{"nodes": [{"key": "sonneeaa", "attributes": {"label": "sonneeaa", "x": 424.68967960285886, "y": 86.18831112891512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069297037435433224", "id": "sonneeaa", "source": "retweet-000002", "content": "Pernyataan seperti ini menunjukkan konflik yang masih jauh dari arah de-eskalasi. Stabilitas kawasan tetap r…", "post_id": "2069297037435433224"}}, {"key": "dudihsutrisman", "attributes": {"label": "dudihsutrisman", "x": 700.6817637896079, "y": 841.6912743521727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069297037435433224", "id": "dudihsutrisman", "source": "retweet-000002", "content": "Pernyataan seperti ini menunjukkan konflik yang masih jauh dari arah de-eskalasi. Stabilitas kawasan tetap r…", "post_id": "2069297037435433224"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 131.6604264482546, "y": 946.1054103586483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069297037435433224", "id": "TxtdariHI", "source": "retweet-000002", "content": "Pernyataan seperti ini menunjukkan konflik yang masih jauh dari arah de-eskalasi. Stabilitas kawasan tetap r…", "post_id": "2069297037435433224"}}, {"key": "newsabangsa", "attributes": {"label": "newsabangsa", "x": 671.5149454965789, "y": 253.95692997691987, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.1431, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069268430897959218", "id": "newsabangsa", "source": "retweet-000002", "content": "Tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, dinamika geopolitik global, hin…", "post_id": "2069268430897959218"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "attributes": {"label": "ahmadfaisal86", "x": 320.82301875274646, "y": 731.6805933331715, "size": 6.23, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 36.0875, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2069369702363906346", "id": "ahmadfaisal86", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "8_FERRY_8", "x": 717.9009143353455, "y": 389.14533980715913, "size": 5.79, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3463, "eigenvector": 31.1459, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "8_FERRY_8", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "BANGSAygSUJUD", "x": 226.1849409410356, "y": 35.32241931718949, "size": 5.79, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3463, "eigenvector": 31.1459, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "BANGSAygSUJUD", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "Kaum__Jelata", "x": 40.19133086510762, "y": 655.2273776082016, "size": 5.79, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3463, "eigenvector": 31.1459, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069369702363906346", "id": "Kaum__Jelata", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 401.9613723325791, "y": 900.7721413138423, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6829, "eigenvector": 134.0138, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069369702363906346", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoh. Emang rupiah melemah disengaja pemerintah utk menindas rakyat? 🤣\n\nKalau pajak naik dianggap menisdas iya. Tp mana buktinya pemerintah Prabowo menaikan pajak? 🤣\n\nSembako naik krn hrg dr petani yg naik, Petani senang \n\npertamax naik utk org kaya krn Minyak dunia yg naik", "post_id": "2069369702363906346"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 724.5102755743391, "y": 532.3850524179553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069213619452285007", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "BEMUI_Official", "x": 822.3683263635993, "y": 336.2768886631876, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "BEMUI_Official", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "univ_indonesia", "x": 33.89283063341997, "y": 360.2511251360915, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "univ_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 194.1516361388459, "y": 160.33368758736287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 204.54467215454554, "y": 642.5678130510856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 520.1209525558933, "y": 440.2531320489428, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 73.3807, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925548207262555034_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah mengumumkan delapan stimulus ekonomi untuk kuartal II dan Semester II-2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomia global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi.\n\nMeskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dampak yang ditimbulkan masih memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar global. \n\nDalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi kuartal II & Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/pemerintah-umumkan-8-stimulus-ekonomi-rp2634-triliun-ini-daftarnya\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stimulus #ekonomiindonesia #stimulusekonomi", "post_id": "3925548207262555034_3310659452"}}, {"key": "tirtoid", "attributes": {"label": "tirtoid", "x": 296.8160194588898, "y": 245.7144373718777, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925572421106144433_2279778212", "id": "tirtoid", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah membebaskan Bea Masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk industri petrokimia serta bahan baku plastik sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan biaya produksi dan membantu pelaku industri mendapatkan pasokan bahan baku alternatif sebagai pengganti nafta di tengah ketidakpastian global.\n\n“Arahan Bapak Presiden dengan ketidakpastian situasi, maka pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Nah, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia,\" ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026), sebagaimana dikutip Antara.\n\nMenurutnya, kebijakan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun melalui penurunan biaya produksi di sektor terkait.\n\nTarif Bea Masuk impor LPG diturunkan dari 5 persen menjadi 0 persen untuk membantu menekan harga komoditas tersebut. Sebab, harga LPG mengalami kenaikan akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.\n\nSelain LPG, Bea Masuk 0 persen untuk bahan baku plastik juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga, mengingat plastik masih menjadi bahan utama kemasan berbagai produk makanan.\n\nAirlangga menilai pembebasan bea masuk bahan baku plastik dibutuhkan untuk menekan harga jual produk plastik yang terdampak kenaikan harga nafta. Ia berharap kebijakan ini akan membantu mengendalikan inflasi.\n\n(Andrian Pratama Taher / )\n\n#FlashTirto #HargaPlastik #LPG #HargaLPG #ImporPlastik", "post_id": "3925572421106144433_2279778212"}}, {"key": "Tirto.id", "attributes": {"label": "Tirto.id", "x": 224.02055944738353, "y": 531.4657554965904, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925572421106144433_2279778212", "id": "Tirto.id", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah membebaskan Bea Masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk industri petrokimia serta bahan baku plastik sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan biaya produksi dan membantu pelaku industri mendapatkan pasokan bahan baku alternatif sebagai pengganti nafta di tengah ketidakpastian global.\n\n“Arahan Bapak Presiden dengan ketidakpastian situasi, maka pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Nah, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia,\" ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026), sebagaimana dikutip Antara.\n\nMenurutnya, kebijakan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun melalui penurunan biaya produksi di sektor terkait.\n\nTarif Bea Masuk impor LPG diturunkan dari 5 persen menjadi 0 persen untuk membantu menekan harga komoditas tersebut. Sebab, harga LPG mengalami kenaikan akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.\n\nSelain LPG, Bea Masuk 0 persen untuk bahan baku plastik juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga, mengingat plastik masih menjadi bahan utama kemasan berbagai produk makanan.\n\nAirlangga menilai pembebasan bea masuk bahan baku plastik dibutuhkan untuk menekan harga jual produk plastik yang terdampak kenaikan harga nafta. Ia berharap kebijakan ini akan membantu mengendalikan inflasi.\n\n(Andrian Pratama Taher / )\n\n#FlashTirto #HargaPlastik #LPG #HargaLPG #ImporPlastik", "post_id": "3925572421106144433_2279778212"}}, {"key": "trenasiaid", "attributes": {"label": "trenasiaid", "x": 215.29626119767076, "y": 246.57769198208, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654478548362824980", "id": "trenasiaid", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah unggahan dari akun  kembali mengundang nostalgia. Dalam video tersebut terlihat papan harga BBM Pertamina yang menunjukkan Pertamax masih Rp5.900 per liter, Pertamax Plus Rp6.500, sementara Premium dan Solar berada di angka Rp4.500 per liter.  Kalau dilihat dari data harga BBM saat itu, angka tersebut mengarah ke era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya sekitar periode SBY-Jusuf Kalla pada 2009. Wajar kalau banyak yang kaget, karena selisihnya terasa sangat jauh jika dibandingkan dengan harga BBM hari ini. Tapi harga BBM tiap era juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kurs rupiah, subsidi, sampai kondisi fiskal negara. Menurut kamu, harga BBM murah seperti ini masih mungkin terulang lagi? #BBM #Pertamina #Pertamax #EkonomiIndonesia #TrenAsia", "post_id": "7654478548362824980"}}, {"key": "yzfrider.id", "attributes": {"label": "yzfrider.id", "x": 608.229855387855, "y": 290.24803601896855, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654478548362824980", "id": "yzfrider.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah unggahan dari akun  kembali mengundang nostalgia. Dalam video tersebut terlihat papan harga BBM Pertamina yang menunjukkan Pertamax masih Rp5.900 per liter, Pertamax Plus Rp6.500, sementara Premium dan Solar berada di angka Rp4.500 per liter.  Kalau dilihat dari data harga BBM saat itu, angka tersebut mengarah ke era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya sekitar periode SBY-Jusuf Kalla pada 2009. Wajar kalau banyak yang kaget, karena selisihnya terasa sangat jauh jika dibandingkan dengan harga BBM hari ini. Tapi harga BBM tiap era juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari harga minyak dunia, kurs rupiah, subsidi, sampai kondisi fiskal negara. Menurut kamu, harga BBM murah seperti ini masih mungkin terulang lagi? #BBM #Pertamina #Pertamax #EkonomiIndonesia #TrenAsia", "post_id": "7654478548362824980"}}, {"key": "lidahpost", "attributes": {"label": "lidahpost", "x": 785.7784573040425, "y": 219.21296342956498, "size": 13.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 119.1889, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "7622230823227395336", "id": "lidahpost", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "ade", "attributes": {"label": "ade", "x": 302.7914207408241, "y": 729.4859471770387, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "ade", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "Abi", "attributes": {"label": "Abi", "x": 519.5457813793122, "y": 121.56530283356892, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "Abi", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "Bang", "attributes": {"label": "Bang", "x": 173.20667504477572, "y": 179.0011020519682, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "Bang", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "Aga", "attributes": {"label": "Aga", "x": 201.67360519515054, "y": 509.0015257501613, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "Aga", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "Misbahudin", "attributes": {"label": "Misbahudin", "x": 107.27318749894299, "y": 260.1192437173534, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "Misbahudin", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "abubakarbakarmadris", "attributes": {"label": "abubakarbakarmadris", "x": 114.84909157867152, "y": 400.8127628418939, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3439, "eigenvector": 102.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622230823227395336", "id": "abubakarbakarmadris", "source": "tiktok-000001", "content": "DEPOK - Langkah Walikota Depok Supian Suri pada pagi Idul Fitri 1447 H tidak bisa dibaca sebagai rutinitas seremonial belaka. Di balik kunjungan ke kediaman Mantan Walikota Mohammad Idris, tersimpan satu pesan politik yang tegas, tajam, sekaligus menyejukkan, tidak ada konflik yang abadi, selama ada keberanian untuk memulai kembali. Sejak riuhnya Pilkada Depok 2024 mereda, hubungan keduanya praktis membeku. Kekalahan PKS dalam kontestasi itu menyisakan jarak yang nyata. Bukan sekadar beda pilihan, tetapi terhentinya komunikasi di antara dua tokoh yang pernah sama-sama memegang kendali arah kota. Sunyi. Kaku. Tanpa ruang temu. Politik Depok seperti berjalan dalam dua jalur yang tak lagi saling menyapa. Situasi ini bukan hal baru dalam lanskap politik lokal. Rivalitas kerap meninggalkan residu panjang. Ego dipelihara, jarak dijaga. Namun justru di titik inilah arti penting momentum Lebaran menemukan relevansinya. Hari kemenangan itu menjelma menjadi ruang netral, tempat di mana sekat runtuh, dan niat baik menemukan jalannya. Dan di balik peristiwa yang kini menjadi sorotan itu, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Pradi Supriatna. Peran Pradi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah simpul yang menghubungkan dua kutub yang lama terpisah. Dalam politik yang sering kali keras dan penuh kalkulasi, kehadiran figur seperti Pradi menjadi langka sekaligus menentukan. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi, membuka ruang, menjahit komunikasi, dan memastikan pertemuan itu benar-benar terjadi. “Gara-gara Pradi” mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Di saat banyak pihak memilih menunggu, ia bergerak. Di saat komunikasi buntu, ia membuka jalur. Di saat hubungan membeku, ia menghadirkan kehangatan. Pertemuan Supian Suri dan Mohammad Idris pun akhirnya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia adalah simbol pecahnya kebekuan. Simbol bahwa politik Depok tidak selamanya harus berada dalam bayang-bayang kontestasi masa lalu. Bahwa ada fase baru yang menuntut kedewasaan, bukan sekadar kemenangan. Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang berbeda. Supian Suri menunjukkan keberanian untuk merendahkan ego dan membuka pintu. Mohammad Idris, di sisi lain, memperlihatkan kebesaran hati untuk menerima.  Sementara Pradi Supriatna berdiri di tengah, sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya. Inilah politik dalam bentuk terbaiknya. Bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang siapa yang mampu merajut kembali setelah perbedaan. Langkah para elite dan Fraksi PKS yang mendatangi kediaman Pradi Supriatna usai Lebaran menjadi penegas bahwa peta politik Depok tengah bergerak ke arah yang lebih cair dan konstruktif.  Silaturahmi itu tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, melainkan berkembang menjadi sinyal politik yang terang, bahwa sekat-sekat pasca Pilkada Depok 2024 mulai ditinggalkan. Dukungan yang mengalir kepada pemerintahan Supian Suri memperlihatkan adanya kesadaran kolektif di antara para elite bahwa stabilitas dan kemajuan kota jauh lebih penting daripada mempertahankan residu perbedaan. Dalam konteks ini, Pradi kembali memainkan peran strategis sebagai titik temu, ruang di mana komunikasi lintas kepentingan dipertautkan, sekaligus menjadi jangkar bagi terciptanya keseimbangan politik yang sehat. Apa yang terjadi pasca-Lebaran ini pada akhirnya menjadi penutup yang kuat, bahwa Depok sedang memasuki fase baru, fase di mana kompetisi telah usai dan kolaborasi menjadi keniscayaan.  Politik tidak lagi berdiri sebagai arena pertarungan semata, tetapi sebagai ruang bersama untuk merawat kepentingan publik. Dan dari dinamika ini, harapan itu menguat, bahwa arah pembangunan kota akan berjalan lebih solid, lebih tenang, dan lebih berorientasi pada masa depan.....  firmansyah  Rinjani123  Pradi  subianto  Pinantara", "post_id": "7622230823227395336"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 59.873264517663614, "y": 573.8236271805969, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 291.16021469493637, "y": 798.9182651129554, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "attributes": {"label": "@BeritaNasionalTV", "x": 317.73596860191566, "y": 485.67543591650764, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "@BeritaNasionalTV", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "beritanasionaltv", "x": 443.1934646215002, "y": 163.77172708777732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "beritanasionaltv", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "beritanasional.tv", "x": 963.1764480200908, "y": 462.97595132723404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "beritanasional.tv", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "NasionalBerita_", "x": 838.5134535049892, "y": 618.0887314648555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s5vHacAn2cM", "id": "NasionalBerita_", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Turun di Bawah $80, Begini Skema Evaluasi Harga BBM Menurut Banggar DPR\n\nMeski harga minyak dunia saat ini berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat per barel, Ketua Badan Anggaran DPR RI menilai pemerintah belum dapat langsung menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Menurutnya, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tren penurunan harga minyak dunia benar-benar stabil dan berkelanjutan.\n\nPemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga energi, termasuk kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi. Karena itu, keputusan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.\n\n#beritanasional #bbm #dprri \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "s5vHacAn2cM"}}, {"key": "@SindoPodcast", "attributes": {"label": "@SindoPodcast", "x": 277.22358981349157, "y": 807.490763762085, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "v7q6lcGKmig", "id": "@SindoPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Merosot: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Non-Subsidi | Sindofiles Weekend | 21/06\n\nTren penurunan harga minyak mentah dunia seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, penyesuaian harga BBM non-subsidi secara transparan dan cepat menjadi hal yang sangat dinantikan. Apakah regulasi harga BBM kita sudah cukup fleksibel mengikuti pasar global? Simak ulasan mengenai urgensi penurunan harga BBM non-subsidi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.\n\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n   /   \n   /   \n   /   \n\n#TurunkanHargaBBM #BBMNonSubsidi #HargaMinyakDunia #EkonomiIndonesia #EnergiUntukRakyat #SuaraMasyarakat #KebijakanPublik #InfoBBM #Pertamax #Inflasi", "post_id": "v7q6lcGKmig"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 882.3824091421684, "y": 477.5613626427527, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9057, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "v7q6lcGKmig", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Merosot: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Non-Subsidi | Sindofiles Weekend | 21/06\n\nTren penurunan harga minyak mentah dunia seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, penyesuaian harga BBM non-subsidi secara transparan dan cepat menjadi hal yang sangat dinantikan. Apakah regulasi harga BBM kita sudah cukup fleksibel mengikuti pasar global? Simak ulasan mengenai urgensi penurunan harga BBM non-subsidi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.\n\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n   /   \n   /   \n   /   \n\n#TurunkanHargaBBM #BBMNonSubsidi #HargaMinyakDunia #EkonomiIndonesia #EnergiUntukRakyat #SuaraMasyarakat #KebijakanPublik #InfoBBM #Pertamax #Inflasi", "post_id": "v7q6lcGKmig"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 347.2179966701117, "y": 272.00056685882936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9057, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "v7q6lcGKmig", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Merosot: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Non-Subsidi | Sindofiles Weekend | 21/06\n\nTren penurunan harga minyak mentah dunia seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, penyesuaian harga BBM non-subsidi secara transparan dan cepat menjadi hal yang sangat dinantikan. Apakah regulasi harga BBM kita sudah cukup fleksibel mengikuti pasar global? Simak ulasan mengenai urgensi penurunan harga BBM non-subsidi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.\n\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n   /   \n   /   \n   /   \n\n#TurunkanHargaBBM #BBMNonSubsidi #HargaMinyakDunia #EkonomiIndonesia #EnergiUntukRakyat #SuaraMasyarakat #KebijakanPublik #InfoBBM #Pertamax #Inflasi", "post_id": "v7q6lcGKmig"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 96.03919806316253, "y": 111.91734475264059, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9057, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "v7q6lcGKmig", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Minyak Dunia Merosot: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Non-Subsidi | Sindofiles Weekend | 21/06\n\nTren penurunan harga minyak mentah dunia seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, penyesuaian harga BBM non-subsidi secara transparan dan cepat menjadi hal yang sangat dinantikan. Apakah regulasi harga BBM kita sudah cukup fleksibel mengikuti pasar global? Simak ulasan mengenai urgensi penurunan harga BBM non-subsidi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.\n\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n   /   \n   /   \n   /   \n\n#TurunkanHargaBBM #BBMNonSubsidi #HargaMinyakDunia #EkonomiIndonesia #EnergiUntukRakyat #SuaraMasyarakat #KebijakanPublik #InfoBBM #Pertamax #Inflasi", "post_id": "v7q6lcGKmig"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 135.76211256307212, "y": 756.9136531111008, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "@bncphl", "attributes": {"label": "@bncphl", "x": 520.8922199043465, "y": 763.8973173085193, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dbi5hXKeooE", "id": "@bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya ketidakpastian di Selat Hormuz | Michael Ricafort | Follow The Money\n\nEpisode 23 Juni 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Perputaran Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nKetegangan global terus menciptakan ketidakpastian di pasar, dengan konflik AS-Iran yang menimbulkan pertanyaan tentang harga minyak, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.\n\nBagi negara seperti Filipina, di mana guncangan eksternal dapat dengan cepat memengaruhi rumah tangga dan bisnis, memahami risiko tidak pernah sepenting ini.\n\nBergabung bersama kami adalah Michael Ricafort, Kepala Ekonom Rizal Commercial Banking Corporation (RCBC), yang akan membahas dampak ekonomi dari konflik geopolitik, masa depan pertumbuhan Filipina, dan tantangan yang dihadapi perekonomian.\n\nSaksikan diskusi mendalam tentang bagaimana peristiwa global membentuk uang yang kita belanjakan, tabung, dan investasikan.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "Dbi5hXKeooE"}}, {"key": "bncphl", "attributes": {"label": "bncphl", "x": 472.25861811816515, "y": 30.684268491970368, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dbi5hXKeooE", "id": "bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya ketidakpastian di Selat Hormuz | Michael Ricafort | Follow The Money\n\nEpisode 23 Juni 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Perputaran Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nKetegangan global terus menciptakan ketidakpastian di pasar, dengan konflik AS-Iran yang menimbulkan pertanyaan tentang harga minyak, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.\n\nBagi negara seperti Filipina, di mana guncangan eksternal dapat dengan cepat memengaruhi rumah tangga dan bisnis, memahami risiko tidak pernah sepenting ini.\n\nBergabung bersama kami adalah Michael Ricafort, Kepala Ekonom Rizal Commercial Banking Corporation (RCBC), yang akan membahas dampak ekonomi dari konflik geopolitik, masa depan pertumbuhan Filipina, dan tantangan yang dihadapi perekonomian.\n\nSaksikan diskusi mendalam tentang bagaimana peristiwa global membentuk uang yang kita belanjakan, tabung, dan investasikan.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "Dbi5hXKeooE"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 22.5334855584326, "y": 286.68083247389364, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "40Cq0gXc2gc", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Wells Fargo Ramal Harga Emas Tembus US$6.000! Apakah Dunia Menuju Krisis Ekonomi Baru?\n\n🔥 WELLS FARGO RAMAL HARGA EMAS TEMBUS US$6.000! APAKAH DUNIA MENUJU KRISIS EKONOMI BARU? 🔥\n\n💰 Harga emas diprediksi masih akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan! Bahkan salah satu institusi keuangan terbesar dunia, Wells Fargo, memperkirakan harga emas dapat mencapai US$6.000 per ons troi pada tahun 2027.\n\n📈 Apa yang sebenarnya dilihat oleh Wells Fargo?\n\nMengapa mereka begitu optimis terhadap emas ketika banyak investor masih mempertanyakan apakah harga emas sudah terlalu mahal?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas secara mendalam laporan terbaru Wells Fargo yang mengungkap berbagai faktor besar yang diyakini akan mendorong harga emas terus naik dalam beberapa tahun mendatang.\n\n✅ Prediksi harga emas tahun 2026 dan 2027 menurut Wells Fargo\n✅ Alasan harga emas diperkirakan tembus US$6.000 per ons troi\n✅ Dampak inflasi yang masih tinggi terhadap harga emas\n✅ Ancaman defisit fiskal dan utang pemerintah dunia\n✅ Mengapa bank sentral dunia terus memborong emas\n✅ Hubungan geopolitik global dengan kenaikan harga emas\n✅ Peran dolar AS dan tren diversifikasi cadangan devisa\n✅ Potensi de-dollarisasi dan pengaruhnya terhadap pasar emas\n✅ Mengapa Wells Fargo menyebut emas sebagai salah satu investasi dengan keyakinan tertinggi\n✅ Prospek logam industri seperti tembaga di era Artificial Intelligence (AI)\n✅ Dampak revolusi AI terhadap kebutuhan energi dan komoditas dunia\n✅ Analisis ekonomi global yang wajib diketahui investor dan masyarakat umum\n\n🌍 Dunia sedang mengalami perubahan besar.\n\nKetidakpastian geopolitik meningkat.\nInflasi belum benar-benar hilang.\nDefisit anggaran terus membengkak.\nUtang pemerintah semakin besar.\nBank sentral terus menambah cadangan emas.\nSementara investasi AI dan kebutuhan energi global terus melonjak.\n\nApakah semua ini menjadi sinyal bahwa harga emas masih memiliki ruang kenaikan yang besar?\n\nAtaukah justru menjadi tanda bahwa sistem ekonomi global sedang menghadapi tantangan yang jauh lebih serius daripada yang diperkirakan banyak orang?\n\n🎯 Video ini cocok untuk:\n\n✔ Investor emas\n✔ Pemula yang ingin belajar investasi\n✔ Pengamat ekonomi global\n✔ Investor saham\n✔ Investor reksa dana\n✔ Investor kripto\n✔ Pelaku bisnis\n✔ Mahasiswa ekonomi\n✔ Pencinta berita ekonomi dan keuangan\n✔ Siapa saja yang ingin memahami arah ekonomi dunia\n\n📊 Topik yang dibahas dalam video:\n\n🔹 Harga Emas Hari Ini\n🔹 Prediksi Harga Emas 2026\n🔹 Prediksi Harga Emas 2027\n🔹 Wells Fargo Forecast Gold Price\n🔹 Investasi Emas\n🔹 Bank Sentral Borong Emas\n🔹 Inflasi Global\n🔹 Defisit Fiskal\n🔹 Utang Pemerintah\n🔹 Geopolitik Dunia\n🔹 Cadangan Devisa\n🔹 Dolar AS\n🔹 De-Dollarisasi\n🔹 Artificial Intelligence\n🔹 Tembaga dan Komoditas Industri\n🔹 Ekonomi Amerika Serikat\n🔹 Ekonomi Global\n🔹 Safe Haven Asset\n🔹 Strategi Investasi Jangka Panjang\n\n💬 Menurut kalian, apakah harga emas benar-benar bisa mencapai US$6.000 per ons troi pada tahun 2027?\n\nTuliskan pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n🔔 SUBSCRIBE Inner Boost untuk mendapatkan analisis ekonomi, investasi, keuangan global, emas, geopolitik, dan peluang finansial terbaru.\n📢 SHARE video ini agar semakin banyak orang memahami perubahan besar yang sedang terjadi di ekonomi dunia.\n\n\n#hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #prediksiemas #hargaemasdunia #hargaemasturun #nabungemas #hargaemasantam #hargaemaspegadaian\n#HargaEmas #Emas #InvestasiEmas #PrediksiHargaEmas #WellsFargo #HargaEmasHariIni #HargaEmasNaik #HargaEmas2027 #GoldPrice #Gold #Investasi #EkonomiGlobal #Inflasi #UtangPemerintah #DefisitFiskal #BankSentral #ekonomidunia #prediksiekonomidunia #CadanganDevisa #DolarAS #Geopolitik #SafeHaven #ArtificialIntelligence #AI #Tembaga #Komoditas #Keuangan #FinancialFreedom #InnerBoost #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "40Cq0gXc2gc"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 371.6750941553765, "y": 788.9028675087342, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "40Cq0gXc2gc", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Wells Fargo Ramal Harga Emas Tembus US$6.000! Apakah Dunia Menuju Krisis Ekonomi Baru?\n\n🔥 WELLS FARGO RAMAL HARGA EMAS TEMBUS US$6.000! APAKAH DUNIA MENUJU KRISIS EKONOMI BARU? 🔥\n\n💰 Harga emas diprediksi masih akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan! Bahkan salah satu institusi keuangan terbesar dunia, Wells Fargo, memperkirakan harga emas dapat mencapai US$6.000 per ons troi pada tahun 2027.\n\n📈 Apa yang sebenarnya dilihat oleh Wells Fargo?\n\nMengapa mereka begitu optimis terhadap emas ketika banyak investor masih mempertanyakan apakah harga emas sudah terlalu mahal?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas secara mendalam laporan terbaru Wells Fargo yang mengungkap berbagai faktor besar yang diyakini akan mendorong harga emas terus naik dalam beberapa tahun mendatang.\n\n✅ Prediksi harga emas tahun 2026 dan 2027 menurut Wells Fargo\n✅ Alasan harga emas diperkirakan tembus US$6.000 per ons troi\n✅ Dampak inflasi yang masih tinggi terhadap harga emas\n✅ Ancaman defisit fiskal dan utang pemerintah dunia\n✅ Mengapa bank sentral dunia terus memborong emas\n✅ Hubungan geopolitik global dengan kenaikan harga emas\n✅ Peran dolar AS dan tren diversifikasi cadangan devisa\n✅ Potensi de-dollarisasi dan pengaruhnya terhadap pasar emas\n✅ Mengapa Wells Fargo menyebut emas sebagai salah satu investasi dengan keyakinan tertinggi\n✅ Prospek logam industri seperti tembaga di era Artificial Intelligence (AI)\n✅ Dampak revolusi AI terhadap kebutuhan energi dan komoditas dunia\n✅ Analisis ekonomi global yang wajib diketahui investor dan masyarakat umum\n\n🌍 Dunia sedang mengalami perubahan besar.\n\nKetidakpastian geopolitik meningkat.\nInflasi belum benar-benar hilang.\nDefisit anggaran terus membengkak.\nUtang pemerintah semakin besar.\nBank sentral terus menambah cadangan emas.\nSementara investasi AI dan kebutuhan energi global terus melonjak.\n\nApakah semua ini menjadi sinyal bahwa harga emas masih memiliki ruang kenaikan yang besar?\n\nAtaukah justru menjadi tanda bahwa sistem ekonomi global sedang menghadapi tantangan yang jauh lebih serius daripada yang diperkirakan banyak orang?\n\n🎯 Video ini cocok untuk:\n\n✔ Investor emas\n✔ Pemula yang ingin belajar investasi\n✔ Pengamat ekonomi global\n✔ Investor saham\n✔ Investor reksa dana\n✔ Investor kripto\n✔ Pelaku bisnis\n✔ Mahasiswa ekonomi\n✔ Pencinta berita ekonomi dan keuangan\n✔ Siapa saja yang ingin memahami arah ekonomi dunia\n\n📊 Topik yang dibahas dalam video:\n\n🔹 Harga Emas Hari Ini\n🔹 Prediksi Harga Emas 2026\n🔹 Prediksi Harga Emas 2027\n🔹 Wells Fargo Forecast Gold Price\n🔹 Investasi Emas\n🔹 Bank Sentral Borong Emas\n🔹 Inflasi Global\n🔹 Defisit Fiskal\n🔹 Utang Pemerintah\n🔹 Geopolitik Dunia\n🔹 Cadangan Devisa\n🔹 Dolar AS\n🔹 De-Dollarisasi\n🔹 Artificial Intelligence\n🔹 Tembaga dan Komoditas Industri\n🔹 Ekonomi Amerika Serikat\n🔹 Ekonomi Global\n🔹 Safe Haven Asset\n🔹 Strategi Investasi Jangka Panjang\n\n💬 Menurut kalian, apakah harga emas benar-benar bisa mencapai US$6.000 per ons troi pada tahun 2027?\n\nTuliskan pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n🔔 SUBSCRIBE Inner Boost untuk mendapatkan analisis ekonomi, investasi, keuangan global, emas, geopolitik, dan peluang finansial terbaru.\n📢 SHARE video ini agar semakin banyak orang memahami perubahan besar yang sedang terjadi di ekonomi dunia.\n\n\n#hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #prediksiemas #hargaemasdunia #hargaemasturun #nabungemas #hargaemasantam #hargaemaspegadaian\n#HargaEmas #Emas #InvestasiEmas #PrediksiHargaEmas #WellsFargo #HargaEmasHariIni #HargaEmasNaik #HargaEmas2027 #GoldPrice #Gold #Investasi #EkonomiGlobal #Inflasi #UtangPemerintah #DefisitFiskal #BankSentral #ekonomidunia #prediksiekonomidunia #CadanganDevisa #DolarAS #Geopolitik #SafeHaven #ArtificialIntelligence #AI #Tembaga #Komoditas #Keuangan #FinancialFreedom #InnerBoost #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "40Cq0gXc2gc"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 414.68242997784665, "y": 895.1879344703507, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 930.5174499245976, "y": 611.0392571981158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 914.9373696411022, "y": 650.7194045145517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 939.1153577273675, "y": 240.82727584758322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "@oneindia", "attributes": {"label": "@oneindia", "x": 457.44065864342963, "y": 352.8990436443412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "@oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "oneindia", "attributes": {"label": "oneindia", "x": 46.24255359976126, "y": 188.90431006243446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 286.87007324192916, "y": 139.8090834436946, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 866.1121117915663, "y": 252.67827981481173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 537.2918134176188, "y": 861.5093334274451, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 358.3560134153101, "y": 925.8787003463117, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 408.6329618153497, "y": 914.0252270736183, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 516.5999561030092, "y": 378.53756658383344, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 785.1126950245892, "y": 313.00066374481605, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6756, "eigenvector": 0.0054, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "@inconnectnews", "attributes": {"label": "@inconnectnews", "x": 152.74079957567244, "y": 782.0773447658884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "@inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "inconnectnew...", "x": 436.9432639818166, "y": 273.2109166402058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnew...", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnews", "attributes": {"label": "inconnectnews", "x": 234.44235992092476, "y": 418.82084587807424, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 68.37127996485637, "y": 630.9188268607638, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 452.10890836108877, "y": 36.572371473402534, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 937.5944956986954, "y": 837.7910933675454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "IDF", "attributes": {"label": "IDF", "x": 122.62384990566855, "y": 350.6547117258397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "IDF", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 315.1846920121084, "y": 611.9933853109718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 12.035484189588107, "y": 959.0099301999769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.126, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "@indianexpress", "attributes": {"label": "@indianexpress", "x": 229.8166057229053, "y": 917.5646845853524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Cu0N8_GqkTE", "id": "@indianexpress", "source": "youtube-000001", "content": "'Dunia Sedang Kacau': Ajit Doval Bunyikan Alarm Terkait Ancaman Keamanan Global Baru | Pertemuan ...\n\nPertemuan Penasihat Keamanan Nasional BRICS: Pada Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional BRICS ke-16, Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval menyoroti tantangan yang semakin besar yang ditimbulkan oleh ancaman keamanan non-tradisional yang melampaui batas negara dan seringkali melampaui sistem respons konvensional. Menekankan pentingnya kerja sama BRICS, Doval mengatakan dunia sedang mengalami perubahan yang cepat, mekanisme penyelesaian konflik melemah, dan kelompok ini memiliki peran penting dalam membentuk stabilitas global. Ia mendesak negara-negara anggota untuk merenungkan bagaimana BRICS dapat berkontribusi di dunia yang semakin bergejolak.\n#AjitDoval #BRICS #KeamananNasional #KeamananGlobal #BeritaIndia #Geopolitik #BRICS2026\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Unggulan Kami:\n🡆 Investigasi Express -    • Express Investigation  \n🡆 Pertukaran Ide -    • Idea Exchange  \n🡆 POV -    • POV.  \n🡆 Penjelasan Indian Express -    • Indian Express Explained  \n🡆 Express Adda-    • Express Adda (Latest)  \n🡆 Analisis Berita Oleh Neeta Sharma -    • News Analysis by Neeta Sharma  \n🡆 Hal-hal Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "Cu0N8_GqkTE"}}, {"key": "indianexpress", "attributes": {"label": "indianexpress", "x": 752.0926057976943, "y": 326.0394716513988, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Cu0N8_GqkTE", "id": "indianexpress", "source": "youtube-000001", "content": "'Dunia Sedang Kacau': Ajit Doval Bunyikan Alarm Terkait Ancaman Keamanan Global Baru | Pertemuan ...\n\nPertemuan Penasihat Keamanan Nasional BRICS: Pada Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional BRICS ke-16, Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval menyoroti tantangan yang semakin besar yang ditimbulkan oleh ancaman keamanan non-tradisional yang melampaui batas negara dan seringkali melampaui sistem respons konvensional. Menekankan pentingnya kerja sama BRICS, Doval mengatakan dunia sedang mengalami perubahan yang cepat, mekanisme penyelesaian konflik melemah, dan kelompok ini memiliki peran penting dalam membentuk stabilitas global. Ia mendesak negara-negara anggota untuk merenungkan bagaimana BRICS dapat berkontribusi di dunia yang semakin bergejolak.\n#AjitDoval #BRICS #KeamananNasional #KeamananGlobal #BeritaIndia #Geopolitik #BRICS2026\n\nThe Indian Express meliput berbagai macam berita nasional dan internasional, termasuk pembaruan harian, perkembangan politik, liputan pemilihan, ulasan gadget dan ponsel, pembaruan teknologi, berita hiburan, tren Bollywood, berita olahraga, dan opini publik tentang topik harian.\n\nLiputan komprehensif The Indian Express meluas ke peristiwa global, memberikan analisis mendalam tentang urusan internasional. Dengan fokus pada perspektif India dan global, Indian Express menyajikan analisis editorial kelas atas dan pelaporan mendalam. Tetap terinformasi dengan berita terbaru, tren, penjelasan, dan pandangan ahli dari India dan seluruh dunia.\n\nAnda dapat mencari kami di YouTube dengan: , indian express, indian express newspaper today, indian express newspaper, indian express editorial analysis, indian express analysis, indian express analysis today, indian express, indian express news, the indian express newspaper analysis, the indian express, the indian express newspaper analysis today, the indian express editorial analysis, the indian express newspaper.\n\nTetap Ikuti Indian Express untuk Pembaruan Lebih Lanjut: https://indianexpress.com/\n\nTonton Acara Unggulan Kami:\n🡆 Investigasi Express -    • Express Investigation  \n🡆 Pertukaran Ide -    • Idea Exchange  \n🡆 POV -    • POV.  \n🡆 Penjelasan Indian Express -    • Indian Express Explained  \n🡆 Express Adda-    • Express Adda (Latest)  \n🡆 Analisis Berita Oleh Neeta Sharma -    • News Analysis by Neeta Sharma  \n🡆 Hal-hal Penting UPSC -    • UPSC ESSENTIALS: ART & CULTURE with Devdut...  \n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaBahasaInggris\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nThe Indian Express: http://goo.gl/RjJrX0\n\nTerhubung dengan kami:\nFacebook:   / indianexpress  \nTwitter:   / indianexpress  \nAplikasi Indian Express: http://indianexpress.com/apps/\nSitus Web Resmi: https://indianexpress.com/", "post_id": "Cu0N8_GqkTE"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 852.1104010384444, "y": 190.98246409305608, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "NobleCapMkts", "x": 321.28234847889235, "y": 907.5612746509616, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "NobleCapMkts", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "KaiHoffmannAU", "x": 438.8750380954004, "y": 654.093268275675, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6853, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "KaiHoffmannAU", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}], "edges": [{"key": "sonneeaa", "source": "sonneeaa", "target": "dudihsutrisman", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sonneeaa", "source": "sonneeaa", "target": "dudihsutrisman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sonneeaa", "source": "sonneeaa", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "newsabangsa", "source": "newsabangsa", "target": "newsabangsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "Kaum__Jelata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadfaisal86", "source": "ahmadfaisal86", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tirtoid", "source": "tirtoid", "target": "Tirto.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "trenasiaid", "source": "trenasiaid", "target": "yzfrider.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "ade", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "Abi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "Bang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "Aga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "Misbahudin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lidahpost", "source": "lidahpost", "target": "abubakarbakarmadris", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@bncphl", "source": "@bncphl", "target": "bncphl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oneindia", "source": "@oneindia", "target": "oneindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "IDF", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indianexpress", "source": "@indianexpress", "target": "indianexpress", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}