{"nodes": [{"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 548.703942146674, "y": 137.63989208742876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 820.3847577583282, "y": 69.18449294062678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.5098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 680.2399046530572, "y": 881.2389157724563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 112.1582311288638, "y": 596.1357075164731, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.5098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "xeracosmetic", "attributes": {"label": "xeracosmetic", "x": 791.083674155694, "y": 868.255716552663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7567631088642837768", "id": "xeracosmetic", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional. Dua aturan itu di antaranya POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta POJK Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) bagi BUS. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengatakan kedua POJK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur permodalan, likuiditas, dan pendanaan jangka panjang BUS dan UUS agar semakin tangguh, efisien, serta sejalan dengan standar internasional Basel III dan Islamic Financial Services Board (IFSB). Baca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/syariah/perkuat-permodalan-likuiditas-ojk-terbitkan-dua-aturan-baru-bagi-bank-syariah Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7567631088642837768"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 109.97908303149406, "y": 456.92003246150637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.5098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7567631088642837768", "id": "idx_channel", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional. Dua aturan itu di antaranya POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta POJK Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) bagi BUS. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengatakan kedua POJK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur permodalan, likuiditas, dan pendanaan jangka panjang BUS dan UUS agar semakin tangguh, efisien, serta sejalan dengan standar internasional Basel III dan Islamic Financial Services Board (IFSB). Baca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/syariah/perkuat-permodalan-likuiditas-ojk-terbitkan-dua-aturan-baru-bagi-bank-syariah Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7567631088642837768"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 964.8167403154201, "y": 770.3082727715445, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 279.45873163710667, "y": 346.93951326860537, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 965.2387946379937, "y": 621.9959717224374, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 923.2693494632814, "y": 406.1725640321437, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 34.11752912548549, "y": 787.6036398141736, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 273.4623910938282, "y": 851.4783203516394, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 233.99808492218898, "y": 873.9280028726384, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.8032, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t52oOK-Ln8g", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menjaga Daya Tahan Dunia Usaha di Era Suku Bunga Tinggi | MARKET REVIEW\n\nBerada di tengah era suku bunga tinggi, bagaimana dunia usaha menjaga daya tahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi? Simak ulasan mendalam bersama para pakar dalam Market Review.\n\nPembicara:\nRistiawan Suherman - Ketua Bidang Hubungan Pemerintah II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)\nRyan Kiryanto - Ekonom Senior Dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)\n#marketreview  #bankindonesia #sukubunga \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "t52oOK-Ln8g"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 889.2742289668097, "y": 798.6378851185717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 592.2279144406566, "y": 625.7675211015409, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.5098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "attributes": {"label": "@TheMasterInvestorPodcast", "x": 352.27588300398173, "y": 416.2648248728261, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}, {"key": "themasterinvestorpodcast", "attributes": {"label": "themasterinvestorpodcast", "x": 443.7241653224584, "y": 787.8224847749073, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0143, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "themasterinvestorpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}, {"key": "WilfredFrost", "attributes": {"label": "WilfredFrost", "x": 483.4509070417713, "y": 386.6343906859914, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0143, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "WilfredFrost", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}], "edges": [{"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "source": "AirinDatangLagi", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "xeracosmetic", "source": "xeracosmetic", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "@TheMasterInvestorPodcast", "target": "themasterinvestorpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "@TheMasterInvestorPodcast", "target": "WilfredFrost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}