{"nodes": [{"key": "FaktaSebenarny3", "attributes": {"label": "FaktaSebenarny3", "x": 237.28225205194553, "y": 594.3816532058395, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069343907096441046", "id": "FaktaSebenarny3", "source": "tweet-000004", "content": "Wisatawan tetap bisa tukar valuta asing, jadi tidak ada isu “rupiah tidak dipercaya”.", "post_id": "2069343907096441046"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 613.4275814817437, "y": 52.39436954265253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 134.6115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069343907096441046", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Wisatawan tetap bisa tukar valuta asing, jadi tidak ada isu “rupiah tidak dipercaya”.", "post_id": "2069343907096441046"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "attributes": {"label": "AlexiaHavasi876", "x": 491.6053709218434, "y": 549.8991581277312, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069273933606727711", "id": "AlexiaHavasi876", "source": "tweet-000004", "content": "Langkah ini justru memperkuat posisi rupiah dengan menekan tingkat penggunaan valuta asing (de-dollarization) di dalam negeri, khususnya di daerah destinasi wisata, sehingga cadangan devisa kita bisa lebih stabil dan terlindungi dari spekulasi luar.", "post_id": "2069273933606727711"}}, {"key": "@ExKorporat", "attributes": {"label": "@ExKorporat", "x": 669.3109765996044, "y": 547.9375460632343, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ntow2ENBkjA", "id": "@ExKorporat", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 MBG LIBUR KARENA SEKOLAH? — Dollar ke Rupiah Real-Time | 20 Juni 2026\n\n🔴 LIVE — Kurs USD/IDR diperbarui setiap 2 menit.\n\nSetiap hari, keputusan bisnis diambil berdasarkan angka ini.\nSetiap hari, ada yang tidak memeriksanya.\n\nJangan jadi yang kedua.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n📊 Yang ditampilkan:\n• Kurs USD/IDR real-time (Twelve Data)\n• Grafik pergerakan 24 jam terakhir\n• Berita kebijakan pemerintah Indonesia terkini\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ Disclaimer:\nData kurs diperbarui setiap 2 menit dari Twelve Data. Bukan untuk keperluan transaksi valuta asing. Gunakan data resmi Bank Indonesia untuk transaksi.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n📌 Excel Korporat\nYang Tidak Diajarkan Atasan Anda Tentang Excel\n\n🔔 Subscribe:    /", "post_id": "ntow2ENBkjA"}}, {"key": "excelkorporat", "attributes": {"label": "excelkorporat", "x": 421.6010308552569, "y": 27.623318218986892, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 71.0449, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ntow2ENBkjA", "id": "excelkorporat", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 MBG LIBUR KARENA SEKOLAH? — Dollar ke Rupiah Real-Time | 20 Juni 2026\n\n🔴 LIVE — Kurs USD/IDR diperbarui setiap 2 menit.\n\nSetiap hari, keputusan bisnis diambil berdasarkan angka ini.\nSetiap hari, ada yang tidak memeriksanya.\n\nJangan jadi yang kedua.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n📊 Yang ditampilkan:\n• Kurs USD/IDR real-time (Twelve Data)\n• Grafik pergerakan 24 jam terakhir\n• Berita kebijakan pemerintah Indonesia terkini\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ Disclaimer:\nData kurs diperbarui setiap 2 menit dari Twelve Data. Bukan untuk keperluan transaksi valuta asing. Gunakan data resmi Bank Indonesia untuk transaksi.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━\n📌 Excel Korporat\nYang Tidak Diajarkan Atasan Anda Tentang Excel\n\n🔔 Subscribe:    /", "post_id": "ntow2ENBkjA"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 912.4497504501826, "y": 162.36023625255237, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 951.9762116294788, "y": 49.796887993726834, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.4415, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 431.77119302106615, "y": 210.0855889240585, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.4415, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 889.0771207914826, "y": 373.1146240201106, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.4415, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 52.90417453248597, "y": 721.696817588826, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.4415, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 377.5011067570775, "y": 855.2184249356496, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.4415, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "ivyl8RN79a0", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Menguat di saat Ketidakpastian Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menilai kebijakan pengetatan pembelian valuta asing secara tunai tanpa underlying berjalan efektif menekan transaksi harian valas dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 Juli 2026, BI kembali memangkas batas pembelian menjadi maksimal USD10 ribu per pelaku per bulan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ivyl8RN79a0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 284.57808938530803, "y": 790.5538816058958, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 298.3593645157113, "y": 562.7810815684139, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 55.91, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "attributes": {"label": "@TheMasterInvestorPodcast", "x": 698.9113721132208, "y": 806.2692983718093, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.8561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}, {"key": "themasterinvestorpodcast", "attributes": {"label": "themasterinvestorpodcast", "x": 639.6210361161079, "y": 342.5266783185181, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 71.0449, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "themasterinvestorpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}, {"key": "WilfredFrost", "attributes": {"label": "WilfredFrost", "x": 636.3753462895436, "y": 280.3634325695269, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 71.0449, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8xWhfSGrO50", "id": "WilfredFrost", "source": "youtube-000001", "content": "MI 58 Ned Naylor Leyland RFTX v1\n\nWilf ditemani oleh Ned Naylor-Leyland, yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Dana Logam Mulia Terbaik Tahun Ini oleh Investment Week dan manajer dari Jupiter Gold & Silver Fund yang bernilai hampir $3 miliar. Dikenal karena perspektifnya yang khas, kontrarian, dan sangat analitis, Ned menjelaskan mengapa narasi sebenarnya seputar emas dan perak sangat disalahpahami oleh publik investor.\n\nAlih-alih melihat emas dan perak melalui lensa komoditas tradisional, Ned menjelaskan mengapa keduanya pada dasarnya adalah instrumen valuta asing dan mengapa emas adalah aset bebas risiko sejati dari sistem keuangan global.\n\n“Ini tentang mengambil posisi short terhadap perilaku pemerintah Anda.” Ned mengemukakan argumen bahwa emas fisik adalah perlindungan utama terhadap erosi daya beli jangka panjang yang disebabkan oleh penurunan nilai mata uang kertas yang tak terhindarkan. Tetapi ia tidak setuju dengan banyak pendukung emas lainnya ketika menjelaskan lonjakan harga pada tahun 2025, dan berpikir bahwa momentum dan mengikuti tren makro dari investor yang menggunakan leverage, serta perubahan ekspektasi suku bunga riil, memicu reli eksplosif baru-baru ini, daripada pembelian oleh bank sentral atau penerimaan yang lebih luas terhadap argumen penurunan nilai moneter oleh sebagian besar investor.\n\nIa menjelaskan mengapa perak beroperasi sebagai aset \"bersifat ganda\" – bertindak sebagai uang sekaligus sangat langka bagi industri masa depan, mulai dari AI hingga teknologi hijau hingga perangkat keras militer. “Perak seperti emas, Anda memiliki posisi short terhadap politisi, tetapi Anda juga memiliki posisi long terhadap masa depan.” Namun Ned hanya memiliki eksposur terhadap emas dan perak, dan menjelaskan mengapa logam mulia atau logam industri lainnya tidak memiliki tempat dalam dananya.\n\nMeskipun ia sendiri pernah memiliki Bitcoin di masa lalu, ia tidak lagi memilikinya karena ia suka menjadi pelopor dan kontrarian, dan tidak melihat tempat untuk $BTC mengingat hal itu.\n\nIa percaya bahwa produsen emas dan perak lebih murah daripada sebelumnya, dengan margin arus kas bebas yang dua atau tiga kali lipat dari sektor teknologi, sementara diperdagangkan dengan kelipatan yang jauh lebih rendah. Alasannya adalah kurangnya modal institusional jangka panjang di sektor ini, yang menurutnya dapat membanjiri jika saham teknologi mencapai puncaknya.\n\nNed dan Wilf juga membahas faktor tak terduga – ‘Di Mana Emasnya?’ – sebuah pembahasan mendalam yang menarik tentang perbankan emas batangan cadangan fraksional, ekspansi neraca bank sentral, dan risiko sistemik seputar keberadaan emas fisik sebenarnya.\n\nUntuk konten seperti ini, berlanggananlah ke Saluran YouTube The Master Investor Podcast -    /   \n\nDan ikuti  di X - https://x.com/wilfredfrost?lang=en \nDan LinkedIn -   / wilfred-frost-279667374  \n\nDisponsori oleh BNY Investments, World Gold Council, London Stock Exchange Group (LSEG) dan Interactive Brokers - ibkr.com/masterinvestor.\n\nThe Master Investor Podcast diproduksi oleh Paradine Productions dan Master Investor Ltd bekerja sama dengan Bird Lime Media.\n\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan merupakan ajakan atau bujukan untuk terlibat dalam aktivitas investasi apa pun. Ini bukan promosi keuangan sebagaimana didefinisikan dalam pasal 21 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (FSMA). Pandangan yang diungkapkan oleh pembawa acara podcast ini adalah pandangan pembawa acara dan diberikan dalam rangka jurnalisme. Podcast ini mendapat pengecualian berdasarkan Pasal 20 Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2000 (Peraturan Promosi Keuangan) 2005 (FPO), dan tidak memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan FSMA. Informasi umum, yang tidak mengidentifikasi investasi, dana, penyedia, atau layanan tertentu, tentang kelas investasi seperti saham, obligasi, derivatif, dan aset kripto, mungkin diberikan dan/atau dibahas selama podcast ini. Diskusi tersebut termasuk dalam pengecualian promosi umum (Pasal 17 FPO). Diskusi tersebut bukan promosi keuangan yang memerlukan persetujuan dari orang yang berwenang berdasarkan pasal 21 FSMA. Investasi melibatkan risiko. Anda harus berkonsultasi dengan penasihat yang berkualifikasi yang dapat menilai keadaan individu Anda sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "8xWhfSGrO50"}}], "edges": [{"key": "FaktaSebenarny3", "source": "FaktaSebenarny3", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlexiaHavasi876", "source": "AlexiaHavasi876", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@ExKorporat", "source": "@ExKorporat", "target": "excelkorporat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ExKorporat", "source": "@ExKorporat", "target": "excelkorporat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "@TheMasterInvestorPodcast", "target": "themasterinvestorpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheMasterInvestorPodcast", "source": "@TheMasterInvestorPodcast", "target": "WilfredFrost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}