{"nodes": [{"key": "rahadianipra_", "attributes": {"label": "rahadianipra_", "x": 423.91053135677595, "y": 672.8151102122199, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069595172955152857", "id": "rahadianipra_", "source": "retweet-000002", "content": "Gk perlu jago ekonomi, lihat aja sejak Nov 25 Rupiah MELEMAH terus ke US Dolar & Yuan China.\n1 YUAN 🇨🇳 = Rp.2.679 > naik 14…", "post_id": "2069595172955152857"}}, {"key": "ThatSun510", "attributes": {"label": "ThatSun510", "x": 138.67178031043926, "y": 302.0439180831514, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 67.0851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069595172955152857", "id": "ThatSun510", "source": "retweet-000002", "content": "Gk perlu jago ekonomi, lihat aja sejak Nov 25 Rupiah MELEMAH terus ke US Dolar & Yuan China.\n1 YUAN 🇨🇳 = Rp.2.679 > naik 14…", "post_id": "2069595172955152857"}}, {"key": "Stern4200", "attributes": {"label": "Stern4200", "x": 722.6311299653152, "y": 241.16750812199982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069768445986476415", "id": "Stern4200", "source": "tweet-000004", "content": "Die US-Interventionen in Venezuela und Iran dürften auch einige BRICS-Pläne zu einer neuen Handelswährung erschwert haben. Da Gold darin eine wesentliche Rolle spielt, könnte dies den Kurs belasten.", "post_id": "2069768445986476415"}}, {"key": "E_Boeminghaus", "attributes": {"label": "E_Boeminghaus", "x": 827.639871210996, "y": 940.9585894006981, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 87.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069768445986476415", "id": "E_Boeminghaus", "source": "tweet-000004", "content": "Die US-Interventionen in Venezuela und Iran dürften auch einige BRICS-Pläne zu einer neuen Handelswährung erschwert haben. Da Gold darin eine wesentliche Rolle spielt, könnte dies den Kurs belasten.", "post_id": "2069768445986476415"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 359.2242589773272, "y": 564.8961348055442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 903.9699507902618, "y": 840.9661596754005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 87.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654913448366689543", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Teman-teman, rupiah kembali tertekan dan hari ini menyentuh level Rp17.949 per dolar AS, semakin mendekati level psikologis Rp18.000 yang menjadi perhatian pasar. Padahal sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan kunjungan ke China untuk menarik minat investor dan memperluas sumber pembiayaan Indonesia melalui skema Panda Bond. Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebagai salah satu upaya menarik dana masuk ke dalam negeri. Namun Purbaya menegaskan bahwa program ini bukan Tax Amnesty jilid baru. Perlindungan hukum dan perpajakan hanya berlaku untuk dana yang ditempatkan ke dalam Patriot Bond dan Merah Putih Bond, bukan seluruh aset milik investor. Artinya, perusahaan maupun aset lain yang dimiliki investor tetap dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku. Kini perhatian pasar tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mampu membalikkan arah rupiah, atau justru tekanan terhadap mata uang Indonesia masih akan berlanjut? Sumber:  📲 Instal aplikasi CryptoWave Media untuk mendapatkan update ekonomi, rupiah, crypto, dan market global terbaru setiap harinya. #cryptowave #rupiah #purbaya #prabowo #buyindonesia", "post_id": "7654913448366689543"}}, {"key": "media.newssurya.c", "attributes": {"label": "media.newssurya.c", "x": 838.6659562627076, "y": 425.28615305751185, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7474100401042623799", "id": "media.newssurya.c", "source": "tiktok-000001", "content": "newssurya.com//JAKARTA-Dittipidum Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat perjudian daring atau judi online situs 1XBET dengan posisi server di Benua Eropa. Dari pemeriksaan ditemukan domain yang digunakan oleh para pelaku yang berada di Indonesia adalah https://1xbetindo.com. Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! “Yang kita tangkap ini adalah bandar besarnya. Karena bandar besarnya yang asli sebetulnya di luar negeri, seperti yang kami sampaikan bahwa mereka terafiliasi dengan beberapa negara, yaitu di China, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Thailand,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., di Jakarta, Jumat (21/2). “Dalam pengungkapan ini, Polri menangkap sembilan orang tersangka di wilayah Cianjur, Depok, Tangerang, Batam, hingga Pekanbaru. Diketahui para pelaku meraup keuntungan dari bisnis haram tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dalam kurun waktu setahun. “Akibat perbuatannya, para tersangka telah ditahan dan terancam dijerat dengan Pasal 303 KUHP, Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 2 UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1 2008 tentang ITE. Kemudian Pasal 3, 4, dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman pidana penjara 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,”pungkasnya.(*) “Kaperwil Jambi” “Nopri Ardi”", "post_id": "7474100401042623799"}}, {"key": "kapolri01", "attributes": {"label": "kapolri01", "x": 318.96656465269444, "y": 136.09652592078336, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 87.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7474100401042623799", "id": "kapolri01", "source": "tiktok-000001", "content": "newssurya.com//JAKARTA-Dittipidum Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat perjudian daring atau judi online situs 1XBET dengan posisi server di Benua Eropa. Dari pemeriksaan ditemukan domain yang digunakan oleh para pelaku yang berada di Indonesia adalah https://1xbetindo.com. Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! “Yang kita tangkap ini adalah bandar besarnya. Karena bandar besarnya yang asli sebetulnya di luar negeri, seperti yang kami sampaikan bahwa mereka terafiliasi dengan beberapa negara, yaitu di China, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Thailand,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., di Jakarta, Jumat (21/2). “Dalam pengungkapan ini, Polri menangkap sembilan orang tersangka di wilayah Cianjur, Depok, Tangerang, Batam, hingga Pekanbaru. Diketahui para pelaku meraup keuntungan dari bisnis haram tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dalam kurun waktu setahun. “Akibat perbuatannya, para tersangka telah ditahan dan terancam dijerat dengan Pasal 303 KUHP, Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 2 UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1 2008 tentang ITE. Kemudian Pasal 3, 4, dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman pidana penjara 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,”pungkasnya.(*) “Kaperwil Jambi” “Nopri Ardi”", "post_id": "7474100401042623799"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 425.7629344076199, "y": 53.01088626121053, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 717.7516722713044, "y": 551.1566514785582, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.4158, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 335.9019504665837, "y": 337.56930367014724, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.4158, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "attributes": {"label": "@platinumPulse-p6y", "x": 204.2099656113129, "y": 179.74052840052946, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "@platinumPulse-p6y", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "platinumPulse", "attributes": {"label": "platinumPulse", "x": 457.707172889412, "y": 213.65053317613157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "platinumPulse", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 37.37952670402611, "y": 240.04811122428316, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.0773, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 569.0466073035664, "y": 416.98321932687645, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.0851, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 880.5740814469585, "y": 904.182661967756, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.0851, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}], "edges": [{"key": "rahadianipra_", "source": "rahadianipra_", "target": "ThatSun510", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rahadianipra_", "source": "rahadianipra_", "target": "ThatSun510", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Stern4200", "source": "Stern4200", "target": "E_Boeminghaus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.newssurya.c", "source": "media.newssurya.c", "target": "kapolri01", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "source": "@platinumPulse-p6y", "target": "platinumPulse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}