{"nodes": [{"key": "Antokajaaa", "attributes": {"label": "Antokajaaa", "x": 581.0115500604787, "y": 770.7304985257124, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 70.8382, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070012547982647311", "id": "Antokajaaa", "source": "tweet-000004", "content": "Ini presiden kita? Anjay.. pilihan rakyat kita mantap 🤣\n\n1. Kasih uang 100 milih presiden\n2. Kasih 100 ikut demo lanjutkan mbg\n3. Kasih 300 jt, pura” BEM mahasiswa\n\nInikah rakyat kita? Dg 100 rb yg kalian terima, harga bbm naik, harga pangan naik, rupiah menurun, emas naik dll🥴", "post_id": "2070012547982647311"}}, {"key": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "Qu3en_Bakery", "x": 830.975300220519, "y": 287.1497871636014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 131.0508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070012547982647311", "id": "Qu3en_Bakery", "source": "tweet-000004", "content": "Ini presiden kita? Anjay.. pilihan rakyat kita mantap 🤣\n\n1. Kasih uang 100 milih presiden\n2. Kasih 100 ikut demo lanjutkan mbg\n3. Kasih 300 jt, pura” BEM mahasiswa\n\nInikah rakyat kita? Dg 100 rb yg kalian terima, harga bbm naik, harga pangan naik, rupiah menurun, emas naik dll🥴", "post_id": "2070012547982647311"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 52.85823797925926, "y": 464.982622339372, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 70.8382, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "fahmyradhi", "attributes": {"label": "fahmyradhi", "x": 664.7564783553648, "y": 522.1431236074933, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 90.9091, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "fahmyradhi", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "ugm.yogyakarta", "attributes": {"label": "ugm.yogyakarta", "x": 443.1991811567306, "y": 296.9617970195554, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 90.9091, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "ugm.yogyakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "prasasticenter", "attributes": {"label": "prasasticenter", "x": 936.3118391016815, "y": 153.3111312492169, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 90.9091, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "prasasticenter", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 861.9458940543174, "y": 503.11203356018774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.8382, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 240.34594876317894, "y": 790.7661072857785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 131.0508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 542.0928670635345, "y": 303.66287607535315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.8382, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 119.6612003635763, "y": 999.6222370792133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.9091, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 283.13932860300804, "y": 358.1563561973279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.9091, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "Antokajaaa", "source": "Antokajaaa", "target": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "fahmyradhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "ugm.yogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "prasasticenter", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}