{"nodes": [{"key": "kamilawall", "attributes": {"label": "kamilawall", "x": 474.843891884727, "y": 139.0141076607282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069599182764323252", "id": "kamilawall", "source": "retweet-000002", "content": "Pasar modal itu cermin dari kepercayaan publik.\n\nKalo transparansinya diragukan soal kepemilikan saham.\n\nInve…", "post_id": "2069599182764323252"}}, {"key": "masdiditaji", "attributes": {"label": "masdiditaji", "x": 809.3811173299122, "y": 595.4314981284609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2069599182764323252", "id": "masdiditaji", "source": "retweet-000002", "content": "Pasar modal itu cermin dari kepercayaan publik.\n\nKalo transparansinya diragukan soal kepemilikan saham.\n\nInve…", "post_id": "2069599182764323252"}}, {"key": "desmondwira", "attributes": {"label": "desmondwira", "x": 971.3174257679907, "y": 708.5776746030127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 51.7594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069599182764323252", "id": "desmondwira", "source": "retweet-000002", "content": "Pasar modal itu cermin dari kepercayaan publik.\n\nKalo transparansinya diragukan soal kepemilikan saham.\n\nInve…", "post_id": "2069599182764323252"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 468.82468169823744, "y": 262.7975569860834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 579.975394730169, "y": 678.5899795236833, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 769.5338768881925, "y": 461.04689891443485, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 55.608453523946835, "y": 548.7729624559493, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 642.1822254443825, "y": 579.9410267776009, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 550.3023443871041, "y": 459.82260853357224, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 523.9749794632294, "y": 752.5509265047014, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 690.7079437656588, "y": 932.3109088237325, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 455.3647099053858, "y": 33.93553082513068, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 503.728060487013, "y": 253.6640491945371, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 787.8501401561101, "y": 408.82936803005833, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 939.0870761614304, "y": 79.60560477597545, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 275.48656484565913, "y": 463.09288886384905, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8601, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926573517343917396_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Di Balik Laporan Terbaru MSCI: Ada Peringatan Bisa Downgrade\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. \n\nIHSG mengalami pelemahan usai rilis terbaru MSCI, yakni Market Classification Review. Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. \n\nTetapi, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.\n\nMSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.\n\nJika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.\n\nReporter: Vadhia Lidyana\nEditor: Vadhia Lidyana\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:          \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZmemilih #SuaraGenZ", "post_id": "3926573517343917396_2089700769"}}, {"key": "nexorynstock.id", "attributes": {"label": "nexorynstock.id", "x": 460.9501957517215, "y": 979.0373760673617, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925494412931760021_56817126886", "id": "nexorynstock.id", "source": "instagram-000001", "content": "🌐 BEI Telusuri Catatan MSCI soal Ketersediaan Bahasa Inggris di Pasar Modal\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) tengah menelusuri catatan dari MSCI yang menyoroti ketersediaan informasi pasar modal Indonesia dalam bahasa Inggris. Isu ini menjadi perhatian karena akses informasi yang jelas dan mudah dipahami merupakan salah satu faktor penting bagi investor global.\n\nMSCI menilai masih terdapat beberapa aspek keterbukaan informasi yang perlu ditingkatkan agar investor asing dapat mengakses informasi emiten dan pasar Indonesia dengan lebih mudah. Menanggapi hal tersebut, BEI akan melakukan klarifikasi dan evaluasi lebih lanjut terkait catatan yang diberikan.\n\n📌 Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam penilaian MSCI. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik di mata investor global.\n\n💡 Yang perlu diperhatikan investor:\n• Transparansi informasi pasar\n• Arus dana investor asing\n• Kepercayaan investor global\n• Perkembangan regulasi pasar modal\n\nMenurut kamu, apakah peningkatan layanan informasi berbahasa Inggris dapat membuat pasar saham Indonesia lebih menarik bagi investor asing?\n\n👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar!\n\n—\n📊 Follow  untuk update pasar modal, berita saham, analisis, dan insight investasi setiap hari.\n\n#IHSG #BEI #MSCI #PasarModal #SahamIndonesia #Investasi #StockMarket #InvestorSaham #TradingSaham #BursaEfekIndonesia #FinancialNews #MarketUpdate #NexorynStock #InvestasiIndonesia #SahamHariIni", "post_id": "3925494412931760021_56817126886"}}, {"key": "nexorynstock", "attributes": {"label": "nexorynstock", "x": 257.67707897778524, "y": 611.91060986966, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.332, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925494412931760021_56817126886", "id": "nexorynstock", "source": "instagram-000001", "content": "🌐 BEI Telusuri Catatan MSCI soal Ketersediaan Bahasa Inggris di Pasar Modal\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) tengah menelusuri catatan dari MSCI yang menyoroti ketersediaan informasi pasar modal Indonesia dalam bahasa Inggris. Isu ini menjadi perhatian karena akses informasi yang jelas dan mudah dipahami merupakan salah satu faktor penting bagi investor global.\n\nMSCI menilai masih terdapat beberapa aspek keterbukaan informasi yang perlu ditingkatkan agar investor asing dapat mengakses informasi emiten dan pasar Indonesia dengan lebih mudah. Menanggapi hal tersebut, BEI akan melakukan klarifikasi dan evaluasi lebih lanjut terkait catatan yang diberikan.\n\n📌 Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam penilaian MSCI. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik di mata investor global.\n\n💡 Yang perlu diperhatikan investor:\n• Transparansi informasi pasar\n• Arus dana investor asing\n• Kepercayaan investor global\n• Perkembangan regulasi pasar modal\n\nMenurut kamu, apakah peningkatan layanan informasi berbahasa Inggris dapat membuat pasar saham Indonesia lebih menarik bagi investor asing?\n\n👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar!\n\n—\n📊 Follow  untuk update pasar modal, berita saham, analisis, dan insight investasi setiap hari.\n\n#IHSG #BEI #MSCI #PasarModal #SahamIndonesia #Investasi #StockMarket #InvestorSaham #TradingSaham #BursaEfekIndonesia #FinancialNews #MarketUpdate #NexorynStock #InvestasiIndonesia #SahamHariIni", "post_id": "3925494412931760021_56817126886"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 149.42851672593082, "y": 793.5051665111149, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 145.3383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3926614668236564959_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "OJK menegaskan akan mempercepat reformasi pasar modal setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market. Meski demikian, MSCI masih membuka peluang konsultasi reklasifikasi ke Frontier Market jika reformasi pasar tidak berjalan konsisten hingga November 2026.\n\nSejak awal 2026, OJK bersama SRO telah menjalankan berbagai reformasi untuk meningkatkan transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. OJK juga memperkuat pengawasan dengan menjatuhkan sanksi kepada 329 pihak dengan total denda mencapai Rp138,9 miliar. ⚖️\n\nKe depan, OJK akan terus memperkuat komunikasi dengan investor global dan penyedia indeks internasional guna meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. 📈🌟\n\nSumber: IDN Financials, 24 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#OJK #MSCI #EmergingMarket #PasarModal #IHSG #Investasi #SahamIndonesia #Investor #BEI #mancingsaham", "post_id": "3926614668236564959_52512310886"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 940.0482985990644, "y": 89.48138461856946, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 33.29457898643029, "y": 86.94310058378952, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.332, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 315.3846294202663, "y": 860.5560535746538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 379.85612249232094, "y": 714.5795638819295, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 700.7861502020066, "y": 180.6876424025271, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 741.920100631619, "y": 746.5221152407947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 13.408402401658194, "y": 475.9907626970231, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 217.50769048852658, "y": 787.7145973990878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 202.88865503361063, "y": 535.8036337268821, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xth1CVnRaLY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham | IDXC UPDATE\n\nDi tengah sorotan MSCI terhadap praktik manipulasi perdagangan saham, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya memperketat sistem pengawasan dan memperkuat infrastruktur pasar guna memberantas praktik goreng saham. Langkah reformasi yang dipimpin Direktur Utama terpilih Jeffrey Hendrik ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan integritas pasar, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.\n#idxcupdate #bursaefekindonesia #sahamgorengan \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Xth1CVnRaLY"}}, {"key": "@liranews_channel", "attributes": {"label": "@liranews_channel", "x": 268.7181928746414, "y": 180.6602166500616, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "tw8F_4mgvhM", "id": "@liranews_channel", "source": "youtube-000001", "content": "DPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA! 7 Direksi Baru BEI Dapat Misi Khusus\n\nDPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA!\n\n7 direksi baru BEI dapat misi khusus! Langkah ini langsung menarik perhatian investor dan pelaku pasar setelah muncul dorongan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan kepercayaan di pasar modal Indonesia.\n\nJajaran direksi baru disebut akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlindungan investor, pengawasan transaksi, hingga peningkatan kualitas tata kelola bursa. Publik pun penasaran: misi khusus apa yang sebenarnya diberikan? Dan apakah langkah ini akan membawa perubahan besar bagi pasar modal Indonesia?\n\nDi tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham, arah kebijakan BEI ke depan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar.\n\nSimak fakta lengkap, agenda besar yang disiapkan, dan dampaknya bagi investor Indonesia!\n\n#newsupdatetoday   #bursaefekindonesia  #ojk  #dprri  #pasarmodal  #saham  #investasi  #breakingnews  #beritaekonomi  #faktaekonomi  #sorotanpublik  #trendingtopik  #indonesiaupdate  #investorindonesia  #keuangan  #transparansi  #hotnews  #viralnews  #beranda \n\nLiraNews Channel adalah salah satu saluran informasi berbasis platform YouTube di bawah naungan portal berita www.liranews.com yang hadir setiap hari. Kanal ini berisi hasil liputan wartawan, editorial redaksi, opini, dan talk show. Dikelola oleh kumpulan wartawan senior di seluruh Indonesia. Silakan kirimkan pendapat, komentar, dan saran secara santun dan konstruktif di kolom yang sudah tersedia.\n\nSubscribe juga:\n\n   /   \n   /", "post_id": "tw8F_4mgvhM"}}, {"key": "jrshowpanggungrakyat", "attributes": {"label": "jrshowpanggungrakyat", "x": 83.87312298446182, "y": 158.604802379272, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.0665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tw8F_4mgvhM", "id": "jrshowpanggungrakyat", "source": "youtube-000001", "content": "DPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA! 7 Direksi Baru BEI Dapat Misi Khusus\n\nDPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA!\n\n7 direksi baru BEI dapat misi khusus! Langkah ini langsung menarik perhatian investor dan pelaku pasar setelah muncul dorongan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan kepercayaan di pasar modal Indonesia.\n\nJajaran direksi baru disebut akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlindungan investor, pengawasan transaksi, hingga peningkatan kualitas tata kelola bursa. Publik pun penasaran: misi khusus apa yang sebenarnya diberikan? Dan apakah langkah ini akan membawa perubahan besar bagi pasar modal Indonesia?\n\nDi tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham, arah kebijakan BEI ke depan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar.\n\nSimak fakta lengkap, agenda besar yang disiapkan, dan dampaknya bagi investor Indonesia!\n\n#newsupdatetoday   #bursaefekindonesia  #ojk  #dprri  #pasarmodal  #saham  #investasi  #breakingnews  #beritaekonomi  #faktaekonomi  #sorotanpublik  #trendingtopik  #indonesiaupdate  #investorindonesia  #keuangan  #transparansi  #hotnews  #viralnews  #beranda \n\nLiraNews Channel adalah salah satu saluran informasi berbasis platform YouTube di bawah naungan portal berita www.liranews.com yang hadir setiap hari. Kanal ini berisi hasil liputan wartawan, editorial redaksi, opini, dan talk show. Dikelola oleh kumpulan wartawan senior di seluruh Indonesia. Silakan kirimkan pendapat, komentar, dan saran secara santun dan konstruktif di kolom yang sudah tersedia.\n\nSubscribe juga:\n\n   /   \n   /", "post_id": "tw8F_4mgvhM"}}, {"key": "liranews_highlight", "attributes": {"label": "liranews_highlight", "x": 688.1529489431875, "y": 33.61296016621817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.0665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tw8F_4mgvhM", "id": "liranews_highlight", "source": "youtube-000001", "content": "DPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA! 7 Direksi Baru BEI Dapat Misi Khusus\n\nDPR & OJK SIAP BERSIHKAN BURSA!\n\n7 direksi baru BEI dapat misi khusus! Langkah ini langsung menarik perhatian investor dan pelaku pasar setelah muncul dorongan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan kepercayaan di pasar modal Indonesia.\n\nJajaran direksi baru disebut akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlindungan investor, pengawasan transaksi, hingga peningkatan kualitas tata kelola bursa. Publik pun penasaran: misi khusus apa yang sebenarnya diberikan? Dan apakah langkah ini akan membawa perubahan besar bagi pasar modal Indonesia?\n\nDi tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham, arah kebijakan BEI ke depan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar.\n\nSimak fakta lengkap, agenda besar yang disiapkan, dan dampaknya bagi investor Indonesia!\n\n#newsupdatetoday   #bursaefekindonesia  #ojk  #dprri  #pasarmodal  #saham  #investasi  #breakingnews  #beritaekonomi  #faktaekonomi  #sorotanpublik  #trendingtopik  #indonesiaupdate  #investorindonesia  #keuangan  #transparansi  #hotnews  #viralnews  #beranda \n\nLiraNews Channel adalah salah satu saluran informasi berbasis platform YouTube di bawah naungan portal berita www.liranews.com yang hadir setiap hari. Kanal ini berisi hasil liputan wartawan, editorial redaksi, opini, dan talk show. Dikelola oleh kumpulan wartawan senior di seluruh Indonesia. Silakan kirimkan pendapat, komentar, dan saran secara santun dan konstruktif di kolom yang sudah tersedia.\n\nSubscribe juga:\n\n   /   \n   /", "post_id": "tw8F_4mgvhM"}}, {"key": "@BusinessToday", "attributes": {"label": "@BusinessToday", "x": 174.6842808819844, "y": 17.79376625625617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.8011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lPZ-i8nOKpo", "id": "@BusinessToday", "source": "youtube-000001", "content": "GST Apakah Reformasi Pajak Terbesar di India Akhirnya Matang? | Survei Deloitte Mengungkap Sem...\n\nSembilan tahun setelah reformasi pajak paling ambisius di India, di mana posisi GST sebenarnya? Sakshi Batra dari Business Today TV berbincang dengan Mahesh Jaising, Partner & National Indirect Tax Leader di Deloitte India, untuk menguraikan survei GST yang penting — survei paling komprehensif tentang perjalanan pajak tidak langsung di India. Dari kepercayaan bisnis yang tinggi hingga meningkatnya litigasi, dari keringanan UMKM hingga impian struktur tarif tunggal, percakapan ini mencakup semuanya. Apa yang menghambat GST 2.0? Apakah penundaan pengembalian dana mencekik modal kerja? Dapatkah AI dan GSTN 2.0 akhirnya memperbaiki kepatuhan? Dan apa yang harus diprioritaskan pemerintah selanjutnya? Semua jawaban, semua data, semua wawasan — ada di sini.\n\n#BisnisHariIni #GST #PajakTidakLangsung #ReformasiPajak #DeloitteIndia #DewanGSTC #EkonomiIndia #Perpajakan #BeritaBisnis #UMKM #GSTN #ReformasiEkonomi #GST20 #KebijakanPajak #PertumbuhanIndia #ModalKerja #PerpajakanDigital #BisnisIndia\n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "lPZ-i8nOKpo"}}, {"key": "9", "attributes": {"label": "9", "x": 87.61903968629892, "y": 665.9131458661583, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.332, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lPZ-i8nOKpo", "id": "9", "source": "youtube-000001", "content": "GST Apakah Reformasi Pajak Terbesar di India Akhirnya Matang? | Survei Deloitte Mengungkap Sem...\n\nSembilan tahun setelah reformasi pajak paling ambisius di India, di mana posisi GST sebenarnya? Sakshi Batra dari Business Today TV berbincang dengan Mahesh Jaising, Partner & National Indirect Tax Leader di Deloitte India, untuk menguraikan survei GST yang penting — survei paling komprehensif tentang perjalanan pajak tidak langsung di India. Dari kepercayaan bisnis yang tinggi hingga meningkatnya litigasi, dari keringanan UMKM hingga impian struktur tarif tunggal, percakapan ini mencakup semuanya. Apa yang menghambat GST 2.0? Apakah penundaan pengembalian dana mencekik modal kerja? Dapatkah AI dan GSTN 2.0 akhirnya memperbaiki kepatuhan? Dan apa yang harus diprioritaskan pemerintah selanjutnya? Semua jawaban, semua data, semua wawasan — ada di sini.\n\n#BisnisHariIni #GST #PajakTidakLangsung #ReformasiPajak #DeloitteIndia #DewanGSTC #EkonomiIndia #Perpajakan #BeritaBisnis #UMKM #GSTN #ReformasiEkonomi #GST20 #KebijakanPajak #PertumbuhanIndia #ModalKerja #PerpajakanDigital #BisnisIndia\n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "lPZ-i8nOKpo"}}], "edges": [{"key": "kamilawall", "source": "kamilawall", "target": "masdiditaji", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kamilawall", "source": "kamilawall", "target": "masdiditaji", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kamilawall", "source": "kamilawall", "target": "desmondwira", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "masdiditaji", "source": "masdiditaji", "target": "desmondwira", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nexorynstock.id", "source": "nexorynstock.id", "target": "nexorynstock", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liranews_channel", "source": "@liranews_channel", "target": "jrshowpanggungrakyat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liranews_channel", "source": "@liranews_channel", "target": "liranews_highlight", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BusinessToday", "source": "@BusinessToday", "target": "9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}