{"nodes": [{"key": "andinie", "attributes": {"label": "andinie", "x": 900.7113202269037, "y": 202.65210584731608, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 64.2503, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069802794127966411", "id": "andinie", "source": "retweet-000002", "content": "Pak Purbaya jangan lupa bahwa dibalik indikator yg arah menguat ada biaya dan trade off yg mahal.\n\nKurs dolar yg skr di…", "post_id": "2069802794127966411"}}, {"key": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "bmartawardaya", "x": 356.8966176223757, "y": 181.22497878304577, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 91.5567, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069802794127966411", "id": "bmartawardaya", "source": "retweet-000002", "content": "Pak Purbaya jangan lupa bahwa dibalik indikator yg arah menguat ada biaya dan trade off yg mahal.\n\nKurs dolar yg skr di…", "post_id": "2069802794127966411"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 784.8836376852686, "y": 264.3255244631201, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 111.7397, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3926282804846444092_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah bergerak turun pada perdagangan Rabu pagi (24/6/2026), melorot 0,61% ke Rp17.953 per dolar AS pada pukul 09:32 WIB di tengah penguatan dolar AS dan sentimen negatif dari evaluasi MSCI.\n\nDalam review tahunannya, MSCI kembali menunda keputusan atas status Indonesia, yang berarti bursa saham RI masih masuk kelompok emerging market hingga keputusan diambil November mendatang. IHSG sendiri menguat 0,57% pada Rabu pagi, sementara pasar obligasi diwarnai aksi jual.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3926282804846444092_51748745734"}}, {"key": "jatimtimescom", "attributes": {"label": "jatimtimescom", "x": 48.23796600249752, "y": 191.19416248751008, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 64.2503, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925804920494833889_1564869394", "id": "jatimtimescom", "source": "instagram-000001", "content": "Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa masih menjadi sorotan. Di tengah polemik tersebut, mantan Direktur Utama PLN sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai persoalan utama yang memicu gangguan pasokan listrik kemungkinan berasal dari tersendatnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.\n\nDahlan mengaku mendapat banyak masukan dari pelaku sektor ketenagalistrikan. Dari informasi yang diterimanya, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) disebut mengalami penurunan stok batu bara sehingga terpaksa mengurangi kapasitas produksi listrik.\n\n\"Sebetulnya, ini (masalah) lama soal pasokan batu bara ke pembangkit-pembangkit listrik. Kalau harga batu bara naik, dolar AS tinggi, seperti sekarang, para pengusaha batu bara kan semangatnya kirim ke luar negeri. Padahal, batu bara kan produk milik bangsa Indonesia,\" kata Dahlan Iskan, dikutip dari Instagram , Senin (22/6/2026). SingkongIndonesia\n\nMenurut Dahlan Iskan, persoalan pasokan batu bara sebenarnya bukan isu baru. Saat harga komoditas batu bara dunia meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat, perusahaan tambang cenderung lebih tertarik menjual ke pasar ekspor karena dinilai lebih menguntungkan.\n\nAkibatnya, pasokan untuk kebutuhan domestik, termasuk pembangkit listrik, disebut ikut terdampak.\n\nDahlan menjelaskan, ketika stok batu bara di pembangkit menipis sementara pasokan baru masih dalam perjalanan, operator pembangkit biasanya melakukan penghematan penggunaan bahan bakar.\n\nLangkah itu dilakukan agar stok yang tersisa dapat bertahan hingga kapal pengangkut batu bara tiba di lokasi pembangkit.\n\n\"Tentu saya tidak ikut-ikut lagi (tidak menjabat sebagai pemangku kepentingan) ya, tetapi saya kan mendapat curhat dari banyak juga para pelaku kelistrikan. Terutama sudah lama sebetulnya bahwa masalah pasok batubara ke pembangkit-pembangkit listrik itu kan agak seret begitu,\" ujarnya.\n\nBerita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com\n\n#kotamalang #infomalang #berita #jawatimur #beritajawatimur #jawatimur #kabupatenmalang #beritamalang #beritajatim #jatimtimes", "post_id": "3925804920494833889_1564869394"}}, {"key": "suarasurabaya", "attributes": {"label": "suarasurabaya", "x": 103.84252418959949, "y": 815.0478316789149, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 118.8631, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925804920494833889_1564869394", "id": "suarasurabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa masih menjadi sorotan. Di tengah polemik tersebut, mantan Direktur Utama PLN sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai persoalan utama yang memicu gangguan pasokan listrik kemungkinan berasal dari tersendatnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.\n\nDahlan mengaku mendapat banyak masukan dari pelaku sektor ketenagalistrikan. Dari informasi yang diterimanya, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) disebut mengalami penurunan stok batu bara sehingga terpaksa mengurangi kapasitas produksi listrik.\n\n\"Sebetulnya, ini (masalah) lama soal pasokan batu bara ke pembangkit-pembangkit listrik. Kalau harga batu bara naik, dolar AS tinggi, seperti sekarang, para pengusaha batu bara kan semangatnya kirim ke luar negeri. Padahal, batu bara kan produk milik bangsa Indonesia,\" kata Dahlan Iskan, dikutip dari Instagram , Senin (22/6/2026). SingkongIndonesia\n\nMenurut Dahlan Iskan, persoalan pasokan batu bara sebenarnya bukan isu baru. Saat harga komoditas batu bara dunia meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat, perusahaan tambang cenderung lebih tertarik menjual ke pasar ekspor karena dinilai lebih menguntungkan.\n\nAkibatnya, pasokan untuk kebutuhan domestik, termasuk pembangkit listrik, disebut ikut terdampak.\n\nDahlan menjelaskan, ketika stok batu bara di pembangkit menipis sementara pasokan baru masih dalam perjalanan, operator pembangkit biasanya melakukan penghematan penggunaan bahan bakar.\n\nLangkah itu dilakukan agar stok yang tersisa dapat bertahan hingga kapal pengangkut batu bara tiba di lokasi pembangkit.\n\n\"Tentu saya tidak ikut-ikut lagi (tidak menjabat sebagai pemangku kepentingan) ya, tetapi saya kan mendapat curhat dari banyak juga para pelaku kelistrikan. Terutama sudah lama sebetulnya bahwa masalah pasok batubara ke pembangkit-pembangkit listrik itu kan agak seret begitu,\" ujarnya.\n\nBerita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com\n\n#kotamalang #infomalang #berita #jawatimur #beritajawatimur #jawatimur #kabupatenmalang #beritamalang #beritajatim #jatimtimes", "post_id": "3925804920494833889_1564869394"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 596.6645101169491, "y": 940.637501147966, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 64.2503, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 537.2299717210253, "y": 680.4234741586943, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 118.8631, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "attributes": {"label": "@adeyulinaaa11", "x": 942.8540151395226, "y": 290.0573272874744, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 64.2503, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "@adeyulinaaa11", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "keliling_cinematic", "x": 314.0082089540941, "y": 995.2670269006366, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 118.8631, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "keliling_cinematic", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 29.719326195877027, "y": 790.4341554201454, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 64.2503, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 502.28460468508274, "y": 746.9532350056057, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 118.8631, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "andinie", "source": "andinie", "target": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andinie", "source": "andinie", "target": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jatimtimescom", "source": "jatimtimescom", "target": "suarasurabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "source": "@adeyulinaaa11", "target": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}