{"nodes": [{"key": "modusaceh", "attributes": {"label": "modusaceh", "x": 544.9272550128707, "y": 497.2125120755911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 154.4812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3926629121220772068_3556192377", "id": "modusaceh", "source": "instagram-000001", "content": "MODUSACEH.CO, Jakarta | Negara ini berperan kunci dalam stabilitas harga minyak global di tengah konflik Iran. Namun bukan negara-negara Arab atau Amerika Serikat (AS).\n\nYa, China kini menjadi pemain kunci yang menentukan arah harga minyak dunia. Bahkan saat AS dan Iran telah bernegosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan arus pasokan minyak dari Timur Tengah.\n\n\"China telah memainkan peran penting untuk meredam dampak bagi seluruh Asia dan pada akhirnya membantu menahan tekanan terhadap perekonomian global,\" ujar Kepala Ember, Daan Walter, seperti dikutip CNN International, Selasa (23/6/2026).\n\nSelama perang Iran yang telah mengganggu akses lebih dari 11 juta barel minyak per hari, China mengambil berbagai langkah untuk menjaga ketahanan energinya. Negeri Tirai Bambu memangkas impor, memanfaatkan cadangan minyak dalam jumlah besar, serta mempercepat penggunaan energi bersih untuk menekan dampak lonjakan harga energi di dalam negeri.\n\nLangkah tersebut ikut memengaruhi pasar global. Meski gangguan pasokan minyak dunia diperkirakan telah melampaui 1 miliar barel dan sejumlah analis sempat memproyeksikan harga minyak bisa melonjak hingga US$200 atau sekitar Rp3,56 juta per barel, harga minyak justru bertahan relatif stabil.\n\nPada Senin, misalnya, harga minyak mentah Brent turun di bawah US$78 atau sekitar Rp1,39 juta per barel seiring harapan Selat Hormuz segera kembali beroperasi normal. Sebagai perbandingan, harga Brent sempat berada di bawah US$70 atau Rp1,25 juta per barel sebelum serangan AS dan Israel ke Iran, lalu melonjak ke puncak empat tahun di level US$114 atau sekitar Rp2,03 juta per barel pada awal Mei.\n\nSumber: cnbcindonesia.com\n\nLink berita selengkapnya ada di bio profil \n\n#modusaceh #berita #beritaaceh #beritanasional", "post_id": "3926629121220772068_3556192377"}}, {"key": "ppnurulanwarkedungrejoso", "attributes": {"label": "ppnurulanwarkedungrejoso", "x": 138.4880398899432, "y": 6.082316701418233, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7612402204535721237", "id": "ppnurulanwarkedungrejoso", "source": "tiktok-000001", "content": "Surat tertanggal 1 Maret 2026 atau bertepatan 11 Ramadhan 1447 H tersebut berisi instruksi agar seluruh struktur NU kembali mengamalkan doa qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar spiritual atas situasi yang mencemaskan dan konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk eskalasi serangan Israel ke Iran. Surat tersebut ditujukan kepada: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, Pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU se-Indonesia, Takmir masjid/musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia. Dalam instruksi itu, PBNU menegaskan doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardhu, termasuk salat Jumat. Doa tidak didahului dengan qunut Subuh, kecuali jika dibaca saat salat Subuh maka cukup qunut nazilah saja tanpa qunut Subuh. Seruan tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Saifullah Yusuf. PBNU menyebut pengamalan qunut nazilah ini sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar umat dan bangsa dijauhkan dari konflik berkepanjangan. Sebelumnya diberitakan, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu kecaman luas dari berbagai negara karena dikhawatirkan memperluas konflik kawasan dan mengganggu stabilitas global.  ,   #iran #konfliktimurtengah #qunutnazilah #pbnu", "post_id": "7612402204535721237"}}, {"key": "nu_online", "attributes": {"label": "nu_online", "x": 888.6095839180526, "y": 315.76831409215475, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612402204535721237", "id": "nu_online", "source": "tiktok-000001", "content": "Surat tertanggal 1 Maret 2026 atau bertepatan 11 Ramadhan 1447 H tersebut berisi instruksi agar seluruh struktur NU kembali mengamalkan doa qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar spiritual atas situasi yang mencemaskan dan konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk eskalasi serangan Israel ke Iran. Surat tersebut ditujukan kepada: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, Pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU se-Indonesia, Takmir masjid/musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia. Dalam instruksi itu, PBNU menegaskan doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardhu, termasuk salat Jumat. Doa tidak didahului dengan qunut Subuh, kecuali jika dibaca saat salat Subuh maka cukup qunut nazilah saja tanpa qunut Subuh. Seruan tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Saifullah Yusuf. PBNU menyebut pengamalan qunut nazilah ini sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar umat dan bangsa dijauhkan dari konflik berkepanjangan. Sebelumnya diberitakan, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu kecaman luas dari berbagai negara karena dikhawatirkan memperluas konflik kawasan dan mengganggu stabilitas global.  ,   #iran #konfliktimurtengah #qunutnazilah #pbnu", "post_id": "7612402204535721237"}}, {"key": "ld.pcnukraksaan", "attributes": {"label": "ld.pcnukraksaan", "x": 994.5351659572616, "y": 620.2631612430299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612402204535721237", "id": "ld.pcnukraksaan", "source": "tiktok-000001", "content": "Surat tertanggal 1 Maret 2026 atau bertepatan 11 Ramadhan 1447 H tersebut berisi instruksi agar seluruh struktur NU kembali mengamalkan doa qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar spiritual atas situasi yang mencemaskan dan konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk eskalasi serangan Israel ke Iran. Surat tersebut ditujukan kepada: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, Pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU se-Indonesia, Takmir masjid/musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia. Dalam instruksi itu, PBNU menegaskan doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardhu, termasuk salat Jumat. Doa tidak didahului dengan qunut Subuh, kecuali jika dibaca saat salat Subuh maka cukup qunut nazilah saja tanpa qunut Subuh. Seruan tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Saifullah Yusuf. PBNU menyebut pengamalan qunut nazilah ini sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar umat dan bangsa dijauhkan dari konflik berkepanjangan. Sebelumnya diberitakan, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu kecaman luas dari berbagai negara karena dikhawatirkan memperluas konflik kawasan dan mengganggu stabilitas global.  ,   #iran #konfliktimurtengah #qunutnazilah #pbnu", "post_id": "7612402204535721237"}}, {"key": "apookpak", "attributes": {"label": "apookpak", "x": 654.8679948224717, "y": 47.204228641892996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612402204535721237", "id": "apookpak", "source": "tiktok-000001", "content": "Surat tertanggal 1 Maret 2026 atau bertepatan 11 Ramadhan 1447 H tersebut berisi instruksi agar seluruh struktur NU kembali mengamalkan doa qunut nazilah sebagai bentuk ikhtiar spiritual atas situasi yang mencemaskan dan konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk eskalasi serangan Israel ke Iran. Surat tersebut ditujukan kepada: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, Pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU se-Indonesia, Takmir masjid/musala di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia. Dalam instruksi itu, PBNU menegaskan doa qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardhu, termasuk salat Jumat. Doa tidak didahului dengan qunut Subuh, kecuali jika dibaca saat salat Subuh maka cukup qunut nazilah saja tanpa qunut Subuh. Seruan tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Saifullah Yusuf. PBNU menyebut pengamalan qunut nazilah ini sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar umat dan bangsa dijauhkan dari konflik berkepanjangan. Sebelumnya diberitakan, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu kecaman luas dari berbagai negara karena dikhawatirkan memperluas konflik kawasan dan mengganggu stabilitas global.  ,   #iran #konfliktimurtengah #qunutnazilah #pbnu", "post_id": "7612402204535721237"}}, {"key": "@StratChronicles", "attributes": {"label": "@StratChronicles", "x": 899.9040048986099, "y": 473.65557698491256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "@StratChronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}, {"key": "stratchronicles", "attributes": {"label": "stratchronicles", "x": 211.38015026320446, "y": 243.42500022446555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "stratchronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 845.2035202221651, "y": 154.78450420980604, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 228.02968367802413, "y": 163.35590004498457, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 815.7175411849672, "y": 80.95099686256569, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 233.32026213282919, "y": 261.27203567307157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 980.1691276051558, "y": 420.6205885382328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 507.13015470790725, "y": 993.2907013073525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 299.9537262878359, "y": 588.3692786217025, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "@apt_news", "attributes": {"label": "@apt_news", "x": 740.6586781574485, "y": 172.09108401695184, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "@apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "apt_news", "attributes": {"label": "apt_news", "x": 751.9424847213022, "y": 806.1148380746284, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-YDIldMUYIQ", "id": "apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga Saat Kelangkaan BBM Hantam Ekonomi | APT\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nBank sentral Rusia telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 14,25%, memberikan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan karena perekonomian menghadapi risiko inflasi yang meningkat dan gangguan pasokan bahan bakar.\n\nGubernur Elvira Nabiullina mengatakan keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pro-inflasi, termasuk ekspansi anggaran, pertumbuhan pinjaman yang lebih kuat, dan penurunan produksi bahan bakar motor. Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga komoditas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.\n\nKelangkaan bahan bakar yang disebabkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi Rusia telah mendorong harga bensin lebih tinggi, menambah tekanan lebih lanjut pada inflasi. Terlepas dari tren disinflasi baru-baru ini, para pejabat memperingatkan bahwa risiko di masa depan tetap tinggi.\n\nNabiullina menekankan bahwa keputusan suku bunga di masa mendatang tidak ditentukan sebelumnya dan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk, ekspektasi inflasi, dan perkembangan kebijakan fiskal.\n\n#Rusia #BankSentral #ElviraNabiullina #SukuBunga #Inflasi #EkonomiRusia #BeritaTerkini #HargaMinyak #KrisisBahanBakar #BeritaEkonomi #EkonomiGlobal #BeritaKeuangan #KebijakanMonetari #PemotonganSukuBunga #Moskow", "post_id": "-YDIldMUYIQ"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 356.4784158304285, "y": 300.9138983975318, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 42, "degree": 42}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 345.5183770321552, "y": 804.719073533145, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 299.44243811648664, "y": 105.45497648758794, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 137.3156491539993, "y": 95.03241799818318, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 413.03210527766487, "y": 520.7110317415818, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 135.28608100839935, "y": 369.3667897966958, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 509.5603824245357, "y": 267.16346437449255, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6414, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "GDLIvzAodJM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Damai di Swiss! Iran Ambil Alih Kendali Penuh Selat Hormuz! | IDXC UPDATE\n\nKetegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas di tengah sorotan dunia terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Di saat bersamaan, upaya diplomasi internasional disebut tengah berlangsung di Swiss untuk merumuskan peta jalan perdamaian guna meredakan eskalasi konflik. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Pembicaraan damai diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi dan stabilitas kawasan. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GDLIvzAodJM"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 753.0804253729843, "y": 7.069958590672387, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 464.297943231351, "y": 624.3342146747219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bFS6pQd_R48", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Ada Apa di Balik Skenario Damai Iran–AS? Ini Penjelasannya | ONE ON ONE\n\nMemanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya perang di Timur Tengah. Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati mengungkapkan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari peran kelompok-kelompok proksi, rangkaian aksi militer yang saling berbalas, hingga persaingan kepentingan para aktor utama yang terlibat dalam konflik.\n\nSelain membahas perkembangan di medan geopolitik, Sharky juga menyoroti perbedaan strategi dan tujuan antara Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Situasi tersebut dinilai turut memengaruhi jalannya diplomasi, stabilitas kawasan, keamanan pasokan energi dunia, serta kondisi ekonomi global yang sensitif terhadap gejolak Timur Tengah.\n\nDampak konflik ternyata tidak berhenti pada sektor politik dan keamanan. Dunia olahraga internasional pun ikut merasakan imbasnya, termasuk tim nasional Iran yang menghadapi berbagai tantangan dalam keikutsertaannya di ajang internasional.Konflik Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, melainkan isu global yang berpengaruh terhadap keamanan, ekonomi, diplomasi, dan kehidupan masyarakat dunia secara luas.​\n\n​Simak dialog Yudi Handoyo, bersama Pakar Strategi PPAU, Marsma TNI (Purn.) Agung 'Sharky' Sasongkojati \n===================\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "bFS6pQd_R48"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 464.20660740987205, "y": 704.2482040406646, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "cMuhwgNqpkA", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Terus Naik, The Fed Harus Mencetak Uang | Lawrence Lepard\n\nLarry Lepard kembali untuk membahas keputusan terbaru The Fed, meningkatnya risiko inflasi, beban utang yang semakin besar, dan mengapa ia percaya bank sentral pada akhirnya akan terpaksa mencetak lebih banyak uang. Kami membahas kenaikan suku bunga, tekanan pasar obligasi, spekulasi AI, emas, perak, dan mengapa perusahaan penambang logam mulia mungkin bersiap untuk kenaikan besar lainnya.\n\n#emas #perak #inflasi\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n\n👨‍💼 Tamu: Lawrence Lepard\n🏢 Perusahaan: Equity Management Associates\n🌎 https://ema2.com/\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n--------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: / soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Fed vs Investor Pertambangan\n00:59 Larry Lepard Bergabung\n02:21 Powell Sang Merpati Tersembunyi?\n\n04:22 Mengapa Pencetakan Uang Kembali\n05:17 Penjelasan Likuiditas Fed\n07:08 Risiko Pasar Obligasi\n08:25 Pencetakan Besar Akan Datang\n09:08 Peringatan Gelembung AI\n10:31 Peluang Kenaikan Suku Bunga\n13:10 Lingkaran Malapetaka Utang\n14:42 Debat Kekuatan Dolar\n15:44 Inflasi Selama Bertahun-tahun\n18:36 Bisakah Inflasi Berakhir?\n\n19:49 Dampak pada Penambang\n21:16 Skenario Kenaikan Harga Perak\n23:21 Kritik Narasi Fed\n25:01 Mengapa Krisis Kembali\n27:01 Memperbaiki Sistem Moneter\n28:51 Emas pada September?\n\n31:04 Apa yang Memicu Pemotongan Suku Bunga?\n\n33:07 Peluang Penambang Perak\n34:46 Di Mana Mengikuti Larry\n\nPenafian:\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau orang yang terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak tanggung jawab apa pun atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lain, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang diproduksi oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #Perak #HargaEmas #HargaPerak #Fed #FederalReserve #Inflasi #Investasi #Pasar #SahamPertambangan #SahamEmas #SahamPerak #LogamMulia #KrisisUtang #Ekonomi #LarryLepard #InvestasiEmas #PertambanganPerak #Keuangan #saham", "post_id": "cMuhwgNqpkA"}}, {"key": "LawrenceLepard", "attributes": {"label": "LawrenceLepard", "x": 592.618873687629, "y": 845.7334174819529, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cMuhwgNqpkA", "id": "LawrenceLepard", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Terus Naik, The Fed Harus Mencetak Uang | Lawrence Lepard\n\nLarry Lepard kembali untuk membahas keputusan terbaru The Fed, meningkatnya risiko inflasi, beban utang yang semakin besar, dan mengapa ia percaya bank sentral pada akhirnya akan terpaksa mencetak lebih banyak uang. Kami membahas kenaikan suku bunga, tekanan pasar obligasi, spekulasi AI, emas, perak, dan mengapa perusahaan penambang logam mulia mungkin bersiap untuk kenaikan besar lainnya.\n\n#emas #perak #inflasi\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n\n👨‍💼 Tamu: Lawrence Lepard\n🏢 Perusahaan: Equity Management Associates\n🌎 https://ema2.com/\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n--------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: / soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Fed vs Investor Pertambangan\n00:59 Larry Lepard Bergabung\n02:21 Powell Sang Merpati Tersembunyi?\n\n04:22 Mengapa Pencetakan Uang Kembali\n05:17 Penjelasan Likuiditas Fed\n07:08 Risiko Pasar Obligasi\n08:25 Pencetakan Besar Akan Datang\n09:08 Peringatan Gelembung AI\n10:31 Peluang Kenaikan Suku Bunga\n13:10 Lingkaran Malapetaka Utang\n14:42 Debat Kekuatan Dolar\n15:44 Inflasi Selama Bertahun-tahun\n18:36 Bisakah Inflasi Berakhir?\n\n19:49 Dampak pada Penambang\n21:16 Skenario Kenaikan Harga Perak\n23:21 Kritik Narasi Fed\n25:01 Mengapa Krisis Kembali\n27:01 Memperbaiki Sistem Moneter\n28:51 Emas pada September?\n\n31:04 Apa yang Memicu Pemotongan Suku Bunga?\n\n33:07 Peluang Penambang Perak\n34:46 Di Mana Mengikuti Larry\n\nPenafian:\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau orang yang terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak tanggung jawab apa pun atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lain, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang diproduksi oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #Perak #HargaEmas #HargaPerak #Fed #FederalReserve #Inflasi #Investasi #Pasar #SahamPertambangan #SahamEmas #SahamPerak #LogamMulia #KrisisUtang #Ekonomi #LarryLepard #InvestasiEmas #PertambanganPerak #Keuangan #saham", "post_id": "cMuhwgNqpkA"}}, {"key": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "KaiHoffmannAU", "x": 390.1795264128477, "y": 931.7557397762381, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cMuhwgNqpkA", "id": "KaiHoffmannAU", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Terus Naik, The Fed Harus Mencetak Uang | Lawrence Lepard\n\nLarry Lepard kembali untuk membahas keputusan terbaru The Fed, meningkatnya risiko inflasi, beban utang yang semakin besar, dan mengapa ia percaya bank sentral pada akhirnya akan terpaksa mencetak lebih banyak uang. Kami membahas kenaikan suku bunga, tekanan pasar obligasi, spekulasi AI, emas, perak, dan mengapa perusahaan penambang logam mulia mungkin bersiap untuk kenaikan besar lainnya.\n\n#emas #perak #inflasi\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n\n👨‍💼 Tamu: Lawrence Lepard\n🏢 Perusahaan: Equity Management Associates\n🌎 https://ema2.com/\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n--------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: / soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Fed vs Investor Pertambangan\n00:59 Larry Lepard Bergabung\n02:21 Powell Sang Merpati Tersembunyi?\n\n04:22 Mengapa Pencetakan Uang Kembali\n05:17 Penjelasan Likuiditas Fed\n07:08 Risiko Pasar Obligasi\n08:25 Pencetakan Besar Akan Datang\n09:08 Peringatan Gelembung AI\n10:31 Peluang Kenaikan Suku Bunga\n13:10 Lingkaran Malapetaka Utang\n14:42 Debat Kekuatan Dolar\n15:44 Inflasi Selama Bertahun-tahun\n18:36 Bisakah Inflasi Berakhir?\n\n19:49 Dampak pada Penambang\n21:16 Skenario Kenaikan Harga Perak\n23:21 Kritik Narasi Fed\n25:01 Mengapa Krisis Kembali\n27:01 Memperbaiki Sistem Moneter\n28:51 Emas pada September?\n\n31:04 Apa yang Memicu Pemotongan Suku Bunga?\n\n33:07 Peluang Penambang Perak\n34:46 Di Mana Mengikuti Larry\n\nPenafian:\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau orang yang terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak tanggung jawab apa pun atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lain, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang diproduksi oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #Perak #HargaEmas #HargaPerak #Fed #FederalReserve #Inflasi #Investasi #Pasar #SahamPertambangan #SahamEmas #SahamPerak #LogamMulia #KrisisUtang #Ekonomi #LarryLepard #InvestasiEmas #PertambanganPerak #Keuangan #saham", "post_id": "cMuhwgNqpkA"}}, {"key": "@investor_weekly", "attributes": {"label": "@investor_weekly", "x": 213.87199612882512, "y": 982.6394171953771, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "gGzbEdithwI", "id": "@investor_weekly", "source": "youtube-000001", "content": "7 Saham yang Dibeli Investor Value Teratas di Tahun 2026\n\n7 Saham yang Dibeli Investor Nilai Terbaik di Tahun 2026\n\nDua investor paling dihormati saat ini, Seth Klarman dan Bill Ackman, baru saja mengajukan formulir 13-F awal tahun 2026 mereka, mengungkapkan secara tepat ke mana mereka menempatkan miliaran dolar ke dalam ekonomi yang melambat dan kepanikan pasar. Sementara sebagian besar Wall Street membeku karena inflasi dan ketakutan geopolitik, kedua legenda ini melakukan pembelian besar-besaran di tujuh saham spesifik—dan pada satu raksasa teknologi besar, mereka bertaruh langsung melawan satu sama lain.\n\nKonsensus Utama: Mengapa Klarman dan Ackman sama-sama banyak berinvestasi di Amazon selama penurunan pasar musim semi, mengubah risiko teknologi historis menjadi tempat berlindung teraman terbesar mereka.\n\nStrategi Jalan Tol: Alasan tepat mengapa dua investor yang sangat menuntut dan berlawanan menempatkan modal besar ke Restaurant Brands International.\n\nMembangun Investasi Besar-besaran: Bagaimana Bill Ackman memanfaatkan penurunan pasar sebesar 18% untuk membangun posisi baru senilai $2,09 miliar di Microsoft dari nol.\n\nPertarungan Legendaris Terakhir: Pertarungan berisiko tinggi di mana Ackman memangkas 95% posisinya di Alphabet (Google) untuk mendanai taruhannya di Microsoft, sementara Klarman membeli saham yang justru dijualnya.\n\nPergeseran Strategi Pembayaran: Mengapa Klarman sepenuhnya meninggalkan perusahaan pemroses pembayaran tradisional untuk beralih sepenuhnya ke Visa.\n\nTaruhan Kontrarian Terakhir: Bagaimana Klarman menentang strategi defensifnya sendiri untuk membeli Norwegian Cruise Line di dekat titik terendah tahunannya tepat ketika perusahaan tersebut diam-diam kembali meraih keuntungan.\n\nIni bukan tentang mengejar euforia pasar sementara atau berjudi dengan tiket lotere. Dengan menganalisis pergerakan nilai mendalam dari Baupost Group dan permainan ultra-konsentrasi Pershing Square, Anda akan mempelajari bagaimana investor paling cerdas di dunia mengidentifikasi keunggulan yang tahan lama dan memanfaatkan rasa takut untuk membeli bisnis dominan dengan diskon besar.\n\nMenurut Anda, investor legendaris mana yang benar dalam taruhan Alphabet vs. Microsoft—apakah Anda berpihak pada konsentrasi Bill Ackman atau permainan nilai mendalam Seth Klarman? Beri tahu saya di kolom komentar di bawah, dan jangan lupa untuk menyukai dan berlangganan untuk pembahasan mendalam lainnya tentang portofolio institusional!\n\nBab\n00:00 Lembar Panduan 13-F\n01:21 Profil Klarman vs Ackman\n02:00 Konsensus Amazon\n03:38 Jalan Tol Restaurant Brands\n05:00 Pembelian Panik Microsoft\n06:41 Pertarungan Alphabet\n08:25 Perubahan Strategi Pembayaran Visa\n09:34 Biaya Tersembunyi Aon\n10:52 Taruhan Kapal Pesiar Norwegian\n11:26 Pelajaran Utama\n\nJika Anda menikmati video ini, kami akan senang jika Anda menjadi pelanggan kami.\n\nBERLANGGANAN DI SINI ►    /   \n\nUntuk pertanyaan bisnis atau kolaborasi:\n📧 helloinvestorweekly\n\nKonten di saluran ini diawasi oleh pemegang sertifikasi CFA untuk memastikan tingkat keahlian yang tinggi. Namun, semua video hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. Pendapat yang diungkapkan bersifat umum dan tidak disesuaikan dengan keadaan individu. Selalu konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi untuk nasihat yang dipersonalisasi. Keputusan investasi Anda adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya, dan kami tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apa pun.", "post_id": "gGzbEdithwI"}}, {"key": "investor_weekly", "attributes": {"label": "investor_weekly", "x": 280.54904100290076, "y": 260.15047356224244, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gGzbEdithwI", "id": "investor_weekly", "source": "youtube-000001", "content": "7 Saham yang Dibeli Investor Value Teratas di Tahun 2026\n\n7 Saham yang Dibeli Investor Nilai Terbaik di Tahun 2026\n\nDua investor paling dihormati saat ini, Seth Klarman dan Bill Ackman, baru saja mengajukan formulir 13-F awal tahun 2026 mereka, mengungkapkan secara tepat ke mana mereka menempatkan miliaran dolar ke dalam ekonomi yang melambat dan kepanikan pasar. Sementara sebagian besar Wall Street membeku karena inflasi dan ketakutan geopolitik, kedua legenda ini melakukan pembelian besar-besaran di tujuh saham spesifik—dan pada satu raksasa teknologi besar, mereka bertaruh langsung melawan satu sama lain.\n\nKonsensus Utama: Mengapa Klarman dan Ackman sama-sama banyak berinvestasi di Amazon selama penurunan pasar musim semi, mengubah risiko teknologi historis menjadi tempat berlindung teraman terbesar mereka.\n\nStrategi Jalan Tol: Alasan tepat mengapa dua investor yang sangat menuntut dan berlawanan menempatkan modal besar ke Restaurant Brands International.\n\nMembangun Investasi Besar-besaran: Bagaimana Bill Ackman memanfaatkan penurunan pasar sebesar 18% untuk membangun posisi baru senilai $2,09 miliar di Microsoft dari nol.\n\nPertarungan Legendaris Terakhir: Pertarungan berisiko tinggi di mana Ackman memangkas 95% posisinya di Alphabet (Google) untuk mendanai taruhannya di Microsoft, sementara Klarman membeli saham yang justru dijualnya.\n\nPergeseran Strategi Pembayaran: Mengapa Klarman sepenuhnya meninggalkan perusahaan pemroses pembayaran tradisional untuk beralih sepenuhnya ke Visa.\n\nTaruhan Kontrarian Terakhir: Bagaimana Klarman menentang strategi defensifnya sendiri untuk membeli Norwegian Cruise Line di dekat titik terendah tahunannya tepat ketika perusahaan tersebut diam-diam kembali meraih keuntungan.\n\nIni bukan tentang mengejar euforia pasar sementara atau berjudi dengan tiket lotere. Dengan menganalisis pergerakan nilai mendalam dari Baupost Group dan permainan ultra-konsentrasi Pershing Square, Anda akan mempelajari bagaimana investor paling cerdas di dunia mengidentifikasi keunggulan yang tahan lama dan memanfaatkan rasa takut untuk membeli bisnis dominan dengan diskon besar.\n\nMenurut Anda, investor legendaris mana yang benar dalam taruhan Alphabet vs. Microsoft—apakah Anda berpihak pada konsentrasi Bill Ackman atau permainan nilai mendalam Seth Klarman? Beri tahu saya di kolom komentar di bawah, dan jangan lupa untuk menyukai dan berlangganan untuk pembahasan mendalam lainnya tentang portofolio institusional!\n\nBab\n00:00 Lembar Panduan 13-F\n01:21 Profil Klarman vs Ackman\n02:00 Konsensus Amazon\n03:38 Jalan Tol Restaurant Brands\n05:00 Pembelian Panik Microsoft\n06:41 Pertarungan Alphabet\n08:25 Perubahan Strategi Pembayaran Visa\n09:34 Biaya Tersembunyi Aon\n10:52 Taruhan Kapal Pesiar Norwegian\n11:26 Pelajaran Utama\n\nJika Anda menikmati video ini, kami akan senang jika Anda menjadi pelanggan kami.\n\nBERLANGGANAN DI SINI ►    /   \n\nUntuk pertanyaan bisnis atau kolaborasi:\n📧 helloinvestorweekly\n\nKonten di saluran ini diawasi oleh pemegang sertifikasi CFA untuk memastikan tingkat keahlian yang tinggi. Namun, semua video hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. Pendapat yang diungkapkan bersifat umum dan tidak disesuaikan dengan keadaan individu. Selalu konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi untuk nasihat yang dipersonalisasi. Keputusan investasi Anda adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya, dan kami tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apa pun.", "post_id": "gGzbEdithwI"}}], "edges": [{"key": "modusaceh", "source": "modusaceh", "target": "modusaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ppnurulanwarkedungrejoso", "source": "ppnurulanwarkedungrejoso", "target": "nu_online", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ppnurulanwarkedungrejoso", "source": "ppnurulanwarkedungrejoso", "target": "ld.pcnukraksaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ppnurulanwarkedungrejoso", "source": "ppnurulanwarkedungrejoso", "target": "apookpak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@StratChronicles", "source": "@StratChronicles", "target": "stratchronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@apt_news", "source": "@apt_news", "target": "apt_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "LawrenceLepard", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@investor_weekly", "source": "@investor_weekly", "target": "investor_weekly", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}