{"nodes": [{"key": "DenBagus91276", "attributes": {"label": "DenBagus91276", "x": 413.4131762324155, "y": 754.1544913150483, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069445044235575306", "id": "DenBagus91276", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069445044235575306"}}, {"key": "NenkMonica", "attributes": {"label": "NenkMonica", "x": 831.493086384026, "y": 935.1269516240893, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 102.4995, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2069445044235575306", "id": "NenkMonica", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069445044235575306"}}, {"key": "WUching169", "attributes": {"label": "WUching169", "x": 228.0681928399202, "y": 311.72338064713034, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226542606188934", "id": "WUching169", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226542606188934"}}, {"key": "OposanSejati", "attributes": {"label": "OposanSejati", "x": 630.13582440179, "y": 965.3215652728348, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226178993680461", "id": "OposanSejati", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226178993680461"}}, {"key": "AntoniusCDN", "attributes": {"label": "AntoniusCDN", "x": 939.4455192239951, "y": 300.2315995699618, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069270108065915307", "id": "AntoniusCDN", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069270108065915307"}}, {"key": "irwan_ramali", "attributes": {"label": "irwan_ramali", "x": 910.4088916901663, "y": 474.20709421998095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "irwan_ramali", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "CakKhum", "attributes": {"label": "CakKhum", "x": 692.0689235600485, "y": 726.8022461193184, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 54.0969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "CakKhum", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 620.3533939051009, "y": 870.9275547588652, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 713.2680398579749, "y": 509.21513233635363, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 70.2311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "attributes": {"label": "dinasperindaglampung", "x": 63.019712563136764, "y": 134.62976701935924, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dinasperindaglampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "mirzano", "attributes": {"label": "mirzano", "x": 934.529169744656, "y": 660.4813667702211, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.0969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "mirzano", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "dpmptspprovinsilampung", "x": 560.3353434482596, "y": 91.58613955120387, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.0969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dpmptspprovinsilampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 476.3764616170237, "y": 766.4705488766527, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 253.0831, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "1012469132100822_1610389034425165", "id": "bangsaonline", "source": "facebook-000001", "content": "BPS Surabaya menargetkan pendataan seluruh skala usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, mulai dari usaha besar, menengah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).\n\nKepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan terdapat 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar yang menjadi sasaran sensus, sekitar 13.000 usaha menengah, serta kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya. \n\n“Kita akan mendata sebanyak 1.402 usaha besar yang memiliki omzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah serta kurang lebih 490.000 itu UMKM yang kecil,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).\n\nPelaksanaan sensus melibatkan 1.980 petugas dan pengawas sejak 1 Mei 2026. Metode door to door dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Arrief menjelaskan, Sensus Ekonomi berbeda dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih berfokus pada aspek sosial.\n\n“Kalau sensus ekonomi seluruh di Indonesia. Ini project 10 tahun sekali,” katanya.\n\nHingga pertengahan Juni, pendataan usaha besar telah menjangkau sekitar 800 perusahaan, termasuk sektor perbankan. Sementara itu, metode door to door berhasil mendata sekitar 8.000 usaha dalam dua hari pertama.\n\nArrief mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti kejenuhan responden akibat sering menjadi objek pendataan. Kendati demikian, pihaknya optimistis target tercapai berkat pendekatan persuasif dan dukungan Pemkot Surabaya. \n\n“Ada beberapa yang mungkin agak menolak karena respondent burden. Tetapi alhamdulillah dengan pendekatan dan bantuan pemkot, insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing,” paparnya. (rom)\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "1012469132100822_1610389034425165"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "@Cahya_sigit1710", "x": 824.1046817830902, "y": 278.9914181378017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9627, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "@Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mekanikpernexx", "x": 492.9822627630327, "y": 790.3335716833699, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.0969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "mekanikpernexx", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "Cahya_sigit1710", "x": 174.54342637676035, "y": 502.4165277969785, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.0969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}], "edges": [{"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "source": "AirinDatangLagi", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "mirzano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}