{"nodes": [{"key": "IrawanRommi", "attributes": {"label": "IrawanRommi", "x": 50.40583268757237, "y": 625.1504035418671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069929332630532573", "id": "IrawanRommi", "source": "retweet-000002", "content": "Ketika isu sengaja diembuskan, investor mulai menarik modal, Rupiah jatuh, IHSG ambruk, dan ekonomi riil akhirnya tergun…", "post_id": "2069929332630532573"}}, {"key": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "GARUDAMERAH__", "x": 445.48321361931585, "y": 614.0876325907618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069929332630532573", "id": "GARUDAMERAH__", "source": "retweet-000002", "content": "Ketika isu sengaja diembuskan, investor mulai menarik modal, Rupiah jatuh, IHSG ambruk, dan ekonomi riil akhirnya tergun…", "post_id": "2069929332630532573"}}, {"key": "Arbiyumi", "attributes": {"label": "Arbiyumi", "x": 927.8835000256042, "y": 760.1958854931621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069606895149854722", "id": "Arbiyumi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah itu bkn karna rupiah nya tapi trust pemodal terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah itu bang🤪", "post_id": "2069606895149854722"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 357.31563226664844, "y": 901.3602119683562, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069606895149854722", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah itu bkn karna rupiah nya tapi trust pemodal terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah itu bang🤪", "post_id": "2069606895149854722"}}, {"key": "WijayaSuyatmi", "attributes": {"label": "WijayaSuyatmi", "x": 358.93882395313216, "y": 262.94742871275656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069586668496257246", "id": "WijayaSuyatmi", "source": "tweet-000004", "content": "Presidennya keluar negeri puluhan kali itu juga penyebab anggaran negara keluar ya Pak? Bapak bikin APBN boncos .... rakyat nggak percaya lagi sama Presidennya, apalagi investor asing... itu kan penyebab rupiah melemah... menurut logika saya", "post_id": "2069586668496257246"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 913.5423449383038, "y": 964.8448403759165, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069586668496257246", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Presidennya keluar negeri puluhan kali itu juga penyebab anggaran negara keluar ya Pak? Bapak bikin APBN boncos .... rakyat nggak percaya lagi sama Presidennya, apalagi investor asing... itu kan penyebab rupiah melemah... menurut logika saya", "post_id": "2069586668496257246"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 802.2128002500848, "y": 488.4277350169409, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 62.338592452355954, "y": 682.9391150424754, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069790384755282085", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Ganti anak buahnya sendiri aja ngaku hal yg susah. Bagaimana mau selesaikan persoalan besar Republik ini sprt mengakhiri korupsi berjamaah, jutaan rakyat nganggur, mafia minyak / pertambangan, anjlok nya kurs rupiah dan tipisnya cadangan devisa Negara. SUSAH BANGET DONK, CUY!!!.", "post_id": "2069790384755282085"}}, {"key": "Radishwraps", "attributes": {"label": "Radishwraps", "x": 139.98762175467195, "y": 949.2347293957852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069649401560326210", "id": "Radishwraps", "source": "tweet-000004", "content": "dia jg bilang ga paham ekonomi btw, wajar aja kurs melemah, seenak biji make APBN, org minta 5T dikasih 10T.", "post_id": "2069649401560326210"}}, {"key": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "ARSIPAJA", "x": 174.48806926800975, "y": 342.8102981708739, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069649401560326210", "id": "ARSIPAJA", "source": "tweet-000004", "content": "dia jg bilang ga paham ekonomi btw, wajar aja kurs melemah, seenak biji make APBN, org minta 5T dikasih 10T.", "post_id": "2069649401560326210"}}, {"key": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "bakuldimsum_", "x": 28.509520194317183, "y": 131.688424891515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069607386248360213", "id": "bakuldimsum_", "source": "tweet-000004", "content": "Saat harga minyak jatoh ringgit malaysia naik bang, kyak nya bkn karna harga minyak rupiah melemah tapi trust pemodal terhadap kebijakan purbaya tdk ada", "post_id": "2069607386248360213"}}, {"key": "blender_ian", "attributes": {"label": "blender_ian", "x": 68.9108499120108, "y": 428.90128241899737, "size": 6.85, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 56.2199, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069765237272904020", "id": "blender_ian", "source": "tweet-000004", "content": "Ini gimana \nindikasi...\nRUPIAH LEMAH\nPAJAK NAIK\nHUTANG NEGARA NAIK\nHARGA SEMBAKO NAIK\nHARGA BBM NAIK\nPHK DIMANA MANA\nANGGARAN TEKOR\nKORUPSI GILA2AN\nINVESTOR KABUR\nIni gimana ??", "post_id": "2069765237272904020"}}, {"key": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "BANGSAygSUJUD", "x": 928.2094035947117, "y": 49.89143841560772, "size": 4.82, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 26.5952, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069765237272904020", "id": "BANGSAygSUJUD", "source": "tweet-000004", "content": "Ini gimana \nindikasi...\nRUPIAH LEMAH\nPAJAK NAIK\nHUTANG NEGARA NAIK\nHARGA SEMBAKO NAIK\nHARGA BBM NAIK\nPHK DIMANA MANA\nANGGARAN TEKOR\nKORUPSI GILA2AN\nINVESTOR KABUR\nIni gimana ??", "post_id": "2069765237272904020"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 432.72808739519706, "y": 388.7295529471346, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.391, "eigenvector": 175.2881, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2069765237272904020", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Ini gimana \nindikasi...\nRUPIAH LEMAH\nPAJAK NAIK\nHUTANG NEGARA NAIK\nHARGA SEMBAKO NAIK\nHARGA BBM NAIK\nPHK DIMANA MANA\nANGGARAN TEKOR\nKORUPSI GILA2AN\nINVESTOR KABUR\nIni gimana ??", "post_id": "2069765237272904020"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 169.1195447906716, "y": 829.0844185805868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069683494985531534", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Pengamatan dia sepertinya salah. Soalnya hari ini IHSG masuk zona merah & rupiah kembali melemah mau menyentuh diharga 18 ribu kembali. BI rate naik pun ngak ada efek utk menguatkan rupiah. Seperti investor asing ada keraguan karena tidak jelasnya arah ekonomi Indonesia kedepan.", "post_id": "2069683494985531534"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 297.85571490419835, "y": 988.2489843156536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.5298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069683494985531534", "id": "idx_channel", "source": "tweet-000004", "content": "Pengamatan dia sepertinya salah. Soalnya hari ini IHSG masuk zona merah & rupiah kembali melemah mau menyentuh diharga 18 ribu kembali. BI rate naik pun ngak ada efek utk menguatkan rupiah. Seperti investor asing ada keraguan karena tidak jelasnya arah ekonomi Indonesia kedepan.", "post_id": "2069683494985531534"}}, {"key": "AHHA_sabea", "attributes": {"label": "AHHA_sabea", "x": 621.7919045240982, "y": 680.8531566889357, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069570822440947837", "id": "AHHA_sabea", "source": "tweet-000004", "content": "tdk sadar yg buat program yg di korupsi org siapa, sdhlah diam saja nanti jk ngomong ngawur naik lg rupiah jd diatas 18 ribuan dan ihsg merah lg jd tambah tdk percaya investor sama negeri ini", "post_id": "2069570822440947837"}}, {"key": "aik_arif", "attributes": {"label": "aik_arif", "x": 943.1213919009247, "y": 650.6231342325317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069570822440947837", "id": "aik_arif", "source": "tweet-000004", "content": "tdk sadar yg buat program yg di korupsi org siapa, sdhlah diam saja nanti jk ngomong ngawur naik lg rupiah jd diatas 18 ribuan dan ihsg merah lg jd tambah tdk percaya investor sama negeri ini", "post_id": "2069570822440947837"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 406.8830283385095, "y": 952.0196902751053, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069710968079487065", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Bukti APBN/APBD digunakan mendukung misi PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/ITSFFJfinG", "post_id": "2069710968079487065"}}, {"key": "ch_chotimah2", "attributes": {"label": "ch_chotimah2", "x": 730.0157382451629, "y": 849.6323566423391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069710968079487065", "id": "ch_chotimah2", "source": "tweet-000004", "content": "Bukti APBN/APBD digunakan mendukung misi PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/ITSFFJfinG", "post_id": "2069710968079487065"}}, {"key": "twilightslig", "attributes": {"label": "twilightslig", "x": 369.6486455369425, "y": 124.48349309652428, "size": 7.54, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 66.2755, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069445285970100600", "id": "twilightslig", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 320.2187553089092, "y": 756.6143286560028, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.6592, "eigenvector": 31.3521, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069445285970100600", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 272.6697819321352, "y": 793.7737658588966, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.6592, "eigenvector": 31.3521, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069445285970100600", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "8_FERRY_8", "attributes": {"label": "8_FERRY_8", "x": 802.6192584500844, "y": 751.6876601403147, "size": 6.34, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 48.8138, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069687694792511784", "id": "8_FERRY_8", "source": "tweet-000004", "content": "Presiden kok bisanya retori tanpa isi\n\nDr dulu cuma bisa lempar isu,ra mutu\n\nBukanya nyadar,knp....\nBBM naik\nPHK dmn2\nRUPIAH lemah\nPAJAK naik\nHARGA mahal\nINVESTOR kabur\nHUTANG menggunung\nKEMISKINAN naik\nPENGANGGURAN  naik\n\nHrsnya introspeksi,bkn asal jeplak", "post_id": "2069687694792511784"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 305.13639942140026, "y": 330.1384926699848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069615643717173400", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja biar APBN hancur demi cita PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll https://t.co/763ZV3O5ol", "post_id": "2069615643717173400"}}, {"key": "renanurfiana4", "attributes": {"label": "renanurfiana4", "x": 570.6303121633858, "y": 249.55771147773441, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069793759362179342", "id": "renanurfiana4", "source": "tweet-000004", "content": "50 tahun Belanda + 3,5 tahun Jepang: masih bisa merdeka. 1,5 tahun Prabowo: rupiah ambruk ke 18.000/USD, investor kabur, mahasiswa turun ke jalan teriak \"menuju bangkrut\". \nMakan siang gratis + intervensi gila malah bikin defisit membengkak, bukan pertumbuhan sehat", "post_id": "2069793759362179342"}}, {"key": "qutiews", "attributes": {"label": "qutiews", "x": 115.89057759099374, "y": 12.58435178738393, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069793759362179342", "id": "qutiews", "source": "tweet-000004", "content": "50 tahun Belanda + 3,5 tahun Jepang: masih bisa merdeka. 1,5 tahun Prabowo: rupiah ambruk ke 18.000/USD, investor kabur, mahasiswa turun ke jalan teriak \"menuju bangkrut\". \nMakan siang gratis + intervensi gila malah bikin defisit membengkak, bukan pertumbuhan sehat", "post_id": "2069793759362179342"}}, {"key": "MR_ANDROMED", "attributes": {"label": "MR_ANDROMED", "x": 347.25250491872384, "y": 258.5489706900994, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069697554900750643", "id": "MR_ANDROMED", "source": "tweet-000004", "content": "gue kok ngerasa dia bakal dilengserkan ya, mengingat kalimat² dia yg blunder. ingat.. kondisi kita saat ini belum benar² aman,  rupiah menguat dikit kemarin itu jangan jadi acuan kalo ekonomi kita baik² saja. ditambah ada drama² mati listrik bergilir, bbm subsidi langka dll", "post_id": "2069697554900750643"}}, {"key": "boxxtoc", "attributes": {"label": "boxxtoc", "x": 225.9436805732924, "y": 326.8638362927706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069697554900750643", "id": "boxxtoc", "source": "tweet-000004", "content": "gue kok ngerasa dia bakal dilengserkan ya, mengingat kalimat² dia yg blunder. ingat.. kondisi kita saat ini belum benar² aman,  rupiah menguat dikit kemarin itu jangan jadi acuan kalo ekonomi kita baik² saja. ditambah ada drama² mati listrik bergilir, bbm subsidi langka dll", "post_id": "2069697554900750643"}}, {"key": "wahyu_djanti88", "attributes": {"label": "wahyu_djanti88", "x": 27.56869005903195, "y": 799.9400004236055, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069647861047050339", "id": "wahyu_djanti88", "source": "tweet-000004", "content": "Mo seberapapun hasil jualan SDA masuk ke negara. Kl pengeluarannya utk mega program MBG KDMP sehari pk uang triyunan..tetap sj APBN tekor. Saat jatuh tempo bayar hutang luar negri pk dollar...olenglah nilai rupiah. \nLebih besar pasak drpd tiang. Ambruk!", "post_id": "2069647861047050339"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 833.2674001453374, "y": 889.5322631994997, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.5298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069647861047050339", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Mo seberapapun hasil jualan SDA masuk ke negara. Kl pengeluarannya utk mega program MBG KDMP sehari pk uang triyunan..tetap sj APBN tekor. Saat jatuh tempo bayar hutang luar negri pk dollar...olenglah nilai rupiah. \nLebih besar pasak drpd tiang. Ambruk!", "post_id": "2069647861047050339"}}, {"key": "bettermedave", "attributes": {"label": "bettermedave", "x": 637.597612513232, "y": 604.3251076969815, "size": 6.85, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 56.2199, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069582316108959839", "id": "bettermedave", "source": "tweet-000004", "content": "Terus pak terus! Pojokan para investor itu. Terusin ajah, makin hancur tu rupiah! Yg kasih ijin-nya tuk gali juga siapa? Pemerintah juga kan. Pak prabowo yg “genius”  lagian yg bapak sebut “segelintir” itu apakah salah satunya pak luhut? Jokowi? Hashim?", "post_id": "2069582316108959839"}}, {"key": "pikiran_rakyat", "attributes": {"label": "pikiran_rakyat", "x": 488.2853607804453, "y": 926.0598645611024, "size": 4.82, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 26.5952, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069582316108959839", "id": "pikiran_rakyat", "source": "tweet-000004", "content": "Terus pak terus! Pojokan para investor itu. Terusin ajah, makin hancur tu rupiah! Yg kasih ijin-nya tuk gali juga siapa? Pemerintah juga kan. Pak prabowo yg “genius”  lagian yg bapak sebut “segelintir” itu apakah salah satunya pak luhut? Jokowi? Hashim?", "post_id": "2069582316108959839"}}, {"key": "phb_1024", "attributes": {"label": "phb_1024", "x": 31.0970342445237, "y": 419.97856979981253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069690935118823773", "id": "phb_1024", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Prabowo, kita semua udah tau kok siapa yang bayar demo bayaran. Yang mahasiswa demo murni tuntut harga BBM naik, rupiah ambruk, & MBG boros APBN. Yang bayar orang-orang pro pemerintah malah ketahuan sendiri sama anak-anak kampus 🤭  \n\nKapan transparansi & bukti konkretnya", "post_id": "2069690935118823773"}}, {"key": "Jakartalk", "attributes": {"label": "Jakartalk", "x": 107.05864133387166, "y": 769.790268049347, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069690935118823773", "id": "Jakartalk", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Prabowo, kita semua udah tau kok siapa yang bayar demo bayaran. Yang mahasiswa demo murni tuntut harga BBM naik, rupiah ambruk, & MBG boros APBN. Yang bayar orang-orang pro pemerintah malah ketahuan sendiri sama anak-anak kampus 🤭  \n\nKapan transparansi & bukti konkretnya", "post_id": "2069690935118823773"}}, {"key": "adiaksyaatta", "attributes": {"label": "adiaksyaatta", "x": 128.3898675933134, "y": 236.67597327255652, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069855371934708097", "id": "adiaksyaatta", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi ekonomi sekarang maksa the fed buat tetap hawkish bahkan bisa naikin suku bunga lagi. Efeknya yield obligasi AS naik & bikin banyak investor pindah kesana. Kondisi ini nekan harga emas, bitcoin, ihsg, rupiah. Cek aja di market semuanya lg turun. Bitcoin jebol dibawah 60K", "post_id": "2069855371934708097"}}, {"key": "karirfess", "attributes": {"label": "karirfess", "x": 579.0722811017491, "y": 41.06902250531319, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069855371934708097", "id": "karirfess", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi ekonomi sekarang maksa the fed buat tetap hawkish bahkan bisa naikin suku bunga lagi. Efeknya yield obligasi AS naik & bikin banyak investor pindah kesana. Kondisi ini nekan harga emas, bitcoin, ihsg, rupiah. Cek aja di market semuanya lg turun. Bitcoin jebol dibawah 60K", "post_id": "2069855371934708097"}}, {"key": "aminoto7", "attributes": {"label": "aminoto7", "x": 930.110931777481, "y": 260.09136630908256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069914210533015991", "id": "aminoto7", "source": "tweet-000004", "content": "Preettt, trus knp investor pd kabur ? Rupiah anjlok ?", "post_id": "2069914210533015991"}}, {"key": "TaufanMaul89", "attributes": {"label": "TaufanMaul89", "x": 256.35306375919475, "y": 414.0662240972045, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069960366030016535", "id": "TaufanMaul89", "source": "tweet-000004", "content": "Klo kaya gini musuh nya ihsg y rupiah... suku bunga naik yield sbn naik, investor lebih tertarik ke sbn... 🥲🥲🥲 nasib2...", "post_id": "2069960366030016535"}}, {"key": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "Holan_Siregar", "x": 696.0131769373795, "y": 944.826031697473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069960366030016535", "id": "Holan_Siregar", "source": "tweet-000004", "content": "Klo kaya gini musuh nya ihsg y rupiah... suku bunga naik yield sbn naik, investor lebih tertarik ke sbn... 🥲🥲🥲 nasib2...", "post_id": "2069960366030016535"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 761.1068120701788, "y": 252.31145971698567, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "erikaparamisora", "x": 266.19194419269934, "y": 425.0832846996936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "erikaparamisora", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 260.05851756403666, "y": 199.76075921714542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "bank_indonesia_ntt", "attributes": {"label": "bank_indonesia_ntt", "x": 179.0257740586123, "y": 307.03714945708003, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926429639184297091_43965074062", "id": "bank_indonesia_ntt", "source": "instagram-000001", "content": "📢 PANGGILAN UNTUK PARA WIRAUSAHA PERTANIAN INOVATIF INDONESIA! 📢\n\nHalo Sobat *Perwira Intan!* 👋\n\nPunya bisnis pertanian yang sudah berjalan dan memiliki model bisnis menarik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat? Ini saatnya tingkatkan skala bisnismu ke level selanjutnya! 🚀\n\nBank Indonesia mempersembahkan PERWIRA INTAN 2026 (Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan) – Kompetisi Model Bisnis Pertanian Inovatif!\n\n🌟 Kenapa Kamu Wajib Ikutan?\nSiap-siap bawa pulang benefit luar biasa ini:\n💰 Total Hadiah RATUSAN JUTA RUPIAH!\n✈️ Study Banding ke LUAR NEGERI!\n\nTidak cuma itu, peserta akan mendapatkan fasilitas dan kesempatan sebagai berikut:\n💡 Rangkaian Pelatihan dengan materi praktis.\n📈 Pendampingan (Mentoring & Coaching) bersama pakar berpengalaman.\n🤝 Business Matching – Kesempatan emas terhubung langsung dengan Mitra, Investor & Offtaker!\n🏦 Potensi Kerjasama dengan Bank Indonesia (Dukungan akses pembiayaan & penguatan ekosistem usaha).\n\nCatat Fokus komoditasnya ya!\n✔️ Padi\n✔️ Bawang Merah\n✔️ Jagung\n✔️ Cabai\n\n⏳ Catat Tanggalnya!\nPeriode Registrasi: 8 Juni – 20 Juli 2026\n\nJangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! Kuota dan waktu terbatas.\nInfo Lengkap & Registrasi kunjungi: 🌐 PERWIRAINTAN.ID\nMedia sosial: IG/TIKTOK \n\nBantu sebarkan info baik ini ke teman-teman komunitas pertanianmu, ya! Yuk, bersama majukan pertanian dan kuatkan ketahanan pangan Indonesia! 🇮🇩🌾", "post_id": "3926429639184297091_43965074062"}}, {"key": "Perwiraintan.id", "attributes": {"label": "Perwiraintan.id", "x": 56.27403996262947, "y": 101.5493633717971, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5298, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3926429639184297091_43965074062", "id": "Perwiraintan.id", "source": "instagram-000001", "content": "📢 PANGGILAN UNTUK PARA WIRAUSAHA PERTANIAN INOVATIF INDONESIA! 📢\n\nHalo Sobat *Perwira Intan!* 👋\n\nPunya bisnis pertanian yang sudah berjalan dan memiliki model bisnis menarik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat? Ini saatnya tingkatkan skala bisnismu ke level selanjutnya! 🚀\n\nBank Indonesia mempersembahkan PERWIRA INTAN 2026 (Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan) – Kompetisi Model Bisnis Pertanian Inovatif!\n\n🌟 Kenapa Kamu Wajib Ikutan?\nSiap-siap bawa pulang benefit luar biasa ini:\n💰 Total Hadiah RATUSAN JUTA RUPIAH!\n✈️ Study Banding ke LUAR NEGERI!\n\nTidak cuma itu, peserta akan mendapatkan fasilitas dan kesempatan sebagai berikut:\n💡 Rangkaian Pelatihan dengan materi praktis.\n📈 Pendampingan (Mentoring & Coaching) bersama pakar berpengalaman.\n🤝 Business Matching – Kesempatan emas terhubung langsung dengan Mitra, Investor & Offtaker!\n🏦 Potensi Kerjasama dengan Bank Indonesia (Dukungan akses pembiayaan & penguatan ekosistem usaha).\n\nCatat Fokus komoditasnya ya!\n✔️ Padi\n✔️ Bawang Merah\n✔️ Jagung\n✔️ Cabai\n\n⏳ Catat Tanggalnya!\nPeriode Registrasi: 8 Juni – 20 Juli 2026\n\nJangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! Kuota dan waktu terbatas.\nInfo Lengkap & Registrasi kunjungi: 🌐 PERWIRAINTAN.ID\nMedia sosial: IG/TIKTOK \n\nBantu sebarkan info baik ini ke teman-teman komunitas pertanianmu, ya! Yuk, bersama majukan pertanian dan kuatkan ketahanan pangan Indonesia! 🇮🇩🌾", "post_id": "3926429639184297091_43965074062"}}, {"key": "info.lomba", "attributes": {"label": "info.lomba", "x": 879.6651544133198, "y": 508.3591493263784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926335784043385563_4179402888", "id": "info.lomba", "source": "instagram-000001", "content": "📢 PANGGILAN UNTUK PARA WIRAUSAHA PERTANIAN INOVATIF INDONESIA! 📢\n\nHalo Sobat Perwira Intan! 👋\n\nPunya bisnis pertanian yang sudah berjalan dan memiliki model bisnis menarik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat? Ini saatnya tingkatkan skala bisnismu ke level selanjutnya! 🚀\n\nBank Indonesia mempersembahkan PERWIRA INTAN 2026 (Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan) – Kompetisi Model Bisnis Pertanian Inovatif!\n\n🌟 Kenapa Kamu Wajib Ikutan?\nSiap-siap bawa pulang benefit luar biasa ini:\n💰 Total Hadiah RATUSAN JUTA RUPIAH!\n✈️ Study Banding ke LUAR NEGERI!\n\nTidak cuma itu, peserta akan mendapatkan fasilitas dan kesempatan sebagai berikut:\n💡 Rangkaian Pelatihan dengan materi praktis.\n📈 Pendampingan (Mentoring & Coaching) bersama pakar berpengalaman.\n🤝 Business Matching – Kesempatan emas terhubung langsung dengan Mitra, Investor & Offtaker!\n🏦 Potensi Kerjasama dengan Bank Indonesia (Dukungan akses pembiayaan & penguatan ekosistem usaha).\n\nCatat Fokus komoditasnya ya!\n✔️ Padi\n✔️ Bawang Merah\n✔️ Jagung\n✔️ Cabai\n\n⏳ Catat Tanggalnya!\nPeriode Registrasi: 8 Juni – 20 Juli 2026\n\nJangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! Kuota dan waktu terbatas.\n\nInfo Lengkap & Registrasi kunjungi: 🌐 PERWIRAINTAN.ID\nMedia sosial: IG/TIKTOK \n\nBantu sebarkan info baik ini ke teman-teman komunitas pertanianmu, ya! Yuk, bersama majukan pertanian dan kuatkan ketahanan pangan Indonesia! 🇮🇩🌾\n\n#perwiraintan2026 #KompetisiPertanian #LombaPertanian #Lombainovasi #kompetisiinovasi", "post_id": "3926335784043385563_4179402888"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 110.08470418798233, "y": 602.8332662864624, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 82.92901517192564, "y": 893.6393283516339, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 521.282889360703, "y": 638.7138740824214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 168.37229498179352, "y": 988.2028221389252, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 572.1697681885289, "y": 227.01740062790822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "7652504884503219476", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Telinga", "attributes": {"label": "Telinga", "x": 801.4550168351435, "y": 446.53773917952134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Telinga", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "moncongpublik", "attributes": {"label": "moncongpublik", "x": 555.8257786487441, "y": 200.18295373102058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "moncongpublik", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Banteng", "attributes": {"label": "Banteng", "x": 61.611204369124486, "y": 695.0596730456616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Banteng", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "PDI", "attributes": {"label": "PDI", "x": 161.6045371954773, "y": 714.8170384053626, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652504884503219476", "id": "PDI", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Gen", "attributes": {"label": "Gen", "x": 763.6251051242392, "y": 636.7460183943572, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Gen", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Gesuri.id", "attributes": {"label": "Gesuri.id", "x": 207.94838787665904, "y": 902.5912044714365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1883, "eigenvector": 0.0007, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Gesuri.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 897.5942570204207, "y": 46.172239989905385, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 621.5028212049097, "y": 998.1803397014222, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 491.33895745535415, "y": 377.83057360748575, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@OBS%EB%89%B4%EC%8A%A4", "attributes": {"label": "@OBS%EB%89%B4%EC%8A%A4", "x": 268.535874910649, "y": 907.846360339777, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "h0KhWWRE2SI", "id": "@OBS%EB%89%B4%EC%8A%A4", "source": "youtube-000001", "content": "[News'Box'] Angka yang Belum Pernah Terlihat Sejak 1998... Ekonomi Korea Selatan Sedang Tidak Bai...\n\n#NilaiTukar #Harga #HargaBensin #SukuBunga #Ekonomi\n\n00:00 Nilai tukar Juni melampaui 1.520 won... Tertinggi sejak krisis nilai tukar\n\n00:28 Harga telur, ayam, dll. naik... Kekhawatiran inflasi akibat gelombang panas awal\n\n01:06 Harga bensin domestik tetap 'stabil' di kisaran 2.000 won meskipun harga minyak internasional anjlok\n\n▶ Berlangganan Saluran Berita OBS\n\nhttps://youtube.com/?sub_conf...\n\n▶ Baca lebih banyak artikel Berita OBS\n\nPC: http://www.obsnews.co.kr\n\nSeluler: http://m.obs.co.kr\n\n▶ Laporkan Berita OBS\n\nEmail: jebo\n\nTelepon: 032-670-5555", "post_id": "h0KhWWRE2SI"}}, {"key": "obs3660", "attributes": {"label": "obs3660", "x": 780.7671859048704, "y": 603.1236319809743, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "h0KhWWRE2SI", "id": "obs3660", "source": "youtube-000001", "content": "[News'Box'] Angka yang Belum Pernah Terlihat Sejak 1998... Ekonomi Korea Selatan Sedang Tidak Bai...\n\n#NilaiTukar #Harga #HargaBensin #SukuBunga #Ekonomi\n\n00:00 Nilai tukar Juni melampaui 1.520 won... Tertinggi sejak krisis nilai tukar\n\n00:28 Harga telur, ayam, dll. naik... Kekhawatiran inflasi akibat gelombang panas awal\n\n01:06 Harga bensin domestik tetap 'stabil' di kisaran 2.000 won meskipun harga minyak internasional anjlok\n\n▶ Berlangganan Saluran Berita OBS\n\nhttps://youtube.com/?sub_conf...\n\n▶ Baca lebih banyak artikel Berita OBS\n\nPC: http://www.obsnews.co.kr\n\nSeluler: http://m.obs.co.kr\n\n▶ Laporkan Berita OBS\n\nEmail: jebo\n\nTelepon: 032-670-5555", "post_id": "h0KhWWRE2SI"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 301.7647887051048, "y": 612.513538659099, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 957.7816445412695, "y": 401.1632455967157, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}, {"key": "@cuapcuapcuan", "attributes": {"label": "@cuapcuapcuan", "x": 840.0543086133567, "y": 621.9591356705683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zohMlrgRsPE", "id": "@cuapcuapcuan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Kebanjiran Good News, Saatnya Borong atau Tunggu Dulu?\n\nHai Sobat Cuan!\n\nSetelah berbulan-bulan dihantui sentimen negatif, sekarang pasar mulai dipenuhi kabar baik. Rupiah lebih stabil, investor asing mulai kembali melirik Indonesia, stimulus pemerintah segera diumumkan, hingga IPO mulai kembali ramai. Tapi. apakah ini benar-benar sinyal bahwa IHSG siap melanjutkan kenaikan? Atau justru momen seperti ini yang paling berbahaya karena banyak investor mulai terlena? Simak pembahasan lengkapnya bersama Maria Katarina dan Susi Setiawati selaku Stock Market Analyst CNBC Indonesia hanya di podcast Cuap Cuap Cuan!\n\nSobat Cuan, jangan lupa follow IG , subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu like, comment, dan share ya.", "post_id": "zohMlrgRsPE"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 469.42440087830437, "y": 634.9814379037944, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zohMlrgRsPE", "id": "cuap_cuan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Kebanjiran Good News, Saatnya Borong atau Tunggu Dulu?\n\nHai Sobat Cuan!\n\nSetelah berbulan-bulan dihantui sentimen negatif, sekarang pasar mulai dipenuhi kabar baik. Rupiah lebih stabil, investor asing mulai kembali melirik Indonesia, stimulus pemerintah segera diumumkan, hingga IPO mulai kembali ramai. Tapi. apakah ini benar-benar sinyal bahwa IHSG siap melanjutkan kenaikan? Atau justru momen seperti ini yang paling berbahaya karena banyak investor mulai terlena? Simak pembahasan lengkapnya bersama Maria Katarina dan Susi Setiawati selaku Stock Market Analyst CNBC Indonesia hanya di podcast Cuap Cuap Cuan!\n\nSobat Cuan, jangan lupa follow IG , subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu like, comment, dan share ya.", "post_id": "zohMlrgRsPE"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 410.5445864878882, "y": 585.8432057194966, "size": 12.79, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 143.0141, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "NataliusPigai2", "x": 198.51751597400514, "y": 47.50217477044205, "size": 7.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3722, "eigenvector": 67.6538, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "NataliusPigai2", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 722.2090681952316, "y": 577.3248713478919, "size": 7.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3722, "eigenvector": 67.6538, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "dpr_ri", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "KomnasHAM", "x": 573.3747700635042, "y": 248.30563928443917, "size": 7.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3722, "eigenvector": 67.6538, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KomnasHAM", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri.", "x": 957.0691943088718, "y": 373.83479902207074, "size": 7.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3722, "eigenvector": 67.6538, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "DivHumas_Polri.", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 353.07864697431546, "y": 13.444324770902515, "size": 7.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3722, "eigenvector": 67.6538, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 594.6214504748511, "y": 665.19375257997, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 75.05361150686608, "y": 425.5568634965826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 457.13520252673834, "y": 879.3327001808236, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 779.6450860703741, "y": 201.98630621498714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 945.5298280941532, "y": 375.40013068576525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 962.9420267544001, "y": 254.6951402062253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "attributes": {"label": "@PenjagaHarapan", "x": 555.2353914666519, "y": 990.7917923919739, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "@PenjagaHarapan", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "penjagaha...", "attributes": {"label": "penjagaha...", "x": 266.34154620842787, "y": 974.8504581360899, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.8075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "penjagaha...", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 923.9554340474615, "y": 881.723077140712, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 916.6119179731996, "y": 482.4399291571291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}], "edges": [{"key": "IrawanRommi", "source": "IrawanRommi", "target": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IrawanRommi", "source": "IrawanRommi", "target": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Arbiyumi", "source": "Arbiyumi", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "WijayaSuyatmi", "source": "WijayaSuyatmi", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Radishwraps", "source": "Radishwraps", "target": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Arbiyumi", "source": "Arbiyumi", "target": "bakuldimsum_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "blender_ian", "source": "blender_ian", "target": "BANGSAygSUJUD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "blender_ian", "source": "blender_ian", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AHHA_sabea", "source": "AHHA_sabea", "target": "aik_arif", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ch_chotimah2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "8_FERRY_8", "source": "8_FERRY_8", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "renanurfiana4", "source": "renanurfiana4", "target": "qutiews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MR_ANDROMED", "source": "MR_ANDROMED", "target": "boxxtoc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wahyu_djanti88", "source": "wahyu_djanti88", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bettermedave", "source": "bettermedave", "target": "pikiran_rakyat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bettermedave", "source": "bettermedave", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "phb_1024", "source": "phb_1024", "target": "Jakartalk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "adiaksyaatta", "source": "adiaksyaatta", "target": "karirfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aminoto7", "source": "aminoto7", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "TaufanMaul89", "source": "TaufanMaul89", "target": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_ntt", "source": "bank_indonesia_ntt", "target": "Perwiraintan.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info.lomba", "source": "info.lomba", "target": "Perwiraintan.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Telinga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "moncongpublik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Banteng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "PDI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "PDI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Gen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Gesuri.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OBS%EB%89%B4%EC%8A%A4", "source": "@OBS%EB%89%B4%EC%8A%A4", "target": "obs3660", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cuapcuapcuan", "source": "@cuapcuapcuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "source": "@PenjagaHarapan", "target": "penjagaha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}