{"nodes": [{"key": "frnzgn", "attributes": {"label": "frnzgn", "x": 589.7242289036449, "y": 600.5258535288289, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069082573150810469", "id": "frnzgn", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/VYkzE2ylmY\n\nKeputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basi…", "post_id": "2069082573150810469"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 771.4260268911964, "y": 944.4176213959968, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 103.0741, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069082573150810469", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/VYkzE2ylmY\n\nKeputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basi…", "post_id": "2069082573150810469"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "attributes": {"label": "MrKazooBitcoin", "x": 180.59768356255978, "y": 454.20434777943854, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069626624639996110", "id": "MrKazooBitcoin", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia wajib menaikan suku bunga ke 1000bps 🔥🔥🔥🔥🔥🔥", "post_id": "2069626624639996110"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 89.15423196304484, "y": 55.1579865589662, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069626624639996110", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia wajib menaikan suku bunga ke 1000bps 🔥🔥🔥🔥🔥🔥", "post_id": "2069626624639996110"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 953.6054717542434, "y": 972.2207899505227, "size": 10.42, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 190.9829, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926167408982148173_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut ! \nDi tengah dinamika global, bagaimana Bank Indonesia memperkuat stabilitas dan mendorong perekonomian?\n.\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih berlangsung, stabilitas menjadi kunci agar roda perekonomian terus berputar, peluang tetap tumbuh, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. \n.\nUntuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui beberapa langkah kebijakan. Mulai dari penguatan kebijakan moneter, pelonggaran makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, hingga perluasan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas Rupiah, memperkuat sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. \n.\nYuk, bagikan optimisme Sobat di kolom komentar!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926167408982148173_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 80.27791618202629, "y": 195.9054172655499, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 164.557, "eigenvector": 309.0168, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3926167408982148173_3117095536", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut ! \nDi tengah dinamika global, bagaimana Bank Indonesia memperkuat stabilitas dan mendorong perekonomian?\n.\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih berlangsung, stabilitas menjadi kunci agar roda perekonomian terus berputar, peluang tetap tumbuh, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. \n.\nUntuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui beberapa langkah kebijakan. Mulai dari penguatan kebijakan moneter, pelonggaran makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, hingga perluasan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas Rupiah, memperkuat sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. \n.\nYuk, bagikan optimisme Sobat di kolom komentar!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926167408982148173_3117095536"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 685.1973928697754, "y": 457.8459021479663, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 847.1263679880005, "y": 714.5547023318234, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 415.33698715242326, "y": 701.9406095566559, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 309.0168, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kau0Vmloy9g", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Peluncuran Buku KSK No.41\n\n#SobatRupiah, perekonomian global tengah dihadapkan pada pergeseran sumber pertumbuhan dunia dan risiko Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) global yang masih tinggi. Meski begitu, Stabilitas sistem keuangan pada Semester I 2023 dan ke depan diyakini akan tetap terjaga dengan intermediasi yang terus meningkat, ketahanan sistem keuangan yang terjaga, serta keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang semakin kuat.\n\nBagaimana peran bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga terjaganya sistem keuangan tersebut?\n \nJawabannya terangkum dalam asesmen Bank Indonesia pada Kajian Stabilitas Keuangan No. 41 bertema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh Deputi Gubernur Juda Agung.\n\nMari #BeriMakna dukung upaya Bank Indonesia perkuat fondasi ekonomi dan sistem keuangan untuk perekonomian yang berkelanjutan.\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "kau0Vmloy9g"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 976.1004072370722, "y": 586.0339737311798, "size": 10.42, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 103.0741, "eigenvector": 190.9829, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kau0Vmloy9g", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Peluncuran Buku KSK No.41\n\n#SobatRupiah, perekonomian global tengah dihadapkan pada pergeseran sumber pertumbuhan dunia dan risiko Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) global yang masih tinggi. Meski begitu, Stabilitas sistem keuangan pada Semester I 2023 dan ke depan diyakini akan tetap terjaga dengan intermediasi yang terus meningkat, ketahanan sistem keuangan yang terjaga, serta keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang semakin kuat.\n\nBagaimana peran bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga terjaganya sistem keuangan tersebut?\n \nJawabannya terangkum dalam asesmen Bank Indonesia pada Kajian Stabilitas Keuangan No. 41 bertema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh Deputi Gubernur Juda Agung.\n\nMari #BeriMakna dukung upaya Bank Indonesia perkuat fondasi ekonomi dan sistem keuangan untuk perekonomian yang berkelanjutan.\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "kau0Vmloy9g"}}], "edges": [{"key": "frnzgn", "source": "frnzgn", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "frnzgn", "source": "frnzgn", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "source": "MrKazooBitcoin", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}