{"nodes": [{"key": "DenBagus91276", "attributes": {"label": "DenBagus91276", "x": 724.010306367196, "y": 349.5613373095571, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069445044235575306", "id": "DenBagus91276", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069445044235575306"}}, {"key": "NenkMonica", "attributes": {"label": "NenkMonica", "x": 938.330815311297, "y": 642.8326457169798, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 73.6114, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2069445044235575306", "id": "NenkMonica", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069445044235575306"}}, {"key": "WUching169", "attributes": {"label": "WUching169", "x": 628.7831771992841, "y": 971.1052407821344, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226542606188934", "id": "WUching169", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226542606188934"}}, {"key": "OposanSejati", "attributes": {"label": "OposanSejati", "x": 190.06902108282665, "y": 98.2045631537628, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226178993680461", "id": "OposanSejati", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226178993680461"}}, {"key": "AntoniusCDN", "attributes": {"label": "AntoniusCDN", "x": 744.2733127904941, "y": 560.8238848961522, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069270108065915307", "id": "AntoniusCDN", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069270108065915307"}}, {"key": "irwan_ramali", "attributes": {"label": "irwan_ramali", "x": 686.6579719457712, "y": 970.465304037385, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "irwan_ramali", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "CakKhum", "attributes": {"label": "CakKhum", "x": 495.7368145965918, "y": 352.78696453148984, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 38.8504, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "CakKhum", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 696.9010723629161, "y": 365.1725246341081, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 401.4314532506301, "y": 557.0039276205415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.4374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "ojk_jabodebek", "attributes": {"label": "ojk_jabodebek", "x": 351.6942205075189, "y": 102.73800777792452, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925623526392333359_2976566980", "id": "ojk_jabodebek", "source": "instagram-000001", "content": "Udah siap beli rumah… eh KPR ditolak 😭\n\nSobat OJK,\n\nAda yang lebih nyesek daripada nemu rumah impian?\nUdah siap DP ✅ Udah pede ngajuin KPR ✅\nEh… yang datang malah plot twist dari masa lalu 😵‍💫\n\nKadang, yang bikin rencana finansial ke depan ke-pause bukan karena kurang niat… tapi karena ada kewajiban kecil yang dulu sempat dianggap sepele. Padahal, riwayat kredit yang baik itu salah satu “tiket penting” buat tembus pembiayaan di masa depan.\n\n 💡Quick reminder:\nJangan tunggu butuh baru peduli, mulai dari hal sederhana:\n🗓️ Bayar tagihan & cicilan tepat waktu \n💰 Pinjam sesuai kemampuan \n\nYuk, baca komiknya sampai habis, siapa tahu relate sama pengalaman Sobat 👆🏻\n\nKalau Sobat, pernah ngalamin hal serupa juga?\nDrop kebiasaan kecil yang Sobat lakukan untuk menjaga keuangan tetap sehat di kolom komentar Instagram ! \n\n3 orang terpilih masing-masing bakal bawa pulang kartu uang elektronik bersaldo Rp150.000.\n\n#OJKIndonesia #MiToon #DanaPendidikan #LiterasiKeuangan #GenerasiCerdasFinansial", "post_id": "3925623526392333359_2976566980"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 218.76029175365875, "y": 90.10405180041336, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.4374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925623526392333359_2976566980", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Udah siap beli rumah… eh KPR ditolak 😭\n\nSobat OJK,\n\nAda yang lebih nyesek daripada nemu rumah impian?\nUdah siap DP ✅ Udah pede ngajuin KPR ✅\nEh… yang datang malah plot twist dari masa lalu 😵‍💫\n\nKadang, yang bikin rencana finansial ke depan ke-pause bukan karena kurang niat… tapi karena ada kewajiban kecil yang dulu sempat dianggap sepele. Padahal, riwayat kredit yang baik itu salah satu “tiket penting” buat tembus pembiayaan di masa depan.\n\n 💡Quick reminder:\nJangan tunggu butuh baru peduli, mulai dari hal sederhana:\n🗓️ Bayar tagihan & cicilan tepat waktu \n💰 Pinjam sesuai kemampuan \n\nYuk, baca komiknya sampai habis, siapa tahu relate sama pengalaman Sobat 👆🏻\n\nKalau Sobat, pernah ngalamin hal serupa juga?\nDrop kebiasaan kecil yang Sobat lakukan untuk menjaga keuangan tetap sehat di kolom komentar Instagram ! \n\n3 orang terpilih masing-masing bakal bawa pulang kartu uang elektronik bersaldo Rp150.000.\n\n#OJKIndonesia #MiToon #DanaPendidikan #LiterasiKeuangan #GenerasiCerdasFinansial", "post_id": "3925623526392333359_2976566980"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "attributes": {"label": "dinasperindaglampung", "x": 332.4081644760888, "y": 473.9683008896766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dinasperindaglampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "mirzano", "attributes": {"label": "mirzano", "x": 153.46139463424956, "y": 90.1927691052894, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.8504, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "mirzano", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "dpmptspprovinsilampung", "x": 332.69576796715063, "y": 839.8745948990552, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.8504, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dpmptspprovinsilampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "media.suaradermayu", "attributes": {"label": "media.suaradermayu", "x": 747.0475962140703, "y": 269.85434194437806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7594526364938620168", "id": "media.suaradermayu", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "KEJAKSAAN", "x": 806.4352493970172, "y": 146.40764900208302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.057, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7594526364938620168", "id": "KEJAKSAAN", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "GERINDRA", "attributes": {"label": "GERINDRA", "x": 720.480593072737, "y": 22.0620443109123, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.057, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7594526364938620168", "id": "GERINDRA", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "Kejati", "attributes": {"label": "Kejati", "x": 791.9094676534518, "y": 393.3026151546612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.057, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7594526364938620168", "id": "Kejati", "source": "tiktok-000001", "content": "Suaradermayu.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat agar segera menetapkan 16 koordinator debitur sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang menilai peran para koordinator debitur itu sudah terang benderang dan layak dinaikkan status hukumnya. “Kami mendesak penyidik Pidana Khusus Kejati Jabar segera menetapkan DH, YS, RLW, NHY, AL, KSW, AA, KST, SRJ, MS, MAA, ANH, MC, ATS, dan HLM sebagai tersangka dugaan korupsi di BPR Karya Remaja,” tegas Pahmi kepada Suaradermayu.com, Senin (12/1/2026). Peran Sentral Koordinator Debitur Pahmi mengungkapkan, ke-16 orang tersebut diduga memiliki peran sentral sebagai koordinator debitur yang bekerja sama dengan oknum pegawai serta jajaran direksi BPR Karya Remaja dalam praktik penyaluran kredit bermasalah. Menurutnya, pola yang digunakan bukan bersifat insidental, melainkan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berlangsung bertahun-tahun, sejak BPR Karya Remaja Indramayu masih aktif beroperasi. “Mereka menggunakan nama orang lain sebagai debitur, dengan agunan yang tidak sesuai plafon kredit, bahkan ada yang menggunakan agunan fiktif. Ini jelas merugikan keuangan negara,” ungkap Pahmi Lebih lanjut, Pahmi membeberkan bahwa ketika debitur mengalami kredit macet dan tidak mampu melanjutkan angsuran hingga melewati batas waktu, para koordinator debitur bersama oknum pegawai—dengan persetujuan direksi—diduga menawarkan solusi yang menyimpang dari ketentuan perbankan. Alih-alih dilakukan penyelamatan kredit sesuai prosedur, debitur justru diarahkan untuk mengajukan kredit baru dengan menggunakan nama orang lain. “Debitur yang macet tidak diselesaikan secara prosedural. Justru diberikan jalan untuk mengajukan kredit kembali dengan menggunakan nama orang lain,” jelasnya. Dalam praktiknya, LBH Ghazanfar menemukan bahwa pengajuan kredit tersebut kerap menggunakan agunan yang nilainya jauh di bawah plafon kredit, bahkan diduga terdapat penggunaan agunan fiktif.  #kejagung #kejatijabar #kejagungri  AGUNG RI  AGUNG 2025-2025   Jabar", "post_id": "7594526364938620168"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 781.3897968200645, "y": 829.1772297082571, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 181.7551, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "1012469132100822_1610389034425165", "id": "bangsaonline", "source": "facebook-000001", "content": "BPS Surabaya menargetkan pendataan seluruh skala usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, mulai dari usaha besar, menengah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).\n\nKepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan terdapat 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar yang menjadi sasaran sensus, sekitar 13.000 usaha menengah, serta kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya. \n\n“Kita akan mendata sebanyak 1.402 usaha besar yang memiliki omzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah serta kurang lebih 490.000 itu UMKM yang kecil,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).\n\nPelaksanaan sensus melibatkan 1.980 petugas dan pengawas sejak 1 Mei 2026. Metode door to door dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Arrief menjelaskan, Sensus Ekonomi berbeda dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih berfokus pada aspek sosial.\n\n“Kalau sensus ekonomi seluruh di Indonesia. Ini project 10 tahun sekali,” katanya.\n\nHingga pertengahan Juni, pendataan usaha besar telah menjangkau sekitar 800 perusahaan, termasuk sektor perbankan. Sementara itu, metode door to door berhasil mendata sekitar 8.000 usaha dalam dua hari pertama.\n\nArrief mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti kejenuhan responden akibat sering menjadi objek pendataan. Kendati demikian, pihaknya optimistis target tercapai berkat pendekatan persuasif dan dukungan Pemkot Surabaya. \n\n“Ada beberapa yang mungkin agak menolak karena respondent burden. Tetapi alhamdulillah dengan pendekatan dan bantuan pemkot, insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing,” paparnya. (rom)\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "1012469132100822_1610389034425165"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 376.9867461906278, "y": 50.149034159200134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 717.3219488018883, "y": 120.80993200565715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.4374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "@Cahya_sigit1710", "x": 440.033627483031, "y": 660.5971000022901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "@Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mekanikpernexx", "x": 794.2328465688726, "y": 391.8045545805574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.8504, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "mekanikpernexx", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "Cahya_sigit1710", "x": 239.89549164467306, "y": 206.07546561948365, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.8504, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}], "edges": [{"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "source": "AirinDatangLagi", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojk_jabodebek", "source": "ojk_jabodebek", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "mirzano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "KEJAKSAAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "GERINDRA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.suaradermayu", "source": "media.suaradermayu", "target": "Kejati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}