{"nodes": [{"key": "Arbiyumi", "attributes": {"label": "Arbiyumi", "x": 145.6400107216298, "y": 868.2212778784237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069606895149854722", "id": "Arbiyumi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah itu bkn karna rupiah nya tapi trust pemodal terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah itu bang🤪", "post_id": "2069606895149854722"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 865.9021722903801, "y": 947.5688376474343, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 62.6765, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069606895149854722", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah itu bkn karna rupiah nya tapi trust pemodal terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah itu bang🤪", "post_id": "2069606895149854722"}}, {"key": "MR_ANDROMED", "attributes": {"label": "MR_ANDROMED", "x": 393.0698107488802, "y": 849.2172412345933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069697554900750643", "id": "MR_ANDROMED", "source": "tweet-000004", "content": "gue kok ngerasa dia bakal dilengserkan ya, mengingat kalimat² dia yg blunder. ingat.. kondisi kita saat ini belum benar² aman,  rupiah menguat dikit kemarin itu jangan jadi acuan kalo ekonomi kita baik² saja. ditambah ada drama² mati listrik bergilir, bbm subsidi langka dll", "post_id": "2069697554900750643"}}, {"key": "boxxtoc", "attributes": {"label": "boxxtoc", "x": 693.8210350124548, "y": 454.7290854954258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 62.6765, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069697554900750643", "id": "boxxtoc", "source": "tweet-000004", "content": "gue kok ngerasa dia bakal dilengserkan ya, mengingat kalimat² dia yg blunder. ingat.. kondisi kita saat ini belum benar² aman,  rupiah menguat dikit kemarin itu jangan jadi acuan kalo ekonomi kita baik² saja. ditambah ada drama² mati listrik bergilir, bbm subsidi langka dll", "post_id": "2069697554900750643"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 678.5628134087069, "y": 505.93473455304286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 705.4397201099517, "y": 989.1660523065887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 359.31267486139893, "y": 924.30883795048, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 531.0398029548649, "y": 347.5238981646569, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 856.2766375635564, "y": 853.8171926290123, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6765, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 612.9677196207191, "y": 345.51872943984006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 828.3691451214497, "y": 701.3890625695041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6765, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 508.67296982480826, "y": 161.940036142876, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "NataliusPigai2", "x": 996.5193892845043, "y": 268.0110112565695, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "NataliusPigai2", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 437.0276814602899, "y": 0.10000997817649626, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "dpr_ri", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 35.71918151347753, "y": 766.2077898169173, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "KomnasHAM", "x": 818.6348563482541, "y": 874.0473744450961, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KomnasHAM", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri.", "x": 300.6659443666557, "y": 888.4468683842105, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "DivHumas_Polri.", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 330.1809353640538, "y": 219.21471040020347, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6787, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 8.99289434817463, "y": 408.70198286231897, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 310.9282703986307, "y": 290.82228307276415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6765, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "attributes": {"label": "@TheFreePressJournal", "x": 178.53733602739575, "y": 727.9792935798175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.8792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "@TheFreePressJournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "thefreepressjournal", "x": 646.1454537155862, "y": 893.2204610908125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "thefreepressjournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "TheFreePress...", "x": 171.80418216728722, "y": 155.29971638965534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "TheFreePress...", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}], "edges": [{"key": "Arbiyumi", "source": "Arbiyumi", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MR_ANDROMED", "source": "MR_ANDROMED", "target": "boxxtoc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}