{"nodes": [{"key": "CulesWarrior", "attributes": {"label": "CulesWarrior", "x": 301.67247114198415, "y": 491.56082162882933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070013529193947191", "id": "CulesWarrior", "source": "tweet-000004", "content": "Negara lain: Ngerem belanja demi jinakkin inflasi. \nIndonesia: Malah ngegas belanja jor-joran.\n\nHukum ekonominya gak bisa bohong; anggaran bakal tekor, Rupiah makin megap-megap, dan investor asing bakal mutusin buat 'skip' investasi di sini.", "post_id": "2070013529193947191"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 761.1211936212346, "y": 970.780870987018, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070013529193947191", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Negara lain: Ngerem belanja demi jinakkin inflasi. \nIndonesia: Malah ngegas belanja jor-joran.\n\nHukum ekonominya gak bisa bohong; anggaran bakal tekor, Rupiah makin megap-megap, dan investor asing bakal mutusin buat 'skip' investasi di sini.", "post_id": "2070013529193947191"}}, {"key": "Ivan01915617", "attributes": {"label": "Ivan01915617", "x": 936.4908736289483, "y": 989.8960695063906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069682605457658021", "id": "Ivan01915617", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Presiden..kalo rupiah kuat, harga bbm terkendali, gas oke, bahan baku barang lancar, phk tidak terjadi, Inflasi terkendali maka tak ada alasan demo..pihak yg punya dana pun tak bisa bayar orang untuk demo..jadi kalo alasan alasan demo itu yang perlu bapak selesaikan..", "post_id": "2069682605457658021"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 97.80550904175355, "y": 1.6120104981032224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069682605457658021", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Presiden..kalo rupiah kuat, harga bbm terkendali, gas oke, bahan baku barang lancar, phk tidak terjadi, Inflasi terkendali maka tak ada alasan demo..pihak yg punya dana pun tak bisa bayar orang untuk demo..jadi kalo alasan alasan demo itu yang perlu bapak selesaikan..", "post_id": "2069682605457658021"}}, {"key": "twilightslig", "attributes": {"label": "twilightslig", "x": 155.70616711723127, "y": 2.33839866799479, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069445285970100600", "id": "twilightslig", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 321.5166974073793, "y": 398.8254794649152, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.8116, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069445285970100600", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 240.2979543890351, "y": 792.32477016882, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.8116, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069445285970100600", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 638.8437305163221, "y": 660.4839145435878, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.8116, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069445285970100600", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Investor lagi pada mikir dua kali: pabrik kalah saing, pasokan energi suka bikin drama, rupiah labil, kantong rakyat makin tipis, ditambah eksekusi kebijakan industri pemerintah yang kadang lebih banyak gimmick daripada hasil🤌    https://t.co/WnLIM1XeyG", "post_id": "2069445285970100600"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 893.4245532148072, "y": 803.2197716081733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3927031406950316586_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat keberhasilan besar dalam upaya pemberantasan korupsi dengan menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp131,5 triliun sepanjang periode 2020 hingga 2026. Capaian tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang menyebut nilai penyelamatan itu berasal dari berbagai perkara korupsi yang telah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Aset hasil penyitaan dan tindakan hukum lainnya kemudian dikelola melalui Badan Pemulihan Aset untuk dikembalikan kepada negara.\n\nMenurut Febrie, penanganan perkara korupsi kini tidak hanya berorientasi pada besarnya kerugian negara, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kepentingan publik, perekonomian nasional, lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam kurun waktu tersebut, Kejagung menangani sedikitnya 12 perkara strategis, termasuk dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kasus impor tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di lingkungan Kemendikbudristek yang ditaksir merugikan negara hingga triliunan rupiah.\n\nData Kejagung menunjukkan nilai penyelamatan kerugian negara tertinggi terjadi pada 2026 dengan capaian Rp40,5 triliun. Sementara itu, tahun 2025 dan 2023 masing-masing mencatat Rp24,5 triliun dan Rp24,4 triliun. Febrie menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus difokuskan pada perkara yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak dan program strategis pemerintah. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran penegakan hukum dalam memulihkan aset negara dan mendukung pembangunan nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3927031406950316586_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 3.2467955629739143, "y": 595.4972947462462, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927031406950316586_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat keberhasilan besar dalam upaya pemberantasan korupsi dengan menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp131,5 triliun sepanjang periode 2020 hingga 2026. Capaian tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang menyebut nilai penyelamatan itu berasal dari berbagai perkara korupsi yang telah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Aset hasil penyitaan dan tindakan hukum lainnya kemudian dikelola melalui Badan Pemulihan Aset untuk dikembalikan kepada negara.\n\nMenurut Febrie, penanganan perkara korupsi kini tidak hanya berorientasi pada besarnya kerugian negara, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kepentingan publik, perekonomian nasional, lingkungan hidup, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam kurun waktu tersebut, Kejagung menangani sedikitnya 12 perkara strategis, termasuk dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kasus impor tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di lingkungan Kemendikbudristek yang ditaksir merugikan negara hingga triliunan rupiah.\n\nData Kejagung menunjukkan nilai penyelamatan kerugian negara tertinggi terjadi pada 2026 dengan capaian Rp40,5 triliun. Sementara itu, tahun 2025 dan 2023 masing-masing mencatat Rp24,5 triliun dan Rp24,4 triliun. Febrie menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus difokuskan pada perkara yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak dan program strategis pemerintah. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran penegakan hukum dalam memulihkan aset negara dan mendukung pembangunan nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3927031406950316586_60374608148"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 797.6714194561456, "y": 166.82541667706198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "erikaparamisora", "x": 474.8865930398867, "y": 133.29204030397068, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "erikaparamisora", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 758.5649501639267, "y": 132.50591214601593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 808.2089684490611, "y": 104.67909859240999, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 959.6771207636157, "y": 929.2665394063692, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 842.0517645235926, "y": 882.2195301937722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 849.7952039417631, "y": 995.0147655666989, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "attributes": {"label": "cryptowavem2nd", "x": 333.37157989530965, "y": 459.90715699356247, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "cryptowavem2nd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 233.1582886666609, "y": 714.8155602264958, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 767.3692521925549, "y": 418.5813032117265, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 953.7186644491412, "y": 586.4061156163631, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 233.55965307994165, "y": 59.90816719609793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 416.7476965352157, "y": 222.66773430848042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 983.3174417822269, "y": 804.6521861018297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 409.2245602731132, "y": 59.1478856025599, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 615.1919751011367, "y": 737.1650686734116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 788.7538492642086, "y": 821.2511677949312, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.8116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 791.3758171169624, "y": 814.7213049392773, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.8116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 512.8219481650062, "y": 322.539000321331, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 29.11995858785521, "y": 789.7521551631422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8583, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uknUrua5AXA", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur RBI Angkat Bicara Soal Rupiah, Guncangan Minyak & Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga | Waw...\n\nGubernur RBI Sanjay Malhotra bergabung dengan ET Now untuk percakapan eksklusif tentang prospek ekonomi India di tengah ketidakpastian global, volatilitas minyak mentah, risiko inflasi, dan arah suku bunga di masa depan.\n\nMulai dari pergerakan rupee dan arus masuk asing hingga deposito FCNR, inklusi indeks obligasi, belanja modal swasta, rupee digital, AI di perbankan, dan perlindungan konsumen, Gubernur berbagi wawasan penting tentang bagaimana Bank Sentral India (RBI) menavigasi dunia yang berubah dengan cepat.\n\nAkankah RBI menaikkan suku bunga lagi? Apakah rupee berada di bawah tekanan? Seberapa tangguh ekonomi India dibandingkan dengan krisis masa lalu? Saksikan diskusi komprehensif ini untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan bagi pasar, bisnis, NRI, dan investor.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #gubernurrbi #sanjaymalhotra #rbi #rupee #ekonomiindia #inflasi #sukubunga #pasarsaham\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uknUrua5AXA"}}], "edges": [{"key": "CulesWarrior", "source": "CulesWarrior", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ivan01915617", "source": "Ivan01915617", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "twilightslig", "source": "twilightslig", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "source": "cryptowavem2nd", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}