebih tinggi, minyak lebih tinggi, emas lebih tinggi\n44:30 Krisis Jepang domino pertama, lalu dolar berikutnya\n45:01 Ringkasan - Stagflasi dan tesis permainan akhir", "post_id": "zOJkUGgSOkM"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 539.3538658209189, "y": 746.069648965745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zOJkUGgSOkM", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Peter Schiff: Akhir Permainan Telah Tiba, Gelembung Akan Pecah, Bunga $2 Triliun Tahun Depan\n\nPeter Schiff memperingatkan bahwa gelembung ekonomi akan pecah karena kripto memimpin penurunan, sementara pasar obligasi menghadapi penurunan lebih lanjut dengan imbal hasil obligasi 10 tahun berpotensi menembus angka 5%. Ia menekankan bahwa inflasi adalah pilihan—semua ketua Fed memilihnya, dan Warsh pun akan melakukannya meskipun ada retorika keras, karena alternatifnya secara politis tidak dapat diterima. Ia mengungkapkan defisit Mei melonjak 30% sementara biaya bunga melonjak 44%, dengan pembayaran bunga tahunan sekarang mencapai $1,6 triliun dan akan mencapai $2 triliun pada tahun depan. Schiff mengidentifikasi Jepang sebagai pertanda buruk dengan rasio utang terhadap PDB 250%, imbal hasil naik di atas 4%, dan yen anjlok di bawah 160 dengan potensi penurunan 30-50% lagi. Tesis akhirnya: dolar AS kehilangan status mata uang cadangan, aset AS mengalami penurunan harga, dan ia memposisikan diri untuk \"memiliki semua kendali\" pada garis akhir. Penurunan harga emas dari $5.600 menjadi $4.200 adalah langkah \"beli rumor, jual fakta\", sementara perak di $65 menuju $200 dan Bitcoin di $64.000 sebaiknya dijual. Pertumbuhan PDB adalah ilusi yang diciptakan oleh deflator yang salah yang meremehkan inflasi; ekonomi sebenarnya tidak berkembang, hanya menjadi lebih mahal, dan depresi stagflasi terkunci.\n\nTerima kasih kepada sponsor kami:\nKalshi - unduh aplikasi Kalshi dan gunakan kode JULIA untuk mendapatkan $10 saat Anda melakukan trading $10. kalshi.com/julia\nLogam Moneter - pelajari lebih lanjut di https://www.monetary-metals.com/julia/\n\nTautan:\nhttps://x.com/PeterSchiff\n   /   \n\nCap waktu:\n0:00 Pendahuluan dan selamat datang kembali Peter\n00:50 Gelembung mulai mengempis\n1:16 Pasar terlalu lengah terhadap risiko inflasi\n1:45 Warsh punya masalah - Naik suku bunga atau tidak, keduanya buruk\n3:36 Inflasi adalah pilihan - Semua ketua Fed memilihnya\n5:11 Warsh akan memilih inflasi meskipun ada pernyataan keras\n5:24 Pasar obligasi akan runtuh - 10 tahun menjadi 5%, 30 tahun menjadi 5,5-6%\n7:42 Defisit Mei naik 30%, pengeluaran bunga naik 44%\n8:13 Pembayaran bunga $1,6 triliun/tahun, akan menjadi $2 triliun tahun depan\n9:39 Pengeluaran pemerintah naik 50% sejak COVID, pajak dikurangi\n10:57 Inflasi adalah pajak tersembunyi - Pemerintah lebih menyukainya\n11:52 Biaya perang Iran melalui inflasi, bukan pajak langsung\n13:49 Pajak kekayaan - Lereng licin, pada akhirnya akan menghantam kelas menengah\n19:56 Krisis Jepang - Rasio utang terhadap PDB 250%, yen anjlok di bawah 160\n20:29 Imbal hasil obligasi Jepang di 4% untuk jangka waktu 30 tahun, naik dengan cepat\n21:45 Jepang dapat menjual obligasi pemerintah AS senilai $1 triliun\n24:41 Jepang sebagai pertanda krisis AS\n24:54 Menteri Keuangan Paulson mengatakan krisis tak terhindarkan\n27:18 Tanda peringatan emas - Penurunan ke $4.200 dari harga normal $5.600\n29:24 Perak di $65, menuju $200\n32:39 Pasar saham di titik tertinggi tetapi ekonomi lebih buruk daripada Biden\n36:56 Ilusi PDB - Deflator terlalu rendah, hanya harga bukan pertumbuhan\n39:48 Permainan akhir - Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan\n40:40 Bermain untuk permainan akhir, ingin semua chip di akhir\n43:31 Prediksi kontrarian - Suku bunga lebih tinggi, minyak lebih tinggi, emas lebih tinggi\n44:30 Krisis Jepang domino pertama, lalu dolar berikutnya\n45:01 Ringkasan - Stagflasi dan tesis permainan akhir", "post_id": "zOJkUGgSOkM"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 149.88780438542526, "y": 729.3073317808258, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 308.6902957588561, "y": 788.1671852220311, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "@ChariotPalmistry", "attributes": {"label": "@ChariotPalmistry", "x": 997.406327597721, "y": 586.5280722042951, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eWseV9QkQyc", "id": "@ChariotPalmistry", "source": "youtube-000001", "content": "Prediksi Saya Tentang Pencetakan Uang — Kini Benar Terjadi | Tanggal Tepat Astrologi Weda\n\nSaya memprediksi pencetakan uang secara diam-diam di AS — dan sekarang itu terjadi. Dalam video ini, Dr. Sulabh Jain mengungkapkan mekanisme tersembunyi pencetakan uang yang sedang berlangsung, mengapa hal itu akan memicu ledakan properti, dan garis waktu yang tepat untuk sistem moneter baru menggunakan Astrologi Veda dan Palmistri.\n\n📌 Apa yang dibahas dalam video ini:\n✅ Pencetakan uang secara diam-diam di AS — tanda-tanda yang saya ramalkan kini telah terkonfirmasi\n✅ Bagaimana ekspansi mata uang ini akan memicu ledakan properti — dan kapan\n✅ Sistem moneter baru: seperti apa bentuknya dan garis waktu Veda\n✅ Apa artinya ini bagi kekayaan, tabungan, dan investasi Anda\n✅ Tanggal astrologi yang tepat untuk titik transisi utama\n\nBaik Anda telah melacak keruntuhan dolar pada tahun 2026, mengamati prediksi harga emas, atau mempersiapkan diri untuk inflasi 2026 dan seterusnya — ramalan Astrologi Veda ini memberi Anda waktu yang tidak akan dilihat orang lain.\n\n#AstrologiVeda #PencetakanUang #ResetMataUang #LedakanProperti #PrediksiHargaEmas #ChariotPalmistry #AstrologiKeuangan #Palmistry #PasarSaham #KeruntuhanDolar2026\n\nKunjungi: http://www.chariotpalmistry.com\nRoadVi: http://www.roadvi.ai\nFacebook:   / chariotpalmistry  \nTik Tok: www.tiktok.com/\n\n0:00 Pendahuluan\n0:45 Pencetakan Uang Diam-diam AS\n2:57 Ledakan Properti?\n\n3:51 Sistem Keuangan Baru akan datang\n\nChariot Palmistry - 'Kami Membantu Anda Menavigasi Hidup Anda'\nSaluran ini membahas tentang Palmistry dan Astrologi India - dengan penekanan pada spiritualitas, pertumbuhan pribadi, keuangan, dan pengembangan. Video ini dipandu oleh Dr. Sulabh Jain.", "post_id": "eWseV9QkQyc"}}, {"key": "chariot.palmistry", "attributes": {"label": "chariot.palmistry", "x": 261.6170494346818, "y": 585.4129530997959, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eWseV9QkQyc", "id": "chariot.palmistry", "source": "youtube-000001", "content": "Prediksi Saya Tentang Pencetakan Uang — Kini Benar Terjadi | Tanggal Tepat Astrologi Weda\n\nSaya memprediksi pencetakan uang secara diam-diam di AS — dan sekarang itu terjadi. Dalam video ini, Dr. Sulabh Jain mengungkapkan mekanisme tersembunyi pencetakan uang yang sedang berlangsung, mengapa hal itu akan memicu ledakan properti, dan garis waktu yang tepat untuk sistem moneter baru menggunakan Astrologi Veda dan Palmistri.\n\n📌 Apa yang dibahas dalam video ini:\n✅ Pencetakan uang secara diam-diam di AS — tanda-tanda yang saya ramalkan kini telah terkonfirmasi\n✅ Bagaimana ekspansi mata uang ini akan memicu ledakan properti — dan kapan\n✅ Sistem moneter baru: seperti apa bentuknya dan garis waktu Veda\n✅ Apa artinya ini bagi kekayaan, tabungan, dan investasi Anda\n✅ Tanggal astrologi yang tepat untuk titik transisi utama\n\nBaik Anda telah melacak keruntuhan dolar pada tahun 2026, mengamati prediksi harga emas, atau mempersiapkan diri untuk inflasi 2026 dan seterusnya — ramalan Astrologi Veda ini memberi Anda waktu yang tidak akan dilihat orang lain.\n\n#AstrologiVeda #PencetakanUang #ResetMataUang #LedakanProperti #PrediksiHargaEmas #ChariotPalmistry #AstrologiKeuangan #Palmistry #PasarSaham #KeruntuhanDolar2026\n\nKunjungi: http://www.chariotpalmistry.com\nRoadVi: http://www.roadvi.ai\nFacebook:   / chariotpalmistry  \nTik Tok: www.tiktok.com/\n\n0:00 Pendahuluan\n0:45 Pencetakan Uang Diam-diam AS\n2:57 Ledakan Properti?\n\n3:51 Sistem Keuangan Baru akan datang\n\nChariot Palmistry - 'Kami Membantu Anda Menavigasi Hidup Anda'\nSaluran ini membahas tentang Palmistry dan Astrologi India - dengan penekanan pada spiritualitas, pertumbuhan pribadi, keuangan, dan pengembangan. Video ini dipandu oleh Dr. Sulabh Jain.", "post_id": "eWseV9QkQyc"}}, {"key": "@laolao_tv", "attributes": {"label": "@laolao_tv", "x": 62.70383533158241, "y": 380.26299790168883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1joXA1nBD44", "id": "@laolao_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Diskusi Lao-Lao TV: Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\n\nDiskusi Lao-Lao TV\n\nPada Kamis, 4 Juni 2026 dolar AS resmi tembus Rp18.000—untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia. Kemudian, pada 10 Juni 2026, Pertamax yang awalnya Rp12.300 tiba-tiba naik menjadi Rp16.250 per liter. Situasi ini terjadi pasca film Pesta Babi yang disutradari oleh Dandny Laksono dan Cypri Paju Dale ramai dimana-mana dan memberikan tamparan keras buat pemeritahan Prabowo-Gibran.\n\nNaiknya harga BBM, ditambah dengan militerisasi di semua sektor, dan ramainya film Pesta Babi, membuat ekskalasi demonstrasi di Indonesia terjadi dimana-mana.\n\nNampaknya Indonesia sedang berada dalam jurang kehancuran. Tapi situasi ini justru berbanding terbalik di Papua yang justru ramai dengan euforia Piala Dunia, euforia konser-konser musik, dan lain-lain. \n\nSituasi ini membawa kita pada pertanyaan: apakah orang Papua tahu apa dampak dari naiknya nilai dolar terhadap rupiah di Papua? Mengapa naiknya nilai dolar terhadap rupiah perlu untuk kita pahami dan diskusikan? Apa pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari orang Papua?\n\nPertanyaan-pertanyaan penting ini akan didiskusikan dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik \"Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\". \n\nNarasumber: \nAbbi Douw (aktivis Papua)\n\nHost:\nNey Sobolim (Lao-Lao TV)\n\nDiskusi akan dilaksanakan pada:\nHari/tanggal: Senin, 22 Juni 2026\nWaktu: 18:00 - 19:00 Waktu Papua\nTempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV\n\nLink Channel YouTube Lao-Lao TV:    /   \n__\n\nTanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!\n\n#laolao_papua\n#HapuskanKolonialisme \n#LawanMiliterisme\n#HancurkanKapitalisme\n#PapuaMerdeka \n#WujudkanSosialisme", "post_id": "1joXA1nBD44"}}, {"key": "laolao_tv", "attributes": {"label": "laolao_tv", "x": 10.71584567904793, "y": 594.5695477054438, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1joXA1nBD44", "id": "laolao_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Diskusi Lao-Lao TV: Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\n\nDiskusi Lao-Lao TV\n\nPada Kamis, 4 Juni 2026 dolar AS resmi tembus Rp18.000—untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia. Kemudian, pada 10 Juni 2026, Pertamax yang awalnya Rp12.300 tiba-tiba naik menjadi Rp16.250 per liter. Situasi ini terjadi pasca film Pesta Babi yang disutradari oleh Dandny Laksono dan Cypri Paju Dale ramai dimana-mana dan memberikan tamparan keras buat pemeritahan Prabowo-Gibran.\n\nNaiknya harga BBM, ditambah dengan militerisasi di semua sektor, dan ramainya film Pesta Babi, membuat ekskalasi demonstrasi di Indonesia terjadi dimana-mana.\n\nNampaknya Indonesia sedang berada dalam jurang kehancuran. Tapi situasi ini justru berbanding terbalik di Papua yang justru ramai dengan euforia Piala Dunia, euforia konser-konser musik, dan lain-lain. \n\nSituasi ini membawa kita pada pertanyaan: apakah orang Papua tahu apa dampak dari naiknya nilai dolar terhadap rupiah di Papua? Mengapa naiknya nilai dolar terhadap rupiah perlu untuk kita pahami dan diskusikan? Apa pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari orang Papua?\n\nPertanyaan-pertanyaan penting ini akan didiskusikan dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik \"Membaca Pengaruh Naiknya Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah di Papua\". \n\nNarasumber: \nAbbi Douw (aktivis Papua)\n\nHost:\nNey Sobolim (Lao-Lao TV)\n\nDiskusi akan dilaksanakan pada:\nHari/tanggal: Senin, 22 Juni 2026\nWaktu: 18:00 - 19:00 Waktu Papua\nTempat: Live on channel YouTube Lao-Lao TV\n\nLink Channel YouTube Lao-Lao TV:    /   \n__\n\nTanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!\n\n#laolao_papua\n#HapuskanKolonialisme \n#LawanMiliterisme\n#HancurkanKapitalisme\n#PapuaMerdeka \n#WujudkanSosialisme", "post_id": "1joXA1nBD44"}}, {"key": "@theroadto1m", "attributes": {"label": "@theroadto1m", "x": 49.18146477119745, "y": 112.72259184175549, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zXCJSUYFoVU", "id": "@theroadto1m", "source": "youtube-000001", "content": "BITCOIN: BERSIAPLAH!!!\n\n🚀 Kursus Trading Gratis Saya 👉 https://rt1m.com/free\n🚀 Komunitas Discord Gratis Saya 👉   / discord  \n\n💰 Berdagang di MEXC 👉 https://www.mexc.com/acquisition/cust...\n🔥 Biaya terendah: 0,0% hingga 0,01% (untuk perdagangan spot dan leverage)\n🔥 KYC: Ya (Verifikasi Identitas)\n🔥 Dapatkan Bonus Trading Hingga $1.000 (Harus Menggunakan Tautan INI👆)\n\nBerdagang dengan leverage, tanpa KYC (juga untuk Trader yang berbasis di AS):\nDaftar di blofin: 👉 https://partner.blofin.com/d/RT1M\n🔥 Dapatkan Bonus Trading Hingga $3.000 (Harus Menggunakan Tautan INI👆)\n👨‍💻 Tutorial Cara Berdagang di BloFin:    • Blofin Exchange Tutorial  \n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Berlangganan Saluran Saya ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n🔔 Berlangganan saluran saya\n👉 https://www.youtube.com/?...\n🔔 Ikuti Saya di Twitter: 👉   / theroadto1mil  \n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Cap Waktu ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n\n00:00 Bitcoin: Analisis Jangka Pendek\n01:57 Bitcoin: Dukungan & Resistensi\n02:35 Bitcoin: Skenario Dasar Saya\n03:23 Bitcoin: Analisis Likuiditas\n04:23 Diskusi MSTR\n05:56 Sinyal Perdagangan\n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Tagar ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n#Bitcoin​ #BTC #Ethereum​ #ETH​ #roadto1m #roadto1million #rt1m #Cryptocurrency​ #Investing #Crypto​​ #News​ #marketanalysis​ #entrepreneur​ #bisnis #kesuksesan #investasi #keuangan #bitcoin #PasarSaham #KriptoTerbaik #petaLikuidasi #prediksiHargaBitcoinHariIni #prediksiHargaBitcoin #analisisBitcoin #beritaKriptoHariIni\n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Penafian ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\nInformasi yang disajikan dalam video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Saya bukan penasihat keuangan. Perdagangan dapat mengakibatkan kehilangan dana. Setiap individu harus mempertimbangkan semua faktor risiko termasuk situasi keuangan pribadi mereka sendiri sebelum berdagang. Semua individu bertanggung jawab atas perdagangan dan investasi mereka sendiri. \"Road To $1 Million USD\" dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas kerugian individu akibat keputusan perdagangan yang buruk atau tindakan lain yang dapat menyebabkan hilangnya dana.\n\nInformasi ini adalah apa yang ditemukan secara publik di internet. Informasi ini mungkin telah dimanipulasi atau disalahartikan oleh internet. Semua informasi dimaksudkan untuk kesadaran publik dan merupakan domain publik. Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mencemarkan nama baik, merugikan, atau memfitnah pihak-pihak yang terlibat, tetapi untuk menunjukkan apa yang dikatakan melalui akun media sosial mereka. Harap gunakan informasi ini dan lakukan riset Anda sendiri.\n\nVideo ini berkaitan dengan hal-hal berikut:\nbitcoin, btc, berita bitcoin, berita btc, harga bitcoin, harga btc, berita bitcoin hari ini, bitcoin hari ini, berita btc hari ini, btc hari ini, kripto, mata uang kripto, mata uang digital, berita kripto, berita mata uang kripto, trader bitcoin terbaik, terobosan bitcoin, target harga bitcoin, prediksi harga bitcoin, target harga btc, prediksi harga btc, bitcoin, prediksi harga btc, prediksi harga, target harga, target btc, harga bitcoin menembus, terobosan harga bitcoin, sekarang, akhir untuk bitcoin, jatuhnya bitcoin, prediksi harga bitcoin, prediksi harga bitcoin, bitcoin, jatuhnya bitcoin, bitcoin anjlok, jatuhnya bitcoin, penurunan bitcoin, pompa bitcoin, penurunan bitcoin, beli saat turun, pasar bearish bitcoin, pasar bullish bitcoin, prediksi baru, prediksi harga bitcoin baru, penjelasan bitcoin, analisis bitcoin, beli bitcoin, penjualan bitcoin, titik terendah bitcoin, titik tertinggi bitcoin, analisis teknis, analisis teknis bitcoin, prediksi kripto hari ini, kapan bitcoin akan jatuh, analisis teknis, sinyal bitcoin, konferensi bitcoin, berita kripto, prediksi harga solana, bitcoin etf, bitcoin etf berita, pembaruan ETF Bitcoin, persetujuan ETF Bitcoin, ETF BTC, ETF Bitcoin Blackrock, Bitcoin Blackrock ETF.", "post_id": "zXCJSUYFoVU"}}, {"key": "theroadto1m", "attributes": {"label": "theroadto1m", "x": 480.9182111874253, "y": 326.84015090142316, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zXCJSUYFoVU", "id": "theroadto1m", "source": "youtube-000001", "content": "BITCOIN: BERSIAPLAH!!!\n\n🚀 Kursus Trading Gratis Saya 👉 https://rt1m.com/free\n🚀 Komunitas Discord Gratis Saya 👉   / discord  \n\n💰 Berdagang di MEXC 👉 https://www.mexc.com/acquisition/cust...\n🔥 Biaya terendah: 0,0% hingga 0,01% (untuk perdagangan spot dan leverage)\n🔥 KYC: Ya (Verifikasi Identitas)\n🔥 Dapatkan Bonus Trading Hingga $1.000 (Harus Menggunakan Tautan INI👆)\n\nBerdagang dengan leverage, tanpa KYC (juga untuk Trader yang berbasis di AS):\nDaftar di blofin: 👉 https://partner.blofin.com/d/RT1M\n🔥 Dapatkan Bonus Trading Hingga $3.000 (Harus Menggunakan Tautan INI👆)\n👨‍💻 Tutorial Cara Berdagang di BloFin:    • Blofin Exchange Tutorial  \n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Berlangganan Saluran Saya ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n🔔 Berlangganan saluran saya\n👉 https://www.youtube.com/?...\n🔔 Ikuti Saya di Twitter: 👉   / theroadto1mil  \n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Cap Waktu ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n\n00:00 Bitcoin: Analisis Jangka Pendek\n01:57 Bitcoin: Dukungan & Resistensi\n02:35 Bitcoin: Skenario Dasar Saya\n03:23 Bitcoin: Analisis Likuiditas\n04:23 Diskusi MSTR\n05:56 Sinyal Perdagangan\n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Tagar ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\n#Bitcoin​ #BTC #Ethereum​ #ETH​ #roadto1m #roadto1million #rt1m #Cryptocurrency​ #Investing #Crypto​​ #News​ #marketanalysis​ #entrepreneur​ #bisnis #kesuksesan #investasi #keuangan #bitcoin #PasarSaham #KriptoTerbaik #petaLikuidasi #prediksiHargaBitcoinHariIni #prediksiHargaBitcoin #analisisBitcoin #beritaKriptoHariIni\n\n▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Penafian ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬\nInformasi yang disajikan dalam video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Saya bukan penasihat keuangan. Perdagangan dapat mengakibatkan kehilangan dana. Setiap individu harus mempertimbangkan semua faktor risiko termasuk situasi keuangan pribadi mereka sendiri sebelum berdagang. Semua individu bertanggung jawab atas perdagangan dan investasi mereka sendiri. \"Road To $1 Million USD\" dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas kerugian individu akibat keputusan perdagangan yang buruk atau tindakan lain yang dapat menyebabkan hilangnya dana.\n\nInformasi ini adalah apa yang ditemukan secara publik di internet. Informasi ini mungkin telah dimanipulasi atau disalahartikan oleh internet. Semua informasi dimaksudkan untuk kesadaran publik dan merupakan domain publik. Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mencemarkan nama baik, merugikan, atau memfitnah pihak-pihak yang terlibat, tetapi untuk menunjukkan apa yang dikatakan melalui akun media sosial mereka. Harap gunakan informasi ini dan lakukan riset Anda sendiri.\n\nVideo ini berkaitan dengan hal-hal berikut:\nbitcoin, btc, berita bitcoin, berita btc, harga bitcoin, harga btc, berita bitcoin hari ini, bitcoin hari ini, berita btc hari ini, btc hari ini, kripto, mata uang kripto, mata uang digital, berita kripto, berita mata uang kripto, trader bitcoin terbaik, terobosan bitcoin, target harga bitcoin, prediksi harga bitcoin, target harga btc, prediksi harga btc, bitcoin, prediksi harga btc, prediksi harga, target harga, target btc, harga bitcoin menembus, terobosan harga bitcoin, sekarang, akhir untuk bitcoin, jatuhnya bitcoin, prediksi harga bitcoin, prediksi harga bitcoin, bitcoin, jatuhnya bitcoin, bitcoin anjlok, jatuhnya bitcoin, penurunan bitcoin, pompa bitcoin, penurunan bitcoin, beli saat turun, pasar bearish bitcoin, pasar bullish bitcoin, prediksi baru, prediksi harga bitcoin baru, penjelasan bitcoin, analisis bitcoin, beli bitcoin, penjualan bitcoin, titik terendah bitcoin, titik tertinggi bitcoin, analisis teknis, analisis teknis bitcoin, prediksi kripto hari ini, kapan bitcoin akan jatuh, analisis teknis, sinyal bitcoin, konferensi bitcoin, berita kripto, prediksi harga solana, bitcoin etf, bitcoin etf berita, pembaruan ETF Bitcoin, persetujuan ETF Bitcoin, ETF BTC, ETF Bitcoin Blackrock, Bitcoin Blackrock ETF.", "post_id": "zXCJSUYFoVU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 833.1375316530182, "y": 878.4538282362689, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 711.6322980611354, "y": 765.5451778119588, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2978, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 847.1836328230235, "y": 184.47829609658407, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2978, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 710.6824036707843, "y": 797.1383216964929, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2978, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 375.51291854742533, "y": 10.212031616346206, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2978, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 38.03703898700728, "y": 338.9820841157103, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2978, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 691.1633344054472, "y": 940.7350907162298, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 76.03743808758013, "y": 324.01889263574293, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3865, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "@badlandsmedia", "attributes": {"label": "@badlandsmedia", "x": 429.71709662249566, "y": 515.827248412363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "YzzNolfwKHE", "id": "@badlandsmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Klub Buku Badlands: The Creature From Jekyll Island - Bab 6, Bagian 2\n\nCannCon dan Ashe in America menyelesaikan Bagian 1 dari buku G. Edward Griffin, The Creature from Jekyll Island, dan otopsi dana talangan negara demi negara sangat tanpa ampun. Terusan Panama diserahkan kepada seorang diktator agar bank-banknya dapat mengumpulkan bunga. Undang-Undang Pengendalian Moneter tahun 1980 diam-diam memberi wewenang kepada Federal Reserve untuk menciptakan uang bagi pemerintah mana pun di dunia. Meksiko gagal bayar berulang kali, mendapatkan pertukaran mata uang, pertukaran utang, dan dana talangan Clinton sebesar $50 miliar yang sepenuhnya melewati Kongres. Brasil, Argentina, Cina, Polandia, dan Rusia semuanya menjalankan permainan yang sama. Bab Penipuan Besar berpendapat bahwa jatuhnya komunisme dipentaskan untuk konvergensi global, bukan secara organik. Dan Griffin menutup Bagian 1 dengan tantangan langsung: ini tidak mungkin kebetulan. Orang-orang cerdas yang mengikuti rencana yang selalu gagal sedang mengikuti rencana yang berbeda. CannCon membuka acara dengan menghubungkan kesepakatan Iran dengan infrastruktur globalis yang sama seperti yang dijelaskan Griffin, dan seluruh episode diakhiri dengan keluhan seorang penonton tentang usianya yang 38 tahun dengan mobil berusia 20 tahun, tanpa tabungan rumah, dan penghasilan layak selama lima belas tahun. Buku ini berhasil menjalankan fungsinya.\n\nSetiap Kamis pukul 14.00 ET\nArsip Episode:\nhttps://rumble.com/playlists/ZZsAwOeskfI\n\nBergabunglah dengan Brian dan Ashe setiap minggu, membahas bab demi bab beberapa bacaan 'berbasis' yang kami anggap penting.\n\nBerikan Dukungan untuk Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Boost\n\nDisponsori oleh:\n• Conscious Strength\nhttps://BadlandsMedia.tv/Strength\nKode Promo: BADLANDS\n• Goldco\nAmankan masa depan keuangan Anda dengan Emas dan Perak #GoldcoPartner\nhttps://BadlandsGold.com\n• Soft Disclosure\nhttps://SoftDisclosure.com\nKode Promo: Juneteenth\n\nIkuti & Dukung Badlands Media:\nhttps://linktr.ee/BadlandsMediaTV\n\nTiket/Acara GART\nhttps://BadlandsMedia.tv/Events\n\nMerchandise Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Merch\n\nJadwal Mingguan Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Schedule\n\nPromosikan bisnis America First Anda:\nads.badlandsmedia\n\nKlub Buku Badlands adalah:\nCannCon: \nhttps://X.com/CannConActual\nhttps://rumble.com/c/CannCon\nhttps://truthsocial.com/\nAshe in America: \nhttps://X.com/AsheinAmerica\nhttps://truthsocial.com/", "post_id": "YzzNolfwKHE"}}, {"key": "CannCon", "attributes": {"label": "CannCon", "x": 348.73550031689206, "y": 209.62409392458258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YzzNolfwKHE", "id": "CannCon", "source": "youtube-000001", "content": "Klub Buku Badlands: The Creature From Jekyll Island - Bab 6, Bagian 2\n\nCannCon dan Ashe in America menyelesaikan Bagian 1 dari buku G. Edward Griffin, The Creature from Jekyll Island, dan otopsi dana talangan negara demi negara sangat tanpa ampun. Terusan Panama diserahkan kepada seorang diktator agar bank-banknya dapat mengumpulkan bunga. Undang-Undang Pengendalian Moneter tahun 1980 diam-diam memberi wewenang kepada Federal Reserve untuk menciptakan uang bagi pemerintah mana pun di dunia. Meksiko gagal bayar berulang kali, mendapatkan pertukaran mata uang, pertukaran utang, dan dana talangan Clinton sebesar $50 miliar yang sepenuhnya melewati Kongres. Brasil, Argentina, Cina, Polandia, dan Rusia semuanya menjalankan permainan yang sama. Bab Penipuan Besar berpendapat bahwa jatuhnya komunisme dipentaskan untuk konvergensi global, bukan secara organik. Dan Griffin menutup Bagian 1 dengan tantangan langsung: ini tidak mungkin kebetulan. Orang-orang cerdas yang mengikuti rencana yang selalu gagal sedang mengikuti rencana yang berbeda. CannCon membuka acara dengan menghubungkan kesepakatan Iran dengan infrastruktur globalis yang sama seperti yang dijelaskan Griffin, dan seluruh episode diakhiri dengan keluhan seorang penonton tentang usianya yang 38 tahun dengan mobil berusia 20 tahun, tanpa tabungan rumah, dan penghasilan layak selama lima belas tahun. Buku ini berhasil menjalankan fungsinya.\n\nSetiap Kamis pukul 14.00 ET\nArsip Episode:\nhttps://rumble.com/playlists/ZZsAwOeskfI\n\nBergabunglah dengan Brian dan Ashe setiap minggu, membahas bab demi bab beberapa bacaan 'berbasis' yang kami anggap penting.\n\nBerikan Dukungan untuk Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Boost\n\nDisponsori oleh:\n• Conscious Strength\nhttps://BadlandsMedia.tv/Strength\nKode Promo: BADLANDS\n• Goldco\nAmankan masa depan keuangan Anda dengan Emas dan Perak #GoldcoPartner\nhttps://BadlandsGold.com\n• Soft Disclosure\nhttps://SoftDisclosure.com\nKode Promo: Juneteenth\n\nIkuti & Dukung Badlands Media:\nhttps://linktr.ee/BadlandsMediaTV\n\nTiket/Acara GART\nhttps://BadlandsMedia.tv/Events\n\nMerchandise Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Merch\n\nJadwal Mingguan Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Schedule\n\nPromosikan bisnis America First Anda:\nads.badlandsmedia\n\nKlub Buku Badlands adalah:\nCannCon: \nhttps://X.com/CannConActual\nhttps://rumble.com/c/CannCon\nhttps://truthsocial.com/\nAshe in America: \nhttps://X.com/AsheinAmerica\nhttps://truthsocial.com/", "post_id": "YzzNolfwKHE"}}, {"key": "asheinamerica", "attributes": {"label": "asheinamerica", "x": 77.68937808836485, "y": 867.0515890238981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YzzNolfwKHE", "id": "asheinamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Klub Buku Badlands: The Creature From Jekyll Island - Bab 6, Bagian 2\n\nCannCon dan Ashe in America menyelesaikan Bagian 1 dari buku G. Edward Griffin, The Creature from Jekyll Island, dan otopsi dana talangan negara demi negara sangat tanpa ampun. Terusan Panama diserahkan kepada seorang diktator agar bank-banknya dapat mengumpulkan bunga. Undang-Undang Pengendalian Moneter tahun 1980 diam-diam memberi wewenang kepada Federal Reserve untuk menciptakan uang bagi pemerintah mana pun di dunia. Meksiko gagal bayar berulang kali, mendapatkan pertukaran mata uang, pertukaran utang, dan dana talangan Clinton sebesar $50 miliar yang sepenuhnya melewati Kongres. Brasil, Argentina, Cina, Polandia, dan Rusia semuanya menjalankan permainan yang sama. Bab Penipuan Besar berpendapat bahwa jatuhnya komunisme dipentaskan untuk konvergensi global, bukan secara organik. Dan Griffin menutup Bagian 1 dengan tantangan langsung: ini tidak mungkin kebetulan. Orang-orang cerdas yang mengikuti rencana yang selalu gagal sedang mengikuti rencana yang berbeda. CannCon membuka acara dengan menghubungkan kesepakatan Iran dengan infrastruktur globalis yang sama seperti yang dijelaskan Griffin, dan seluruh episode diakhiri dengan keluhan seorang penonton tentang usianya yang 38 tahun dengan mobil berusia 20 tahun, tanpa tabungan rumah, dan penghasilan layak selama lima belas tahun. Buku ini berhasil menjalankan fungsinya.\n\nSetiap Kamis pukul 14.00 ET\nArsip Episode:\nhttps://rumble.com/playlists/ZZsAwOeskfI\n\nBergabunglah dengan Brian dan Ashe setiap minggu, membahas bab demi bab beberapa bacaan 'berbasis' yang kami anggap penting.\n\nBerikan Dukungan untuk Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Boost\n\nDisponsori oleh:\n• Conscious Strength\nhttps://BadlandsMedia.tv/Strength\nKode Promo: BADLANDS\n• Goldco\nAmankan masa depan keuangan Anda dengan Emas dan Perak #GoldcoPartner\nhttps://BadlandsGold.com\n• Soft Disclosure\nhttps://SoftDisclosure.com\nKode Promo: Juneteenth\n\nIkuti & Dukung Badlands Media:\nhttps://linktr.ee/BadlandsMediaTV\n\nTiket/Acara GART\nhttps://BadlandsMedia.tv/Events\n\nMerchandise Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Merch\n\nJadwal Mingguan Badlands:\nhttps://BadlandsMedia.tv/Schedule\n\nPromosikan bisnis America First Anda:\nads.badlandsmedia\n\nKlub Buku Badlands adalah:\nCannCon: \nhttps://X.com/CannConActual\nhttps://rumble.com/c/CannCon\nhttps://truthsocial.com/\nAshe in America: \nhttps://X.com/AsheinAmerica\nhttps://truthsocial.com/", "post_id": "YzzNolfwKHE"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 91.63605032200206, "y": 651.5250224058432, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "d6tbRJQfyz0", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Kekayaan Kita Dibawa ke Luar Negeri\n\nPresiden Prabowo Subianto menilai salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah adalah besarnya kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke luar negeri. \n\n“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Senin (23/6/2026).\n\nPrabowo menggambarkan kondisi tersebut seperti tubuh manusia yang kehilangan darah secara terus-menerus hingga akhirnya mengalami kolaps. \n\n“Kalau darah kita tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayanya republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri saudara-saudara sekalian,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya: https://www.inews.id/news/nasional/pr... \n\n#PresidenRI #PrabowoSubianto #Rupiah #iNews \n\nCreator: Amr/AS\nVide: Sekretariat Presiden \n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "d6tbRJQfyz0"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 178.84076153665816, "y": 198.50841974833966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d6tbRJQfyz0", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Kekayaan Kita Dibawa ke Luar Negeri\n\nPresiden Prabowo Subianto menilai salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah adalah besarnya kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke luar negeri. \n\n“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Senin (23/6/2026).\n\nPrabowo menggambarkan kondisi tersebut seperti tubuh manusia yang kehilangan darah secara terus-menerus hingga akhirnya mengalami kolaps. \n\n“Kalau darah kita tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayanya republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri saudara-saudara sekalian,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya: https://www.inews.id/news/nasional/pr... \n\n#PresidenRI #PrabowoSubianto #Rupiah #iNews \n\nCreator: Amr/AS\nVide: Sekretariat Presiden \n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "d6tbRJQfyz0"}}, {"key": "@behindthemarkets", "attributes": {"label": "@behindthemarkets", "x": 12.058510404609812, "y": 560.8799377730176, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QTHfcRiVKLQ", "id": "@behindthemarkets", "source": "youtube-000001", "content": "Bain Capital Menggunakan AI untuk Mengkloning Model Bisnis Perusahaan Publik\n\n✅ DAFTAR UNTUK DIARI DYLAN DAN DAPATKAN 40 SAHAM YANG AKAN JATUH SECARA GRATIS DI SINI 👇🏼👇🏼\nhttps://stockreports.behindthemarkets...\n\n✅ BERLANGGANAN KE SALURAN INI 👇🏼👇🏼\n   /   \n\nSaya menemukan sebuah artikel di Financial Times minggu ini yang benar-benar membuat saya terhenti, dan saya ingin menjelaskan kepada Anda apa artinya bagi portofolio Anda. Bain Capital — salah satu penasihat transaksi terkemuka di dunia — telah membentuk kelompok programmer untuk melakukan apa yang mereka sebut pengkodean getaran (vibe coding), pada dasarnya menggunakan AI untuk menciptakan kembali model bisnis perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Mereka telah membangun ratusan prototipe ini, dan kesimpulan yang mereka capai sama dengan kesimpulan yang saya dapatkan sendiri: ada banyak perusahaan di luar sana yang seluruh bisnisnya dapat hancur oleh AI lebih cepat daripada yang ingin diakui siapa pun.\n\nPikirkan apa arti sebenarnya dari hal itu. Bain memberi nasihat kepada klien tentang apa yang harus dibeli dan apa yang harus dihindari, dan sekarang mereka menggunakan AI untuk memberi tahu perusahaan akuisisi mana yang mengurangi ancaman kompetitif mereka dan target mana yang harus dihindari sepenuhnya. Dalam video ini, saya menguraikan bagaimana hal ini sesuai dengan gambaran yang lebih besar — ​​termasuk berita terbaru bahwa Google dan Microsoft bekerja sama untuk melawan dominasi AI. Satya Nadella sendiri mengatakan bahwa Anda tidak mungkin memiliki dunia di mana dua atau tiga perusahaan mengambil semua nilai ekonomi dari semua orang lain di Bumi. Persaingan seperti ini menciptakan persekutuan yang aneh, dan saya akan menunjukkan kepada Anda mengapa hal itu penting untuk ke mana uang akan mengalir selanjutnya.\n\nSaya melakukan riset sendiri tentang ini. Saya duduk dan bertanya pada diri sendiri, dengan sungguh-sungguh, perusahaan mana yang paling berisiko terkena disrupsi AI — dan saya membuat daftar. Beberapa nama yang tercantum di dalamnya adalah Accenture, Adobe, Invesco, dan Franklin Resources. Saya telah memasukkan semuanya ke dalam laporan bonus di Behind the Markets, di mana saya juga memberi peringkat pada perusahaan-perusahaan dengan keunggulan kompetitif terkuat dan paling tahan lama di S&P 500 — tinggi, menengah, dan rendah — sehingga Anda dapat melihat bisnis mana yang tidak mudah tersentuh oleh AI. Saya benar-benar berpikir Anda harus memiliki ini di hadapan Anda sebelum Anda mengambil langkah selanjutnya, karena kesenjangan antara perusahaan yang terganggu dan perusahaan yang tahan lama semakin melebar setiap hari.\n\nSebelum saya mengakhiri, saya juga ingin meluangkan waktu sejenak untuk mengenang Alan Greenspan, yang meninggal kemarin pada usia 100 tahun. Beliau adalah ketua Fed pertama yang benar-benar saya pahami, dan saya tidak akan pernah lupa mendengar beliau menepis runtuhnya Uni Soviet hanya sebagai masalah harga minyak — seolah-olah semua orang mengetahuinya kecuali saya. Momen itu, ketika saya berusia dua puluhan, membuka cara pandang baru tentang bagaimana geopolitik, energi, dan kekuatan ekonomi saling terkait. Saya membagikan kisah itu di sini karena berhubungan langsung dengan apa yang saya lihat Trump terapkan dari strategi Reagan saat ini terkait dominasi energi, dan mengapa dolar tetap menjadi mata uang hegemon lebih penting daripada yang disadari sebagian besar investor.", "post_id": "QTHfcRiVKLQ"}}, {"key": "behindthemarkets", "attributes": {"label": "behindthemarkets", "x": 359.34522203357875, "y": 454.30477701790926, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QTHfcRiVKLQ", "id": "behindthemarkets", "source": "youtube-000001", "content": "Bain Capital Menggunakan AI untuk Mengkloning Model Bisnis Perusahaan Publik\n\n✅ DAFTAR UNTUK DIARI DYLAN DAN DAPATKAN 40 SAHAM YANG AKAN JATUH SECARA GRATIS DI SINI 👇🏼👇🏼\nhttps://stockreports.behindthemarkets...\n\n✅ BERLANGGANAN KE SALURAN INI 👇🏼👇🏼\n   /   \n\nSaya menemukan sebuah artikel di Financial Times minggu ini yang benar-benar membuat saya terhenti, dan saya ingin menjelaskan kepada Anda apa artinya bagi portofolio Anda. Bain Capital — salah satu penasihat transaksi terkemuka di dunia — telah membentuk kelompok programmer untuk melakukan apa yang mereka sebut pengkodean getaran (vibe coding), pada dasarnya menggunakan AI untuk menciptakan kembali model bisnis perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Mereka telah membangun ratusan prototipe ini, dan kesimpulan yang mereka capai sama dengan kesimpulan yang saya dapatkan sendiri: ada banyak perusahaan di luar sana yang seluruh bisnisnya dapat hancur oleh AI lebih cepat daripada yang ingin diakui siapa pun.\n\nPikirkan apa arti sebenarnya dari hal itu. Bain memberi nasihat kepada klien tentang apa yang harus dibeli dan apa yang harus dihindari, dan sekarang mereka menggunakan AI untuk memberi tahu perusahaan akuisisi mana yang mengurangi ancaman kompetitif mereka dan target mana yang harus dihindari sepenuhnya. Dalam video ini, saya menguraikan bagaimana hal ini sesuai dengan gambaran yang lebih besar — ​​termasuk berita terbaru bahwa Google dan Microsoft bekerja sama untuk melawan dominasi AI. Satya Nadella sendiri mengatakan bahwa Anda tidak mungkin memiliki dunia di mana dua atau tiga perusahaan mengambil semua nilai ekonomi dari semua orang lain di Bumi. Persaingan seperti ini menciptakan persekutuan yang aneh, dan saya akan menunjukkan kepada Anda mengapa hal itu penting untuk ke mana uang akan mengalir selanjutnya.\n\nSaya melakukan riset sendiri tentang ini. Saya duduk dan bertanya pada diri sendiri, dengan sungguh-sungguh, perusahaan mana yang paling berisiko terkena disrupsi AI — dan saya membuat daftar. Beberapa nama yang tercantum di dalamnya adalah Accenture, Adobe, Invesco, dan Franklin Resources. Saya telah memasukkan semuanya ke dalam laporan bonus di Behind the Markets, di mana saya juga memberi peringkat pada perusahaan-perusahaan dengan keunggulan kompetitif terkuat dan paling tahan lama di S&P 500 — tinggi, menengah, dan rendah — sehingga Anda dapat melihat bisnis mana yang tidak mudah tersentuh oleh AI. Saya benar-benar berpikir Anda harus memiliki ini di hadapan Anda sebelum Anda mengambil langkah selanjutnya, karena kesenjangan antara perusahaan yang terganggu dan perusahaan yang tahan lama semakin melebar setiap hari.\n\nSebelum saya mengakhiri, saya juga ingin meluangkan waktu sejenak untuk mengenang Alan Greenspan, yang meninggal kemarin pada usia 100 tahun. Beliau adalah ketua Fed pertama yang benar-benar saya pahami, dan saya tidak akan pernah lupa mendengar beliau menepis runtuhnya Uni Soviet hanya sebagai masalah harga minyak — seolah-olah semua orang mengetahuinya kecuali saya. Momen itu, ketika saya berusia dua puluhan, membuka cara pandang baru tentang bagaimana geopolitik, energi, dan kekuatan ekonomi saling terkait. Saya membagikan kisah itu di sini karena berhubungan langsung dengan apa yang saya lihat Trump terapkan dari strategi Reagan saat ini terkait dominasi energi, dan mengapa dolar tetap menjadi mata uang hegemon lebih penting daripada yang disadari sebagian besar investor.", "post_id": "QTHfcRiVKLQ"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 603.7458915553751, "y": 441.61447764277153, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "NobleCapMkts", "x": 125.91314876256787, "y": 930.7442569900086, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "NobleCapMkts", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "KaiHoffmannAU", "x": 639.9916294824595, "y": 995.0970478188319, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "KaiHoffmannAU", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 6.360844105275487, "y": 565.1729448798814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 307.3848488726317, "y": 132.47367417361, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8016, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}], "edges": [{"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "susipudjiastuti", "source": "susipudjiastuti", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "susipudjiastuti", "source": "susipudjiastuti", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mog_mediaa", "source": "mog_mediaa", "target": "ryankidcath_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mog_mediaa", "source": "mog_mediaa", "target": "ryankidcath_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AHHA_sabea", "source": "AHHA_sabea", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ikhsanhdy", "source": "ikhsanhdy", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stocksphoenix", "source": "stocksphoenix", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stocksphoenix", "source": "stocksphoenix", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genfunofficial", "source": "genfunofficial", "target": "wartatidorecom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@PGurus1", "source": "@PGurus1", "target": "pgurus1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheJuliaLaRocheShow", "source": "@TheJuliaLaRocheShow", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ChariotPalmistry", "source": "@ChariotPalmistry", "target": "chariot.palmistry", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@laolao_tv", "source": "@laolao_tv", "target": "laolao_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theroadto1m", "source": "@theroadto1m", "target": "theroadto1m", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@badlandsmedia", "source": "@badlandsmedia", "target": "CannCon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@badlandsmedia", "source": "@badlandsmedia", "target": "asheinamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@behindthemarkets", "source": "@behindthemarkets", "target": "behindthemarkets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}