{"nodes": [{"key": "newsabangsa", "attributes": {"label": "newsabangsa", "x": 329.75444633809013, "y": 221.10505018428805, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 206.0795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069268430897959218", "id": "newsabangsa", "source": "retweet-000002", "content": "Tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, hin…", "post_id": "2069268430897959218"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 985.5897573300742, "y": 743.6865521211226, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 118.4956, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069356593297477774", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "satriohendri", "attributes": {"label": "satriohendri", "x": 764.3187446890076, "y": 191.4334471893574, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 168.8562, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069356593297477774", "id": "satriohendri", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "YouTube", "attributes": {"label": "YouTube", "x": 367.59897724710976, "y": 448.8233361925763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 168.8562, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069356593297477774", "id": "YouTube", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 16.576598668741504, "y": 505.4045557792861, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 118.4956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 36.30971088499479, "y": 761.3829708174524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 219.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}], "edges": [{"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "satriohendri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "YouTube", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}