{"nodes": [{"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 140.90770910451457, "y": 871.2634008849374, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 134.8314, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 199.71968764070215, "y": 458.38775552450784, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 173.0337, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 489.5038488441139, "y": 213.8199455434624, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 173.0337, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 393.1421538854397, "y": 488.8777314209503, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 134.8314, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 335.8278652046102, "y": 274.15270433070896, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 192.1349, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 238.45511479037162, "y": 131.9672544656767, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 192.1349, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}], "edges": [{"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}