{"nodes": [{"key": "TaufanMaul89", "attributes": {"label": "TaufanMaul89", "x": 280.12229184699146, "y": 332.32957740324775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069960366030016535", "id": "TaufanMaul89", "source": "tweet-000004", "content": "Klo kaya gini musuh nya ihsg y rupiah... suku bunga naik yield sbn naik, investor lebih tertarik ke sbn... 🥲🥲🥲 nasib2...", "post_id": "2069960366030016535"}}, {"key": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "Holan_Siregar", "x": 679.7284923578229, "y": 328.5717214572433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069960366030016535", "id": "Holan_Siregar", "source": "tweet-000004", "content": "Klo kaya gini musuh nya ihsg y rupiah... suku bunga naik yield sbn naik, investor lebih tertarik ke sbn... 🥲🥲🥲 nasib2...", "post_id": "2069960366030016535"}}, {"key": "Arbiyumi", "attributes": {"label": "Arbiyumi", "x": 231.62623642862346, "y": 862.1689785190539, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069607386248360213", "id": "Arbiyumi", "source": "tweet-000004", "content": "Saat harga minyak jatoh ringgit malaysia naik bang, kyak nya bkn karna harga minyak rupiah melemah tapi trust pemodal terhadap kebijakan purbaya tdk ada", "post_id": "2069607386248360213"}}, {"key": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "bakuldimsum_", "x": 639.3308537349708, "y": 908.0860697575887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069607386248360213", "id": "bakuldimsum_", "source": "tweet-000004", "content": "Saat harga minyak jatoh ringgit malaysia naik bang, kyak nya bkn karna harga minyak rupiah melemah tapi trust pemodal terhadap kebijakan purbaya tdk ada", "post_id": "2069607386248360213"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 845.5395683232737, "y": 28.847578476190016, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069842687952626160", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "Country nya harus bagus😅😅\nKalau yg dishort country\nDimulai dari rupiah baik dan suku bunga ga naik (bond yield). \nKalau banyak beli yg short panik barang kosong ga bisa cover mereka dipaksa haka", "post_id": "2069842687952626160"}}, {"key": "coldbrew165", "attributes": {"label": "coldbrew165", "x": 847.4481600824729, "y": 15.553677260352616, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069842687952626160", "id": "coldbrew165", "source": "tweet-000004", "content": "Country nya harus bagus😅😅\nKalau yg dishort country\nDimulai dari rupiah baik dan suku bunga ga naik (bond yield). \nKalau banyak beli yg short panik barang kosong ga bisa cover mereka dipaksa haka", "post_id": "2069842687952626160"}}, {"key": "adiaksyaatta", "attributes": {"label": "adiaksyaatta", "x": 440.14594159219513, "y": 252.69756392933195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069855371934708097", "id": "adiaksyaatta", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi ekonomi sekarang maksa the fed buat tetap hawkish bahkan bisa naikin suku bunga lagi. Efeknya yield obligasi AS naik & bikin banyak investor pindah kesana. Kondisi ini nekan harga emas, bitcoin, ihsg, rupiah. Cek aja di market semuanya lg turun. Bitcoin jebol dibawah 60K", "post_id": "2069855371934708097"}}, {"key": "karirfess", "attributes": {"label": "karirfess", "x": 527.3295529901466, "y": 987.655070983802, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069855371934708097", "id": "karirfess", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi ekonomi sekarang maksa the fed buat tetap hawkish bahkan bisa naikin suku bunga lagi. Efeknya yield obligasi AS naik & bikin banyak investor pindah kesana. Kondisi ini nekan harga emas, bitcoin, ihsg, rupiah. Cek aja di market semuanya lg turun. Bitcoin jebol dibawah 60K", "post_id": "2069855371934708097"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 799.1447478369828, "y": 211.6534686886864, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 355.64083808227366, "y": 358.30135478928617, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 568.1087000331394, "y": 271.49933201940803, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 994.6516881546584, "y": 899.4879468836504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.7106, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 791.5734739020572, "y": 787.4464198865464, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 641.0627108485766, "y": 66.98878489348937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.1155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 196.2750098810492, "y": 282.77906288742804, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3057, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 513.4712836120258, "y": 372.1296131805715, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 55.5756, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 243.03983993009703, "y": 464.59946139098884, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 55.5756, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "TaufanMaul89", "source": "TaufanMaul89", "target": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Arbiyumi", "source": "Arbiyumi", "target": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "TradingDiary2", "source": "TradingDiary2", "target": "coldbrew165", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "adiaksyaatta", "source": "adiaksyaatta", "target": "karirfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}