{"nodes": [{"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 174.64529717297884, "y": 748.1331421964364, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 155.8441, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 557.9092748294779, "y": 538.0586462282929, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 200.0, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 840.132699291014, "y": 692.3524969990549, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 200.0, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 298.4584818234096, "y": 867.9033109415686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 155.8441, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 168.86638451257318, "y": 794.3329388005884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 288.3118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}], "edges": [{"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}