{"nodes": [{"key": "RadioIdolaSMG", "attributes": {"label": "RadioIdolaSMG", "x": 989.566911520467, "y": 371.8454236280481, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069585296673652747", "id": "RadioIdolaSMG", "source": "tweet-000004", "content": "Topik Diskusi Pagi ini: Pemerintah rilis Paket Stimulus Semester II 2026; Bisakah menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat?. Berikut pandangan  Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet #Now #LIVE #TOPIK #stimulus #ekonomi cc:", "post_id": "2069585296673652747"}}, {"key": "COREIndonesia", "attributes": {"label": "COREIndonesia", "x": 672.2732944651889, "y": 913.5862779524456, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069585296673652747", "id": "COREIndonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Topik Diskusi Pagi ini: Pemerintah rilis Paket Stimulus Semester II 2026; Bisakah menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat?. Berikut pandangan  Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet #Now #LIVE #TOPIK #stimulus #ekonomi cc:", "post_id": "2069585296673652747"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 507.93135538814784, "y": 299.36117373094373, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xQx7mshuotM", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Ekonom Memaknai Pernyataan Prabowo Sebut Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Miskin\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.\n\nData pertumbuhan ekonomi tujuh tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat.\n\nHal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya.\n\nNamun, data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah.\n\nPemerintah kembali mengguyur paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun di semester II 2026. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nStimulus pangan menjadi salah satu fokus utama, yakni penyaluran bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima serta insentif harga bahan baku bagi produsen tahu dan tempe.\n\nSelain stimulus pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk berbagai insentif transportasi guna mendorong mobilitas masyarakat pada dua momentum besar, yaitu libur sekolah dan periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.\n\nApa penyebab anomali yang dimaksud presiden terjadi? Apa solusi atas masalah ini? \n\nKita bahas di Kompas Bisnis bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom dan akademisi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#presidenprabowo #ekonomi #miskin #anggaran #pertumbuhanekonomi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "xQx7mshuotM"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 588.2068339194827, "y": 126.91364601127508, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xQx7mshuotM", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Ekonom Memaknai Pernyataan Prabowo Sebut Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Miskin\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.\n\nData pertumbuhan ekonomi tujuh tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat.\n\nHal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya.\n\nNamun, data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah.\n\nPemerintah kembali mengguyur paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun di semester II 2026. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nStimulus pangan menjadi salah satu fokus utama, yakni penyaluran bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima serta insentif harga bahan baku bagi produsen tahu dan tempe.\n\nSelain stimulus pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk berbagai insentif transportasi guna mendorong mobilitas masyarakat pada dua momentum besar, yaitu libur sekolah dan periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.\n\nApa penyebab anomali yang dimaksud presiden terjadi? Apa solusi atas masalah ini? \n\nKita bahas di Kompas Bisnis bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom dan akademisi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\n#presidenprabowo #ekonomi #miskin #anggaran #pertumbuhanekonomi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "xQx7mshuotM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 286.68556210797004, "y": 299.74355909297446, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IT03YUuKJwY", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom soal Pernyataan Prabowo Sebut Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Miskin, Apa Maknanya?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.\n\nData pertumbuhan ekonomi tujuh tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat.\n\nHal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya.\n\nNamun, data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah.\n\nPemerintah kembali mengguyur paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun di semester II 2026. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nStimulus pangan menjadi salah satu fokus utama, yakni penyaluran bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima serta insentif harga bahan baku bagi produsen tahu dan tempe.\n\nSelain stimulus pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk berbagai insentif transportasi guna mendorong mobilitas masyarakat pada dua momentum besar, yaitu libur sekolah dan periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.\n\nApa penyebab anomali yang dimaksud presiden terjadi? Apa solusi atas masalah ini? \n\nKita bahas di Kompas Bisnis bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom dan akademisi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\nProducer: Shinta Millenia\n\n#presidenprabowo #ekonomi #miskin #anggaran \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "IT03YUuKJwY"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 327.15683135008464, "y": 516.090209793524, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IT03YUuKJwY", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom soal Pernyataan Prabowo Sebut Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Miskin, Apa Maknanya?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya mengalami anomali.\n\nData pertumbuhan ekonomi tujuh tahun terakhir yang tumbuh rata-rata 5% per tahun tidak dirasakan langsung masyarakat.\n\nHal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Prabowo bilang secara logika pertumbuhan tersebut seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih kaya.\n\nNamun, data yang diterimanya setelah menjadi presiden menunjukkan jumlah penduduk miskin justru bertambah.\n\nPemerintah kembali mengguyur paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun di semester II 2026. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nStimulus pangan menjadi salah satu fokus utama, yakni penyaluran bantuan beras 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima serta insentif harga bahan baku bagi produsen tahu dan tempe.\n\nSelain stimulus pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp2 triliun untuk berbagai insentif transportasi guna mendorong mobilitas masyarakat pada dua momentum besar, yaitu libur sekolah dan periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.\n\nApa penyebab anomali yang dimaksud presiden terjadi? Apa solusi atas masalah ini? \n\nKita bahas di Kompas Bisnis bersama Dzikri Firmansyah Hakam, ekonom dan akademisi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).\n\nProducer: Shinta Millenia\n\n#presidenprabowo #ekonomi #miskin #anggaran \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "IT03YUuKJwY"}}, {"key": "@sbs_explained", "attributes": {"label": "@sbs_explained", "x": 116.12511011434079, "y": 984.4604528273181, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JJUnE-SxBjw", "id": "@sbs_explained", "source": "youtube-000001", "content": "[Berita Pengetahuan] \"Situasinya Kini Berubah\" Memori yang Terlanjur Dibeli Terlalu Mahal, Apa ya...\n\n00:00 Industri AI masih dalam tahap awal, jadi mengapa harga saham sudah mencapai batasnya?\n01:28 Likuiditas global mulai goyah seiring Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga\n02:37 Mengapa modal hedge fund sebesar $14 triliun hanya mengalir ke sektor energi dan semikonduktor?\n03:57 Mengapa uang tunai perusahaan teknologi besar mengering sementara investasi AI meroket?\n\n05:20 Ekspektasi bahwa seluruh dunia akan menyuntikkan uang telah hancur... Momen ketika lanskap pasar aset berubah\n06:56 Bahkan Bitcoin, emas, dan perak berada di bawah tekanan... Sebuah sinyal bahwa premi likuiditas menghilang\n08:23 Ini angka, bukan cerita, sekarang... Mengapa uang bergeser ke 'aset yang benar-benar langka'\n10:16 Seberapa banyak AI sebenarnya digunakan?... Pemilahan gandum akan dimulai setelah investasi terlalu panas\n13:30 Apa yang akan terjadi pada memori yang dipesan mahal jika arus kas Big Tech mengering?\n\n15:31 Dari minyak mentah dan perlambatan ekonomi hingga konsentrasi pada semikonduktor... Mengapa Anda Harus Memperluas Portofolio Anda Sekarang\n\n*Kontributor: Yoo Shin-ik, Kepala Ekonom di KB WM\n\nSaat pasar berfluktuasi dengan KOSPI yang langsung anjlok setelah berfluktuasi di sekitar angka 9.000, ada diagnosis yang menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk meninjau kembali fondasi pasar bullish yang ditopang oleh AI. Konsensusnya adalah bahwa fase di mana \"semuanya baik-baik saja\"—yang didorong oleh dua pilar likuiditas dan pertumbuhan AI—akan segera berakhir, dan dengan memudarnya premi likuiditas, saatnya telah tiba untuk mengalokasikan kembali aset. Meskipun $14 triliun terkonsentrasi di AS dan Jepang dan persaingan untuk CAPEX yang melebihi $3 triliun tahun ini tetap ada, arus kas Big Tech telah mulai menurun pada paruh kedua tahun ini, menandai masuknya ke fase di mana mereka menunda pertumbuhan yang mahal dengan \"uang pinjaman.\"\n\nPoin kuncinya adalah perbedaan bahwa \"industri AI itu nyata, tetapi harga sahamnya mungkin palsu.\" Peringatannya adalah bahwa meskipun tingkat adopsi aktual industri tersebut berada di angka 10-20%—seperti mendaki gunung—harga sahamnya telah sepenuhnya dieksploitasi, dan bahaya sebenarnya terletak bukan pada industri AI itu sendiri, tetapi pada \"uang yang diinvestasikan dalam AI.\" Dengan mengutip kegagalan perak untuk naik meskipun terjadi kekurangan pasokan dan valuasi saham memori yang melampaui label \"terlalu murah\" sebagai sinyal, laporan tersebut menyarankan diversifikasi ke pasar domestik, obligasi, dan sektor pertahanan, mencatat bahwa situasi saat ini telah melampaui kondisi terlalu panas menjadi \"kepanikan yang luar biasa.\" #PleaseTakeCareOfKyoyang #AIBubble #KenaikanSukuBunga #KOSPIPlunge #YooShinIk #Semikonduktor #Jepang #KenaikanSukuBunga #Emas #Bitcoin #Micron\n\n[Tim Produksi Kyoyang]\n\nDirektur Merek & IP: Han Dong-hoon / Penulis: Son Ye-won, Yoo Jin-kyung / Penyunting: Kim Cho-a, Hyun Seung-ho, Song Kyu-bum / Desain Konten: Ok Ji-soo, Choi Heung-rak / Sinematografi: Park Woo-jin / Magang: Baek Ga-eun, Lee Da-jin\n\n[Pertanyaan Bisnis]\n\nPlease Take Care of Kyoyang, Pertanyaan mengenai penampilan, sponsor, dan konten: sbs_explained\n\nBerita pengetahuan yang membuat Anda lebih pintar semakin banyak Anda mendengarkan, Please Take Care of Kyoyang \n\nHak Cipta Ⓒ SBS. Seluruh hak dilindungi undang-undang. Reproduksi, redistribusi, dan penggunaan tanpa izin untuk pembelajaran AI dilarang.", "post_id": "JJUnE-SxBjw"}}, {"key": "sbs_explained", "attributes": {"label": "sbs_explained", "x": 734.6195382308334, "y": 699.4729349012906, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JJUnE-SxBjw", "id": "sbs_explained", "source": "youtube-000001", "content": "[Berita Pengetahuan] \"Situasinya Kini Berubah\" Memori yang Terlanjur Dibeli Terlalu Mahal, Apa ya...\n\n00:00 Industri AI masih dalam tahap awal, jadi mengapa harga saham sudah mencapai batasnya?\n01:28 Likuiditas global mulai goyah seiring Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga\n02:37 Mengapa modal hedge fund sebesar $14 triliun hanya mengalir ke sektor energi dan semikonduktor?\n03:57 Mengapa uang tunai perusahaan teknologi besar mengering sementara investasi AI meroket?\n\n05:20 Ekspektasi bahwa seluruh dunia akan menyuntikkan uang telah hancur... Momen ketika lanskap pasar aset berubah\n06:56 Bahkan Bitcoin, emas, dan perak berada di bawah tekanan... Sebuah sinyal bahwa premi likuiditas menghilang\n08:23 Ini angka, bukan cerita, sekarang... Mengapa uang bergeser ke 'aset yang benar-benar langka'\n10:16 Seberapa banyak AI sebenarnya digunakan?... Pemilahan gandum akan dimulai setelah investasi terlalu panas\n13:30 Apa yang akan terjadi pada memori yang dipesan mahal jika arus kas Big Tech mengering?\n\n15:31 Dari minyak mentah dan perlambatan ekonomi hingga konsentrasi pada semikonduktor... Mengapa Anda Harus Memperluas Portofolio Anda Sekarang\n\n*Kontributor: Yoo Shin-ik, Kepala Ekonom di KB WM\n\nSaat pasar berfluktuasi dengan KOSPI yang langsung anjlok setelah berfluktuasi di sekitar angka 9.000, ada diagnosis yang menunjukkan bahwa sudah saatnya untuk meninjau kembali fondasi pasar bullish yang ditopang oleh AI. Konsensusnya adalah bahwa fase di mana \"semuanya baik-baik saja\"—yang didorong oleh dua pilar likuiditas dan pertumbuhan AI—akan segera berakhir, dan dengan memudarnya premi likuiditas, saatnya telah tiba untuk mengalokasikan kembali aset. Meskipun $14 triliun terkonsentrasi di AS dan Jepang dan persaingan untuk CAPEX yang melebihi $3 triliun tahun ini tetap ada, arus kas Big Tech telah mulai menurun pada paruh kedua tahun ini, menandai masuknya ke fase di mana mereka menunda pertumbuhan yang mahal dengan \"uang pinjaman.\"\n\nPoin kuncinya adalah perbedaan bahwa \"industri AI itu nyata, tetapi harga sahamnya mungkin palsu.\" Peringatannya adalah bahwa meskipun tingkat adopsi aktual industri tersebut berada di angka 10-20%—seperti mendaki gunung—harga sahamnya telah sepenuhnya dieksploitasi, dan bahaya sebenarnya terletak bukan pada industri AI itu sendiri, tetapi pada \"uang yang diinvestasikan dalam AI.\" Dengan mengutip kegagalan perak untuk naik meskipun terjadi kekurangan pasokan dan valuasi saham memori yang melampaui label \"terlalu murah\" sebagai sinyal, laporan tersebut menyarankan diversifikasi ke pasar domestik, obligasi, dan sektor pertahanan, mencatat bahwa situasi saat ini telah melampaui kondisi terlalu panas menjadi \"kepanikan yang luar biasa.\" #PleaseTakeCareOfKyoyang #AIBubble #KenaikanSukuBunga #KOSPIPlunge #YooShinIk #Semikonduktor #Jepang #KenaikanSukuBunga #Emas #Bitcoin #Micron\n\n[Tim Produksi Kyoyang]\n\nDirektur Merek & IP: Han Dong-hoon / Penulis: Son Ye-won, Yoo Jin-kyung / Penyunting: Kim Cho-a, Hyun Seung-ho, Song Kyu-bum / Desain Konten: Ok Ji-soo, Choi Heung-rak / Sinematografi: Park Woo-jin / Magang: Baek Ga-eun, Lee Da-jin\n\n[Pertanyaan Bisnis]\n\nPlease Take Care of Kyoyang, Pertanyaan mengenai penampilan, sponsor, dan konten: sbs_explained\n\nBerita pengetahuan yang membuat Anda lebih pintar semakin banyak Anda mendengarkan, Please Take Care of Kyoyang \n\nHak Cipta Ⓒ SBS. Seluruh hak dilindungi undang-undang. Reproduksi, redistribusi, dan penggunaan tanpa izin untuk pembelajaran AI dilarang.", "post_id": "JJUnE-SxBjw"}}], "edges": [{"key": "RadioIdolaSMG", "source": "RadioIdolaSMG", "target": "COREIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sbs_explained", "source": "@sbs_explained", "target": "sbs_explained", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}