{"nodes": [{"key": "Ivan01915617", "attributes": {"label": "Ivan01915617", "x": 901.8342169468724, "y": 18.075776339931405, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069682605457658021", "id": "Ivan01915617", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Presiden..kalo rupiah kuat, harga bbm terkendali, gas oke, bahan baku barang lancar, phk tidak terjadi, Inflasi terkendali maka tak ada alasan demo..pihak yg punya dana pun tak bisa bayar orang untuk demo..jadi kalo alasan alasan demo itu yang perlu bapak selesaikan..", "post_id": "2069682605457658021"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 587.0184567749511, "y": 208.32616441393293, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 103.8354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069682605457658021", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Presiden..kalo rupiah kuat, harga bbm terkendali, gas oke, bahan baku barang lancar, phk tidak terjadi, Inflasi terkendali maka tak ada alasan demo..pihak yg punya dana pun tak bisa bayar orang untuk demo..jadi kalo alasan alasan demo itu yang perlu bapak selesaikan..", "post_id": "2069682605457658021"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 564.817117622589, "y": 554.5749818191224, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 224.51469410277502, "y": 690.3636266872982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 103.8354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "attributes": {"label": "cryptowavem2nd", "x": 618.1514453653193, "y": 393.2536118677625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "cryptowavem2nd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 69.58264922969859, "y": 923.8165759256303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 103.8354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 18.33427780503627, "y": 867.5606018036383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 356.02262944445374, "y": 609.4114359517868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 103.8354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 113.16740409666193, "y": 307.4904272543527, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 124.67912393697533, "y": 815.1261622044099, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.0299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 221.59818097509708, "y": 179.55288309967978, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.0299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 698.6600659566049, "y": 580.7172945107941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 290.8578433233274, "y": 389.1472944654104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 103.8354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}], "edges": [{"key": "Ivan01915617", "source": "Ivan01915617", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "source": "cryptowavem2nd", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}