{"nodes": [{"key": "HaniHandok20069", "attributes": {"label": "HaniHandok20069", "x": 470.79321711302345, "y": 670.5337420230418, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069698564050280619", "id": "HaniHandok20069", "source": "retweet-000002", "content": "AKHIR ERA MINYAK? CHINA SUKSES AKALI KRISIS ENERGI DUNIA!\n\nKrisis energi global akibat konflik Selat Hormuz 2026 ternyata gaga…", "post_id": "2069698564050280619"}}, {"key": "Ari_Ak2", "attributes": {"label": "Ari_Ak2", "x": 496.48210735455257, "y": 527.683359659036, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069698564050280619", "id": "Ari_Ak2", "source": "retweet-000002", "content": "AKHIR ERA MINYAK? CHINA SUKSES AKALI KRISIS ENERGI DUNIA!\n\nKrisis energi global akibat konflik Selat Hormuz 2026 ternyata gaga…", "post_id": "2069698564050280619"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "attributes": {"label": "sarah_pndjtn", "x": 699.7101268413121, "y": 279.6870347883204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069672153293992003", "id": "sarah_pndjtn", "source": "retweet-000002", "content": "Energi bangsa ini habis hanya untuk meratapi, mendendam, atau memperdebatkan konflik yang sudah lewat, kita tidak akan per…", "post_id": "2069672153293992003"}}, {"key": "azissubekti", "attributes": {"label": "azissubekti", "x": 159.54454437506416, "y": 47.794136993072115, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069672153293992003", "id": "azissubekti", "source": "retweet-000002", "content": "Energi bangsa ini habis hanya untuk meratapi, mendendam, atau memperdebatkan konflik yang sudah lewat, kita tidak akan per…", "post_id": "2069672153293992003"}}, {"key": "Novandri86R", "attributes": {"label": "Novandri86R", "x": 820.0975323935644, "y": 493.57136641775026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069433710131532251", "id": "Novandri86R", "source": "retweet-000002", "content": "Perdamaian AS–Iran diharapkan membawa stabilitas pasar energi global. Namun bagi masyarakat, yang paling penting adalah dampak…", "post_id": "2069433710131532251"}}, {"key": "DPP_PKB", "attributes": {"label": "DPP_PKB", "x": 422.902640097632, "y": 919.590926942089, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2069433710131532251", "id": "DPP_PKB", "source": "retweet-000002", "content": "Perdamaian AS–Iran diharapkan membawa stabilitas pasar energi global. Namun bagi masyarakat, yang paling penting adalah dampak…", "post_id": "2069433710131532251"}}, {"key": "jauhar_fikri", "attributes": {"label": "jauhar_fikri", "x": 226.23483940368172, "y": 133.95034441604935, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069532873196249099", "id": "jauhar_fikri", "source": "retweet-000002", "content": "Perdamaian AS–Iran diharapkan membawa stabilitas pasar energi global. Namun bagi masyarakat, yang paling penting adalah dampak…", "post_id": "2069532873196249099"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 579.3439896629532, "y": 331.89145740241275, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069710968079487065", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Bukti APBN/APBD digunakan mendukung misi PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/ITSFFJfinG", "post_id": "2069710968079487065"}}, {"key": "ch_chotimah2", "attributes": {"label": "ch_chotimah2", "x": 567.1681314609305, "y": 58.30786205458283, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069710968079487065", "id": "ch_chotimah2", "source": "tweet-000004", "content": "Bukti APBN/APBD digunakan mendukung misi PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/ITSFFJfinG", "post_id": "2069710968079487065"}}, {"key": "WijayaSuyatmi", "attributes": {"label": "WijayaSuyatmi", "x": 298.7681134415665, "y": 947.9633780329697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069586668496257246", "id": "WijayaSuyatmi", "source": "tweet-000004", "content": "Presidennya keluar negeri puluhan kali itu juga penyebab anggaran negara keluar ya Pak? Bapak bikin APBN boncos .... rakyat nggak percaya lagi sama Presidennya, apalagi investor asing... itu kan penyebab rupiah melemah... menurut logika saya", "post_id": "2069586668496257246"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 708.18699809244, "y": 959.06104830852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069586668496257246", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Presidennya keluar negeri puluhan kali itu juga penyebab anggaran negara keluar ya Pak? Bapak bikin APBN boncos .... rakyat nggak percaya lagi sama Presidennya, apalagi investor asing... itu kan penyebab rupiah melemah... menurut logika saya", "post_id": "2069586668496257246"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 282.0493586012029, "y": 804.590914324325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069615643717173400", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja biar APBN hancur demi cita PKI mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll https://t.co/763ZV3O5ol", "post_id": "2069615643717173400"}}, {"key": "cel3ste_", "attributes": {"label": "cel3ste_", "x": 982.8482666464382, "y": 214.80385272543933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069648147807387971", "id": "cel3ste_", "source": "tweet-000004", "content": "pertamina itu BUMN hilir-hulu yg urusannya penyesuaian harga energi domestik karena kebijakan fiskal & APBN. sedangkan freeport itu korporasi ekstraktif hulu dengan rekam jejak isu kerusakan lingkungan (tailing) masif & HAM historis di papua. skala dampak jelas beda.", "post_id": "2069648147807387971"}}, {"key": "careitself", "attributes": {"label": "careitself", "x": 771.2297699845271, "y": 580.1168122711398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069648147807387971", "id": "careitself", "source": "tweet-000004", "content": "pertamina itu BUMN hilir-hulu yg urusannya penyesuaian harga energi domestik karena kebijakan fiskal & APBN. sedangkan freeport itu korporasi ekstraktif hulu dengan rekam jejak isu kerusakan lingkungan (tailing) masif & HAM historis di papua. skala dampak jelas beda.", "post_id": "2069648147807387971"}}, {"key": "wahyu_djanti88", "attributes": {"label": "wahyu_djanti88", "x": 321.69314687123307, "y": 886.2390246312967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069647861047050339", "id": "wahyu_djanti88", "source": "tweet-000004", "content": "Mo seberapapun hasil jualan SDA masuk ke negara. Kl pengeluarannya utk mega program MBG KDMP sehari pk uang triyunan..tetap sj APBN tekor. Saat jatuh tempo bayar hutang luar negri pk dollar...olenglah nilai rupiah. \nLebih besar pasak drpd tiang. Ambruk!", "post_id": "2069647861047050339"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 641.2304334777454, "y": 717.8801175450084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069647861047050339", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Mo seberapapun hasil jualan SDA masuk ke negara. Kl pengeluarannya utk mega program MBG KDMP sehari pk uang triyunan..tetap sj APBN tekor. Saat jatuh tempo bayar hutang luar negri pk dollar...olenglah nilai rupiah. \nLebih besar pasak drpd tiang. Ambruk!", "post_id": "2069647861047050339"}}, {"key": "phb_1024", "attributes": {"label": "phb_1024", "x": 611.7699519678226, "y": 631.0165940936878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069690935118823773", "id": "phb_1024", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Prabowo, kita semua udah tau kok siapa yang bayar demo bayaran. Yang mahasiswa demo murni tuntut harga BBM naik, rupiah ambruk, & MBG boros APBN. Yang bayar orang-orang pro pemerintah malah ketahuan sendiri sama anak-anak kampus 🤭  \n\nKapan transparansi & bukti konkretnya", "post_id": "2069690935118823773"}}, {"key": "Jakartalk", "attributes": {"label": "Jakartalk", "x": 754.2055059085192, "y": 870.0926956099306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069690935118823773", "id": "Jakartalk", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Prabowo, kita semua udah tau kok siapa yang bayar demo bayaran. Yang mahasiswa demo murni tuntut harga BBM naik, rupiah ambruk, & MBG boros APBN. Yang bayar orang-orang pro pemerintah malah ketahuan sendiri sama anak-anak kampus 🤭  \n\nKapan transparansi & bukti konkretnya", "post_id": "2069690935118823773"}}, {"key": "modusaceh", "attributes": {"label": "modusaceh", "x": 748.124307934611, "y": 382.2677705623859, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 66.4099, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3926629121220772068_3556192377", "id": "modusaceh", "source": "instagram-000001", "content": "MODUSACEH.CO, Jakarta | Negara ini berperan kunci dalam stabilitas harga minyak global di tengah konflik Iran. Namun bukan negara-negara Arab atau Amerika Serikat (AS).\n\nYa, China kini menjadi pemain kunci yang menentukan arah harga minyak dunia. Bahkan saat AS dan Iran telah bernegosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan arus pasokan minyak dari Timur Tengah.\n\n\"China telah memainkan peran penting untuk meredam dampak bagi seluruh Asia dan pada akhirnya membantu menahan tekanan terhadap perekonomian global,\" ujar Kepala Ember, Daan Walter, seperti dikutip CNN International, Selasa (23/6/2026).\n\nSelama perang Iran yang telah mengganggu akses lebih dari 11 juta barel minyak per hari, China mengambil berbagai langkah untuk menjaga ketahanan energinya. Negeri Tirai Bambu memangkas impor, memanfaatkan cadangan minyak dalam jumlah besar, serta mempercepat penggunaan energi bersih untuk menekan dampak lonjakan harga energi di dalam negeri.\n\nLangkah tersebut ikut memengaruhi pasar global. Meski gangguan pasokan minyak dunia diperkirakan telah melampaui 1 miliar barel dan sejumlah analis sempat memproyeksikan harga minyak bisa melonjak hingga US$200 atau sekitar Rp3,56 juta per barel, harga minyak justru bertahan relatif stabil.\n\nPada Senin, misalnya, harga minyak mentah Brent turun di bawah US$78 atau sekitar Rp1,39 juta per barel seiring harapan Selat Hormuz segera kembali beroperasi normal. Sebagai perbandingan, harga Brent sempat berada di bawah US$70 atau Rp1,25 juta per barel sebelum serangan AS dan Israel ke Iran, lalu melonjak ke puncak empat tahun di level US$114 atau sekitar Rp2,03 juta per barel pada awal Mei.\n\nSumber: cnbcindonesia.com\n\nLink berita selengkapnya ada di bio profil \n\n#modusaceh #berita #beritaaceh #beritanasional", "post_id": "3926629121220772068_3556192377"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 694.0670399815014, "y": 795.5157766569602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "fahmyradhi", "attributes": {"label": "fahmyradhi", "x": 164.43702918321034, "y": 342.32975236157193, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "fahmyradhi", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "ugm.yogyakarta", "attributes": {"label": "ugm.yogyakarta", "x": 827.8637433290563, "y": 524.8883293969302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "ugm.yogyakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "prasasticenter", "attributes": {"label": "prasasticenter", "x": 39.637184530401214, "y": 381.49420407303893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926499816021064209_5593726572", "id": "prasasticenter", "source": "instagram-000001", "content": "Ada peluang harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring meredanya harga minyak dunia, tetapi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. \n\nPengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi di Jakarta (23/6), menilai harga Pertamax seharusnya dapat diturunkan jika evaluasi menunjukkan harga jual masih berada di atas harga pasar setelah harga minyak dunia turun ke kisaran US$80 per barel. \n\nSenada, Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah menyebut pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, sekaligus menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax juga penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite yang berpotensi membebani kuota subsidi dan menambah tekanan terhadap APBN.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n  piterabdullah \n\n#hargabbm #pertamax #hargapertamax #infoekonomi #Validnews", "post_id": "3926499816021064209_5593726572"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 718.429624157904, "y": 343.6202795143629, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654885782150188306", "id": "kumparan", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan pada Selasa (23/6), beberapa hari setelah perundingan perdamaian antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan. Pezeshkian yang didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi disambut Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari di Islamabad. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas implementasi peta jalan perdamaian Iran-AS serta penguatan kerja sama bilateral di bidang keamanan perbatasan, energi, dan perdagangan. Selama kunjungan, Pezeshkian juga menerima gelar doktor kehormatan bidang bedah jantung dari Pakistan College of Surgical Specialization sebagai apresiasi atas kontribusinya di dunia kedokteran. Sebelum terjun ke politik, Pezeshkian dikenal sebagai dokter spesialis bedah jantung di Tabriz. Ia pernah menjadi direktur rumah sakit jantung, rektor Tabriz University of Medical Sciences, serta terlibat dalam pelayanan medis saat perang Iran-Irak. Karier politiknya dimulai ketika diangkat menjadi Wakil Menteri Kesehatan pada era Presiden Mohammad Khatami, lalu menjabat Menteri Kesehatan setahun kemudian. Pada 2008, Pezeshkian terpilih sebagai anggota parlemen Iran dan bertugas selama 16 tahun. Ia dikenal aktif menyuarakan isu kesehatan, pemerintahan yang lebih terbuka, serta mengkritik tindakan represif pemerintah. Pezeshkian terpilih sebagai Presiden Iran pada Juli 2024 dengan perolehan 53,7 persen suara dalam pemilu yang digelar setelah Presiden sebelumnya, Ebrahim Raisi, meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada Mei 2024. 📸: Dok. Instagram  Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠    📝: newsupdate | update | news | tiktokvidol | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan", "post_id": "7654885782150188306"}}, {"key": "shehbazsharif.", "attributes": {"label": "shehbazsharif.", "x": 752.0661154718833, "y": 994.2414091399974, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654885782150188306", "id": "shehbazsharif.", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan pada Selasa (23/6), beberapa hari setelah perundingan perdamaian antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan. Pezeshkian yang didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi disambut Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari di Islamabad. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas implementasi peta jalan perdamaian Iran-AS serta penguatan kerja sama bilateral di bidang keamanan perbatasan, energi, dan perdagangan. Selama kunjungan, Pezeshkian juga menerima gelar doktor kehormatan bidang bedah jantung dari Pakistan College of Surgical Specialization sebagai apresiasi atas kontribusinya di dunia kedokteran. Sebelum terjun ke politik, Pezeshkian dikenal sebagai dokter spesialis bedah jantung di Tabriz. Ia pernah menjadi direktur rumah sakit jantung, rektor Tabriz University of Medical Sciences, serta terlibat dalam pelayanan medis saat perang Iran-Irak. Karier politiknya dimulai ketika diangkat menjadi Wakil Menteri Kesehatan pada era Presiden Mohammad Khatami, lalu menjabat Menteri Kesehatan setahun kemudian. Pada 2008, Pezeshkian terpilih sebagai anggota parlemen Iran dan bertugas selama 16 tahun. Ia dikenal aktif menyuarakan isu kesehatan, pemerintahan yang lebih terbuka, serta mengkritik tindakan represif pemerintah. Pezeshkian terpilih sebagai Presiden Iran pada Juli 2024 dengan perolehan 53,7 persen suara dalam pemilu yang digelar setelah Presiden sebelumnya, Ebrahim Raisi, meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada Mei 2024. 📸: Dok. Instagram  Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠    📝: newsupdate | update | news | tiktokvidol | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan", "post_id": "7654885782150188306"}}, {"key": "kangyayan30", "attributes": {"label": "kangyayan30", "x": 273.47675045976825, "y": 662.651482927422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 66.4099, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7633415892881181970", "id": "kangyayan30", "source": "tiktok-000001", "content": "Kaltim daerahnya sekaya itu, kenapa masyarakatnya masih perlu turun ke jalan? Mari kita bedah dari sisi yang jarang dibahas — potensinya dulu. SUMBER DATA BPS Kalimantan Timur, Profil Investasi Kalimantan Timur 2025, Bank Indonesia Kaltim, Kompas.com, dan Niaga.Asia. KALTIM ITU SEBERAPA KAYA SEBETULNYA? PDRB Kalimantan Timur tahun 2024 mencapai Rp858,4 triliun — tertinggi di luar Jawa setelah DKI Jakarta. Ekonomi tumbuh 6,17 persen di 2024, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 2026 di kisaran 4,5 sampai 5,3 persen. PDRB per kapita warganya Rp212 juta per tahun. IPM-nya 78,79 — tertinggi keempat nasional. Di atas kertas, ini provinsi yang makmur luar biasa. APA SAJA ISI PERUTNYA? PERTAMA — BATU BARA DAN MIGAS. Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 38,4 persen dari total PDRB senilai Rp329,5 triliun. Kutai Kartanegara dan Kutai Timur adalah dua kabupaten penghasil batubara terbesar. Lifting minyak dan gas dari wilayah Kalsul sepanjang 2024 mencapai 96–99 persen dari target APBN. Kilang RDMP Balikpapan sedang diupgrade dengan tambahan kapasitas 50 ribu barel per hari yang ditargetkan selesai triwulan III-2026. KEDUA — NIKEL DAN MINERAL BARU. BPS Kaltim mencatat mulai beroperasinya smelter nikel baru di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2024. Juga pabrik amonium nitrat di Bontang dan Kutai Kartanegara. Kawasan industri KIPI Maloy dan Kariangau Industrial Estate mulai menarik investor untuk pengolahan minyak, gas, dan nikel. KETIGA — ENERGI TERBARUKAN YANG BELUM DISENTUH. Ini yang banyak orang belum tahu. Potensi energi primer Kaltim dari semua sumber mencapai 400 gigawatt. Tenaga air saja punya potensi 17.861 MW. Tenaga surya 850 MW. Bioenergi 63 juta ton. Pemprov bahkan sudah menarik 15 investor untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Balikpapan. KEEMPAT — IKN SEBAGAI KATALIS BARU. Ibu Kota Nusantara ada di Penajam Paser Utara, Kaltim. Anggaran pembangunan IKN yang sudah terealisasi mencapai Rp39,6 triliun hingga akhir 2024. Ini mendorong sektor konstruksi, hotel, penerbangan, wisata, dan jasa di Samarinda dan Balikpapan ikut tumbuh. KELIMA — PERKEBUNAN DAN PANGAN. Luas perkebunan Kaltim mencapai 1,1 juta hektare dengan produksi 5,87 juta ton, mayoritas kelapa sawit. Sektor pertanian juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar walaupun kontribusi PDRB-nya relatif kecil. PARADOKS YANG NYATA Dengan semua kekayaan ini, muncul paradoks yang sudah lama ada. Sektor tambang menyerap hanya 8,5 persen angkatan kerja. Pendapatan besar dari sumber daya alam belum otomatis menetes ke bawah. Dana Bagi Hasil dari pertambangan justru turun saat harga batubara koreksi, artinya APBD daerah ikut naik turun mengikuti harga komoditas global yang tidak bisa dikendalikan. Inilah akar kenapa 2.000 orang bisa turun ke jalan mempertanyakan Rp 25 miliar untuk renovasi rumah jabatan — bukan karena daerahnya miskin, tapi karena distribusi manfaatnya yang dipertanyakan. SINGKATNYA KANG Kaltim itu seperti sawah yang tanahnya subur banget — bisa ditanami apa saja dan hasilnya luar biasa. Tapi kalau petaninya nggak dapat bagian yang adil dari hasil panen, ya wajar kalau mereka protes ke pemilik lahan. Potensinya ada. Yang perlu dibenahi adalah siapa yang menikmati dan bagaimana tata kelolanya. Demo 21 April itu bukan tanda Kaltim gagal — itu tanda rakyatnya sudah cukup sadar untuk meminta bagian yang semestinya. Dan itu sebenarnya sinyal bagus bagi investor: masyarakatnya kritis, artinya tata kelola ke depan akan diawasi lebih ketat. Akang kalau punya modal dan mau ikut masuk ke potensi Kaltim, sektor mana yang paling menarik menurut Akang — energi terbarukan, hilirisasi mineral, atau agribisnis? Komen di bawah atau langsung DM ya! Gambar dibuat dengan bantuan AI. Kang Yayan Praktisi salah satu Lembaga Keuangan Syariah BUMN serta Pemerhati investasi, keuangan dan Business Continuity Tiktok", "post_id": "7633415892881181970"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 907.1474586842887, "y": 999.6803725403462, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "7652504884503219476", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Telinga", "attributes": {"label": "Telinga", "x": 957.2663157175682, "y": 729.5396024865877, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Telinga", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "moncongpublik", "attributes": {"label": "moncongpublik", "x": 653.3626959290872, "y": 306.35372583815115, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "moncongpublik", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Banteng", "attributes": {"label": "Banteng", "x": 760.2290003180938, "y": 357.90982899261815, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Banteng", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "PDI", "attributes": {"label": "PDI", "x": 434.94660543629516, "y": 902.6007170013506, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652504884503219476", "id": "PDI", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Gen", "attributes": {"label": "Gen", "x": 976.1708038848715, "y": 423.0107246099637, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Gen", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "Gesuri.id", "attributes": {"label": "Gesuri.id", "x": 920.8041555101404, "y": 431.54064640373025, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1712, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652504884503219476", "id": "Gesuri.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Mentari bahkan belum benar-benar terbit ketika perjalanan ini harus dimulai. Udara masih dingin, jalanan masih lengang, tetapi agenda sudah memanggil sejak dini hari. Staf pendamping saya bahkan sudah lebih dulu meluncur kemarin menggunakan kendaraan darat, sementara saya memilih kereta api subuh, sekadar mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata di tengah padatnya ritme pekan ini. Memang luar biasa padat. Dalam beberapa hari terakhir, rapat demi rapat berlangsung nyaris tanpa jeda. Pembahasan siklus anggaran di DPR RI sering kali baru selesai mendekati tengah malam, bahkan kadang melewati pergantian hari. Ada seorang teman yang berseloroh kepada saya, “Mas Harris Turino itu anggota Dewan apa kerja rodi sih? Berangkat pagi, pulang hampir pagi terus selama seminggu ini.” Saya hanya tertawa. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu tugas utama DPR RI adalah memastikan setiap anggaran negara disusun dengan tepat, diawasi dengan benar, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dalam masa pembahasan anggaran, semuanya berpacu dengan waktu. Setiap angka dalam APBN bukan sekadar deretan nominal di atas kertas, melainkan amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik setiap rupiah, ada harapan petani, ada kebutuhan nelayan, ada masa depan pendidikan anak-anak, ada pelayanan kesehatan masyarakat kecil yang tidak boleh diabaikan. Lelah tentu ada. Kita ini manusia biasa. Kurang tidur, suara mulai serak, badan pegal karena duduk berjam-jam dalam rapat panjang, itu semua bagian dari konsekuensi tugas. Tetapi amanat konstitusi tidak boleh dijalani dengan keluh kesah. Amanat rakyat harus dilaksanakan dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang tetap menyala. Sebab jabatan bukan sekadar tentang popularitas atau tepuk tangan, melainkan tentang seberapa besar keberadaan kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Dan pagi ini, perjalanan berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Panca Sakti Tegal. Kita akan berdiskusi tentang tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat hari ini, “Pinjaman Daring: Penyelamat atau Petaka.” Di satu sisi, pinjaman daring bisa menjadi jalan keluar sementara bagi mereka yang produktif, disiplin, dan memahami risiko. Namun di sisi lain, bagi mereka yang terjebak gaya hidup konsumtif tanpa perhitungan, pinjaman daring dapat berubah menjadi lingkaran utang yang menghancurkan masa depan. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi harus diiringi kedewasaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kemudahan sesaat justru melahirkan penderitaan panjang. Negara boleh menghadirkan regulasi, lembaga keuangan boleh menawarkan akses, tetapi pada akhirnya yang menentukan adalah kesadaran dan kecerdasan kita dalam mengelola kehidupan. Sampai jumpa pagi ini, teman-teman mahasiswa. Semoga diskusi kita bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga  Anggota   Senayan  Perjuangan Jateng  Perjuangan  Banteng  membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh digadaikan hanya demi memenuhi keinginan sesaat.", "post_id": "7652504884503219476"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 842.4081518278093, "y": 805.6036134755366, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 860.3539718349224, "y": 509.37312466918615, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 387.04073118417637, "y": 162.07528749895715, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 646.0084157190411, "y": 573.1243172435, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 426.520811467772, "y": 584.558140769267, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 379.54038075913564, "y": 675.8649251980517, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 892.1061948332672, "y": 921.4626581339852, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.264, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "mr55Y17Nlwg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Perang dengan Iran Berjalan Baik, Trump Klaim AS Menang Banyak | IDXC UPDATE\n\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya memperoleh banyak keuntungan dari konflik dengan Iran dan menilai jalannya operasi berjalan dengan baik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut langkah-langkah yang diambil pemerintah AS telah memberikan hasil yang signifikan bagi kepentingan nasional. Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi global, dan keamanan internasional. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mr55Y17Nlwg"}}, {"key": "@StratChronicles", "attributes": {"label": "@StratChronicles", "x": 592.6948436299742, "y": 963.2146856250569, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "@StratChronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}, {"key": "stratchronicles", "attributes": {"label": "stratchronicles", "x": 858.5423503274125, "y": 344.7394813484613, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "stratchronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 735.7605273920643, "y": 167.91837626722028, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 310.55875457225255, "y": 979.4937964441934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "@timesofindia", "attributes": {"label": "@timesofindia", "x": 291.03365269822325, "y": 541.2922553646881, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "A7_vRHPGEzI", "id": "@timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "TERKINI: Rubio Baru Saja MENGHANCURKAN Debat Hormuz Setelah 'Kemenangan Iran Atas AS' | ‘Apa Pun ...\n\nMenteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menarik garis merah tegas, memperingatkan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk mengenakan bea atau biaya di Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan akhir apa pun dengan Washington. Ia mengatakan langkah tersebut akan melanggar hukum internasional dan tidak akan diterima dalam kesepakatan yang didukung AS. Pernyataannya disampaikan saat ia memulai tur diplomatik Teluk yang berfokus pada penenangan dan pencegahan menyusul ketegangan regional dan gangguan pada jalur pelayaran dan energi utama.\n\n#rubio #marcorubio #straitofhormuz #iran #usiran #diplomasi #teluk #timurtengah #abudhabi #kuwait #bahrain #gcc #gulfcooperationcouncil #washington #tehran #usforeignpolicy #internationalrelations #geopolitics #energysecurity #shippingroutes #oilmarkets #breakingnews #worldnews #middleeastnews #politics\n\nTimes Of India (TOI) Adalah Harian Berbahasa Inggris Terlaris di Dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan jutaan pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/  \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "A7_vRHPGEzI"}}, {"key": "timesofindia", "attributes": {"label": "timesofindia", "x": 238.06326288453982, "y": 263.8243574228922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A7_vRHPGEzI", "id": "timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "TERKINI: Rubio Baru Saja MENGHANCURKAN Debat Hormuz Setelah 'Kemenangan Iran Atas AS' | ‘Apa Pun ...\n\nMenteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menarik garis merah tegas, memperingatkan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk mengenakan bea atau biaya di Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan akhir apa pun dengan Washington. Ia mengatakan langkah tersebut akan melanggar hukum internasional dan tidak akan diterima dalam kesepakatan yang didukung AS. Pernyataannya disampaikan saat ia memulai tur diplomatik Teluk yang berfokus pada penenangan dan pencegahan menyusul ketegangan regional dan gangguan pada jalur pelayaran dan energi utama.\n\n#rubio #marcorubio #straitofhormuz #iran #usiran #diplomasi #teluk #timurtengah #abudhabi #kuwait #bahrain #gcc #gulfcooperationcouncil #washington #tehran #usforeignpolicy #internationalrelations #geopolitics #energysecurity #shippingroutes #oilmarkets #breakingnews #worldnews #middleeastnews #politics\n\nTimes Of India (TOI) Adalah Harian Berbahasa Inggris Terlaris di Dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan jutaan pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/  \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "A7_vRHPGEzI"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 293.96890770652084, "y": 89.2571942107635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 838.613334866653, "y": 138.08885868453402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 59.136935624070745, "y": 974.1343668560797, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 341.5773921071683, "y": 814.3058913397434, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 307.0303103557038, "y": 966.7965887717831, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@kuneatif_id", "attributes": {"label": "@kuneatif_id", "x": 90.49776103782625, "y": 938.3019473045977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CqJHmEbu0PA", "id": "@kuneatif_id", "source": "youtube-000001", "content": "KUNEATIF ID - WORK FROM HOME, WORK FROM ANYWHERE, WFH WFA ( VERSI ORIGINAL )\n\nKUNEATIF ID – WORK FROM HOME, WORK FROM ANYWHERE (WFH WFA)\n\nLagu ini menggambarkan perubahan cara kerja di era modern ketika teknologi memungkinkan kita tetap produktif tanpa harus selalu berada di kantor.\n\nDi tengah kondisi global yang tidak selalu stabil—mulai dari naiknya harga energi hingga dinamika geopolitik dunia—bangsa Indonesia terus mencari cara agar roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan efisiensi energi dan mobilitas.\n\nMelalui konsep Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA), pekerjaan tetap berjalan, ide tetap lahir, dan produktivitas tetap terjaga.\nVideo ini mengambil latar visual Kota Bekasi, wilayah yang dikenal dengan suasana hijau, gedung gedung tinggi, whoosh, LRT, udara sejuk, berbagai macam wista kuliner dan destinasi hiburan serta menjadi bagian dari kawasan penyangga ibu kota yang dinamis.\n\nPesan utama lagu ini adalah:\n✨ Perubahan bukan hambatan, tetapi kesempatan untuk menemukan cara kerja yang lebih adaptif dan efisien.\nTeknologi memungkinkan kita tetap terhubung dari mana saja — dari rumah, dari desa, dari kota, bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.\nSelama ada semangat berkarya, bangsa ini akan terus melaju.\n\nINFORMASI LAGU\nJudul : Work From Home, Work From Anywhere (WFH WFA)\nArtis : Kuneatif ID / Barli P. Irawan\nPencipta : Barli P. Irawan\nGenre : Pop Motivational / Modern Pop\nJenis : Original Song\n ===========================\nLIRIK \n\nYeah…\nDunia berubah cepat, strategi harus tepat\nDari layar laptop kita tetap bergerak\nDari smartphone kita tetap berderak\n\nHarga minyak naik, dunia mulai goyah\nSelat Hormuz panas, pasar mulai resah\nDi timur tengah konflik makin membara\nIran dan Amerika saling jaga di udara\nNamun bangsa ini tetap aman siaga\n\nRapat panjang di meja negara\nMencari cara menjaga bangsa\nMobilitas dikurangi perlahan\nTanpa menghentikan roda pekerjaan\n\n[Instrumental]\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nBukan berhenti, ini cara bertahan\nMengubah langkah di tengah tekanan\nTeknologi jadi jalan baru\nAgar negeri tetap melaju\nMenjadikan bangsa semakin maju\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nMeski kerja lewat layar\nDari ruang kecil ide tetap menggelegar\nInternet jadi jalan penghubung\nDari desa sampai kota terhubung\nDari rumah sampai ke dalam gedung\n\nPemerintah ingin kita harus siap\nZaman berubah harus sigap\nTetap produktif dalam berkarya\nWalau ruang kerja berbeda\nProduktivitas tetap terjaga\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nAdaptif dengan dunia digital\nLangkah baru yang rasional\nEfisien menjaga energi\nAgar masa depan terus berdiri\n\nKebijakan ini terasa tepat\nUntuk negeri yang terus melesat\nDi tengah dunia yang tak menentu\nBangsa ini memilih jalan maju\n\nYa Tuhan lindungi negeri ini\nDalam damai dan berkah abadi\nBerikanlah keselamatan bagi kami\nUntuk bangsa yang indah berseri\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\n[Instrumental]\n[Final Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi mimpi tetap besar\nTak perlu macet di jalan berdebu\nEfisien energi untuk masa depan baru.\n\n===========================\n\nDISCLAIMER\n🎼 Lagu “Work From Home, Work From Anywhere (WFH WFA)” adalah karya original dari Kuneatif ID.\nLagu ini boleh digunakan secara bebas untuk:\n• Cover lagu\n• Konten video\n• Background musik\n• Proyek kreatif lainnya\nDengan syarat mencantumkan kredit berikut:\nMusic : Kuneatif ID – Work From Home, Work From Anywhere\nCiptaan : Barli Prima Irawan\nDengan mencantumkan kredit, kamu ikut membantu karya ini dikenal lebih luas. 🙏\n\nDUKUNG KUNEATIF ID / Fast Request Lagu\nJika kamu menyukai karya ini, dukung Kuneatif ID agar terus berkarya.\nSaweria\nhttps://saweria.co/Tuju9⁠\nKo-fi\nhttps://ko-fi.com/kunbar⁠\nPayPal\nhttps://www.paypal.com/paypalme/barli11⁠\nSubscribe Channel\n   / ⁠  \nLike 👍 Comment 💬 Share 🔁 juga sangat membantu perkembangan channel ini.\n\n#kuneatifid\n#wfh\n#wfa\n#workfromhome\n#workfromanywhere\n#lagumotivasi\n#laguoriginal\n#musikindonesia\n#bekasi\n#kotabekasi\n#kota_bekasi\n#bekasiviral\n#bekasikeren \n#explorebekasi\n#bekasiupdate\n#bekasiindonesia", "post_id": "CqJHmEbu0PA"}}, {"key": "kuneatifid", "attributes": {"label": "kuneatifid", "x": 176.7836961108835, "y": 107.28666421342592, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CqJHmEbu0PA", "id": "kuneatifid", "source": "youtube-000001", "content": "KUNEATIF ID - WORK FROM HOME, WORK FROM ANYWHERE, WFH WFA ( VERSI ORIGINAL )\n\nKUNEATIF ID – WORK FROM HOME, WORK FROM ANYWHERE (WFH WFA)\n\nLagu ini menggambarkan perubahan cara kerja di era modern ketika teknologi memungkinkan kita tetap produktif tanpa harus selalu berada di kantor.\n\nDi tengah kondisi global yang tidak selalu stabil—mulai dari naiknya harga energi hingga dinamika geopolitik dunia—bangsa Indonesia terus mencari cara agar roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan efisiensi energi dan mobilitas.\n\nMelalui konsep Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA), pekerjaan tetap berjalan, ide tetap lahir, dan produktivitas tetap terjaga.\nVideo ini mengambil latar visual Kota Bekasi, wilayah yang dikenal dengan suasana hijau, gedung gedung tinggi, whoosh, LRT, udara sejuk, berbagai macam wista kuliner dan destinasi hiburan serta menjadi bagian dari kawasan penyangga ibu kota yang dinamis.\n\nPesan utama lagu ini adalah:\n✨ Perubahan bukan hambatan, tetapi kesempatan untuk menemukan cara kerja yang lebih adaptif dan efisien.\nTeknologi memungkinkan kita tetap terhubung dari mana saja — dari rumah, dari desa, dari kota, bahkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.\nSelama ada semangat berkarya, bangsa ini akan terus melaju.\n\nINFORMASI LAGU\nJudul : Work From Home, Work From Anywhere (WFH WFA)\nArtis : Kuneatif ID / Barli P. Irawan\nPencipta : Barli P. Irawan\nGenre : Pop Motivational / Modern Pop\nJenis : Original Song\n ===========================\nLIRIK \n\nYeah…\nDunia berubah cepat, strategi harus tepat\nDari layar laptop kita tetap bergerak\nDari smartphone kita tetap berderak\n\nHarga minyak naik, dunia mulai goyah\nSelat Hormuz panas, pasar mulai resah\nDi timur tengah konflik makin membara\nIran dan Amerika saling jaga di udara\nNamun bangsa ini tetap aman siaga\n\nRapat panjang di meja negara\nMencari cara menjaga bangsa\nMobilitas dikurangi perlahan\nTanpa menghentikan roda pekerjaan\n\n[Instrumental]\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nBukan berhenti, ini cara bertahan\nMengubah langkah di tengah tekanan\nTeknologi jadi jalan baru\nAgar negeri tetap melaju\nMenjadikan bangsa semakin maju\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nMeski kerja lewat layar\nDari ruang kecil ide tetap menggelegar\nInternet jadi jalan penghubung\nDari desa sampai kota terhubung\nDari rumah sampai ke dalam gedung\n\nPemerintah ingin kita harus siap\nZaman berubah harus sigap\nTetap produktif dalam berkarya\nWalau ruang kerja berbeda\nProduktivitas tetap terjaga\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\nAdaptif dengan dunia digital\nLangkah baru yang rasional\nEfisien menjaga energi\nAgar masa depan terus berdiri\n\nKebijakan ini terasa tepat\nUntuk negeri yang terus melesat\nDi tengah dunia yang tak menentu\nBangsa ini memilih jalan maju\n\nYa Tuhan lindungi negeri ini\nDalam damai dan berkah abadi\nBerikanlah keselamatan bagi kami\nUntuk bangsa yang indah berseri\n\n[Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi hasil tetap besar\nTak perlu macet di jalan beradu\nBijak energi untuk masa depan baru\n\n[Instrumental]\n[Final Chorus]\nWork from home… work from anywhere\nKerja dari rumah tapi mimpi tetap besar\nTak perlu macet di jalan berdebu\nEfisien energi untuk masa depan baru.\n\n===========================\n\nDISCLAIMER\n🎼 Lagu “Work From Home, Work From Anywhere (WFH WFA)” adalah karya original dari Kuneatif ID.\nLagu ini boleh digunakan secara bebas untuk:\n• Cover lagu\n• Konten video\n• Background musik\n• Proyek kreatif lainnya\nDengan syarat mencantumkan kredit berikut:\nMusic : Kuneatif ID – Work From Home, Work From Anywhere\nCiptaan : Barli Prima Irawan\nDengan mencantumkan kredit, kamu ikut membantu karya ini dikenal lebih luas. 🙏\n\nDUKUNG KUNEATIF ID / Fast Request Lagu\nJika kamu menyukai karya ini, dukung Kuneatif ID agar terus berkarya.\nSaweria\nhttps://saweria.co/Tuju9⁠\nKo-fi\nhttps://ko-fi.com/kunbar⁠\nPayPal\nhttps://www.paypal.com/paypalme/barli11⁠\nSubscribe Channel\n   / ⁠  \nLike 👍 Comment 💬 Share 🔁 juga sangat membantu perkembangan channel ini.\n\n#kuneatifid\n#wfh\n#wfa\n#workfromhome\n#workfromanywhere\n#lagumotivasi\n#laguoriginal\n#musikindonesia\n#bekasi\n#kotabekasi\n#kota_bekasi\n#bekasiviral\n#bekasikeren \n#explorebekasi\n#bekasiupdate\n#bekasiindonesia", "post_id": "CqJHmEbu0PA"}}, {"key": "@cgtn", "attributes": {"label": "@cgtn", "x": 78.6703811786712, "y": 395.5649349949153, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JaNmQ1wyusA", "id": "@cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Transisi energi jadi sorotan: Bagaimana penyimpanan energi memimpin perubahan\n\nPersaingan untuk energi bersih memasuki fase baru. Pertanyaan kuncinya bukan lagi hanya siapa yang dapat menghasilkan listrik terbarukan terbanyak, tetapi siapa yang dapat menyimpannya, mengelolanya, dan membuatnya andal. Pada Summer Davos tahun ini di Dalian, penyimpanan energi dibahas sebagai ujian kekuatan industri, keamanan energi, dan peran Tiongkok dalam sistem tenaga listrik generasi berikutnya. Zhu Siying mengamati langsung dari lapangan.\n\n📺 Berlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami:👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Arat Hosseini, Atlet Senam dari Iran!\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "JaNmQ1wyusA"}}, {"key": "cgtn", "attributes": {"label": "cgtn", "x": 976.291797000218, "y": 32.827025667967135, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JaNmQ1wyusA", "id": "cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Transisi energi jadi sorotan: Bagaimana penyimpanan energi memimpin perubahan\n\nPersaingan untuk energi bersih memasuki fase baru. Pertanyaan kuncinya bukan lagi hanya siapa yang dapat menghasilkan listrik terbarukan terbanyak, tetapi siapa yang dapat menyimpannya, mengelolanya, dan membuatnya andal. Pada Summer Davos tahun ini di Dalian, penyimpanan energi dibahas sebagai ujian kekuatan industri, keamanan energi, dan peran Tiongkok dalam sistem tenaga listrik generasi berikutnya. Zhu Siying mengamati langsung dari lapangan.\n\n📺 Berlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami:👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Arat Hosseini, Atlet Senam dari Iran!\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "JaNmQ1wyusA"}}, {"key": "@TVPWorldNews", "attributes": {"label": "@TVPWorldNews", "x": 701.5542945078555, "y": 198.33869509090775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Cp80wtPeatc", "id": "@TVPWorldNews", "source": "youtube-000001", "content": "Ukraina kembali serang kilang minyak Moskow | Berita TVP World\n\nBerita utama kami:\n\nPARA PEMIMPIN EROPA BERTEMU DI BRUSSELS\nPara pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk KTT dua hari. Perang Rusia di Ukraina, dampak perlambatan ekonomi China, dan anggaran jangka panjang blok tersebut selanjutnya menjadi agenda utama.\n\nKILANG MINYAK MOSKOW DISERANG UNTUK KEDUA KALINYA\nKilang Minyak Moskow diserang untuk kedua kalinya minggu ini karena Ukraina melanjutkan kampanyenya melawan infrastruktur energi Rusia. Sementara itu, Rusia melancarkan serangan lain semalam terhadap Ukraina dengan drone dan rudal balistik.\n\nAS MENGKRITIK SEKUTU NATO TETAPI MEMPERTIMBANGKAN PANGKALAN DI POLANDIA\nBerbicara pada pertemuan para menteri pertahanan di Brussels, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kembali pernyataan Donald Trump sebelumnya dan mengkritik pengeluaran militer negara-negara anggota Eropa dan tanggapan mereka terhadap konflik dengan Iran. Meskipun retorika Washington keras, Menteri Pertahanan Polandia Władysław Kosiniak-Kamysz mengatakan AS telah merespons secara positif proposal Polandia untuk mendirikan pangkalan militer Amerika permanen di negara tersebut.\n\n🔴 Saksikan siaran langsung 24/7 kami - https://youtube.com/live/UFrlr77yff8\n\nMenyajikan semua berita dan pembaruan harian terbaru, TVP World adalah saluran berbahasa Inggris pertama di Polandia tempat Anda dapat menemukan berita dunia dari perspektif Polandia dan berita terbaru dari kawasan Eropa Tengah dan Timur. Ikuti kami di Twitter, Facebook, Instagram.\n\nhttps://tvpworld.com/ \n  / tvpworldcom   \n  / tvpworld_com   \n  / tvp_world  \nhttps://www.threads.net/\nhttps://bsky.app/profile/tvpworld.bsk...\n  / tvpworld.com  \nhttps://t.me/tvp_world\n\n#Ukraina #Rusia #Perang", "post_id": "Cp80wtPeatc"}}, {"key": "tvp_world", "attributes": {"label": "tvp_world", "x": 838.7285225817802, "y": 237.2184873250931, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Cp80wtPeatc", "id": "tvp_world", "source": "youtube-000001", "content": "Ukraina kembali serang kilang minyak Moskow | Berita TVP World\n\nBerita utama kami:\n\nPARA PEMIMPIN EROPA BERTEMU DI BRUSSELS\nPara pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk KTT dua hari. Perang Rusia di Ukraina, dampak perlambatan ekonomi China, dan anggaran jangka panjang blok tersebut selanjutnya menjadi agenda utama.\n\nKILANG MINYAK MOSKOW DISERANG UNTUK KEDUA KALINYA\nKilang Minyak Moskow diserang untuk kedua kalinya minggu ini karena Ukraina melanjutkan kampanyenya melawan infrastruktur energi Rusia. Sementara itu, Rusia melancarkan serangan lain semalam terhadap Ukraina dengan drone dan rudal balistik.\n\nAS MENGKRITIK SEKUTU NATO TETAPI MEMPERTIMBANGKAN PANGKALAN DI POLANDIA\nBerbicara pada pertemuan para menteri pertahanan di Brussels, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kembali pernyataan Donald Trump sebelumnya dan mengkritik pengeluaran militer negara-negara anggota Eropa dan tanggapan mereka terhadap konflik dengan Iran. Meskipun retorika Washington keras, Menteri Pertahanan Polandia Władysław Kosiniak-Kamysz mengatakan AS telah merespons secara positif proposal Polandia untuk mendirikan pangkalan militer Amerika permanen di negara tersebut.\n\n🔴 Saksikan siaran langsung 24/7 kami - https://youtube.com/live/UFrlr77yff8\n\nMenyajikan semua berita dan pembaruan harian terbaru, TVP World adalah saluran berbahasa Inggris pertama di Polandia tempat Anda dapat menemukan berita dunia dari perspektif Polandia dan berita terbaru dari kawasan Eropa Tengah dan Timur. Ikuti kami di Twitter, Facebook, Instagram.\n\nhttps://tvpworld.com/ \n  / tvpworldcom   \n  / tvpworld_com   \n  / tvp_world  \nhttps://www.threads.net/\nhttps://bsky.app/profile/tvpworld.bsk...\n  / tvpworld.com  \nhttps://t.me/tvp_world\n\n#Ukraina #Rusia #Perang", "post_id": "Cp80wtPeatc"}}, {"key": "@13WHAMTVNews", "attributes": {"label": "@13WHAMTVNews", "x": 368.991620754881, "y": 899.7203353308063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "DwY8shQ24lI", "id": "@13WHAMTVNews", "source": "youtube-000001", "content": "Harga minyak dan gas turun seiring optimisme pembicaraan AS-Iran terkait pembukaan kembali Selat ...\n\nPasar pada hari Selasa tetap optimistis bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan menghasilkan pembukaan kembali permanen Selat Hormuz, jalur perdagangan yang digunakan untuk mengangkut seperlima minyak dunia.\n\nHarga bensin rata-rata nasional adalah $3,92 pada hari Selasa, kurang dari satu sen lebih rendah dari hari Senin, menurut AAA. Minyak mentah Brent, patokan internasional untuk harga minyak, berkisar sekitar $77 per barel, sekitar $2 lebih rendah dari harga pembukaan minggu ini.\n\n“Pasar telah mengantisipasi bahwa kesepakatan akan terjadi. Sekarang setelah kesepakatan sedang dalam proses, pasar fokus pada persediaan yang mungkin mulai meningkat,” kata Patrick De Haan, kepala analisis perminyakan untuk GasBuddy.\n\nEkspor minyak Iran mendapat dorongan pada hari Senin ketika pemerintahan Trump mengumumkan pengecualian 60 hari untuk sanksi minyak Iran. Media pemerintah Iran mengatakan langkah ini \"memenuhi tuntutan Iran\" dan membuka jalan bagi pembicaraan.\n\nLalu lintas di selat telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, menurut data dari perusahaan analitik Kpler. Antara hari Jumat dan Minggu, terjadi 93 penyeberangan. Kpler menyebutkan pencabutan sanksi sebagai \"faktor penting\" yang memungkinkan peningkatan volume lalu lintas, yang masih hanya sebagian kecil dari norma pra-perang yaitu 120 hingga 130 penyeberangan harian.\n\nPenyedia asuransi untuk perusahaan pelayaran adalah pengambil keputusan utama dalam menentukan apakah selat tersebut cukup aman untuk dilintasi awak kapal. Komentar Menteri Energi Chris Wright selama wawancara pada hari Minggu memberikan gambaran sekilas tentang faktor-faktor yang berperan.\n\n“Ada tiga jalur melalui selat tersebut. Ada jalur navigasi tengah yang, sayangnya, telah dipasangi ranjau oleh Iran, jadi jalur itu perlu dibersihkan dari ranjau. Kemudian ada jalur terpisah di utara melalui pulau-pulau Iran yang telah mereka coba paksa kapal untuk melewatinya. Dan kemudian ada jalur selatan yang telah dikawal oleh militer Amerika Serikat selama beberapa minggu,” kata Wright.\n\nNegosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kepada media pemerintah pada hari Selasa bahwa selat tersebut tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Iran.\n\nBACA LEBIH LANJUT: https://13wham.com/news/nation-world/...\n_______________\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\n13 WHAM di Facebook:   / 13wham  \n13 WHAM di Twitter:   / 13wham  \n13WHAM di Instagram: https://www.instagram.com/13whamtv/?h...\n13WHAM di TikTok: https://www.tiktok.com/?lang=en\n\nRingkasan Berita Lokal Harian 13 WHAM:    • 13WHAM Local News Digest  \n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://13wham.com/\n\nPunya berita? Punya informasi? Kirim langsung ke kami:\n\nEmail kami: news\nHubungi Ruang Berita: (585) 334-8700\n\nWHAM adalah stasiun yang berbasis di New York dan afiliasi ABC Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Deerfield Media, Inc. dan menerima layanan tertentu dari afiliasi Sinclair Broadcast Group. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini.\n\n#13WHAM #Berita #Rochester #NewYork", "post_id": "DwY8shQ24lI"}}, {"key": "13wham", "attributes": {"label": "13wham", "x": 826.4232143879207, "y": 532.9712595218291, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DwY8shQ24lI", "id": "13wham", "source": "youtube-000001", "content": "Harga minyak dan gas turun seiring optimisme pembicaraan AS-Iran terkait pembukaan kembali Selat ...\n\nPasar pada hari Selasa tetap optimistis bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan menghasilkan pembukaan kembali permanen Selat Hormuz, jalur perdagangan yang digunakan untuk mengangkut seperlima minyak dunia.\n\nHarga bensin rata-rata nasional adalah $3,92 pada hari Selasa, kurang dari satu sen lebih rendah dari hari Senin, menurut AAA. Minyak mentah Brent, patokan internasional untuk harga minyak, berkisar sekitar $77 per barel, sekitar $2 lebih rendah dari harga pembukaan minggu ini.\n\n“Pasar telah mengantisipasi bahwa kesepakatan akan terjadi. Sekarang setelah kesepakatan sedang dalam proses, pasar fokus pada persediaan yang mungkin mulai meningkat,” kata Patrick De Haan, kepala analisis perminyakan untuk GasBuddy.\n\nEkspor minyak Iran mendapat dorongan pada hari Senin ketika pemerintahan Trump mengumumkan pengecualian 60 hari untuk sanksi minyak Iran. Media pemerintah Iran mengatakan langkah ini \"memenuhi tuntutan Iran\" dan membuka jalan bagi pembicaraan.\n\nLalu lintas di selat telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, menurut data dari perusahaan analitik Kpler. Antara hari Jumat dan Minggu, terjadi 93 penyeberangan. Kpler menyebutkan pencabutan sanksi sebagai \"faktor penting\" yang memungkinkan peningkatan volume lalu lintas, yang masih hanya sebagian kecil dari norma pra-perang yaitu 120 hingga 130 penyeberangan harian.\n\nPenyedia asuransi untuk perusahaan pelayaran adalah pengambil keputusan utama dalam menentukan apakah selat tersebut cukup aman untuk dilintasi awak kapal. Komentar Menteri Energi Chris Wright selama wawancara pada hari Minggu memberikan gambaran sekilas tentang faktor-faktor yang berperan.\n\n“Ada tiga jalur melalui selat tersebut. Ada jalur navigasi tengah yang, sayangnya, telah dipasangi ranjau oleh Iran, jadi jalur itu perlu dibersihkan dari ranjau. Kemudian ada jalur terpisah di utara melalui pulau-pulau Iran yang telah mereka coba paksa kapal untuk melewatinya. Dan kemudian ada jalur selatan yang telah dikawal oleh militer Amerika Serikat selama beberapa minggu,” kata Wright.\n\nNegosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kepada media pemerintah pada hari Selasa bahwa selat tersebut tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Iran.\n\nBACA LEBIH LANJUT: https://13wham.com/news/nation-world/...\n_______________\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\n13 WHAM di Facebook:   / 13wham  \n13 WHAM di Twitter:   / 13wham  \n13WHAM di Instagram: https://www.instagram.com/13whamtv/?h...\n13WHAM di TikTok: https://www.tiktok.com/?lang=en\n\nRingkasan Berita Lokal Harian 13 WHAM:    • 13WHAM Local News Digest  \n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://13wham.com/\n\nPunya berita? Punya informasi? Kirim langsung ke kami:\n\nEmail kami: news\nHubungi Ruang Berita: (585) 334-8700\n\nWHAM adalah stasiun yang berbasis di New York dan afiliasi ABC Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Deerfield Media, Inc. dan menerima layanan tertentu dari afiliasi Sinclair Broadcast Group. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini.\n\n#13WHAM #Berita #Rochester #NewYork", "post_id": "DwY8shQ24lI"}}, {"key": "@apt_news", "attributes": {"label": "@apt_news", "x": 27.66544286274253, "y": 573.3850264015333, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "@apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "apt_news", "attributes": {"label": "apt_news", "x": 311.15485913933793, "y": 872.1815712104323, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 721.1672032741975, "y": 4.5316650734131825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Gj5XiJCmjow", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200 | Trumponomics\n\nSelama 100 hari, dunia menyaksikan salah satu jalur pasokan energi terpentingnya terhambat. Kini, seiring meredanya perang Iran, kolumnis Bloomberg Opinion Javier Blas dan Jamie Rush, Direktur Ekonomi Global, membahas seberapa cepat pasar minyak dapat pulih, dan apa yang telah kita pelajari tentang pengaruh China yang semakin besar terhadap permintaan energi global.\n\nTarif, kripto, deregulasi, pemotongan pajak, proteksionisme, hanyalah beberapa hal yang kembali menjadi perhatian ketika Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden. Untuk membantu Anda merencanakan pendekatan ekonomi Trump yang unik, Bloomberg mempersembahkan Trumponomics, sebuah podcast mingguan yang berfokus pada kebijakan dan rencana ekonomi pemerintahan Trump. Kepala redaksi bidang pemerintahan dan ekonomi, Stephanie Flanders, akan bergabung setiap minggu dengan para reporter di Washington D.C. dan Wall Street untuk meneliti bagaimana kebijakan Trump membentuk ekonomi global dan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nSimak episode Trumponomics lainnya:    • Trumponomics (Audio)  \n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video\n\n#Trump #Ekonomi #Politik #Bisnis #Podcast #Bloomberg\n\nMengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200", "post_id": "Gj5XiJCmjow"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 175.41894668011804, "y": 43.68183591843555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gj5XiJCmjow", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200 | Trumponomics\n\nSelama 100 hari, dunia menyaksikan salah satu jalur pasokan energi terpentingnya terhambat. Kini, seiring meredanya perang Iran, kolumnis Bloomberg Opinion Javier Blas dan Jamie Rush, Direktur Ekonomi Global, membahas seberapa cepat pasar minyak dapat pulih, dan apa yang telah kita pelajari tentang pengaruh China yang semakin besar terhadap permintaan energi global.\n\nTarif, kripto, deregulasi, pemotongan pajak, proteksionisme, hanyalah beberapa hal yang kembali menjadi perhatian ketika Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden. Untuk membantu Anda merencanakan pendekatan ekonomi Trump yang unik, Bloomberg mempersembahkan Trumponomics, sebuah podcast mingguan yang berfokus pada kebijakan dan rencana ekonomi pemerintahan Trump. Kepala redaksi bidang pemerintahan dan ekonomi, Stephanie Flanders, akan bergabung setiap minggu dengan para reporter di Washington D.C. dan Wall Street untuk meneliti bagaimana kebijakan Trump membentuk ekonomi global dan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nSimak episode Trumponomics lainnya:    • Trumponomics (Audio)  \n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video\n\n#Trump #Ekonomi #Politik #Bisnis #Podcast #Bloomberg\n\nMengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200", "post_id": "Gj5XiJCmjow"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 261.41308715437526, "y": 687.6577510765751, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1953, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gj5XiJCmjow", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200 | Trumponomics\n\nSelama 100 hari, dunia menyaksikan salah satu jalur pasokan energi terpentingnya terhambat. Kini, seiring meredanya perang Iran, kolumnis Bloomberg Opinion Javier Blas dan Jamie Rush, Direktur Ekonomi Global, membahas seberapa cepat pasar minyak dapat pulih, dan apa yang telah kita pelajari tentang pengaruh China yang semakin besar terhadap permintaan energi global.\n\nTarif, kripto, deregulasi, pemotongan pajak, proteksionisme, hanyalah beberapa hal yang kembali menjadi perhatian ketika Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden. Untuk membantu Anda merencanakan pendekatan ekonomi Trump yang unik, Bloomberg mempersembahkan Trumponomics, sebuah podcast mingguan yang berfokus pada kebijakan dan rencana ekonomi pemerintahan Trump. Kepala redaksi bidang pemerintahan dan ekonomi, Stephanie Flanders, akan bergabung setiap minggu dengan para reporter di Washington D.C. dan Wall Street untuk meneliti bagaimana kebijakan Trump membentuk ekonomi global dan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nSimak episode Trumponomics lainnya:    • Trumponomics (Audio)  \n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video\n\n#Trump #Ekonomi #Politik #Bisnis #Podcast #Bloomberg\n\nMengapa Harga Minyak Tidak Mencapai $200", "post_id": "Gj5XiJCmjow"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 23.17271834584855, "y": 141.400576853115, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9616, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "NataliusPigai2", "x": 73.28460047153872, "y": 29.91153539242952, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "NataliusPigai2", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 813.5399142895935, "y": 890.3262347212286, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "dpr_ri", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 161.68223844842188, "y": 533.630808657695, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "prabowo", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "KomnasHAM", "x": 431.06443289248665, "y": 337.42449238099124, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KomnasHAM", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri.", "x": 582.9004230994728, "y": 228.9581138404797, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "DivHumas_Polri.", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 773.7869396011228, "y": 905.4152299847394, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3728, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wdDLqdHbpCg", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "With a Rp4 Trillion Human Rights Budget Amidst Calls for Efficiency, Will the Indonesian House o...\n\n🏛️ Anggaran HAM Melesat Jadi Rp4 Triliun di Tengah Efisiensi Fiskal, Akankah DPR RI Meloloskan Permintaan Kontroversial Natalius Pigai? ⚖️💰\n\nUsulan kenaikan anggaran drastis sebesar Rp4 triliun yang diajukan oleh Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memicu perdebatan sengit di parlemen, mengingat pengajuan tersebut dilakukan di tengah kebijakan pengetatan ikat pinggang dan efisiensi APBN yang sedang digalakkan pemerintah. 📊\n\nDalam forum rapat kerja bersama parlemen, Menteri HAM  memaparkan bahwa lonjakan anggaran dari puluhan miliar menjadi triliunan rupiah tersebut sangat krusial untuk membangun infrastruktur kesadaran HAM hingga ke tingkat desa serta memperkuat pengawasan siber perlindungan warga. 🏢\n\nNamun, komisi terkait di  langsung memberikan respons kritis dengan mengingatkan bahwa setiap sen pengeluaran negara harus berbasis pada skala prioritas dan output yang terukur secara empiris. 📉\n\nAnggota legislatif menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang dinamis, seluruh kementerian di bawah arahan Presiden  dituntut untuk menahan diri dari ego sektoral peninggkatan pagu anggaran, serta fokus pada optimalisasi program yang menyentuh langsung daya beli dan kesejahteraan sosial masyarakat bawah. 💸\n\nDi sisi lain, perdebatan ini mendorong perlunya audit awal yang transparan mengenai cetak biru (blueprint) kerja Kementerian HAM agar anggaran yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan fungsi  atau lembaga penegak hukum lainnya seperti  📜 \n\nPengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan parlemen agar kementerian melakukan restrukturisasi program kerja adalah langkah checks and balances yang sangat sehat demi menjaga marwah tata kelola keuangan negara. 🏛️ \nKoordinasi ketat bersama  menjadi kunci mutlak bagi kepemimpinan baru ini untuk membuktikan bahwa visi besar penegakan hak asasi di Indonesia bisa dicapai melalui kreativitas regulasi dan efisiensi birokrasi, bukan sekadar bertumpu pada besaran nominal dana yang membebani kas negara. 🇮🇩\n\nDampaknya, ketegasan DPR RI dalam menyisir usulan anggaran Rp4 triliun ini akan memaksa Kementerian HAM untuk merancang ulang program kerja yang lebih realistis guna menghindari penolakan total pada sidang paripurna APBN mendatang. ⚠️\n\nMenurut analisis kritis Anda, apakah pengajuan anggaran Rp4 triliun oleh Menteri HAM Natalius Pigai ini realistis untuk mempercepat penegakan hak asasi di Indonesia, ataukah tuntutan DPR untuk efisiensi jauh lebih mendesak di tengah situasi ekonomi saat ini? Tuliskan opini cerdas dan argumen logis Anda di kolom komentar!🤔\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost \n#AnggaranKementerianHAM\n#NataliusPigai\n#DPRRI\n#Anggaran4Triliun\n#EfisiensiAPBN\n#KebijakanPublik\n#HakAsasiManusia\n#BeritaPolitik\n#KementerianKeuangan\n#UpdateParlemen", "post_id": "wdDLqdHbpCg"}}], "edges": [{"key": "HaniHandok20069", "source": "HaniHandok20069", "target": "Ari_Ak2", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HaniHandok20069", "source": "HaniHandok20069", "target": "Ari_Ak2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "azissubekti", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "azissubekti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Novandri86R", "source": "Novandri86R", "target": "DPP_PKB", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Novandri86R", "source": "Novandri86R", "target": "DPP_PKB", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "jauhar_fikri", "source": "jauhar_fikri", "target": "DPP_PKB", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "jauhar_fikri", "source": "jauhar_fikri", "target": "DPP_PKB", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ch_chotimah2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "WijayaSuyatmi", "source": "WijayaSuyatmi", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "cel3ste_", "source": "cel3ste_", "target": "careitself", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wahyu_djanti88", "source": "wahyu_djanti88", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "phb_1024", "source": "phb_1024", "target": "Jakartalk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "modusaceh", "source": "modusaceh", "target": "modusaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "fahmyradhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "ugm.yogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "prasasticenter", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparan", "source": "kumparan", "target": "shehbazsharif.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kangyayan30", "source": "kangyayan30", "target": "kangyayan30", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Telinga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "moncongpublik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Banteng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "PDI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "PDI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Gen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harristurino", "source": "harristurino", "target": "Gesuri.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@StratChronicles", "source": "@StratChronicles", "target": "stratchronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kuneatif_id", "source": "@kuneatif_id", "target": "kuneatifid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtn", "source": "@cgtn", "target": "cgtn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TVPWorldNews", "source": "@TVPWorldNews", "target": "tvp_world", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@13WHAMTVNews", "source": "@13WHAMTVNews", "target": "13wham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@apt_news", "source": "@apt_news", "target": "apt_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "NataliusPigai2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KomnasHAM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "DivHumas_Polri.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}