{"nodes": [{"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 34.61484482319355, "y": 485.2805549090725, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069608918687551558", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah sebenarnya tidak melemah sejak penguatan dari suku bunga terhadap mata uang lain masih baik cuma usd memang naik terhadap semua mata uang dunia", "post_id": "2069608918687551558"}}, {"key": "chezmanie", "attributes": {"label": "chezmanie", "x": 965.9652462204167, "y": 743.2468902081599, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069608918687551558", "id": "chezmanie", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah sebenarnya tidak melemah sejak penguatan dari suku bunga terhadap mata uang lain masih baik cuma usd memang naik terhadap semua mata uang dunia", "post_id": "2069608918687551558"}}, {"key": "maudlinamida", "attributes": {"label": "maudlinamida", "x": 705.5390444432849, "y": 242.3987545681512, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069665643725750445", "id": "maudlinamida", "source": "tweet-000004", "content": "yokk para mahasiswa yg mau skripsian, aku ada judul skripsi yg bisa kalian teliti.\n\npengaruh pidato prabowo subianto terhadap melemahnya mata uang rupiah", "post_id": "2069665643725750445"}}, {"key": "PramestiHilya", "attributes": {"label": "PramestiHilya", "x": 680.0034117491685, "y": 221.80737061513256, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069665643725750445", "id": "PramestiHilya", "source": "tweet-000004", "content": "yokk para mahasiswa yg mau skripsian, aku ada judul skripsi yg bisa kalian teliti.\n\npengaruh pidato prabowo subianto terhadap melemahnya mata uang rupiah", "post_id": "2069665643725750445"}}, {"key": "dewita83063101", "attributes": {"label": "dewita83063101", "x": 9.707567450645605, "y": 367.8764455720893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069648849552171460", "id": "dewita83063101", "source": "tweet-000004", "content": "Udh susah payah BI naikin suku bunga ke 5,75% untk jaga nilai Rupiah biar ngak lebih rendah, eh presidennya dgn mudah menghacurkan dlm sekejap dgn lisannya. Good Job Mr. President! Kapan lgi Indonesia pnya presiden yg tiap berpidato turun mata uang negaranya.", "post_id": "2069648849552171460"}}, {"key": "Stakof", "attributes": {"label": "Stakof", "x": 894.9996614714413, "y": 931.7785687369375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069648849552171460", "id": "Stakof", "source": "tweet-000004", "content": "Udh susah payah BI naikin suku bunga ke 5,75% untk jaga nilai Rupiah biar ngak lebih rendah, eh presidennya dgn mudah menghacurkan dlm sekejap dgn lisannya. Good Job Mr. President! Kapan lgi Indonesia pnya presiden yg tiap berpidato turun mata uang negaranya.", "post_id": "2069648849552171460"}}, {"key": "marundapride", "attributes": {"label": "marundapride", "x": 823.3995966894903, "y": 962.7700660223438, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069283190834159632", "id": "marundapride", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi wisata justru menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan mata uang nasional", "post_id": "2069283190834159632"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 685.232978345185, "y": 678.7521593273002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 58.8706, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2069283190834159632", "id": "steve_hanke", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi wisata justru menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan mata uang nasional", "post_id": "2069283190834159632"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 311.0187466031067, "y": 118.95966711652729, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069276333134528594", "id": "HaloBCA", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan senang hati akan kami bantu informasikan Bapak/Ibu Pelanggan. Untuk transaksi penukaran uang dengan mata uang Malaysia Ringgit (MYR) tidak bisa dilakukan ya. :) Tks ^Vata", "post_id": "2069276333134528594"}}, {"key": "SBRwaras", "attributes": {"label": "SBRwaras", "x": 585.6029475278796, "y": 969.4776554283764, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069276333134528594", "id": "SBRwaras", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan senang hati akan kami bantu informasikan Bapak/Ibu Pelanggan. Untuk transaksi penukaran uang dengan mata uang Malaysia Ringgit (MYR) tidak bisa dilakukan ya. :) Tks ^Vata", "post_id": "2069276333134528594"}}, {"key": "baesz47", "attributes": {"label": "baesz47", "x": 656.5994264824928, "y": 7.585873395729914, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069409602303930416", "id": "baesz47", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah dia pidato omon-omon soal antek asing maling dan koruptor biasanya kurs mata uang rupiah langsung terkoreksi 😅", "post_id": "2069409602303930416"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 402.59271722755983, "y": 302.73933982728994, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.7269, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069409602303930416", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah dia pidato omon-omon soal antek asing maling dan koruptor biasanya kurs mata uang rupiah langsung terkoreksi 😅", "post_id": "2069409602303930416"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "attributes": {"label": "AlhamadKim37129", "x": 148.5914140083424, "y": 376.22779541278385, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069265148720849359", "id": "AlhamadKim37129", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan wajib rupiah di dalam negeri adalah langkah tegas pemerintah untuk menjaga kedaulatan mata uang kita dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.", "post_id": "2069265148720849359"}}, {"key": "MelayuMaju99", "attributes": {"label": "MelayuMaju99", "x": 555.9879363665782, "y": 611.5551979656876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069319135247659085", "id": "MelayuMaju99", "source": "tweet-000004", "content": "Halah, malah dipelintir begitu narasinya gaes. Aturan wajib pakai Rupiah untuk semua transaksi di dalam negeri itu kan amanat UU Mata Uang yang udah ada dari dulu, tujuannya ya buat jaga kedaulatan ekonomi kita, bukan karena Rupiah lagi dalam masalah", "post_id": "2069319135247659085"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 765.0749910046846, "y": 917.4619328003323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069368261448552718", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan karena MBG permasalahan disini. 😁 Seharusnya pemerintah meningkatkan produksi ekspor komoditi sumber daya alam unggulan penghasil devisa terbesar negara dan transaksi penjualan komoditi ekspor tersebut dilakukan dengan mata uang USD. Jika ini dilakukan rupiah pasti menguat", "post_id": "2069368261448552718"}}, {"key": "beyouthe", "attributes": {"label": "beyouthe", "x": 776.6829623452339, "y": 413.86396619809494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.6311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069368261448552718", "id": "beyouthe", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan karena MBG permasalahan disini. 😁 Seharusnya pemerintah meningkatkan produksi ekspor komoditi sumber daya alam unggulan penghasil devisa terbesar negara dan transaksi penjualan komoditi ekspor tersebut dilakukan dengan mata uang USD. Jika ini dilakukan rupiah pasti menguat", "post_id": "2069368261448552718"}}, {"key": "kring_pajak", "attributes": {"label": "kring_pajak", "x": 894.6660115094074, "y": 908.4304883326643, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069333027248119839", "id": "kring_pajak", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, Kak.\n\nTerkait pengisian tersebut diatur dalam Lampiran PER-11 Tahun 2025, halaman 794-795.\n\nPada bagian (e) DASAR PENGENAAN PAJAK (Rp), diisi dengan penghasilan yang diterima/diperoleh sebagai dasar pengenaan pajak dalam mata uang rupiah.\n\nPada bagian (f) DASAR PENGENAAN", "post_id": "2069333027248119839"}}, {"key": "noninonn", "attributes": {"label": "noninonn", "x": 229.02582579834208, "y": 36.93264896769976, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069333027248119839", "id": "noninonn", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, Kak.\n\nTerkait pengisian tersebut diatur dalam Lampiran PER-11 Tahun 2025, halaman 794-795.\n\nPada bagian (e) DASAR PENGENAAN PAJAK (Rp), diisi dengan penghasilan yang diterima/diperoleh sebagai dasar pengenaan pajak dalam mata uang rupiah.\n\nPada bagian (f) DASAR PENGENAAN", "post_id": "2069333027248119839"}}, {"key": "soondoongie", "attributes": {"label": "soondoongie", "x": 345.58061493498116, "y": 405.72340317274734, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069193839890543021", "id": "soondoongie", "source": "tweet-000004", "content": "waduh nder.. jangan mau ih, gak apa bilang aja dulu tanyain ke klien kamu kayak kurleb, \"sori ini mata uang Poland\" terus kamu jelasin kalo kurs rupiah lagi jeblok\n\nberat sih emang tapi gak ada salahnya dijelasin dulu aja ke klien okkk jangan jadi gak enakan plis :\")) semangaatt", "post_id": "2069193839890543021"}}, {"key": "artistmenfess", "attributes": {"label": "artistmenfess", "x": 261.85780463834374, "y": 146.30088727726442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069193839890543021", "id": "artistmenfess", "source": "tweet-000004", "content": "waduh nder.. jangan mau ih, gak apa bilang aja dulu tanyain ke klien kamu kayak kurleb, \"sori ini mata uang Poland\" terus kamu jelasin kalo kurs rupiah lagi jeblok\n\nberat sih emang tapi gak ada salahnya dijelasin dulu aja ke klien okkk jangan jadi gak enakan plis :\")) semangaatt", "post_id": "2069193839890543021"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 771.0592198234808, "y": 53.77780248149189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 260.54330870385144, "y": 770.2195550469264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925188914029089351_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ekonom Steve Hanke mengklaim rupiah bisa memiliki nilai setara dolar Amerika Serikat (AS) jika International Monetary Fund (IMF) dan Presiden ke-42 AS Bill Clinton tidak menghalangi rencana yang ia susun bersama Presiden Soeharto pada masa krisis 1998.\n\n“Jika IMF tidak menyabotase dewan mata uang yang akan saya dan Suharto terapkan pada tahun 1998, rupiah tidak akan bermasalah saat ini. Rupiah akan sama baiknya dengan dolar AS,” tulis Hanke melalui akun X pribadinya, Senin (22/06).\n\nMenurut Hanke, sistem tersebut akan mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga dapat mencegah pelemahan tajam saat Krisis Keuangan Asia. Ia bahkan mengklaim rupiah sempat menguat sekitar 28% setelah wacana kebijakan itu diumumkan, di tengah kejatuhan nilai tukar dari sekitar Rp2.700 ke Rp16.000 per dolar .\n\nNamun, rencana tersebut akhirnya tidak pernah diterapkan. Hanke menuding IMF dan pemerintahan Bill Clinton saat itu menolak kebijakan tersebut serta mengancam penghentian bantuan internasional senilai US$43 miliar apabila Indonesia tetap melanjutkannya.\n\nFollow  untuk dapatkan informasi dan menambahkan wawasan", "post_id": "3925188914029089351_66320242220"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 118.40912693312421, "y": 776.5984670584517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 804.749578516899, "y": 364.4179316568983, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 392.03837827598085, "y": 851.9601848894445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651629058450672916", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kenaikan BI Rate menjadi 5,5% mulai mendorong kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada 10-11 Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,91 triliun. 💰 BI menilai peningkatan arus modal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset domestik, didukung penguatan instrumen moneter, insentif hedging, serta kerja sama dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 💹🌏 Sumber: katadata.co.id, 15 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7651629058450672916"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 713.7980520006889, "y": 359.80646384025073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651629058450672916", "id": "mancingsaham", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kenaikan BI Rate menjadi 5,5% mulai mendorong kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada 10-11 Juni 2026, investor asing mencatatkan pembelian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp15,11 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,91 triliun. 💰 BI menilai peningkatan arus modal ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset domestik, didukung penguatan instrumen moneter, insentif hedging, serta kerja sama dengan bank sentral Tiongkok dan Hong Kong untuk memperluas penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 💹🌏 Sumber: katadata.co.id, 15 Juni 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7651629058450672916"}}, {"key": "umamkiospulsa", "attributes": {"label": "umamkiospulsa", "x": 678.7601357446451, "y": 764.4416894527678, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7605472171904814356", "id": "umamkiospulsa", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Nama Mata Uang Indonesia, Rupiah? 🤔🤔🤔👉👉👉👉 Promosi Indonesia", "post_id": "7605472171904814356"}}, {"key": "TikTok", "attributes": {"label": "TikTok", "x": 114.96791461379064, "y": 374.1412595538102, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7605472171904814356", "id": "TikTok", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Nama Mata Uang Indonesia, Rupiah? 🤔🤔🤔👉👉👉👉 Promosi Indonesia", "post_id": "7605472171904814356"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 731.5199559032637, "y": 315.32306717933176, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 302.69061780262564, "y": 59.912292180374635, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 677.7031269471905, "y": 888.5364900553351, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 20.00303257231184, "y": 369.7527066120176, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 403.6889143406022, "y": 730.3547815679723, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 573.7142584412945, "y": 847.8479529195715, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2818, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448019254017499", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus \n\nHantaman El Nino dan Pelemahan Rupiah, Beban Petani Makin Berat\n\nMenurut prediks Badan Meteorologi Australia (BoM), kondisi saat ini menunjukkan kemungkinan el nino yang sangat kuat akan berkembang pada akhir tahun. Beberapa data prakiraan bahkan menunjukkan kenaikan suhu dapat melampaui 3°C. Temuan ini melampaui catatan pada 1877 saat kenaikan suhunya mencapai 2,7°C. Pada masa itu, el nino berlangsung sekitar 18 bulan dan memicu kekeringan ekstrem dan kelaparan luas di Asia, Brasil, dan Afrika yang menewaskan jutaan orang, sekaligus menghasilkan banjir parah di wilayah lain seperti Peru. (BBC, 22-5-2026).\n\nEl Nino sangat kuat terakhir terjadi pada 2015—2016, sedangkan el nino pada 2023—2024 disebut sebagai tahun terpanas dalam catatan. Profesor pakar risiko iklim dan ketahanan di University of Reading Liz Stephens berkata bahwa kemungkinan suhu global akan memecahkan rekor tahun depan. Ia juga memprediksi ada kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan di beberapa bagian Australia, Indonesia, dan utara Amerika Selatan yang menyebabkan penurunan produksi pertanian dan stok pangan global.\n\nPertanian merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Peran ini tecermin dalam upaya memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari sekadar penyedia kebutuhan pokok, pertanian juga berfungsi sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, dan pemasok bahan baku krusial bagi industri.\n\nNamun, sektor pertanian nasional juga bukan tanpa masalah. Kelestarian pertanian saat ini sangat terancam oleh kombinasi perubahan iklim global, alih fungsi lahan secara masif, degradasi kesuburan tanah, hingga masalah sosial-ekonomi seperti rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Selain itu, ada pula urbanisasi yang mengancam kelestarian pertanian karena memicu alih fungsi lahan subur menjadi area terbangun, menyebabkan krisis tenaga kerja produktif di pedesaan, dan mengancam regenerasi petani muda. Hal ini secara drastis menurunkan kapasitas produksi pangan nasional dan ketahanan ekonomi perdesaan.\n\nLebih miris lagi, kebijakan pemerintah justru tidak berpihak kepada petani. Logika kapitalistik dalam mengelola sektor pertanian membuat pemerintah kerap melakukan impor komoditas pertanian sehingga membuat produk petani lokal kalah bersaing dengan produk impor. Realisasi impor ini sejatinya demi keuntungan segelintir oknum penguasa dan pengusaha yang mendukungnya. Demikian halnya perihal lahan dan konflik agraria. Banyak lahan yang begitu mudah dikuasai segelintir korporasi, sedangkan lahan pertanian rakyat makin sempit karena alih fungsi.\n\nSemua ini makin menegaskan bahwa kehadiran negara begitu minim secara politik untuk melindungi para petani dan sektor pertanian secara umum, alih-alih melakukan mitigasi serta melindungi mereka dari dampak el nino dan pelemahan rupiah. Sungguh, negara sekuler kapitalis tidak berperan sebagai raa’in (pengurus, pemelihara) dan junnah (perisai, pelindung) untuk rakyatnya.\n\nPolitik Ekonomi Islam Penyangga Pertanian Khilafah\nDi dalam Islam, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi strategis yang sangat diperhatikan oleh negara. Khilafah adalah negara berideologi Islam dengan visi strategis sebagai negara mandiri, berdaulat, dan tidak tergantung pada negara lain, termasuk soal impor pangan. Penguasa di dalam sistem Islam berperan penuh sebagai raa’in dan junnah, sehingga pengaturan dan pengelolaan pertanian dilakukan dengan serius mulai dari hulu hingga hilir.\n\nRasulullah saw. bersabda di dalam hadis,\n\nالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ\n\n“Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).\n\nJuga di dalam hadis,\n\nإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ\n\n“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR Muslim).\n\nPenguasa Islam (khalifah) akan menerapkan politik ekonomi Islam untuk mengatur pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan primer berupa sandang, pangan, dan papan. Sebagai kunci pemenuhan kebutuhan pangan, pertanian akan dikelola tanpa berbasis impor.\n\nSyekh Abdurrahman al-Maliki menjelaskan di dalam kitab As-Siyasatu al-Iqtishadiyatu al-Mutsla (Politik Ekonomi Islam) bahwa jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara fundamental dalam sistem politik ekonomi Islam. Kebutuhan-kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara.\n\nPolitik ekonomi Islam diterapkan oleh Khilafah sebagai mekanisme yang menjamin pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer individu per individu secara menyeluruh, dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya. Politik ekonomi Islam mewujudkan pembangunan yang merata di desa maupun di kota sebagai realisasi jaminan pemenuhan kebutuhan tiap warga. Di mana pun ada orang, akan dilakukan pembangunan ekonomi untuk melayani kebutuhannya. Dengan demikian, jaminan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer merupakan politik ekonomi Islam.\n\nDi dalam kitab yang sama, Syekh Abdurrahman al-Maliki juga menjelaskan seputar ekonomi pertanian, bahwa proyek-proyek pertanian dilaksanakan menurut hukum-hukum syarak yang terkait dengan tanah sehingga proyek-proyek untuk produksi pertanian berstatus sebagai kepemilikan individu, bukan kepemilikan negara. Namun, pada saat yang sama, negara bertanggung jawab untuk memberikan harta kepada orang yang tidak mampu di antara para petani sebagai subsidi bagi mereka.\n\nPada dasarnya, politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni dengan menempuh dua jalan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Dengan kedua hal ini, akan tercapai peningkatan produksi pertanian, dan akan terealisasi tujuan pokok dalam politik pertanian.\n\nWujud intensifikasi misalnya dengan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produksi tanah. Intensifikasi pertanian dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya.\n\nNegara memberikan modal yang diperlukan bagi yang tidak mampu sebagai hibah, bukan sebagai utang, supaya mereka dapat membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan, seperti peralatan, benih, dan obat-obatan untuk meningkatkan produksi, serta mendorong mereka yang mampu agar membeli semua itu dengan dorongan yang efektif dan efisien.\n\nAdapun ekstensifikasi adalah penambahan luas area yang akan ditanami. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan mendorong untuk menghidupkan tanah mati dan memagarinya. Juga pemberian tanah secara cuma-cuma oleh negara kepada mereka yang mampu bertani yang tidak memiliki tanah, mereka yang memiliki area tanah sempit, dan termasuk tanah yang berada di bawah kekuasaan negara. Negara akan mengambil tanah dari tiap-tiap warga yang menelantarkan tanahnya selama tiga tahun berturut-turut, untuk selanjutnya memberikannya kepada individu warga yang mampu mengolahnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,\n\nمَنْ أَحْيَى أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ\n\n“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).\n\nKhilafah akan memfasilitasi beragam riset dan inovasi pertanian demi meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri. Hal ini termasuk perlunya riset mengenai penemuan pupuk alternatif dengan bahan baku alternatif sehingga tidak harus mengandalkan bahan baku impor untuk memproduksi pupuk dan memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.\n\nTidak lupa, khalifah selaku pemimpin negara Islam akan melakukan inspeksi secara intensif sampai ke pelosok desa sehingga mengetahui betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Khalifah memiliki data lengkap perihal inventarisasi tanah, sumber daya lahan, profil petani, beserta seluruh kebutuhannya agar tepat dalam memberikan penanganan. Khalifah menjamin distribusi pupuk dan mengawasi rantai pasoknya agar pupuk tidak mengalami kelangkaan atau harganya melonjak hingga merugikan petani.\n\nKebijakan Impor Khilafah\nIslam tidak antiimpor, tetapi jika ada kondisi yang mengharuskan Khilafah melakukan impor pangan, impor hanya layak menjadi solusi sementara, bukan permanen. Sebelum melakukan impor, Khilafah akan terlebih dahulu mengupayakan subsidi silang dari sebagian wilayahnya yang makmur untuk menyuplai kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Khalifah Umar bin Khaththab ketika musim paceklik melanda Madinah.\n\nSaat itu Khalifah Umar ra. menulis surat kepada para walinya di sejumlah wilayah untuk meminta pertolongan. Beliau menulis surat kepada ‘Amru bin al-Ash ra., wali beliau di Mesir. Surat serupa juga dikirimkannya kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ra. di Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah ra. di Palestina, juga kepada Saad bin Abi Waqqash ra. di Irak.\n\nKaum muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan. Abu Ubaidah mengirimkan 4.000 unta bermuatan penuh bahan pangan. Dari Mesir, ‘Amru bin al-Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut, ada tepung dan lemak bersama 1.000 unta. Muawiyah mengirim 3.000 unta, sedangkan Saad mengirim 1.000 unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan.\n\nSelanjutnya, Khilafah juga menerapkan sistem mata uang emas dan perak di dalam perdagangan, termasuk perdagangan internasional (ekspor-impor), dan tidak menerima pembayaran dengan mata uang selain keduanya. Dengan demikian, jika impor harus terjadi, aktivitas tersebut tidak boleh membebani Khilafah maupun warganya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.\n\nSedangkan terkait ekspor pangan, Khilafah harus memastikan agar kebutuhan dalam negeri terjamin dan tercukupi. Saat terjadi surplus hasil pertanian dan jika diperlukan, ekspor bisa dilakukan. Aktivitas ekspor pangan yang Khilafah lakukan tidak semata-mata demi keuntungan ekonomi, melainkan bagian dari aktivitas riayatusy syuunil ummah (mengurusi urusan umat) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.\n\nDengan gambaran ini, petani dalam sistem Islam tidak perlu khawatir terhadap masa depan profesi maupun kesejahteraan mereka. Generasi muda pun tidak lagi memandang profesi petani sebagai jalan suram.\n\nSistem Islam memiliki mekanisme yang menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Khilafah berkewajiban memastikan setiap kepala keluarga memiliki pekerjaan atau jalur nafkah yang layak. Khilafah akan mengupayakan berbagai kebijakan sehingga kemaslahatan publik terpelihara dengan baik. Wallahualam bissawab.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448019254017499"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 878.1494822254268, "y": 315.9566799686516, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 732.894203524953, "y": 545.759934047094, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7647, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 865.9371970010119, "y": 883.8359818219775, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7647, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 966.7021810544834, "y": 574.2341923532709, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7647, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 536.241472041419, "y": 213.75494826876906, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7647, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 737.0274479188637, "y": 446.5596332957792, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7647, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 5.014127769680576, "y": 262.2342512085807, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 196.89182361550272, "y": 894.2948169926228, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5901, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 345.709047279995, "y": 317.1678751014149, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5833, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tJjUbZEXZOU", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Digital India Capai 180 Juta Transaksi: RBI Ungkap Langkah Besar Berikutnya | Sanjay Malhotra\n\nGubernur RBI membagikan perkembangan terbaru proyek Rupee Digital India dan mengungkapkan bagaimana inisiatif Mata Uang Digital Bank Sentral negara tersebut berkembang.\n\nDengan lebih dari satu crore pengguna, hampir 18 crore transaksi, dan nilai transaksi lebih dari ₹38.000 crore yang telah diproses, eksperimen CBDC India memasuki fase baru yang berfokus pada interoperabilitas, pembayaran pemerintah, dan transaksi lintas batas.\n\nBisakah Rupee Digital menjadi evolusi selanjutnya dari UPI dan mengubah pembayaran global? Saksikan percakapan lengkapnya untuk memahami masa depan uang di India.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #digitalrupee #cbdc #rbi #upi #fintech #digitalpayments #indianeconomy #centralbank\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "tJjUbZEXZOU"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 516.287684162338, "y": 655.6116923310217, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tJjUbZEXZOU", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Digital India Capai 180 Juta Transaksi: RBI Ungkap Langkah Besar Berikutnya | Sanjay Malhotra\n\nGubernur RBI membagikan perkembangan terbaru proyek Rupee Digital India dan mengungkapkan bagaimana inisiatif Mata Uang Digital Bank Sentral negara tersebut berkembang.\n\nDengan lebih dari satu crore pengguna, hampir 18 crore transaksi, dan nilai transaksi lebih dari ₹38.000 crore yang telah diproses, eksperimen CBDC India memasuki fase baru yang berfokus pada interoperabilitas, pembayaran pemerintah, dan transaksi lintas batas.\n\nBisakah Rupee Digital menjadi evolusi selanjutnya dari UPI dan mengubah pembayaran global? Saksikan percakapan lengkapnya untuk memahami masa depan uang di India.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #digitalrupee #cbdc #rbi #upi #fintech #digitalpayments #indianeconomy #centralbank\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "tJjUbZEXZOU"}}], "edges": [{"key": "TradingDiary2", "source": "TradingDiary2", "target": "chezmanie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "maudlinamida", "source": "maudlinamida", "target": "PramestiHilya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dewita83063101", "source": "dewita83063101", "target": "Stakof", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "marundapride", "source": "marundapride", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HaloBCA", "source": "HaloBCA", "target": "SBRwaras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "baesz47", "source": "baesz47", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlhamadKim37129", "source": "AlhamadKim37129", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MelayuMaju99", "source": "MelayuMaju99", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "beyouthe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kring_pajak", "source": "kring_pajak", "target": "noninonn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "soondoongie", "source": "soondoongie", "target": "artistmenfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "umamkiospulsa", "source": "umamkiospulsa", "target": "TikTok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}