{"nodes": [{"key": "MrKazooBitcoin", "attributes": {"label": "MrKazooBitcoin", "x": 59.34096424421897, "y": 260.5882363062496, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069626624639996110", "id": "MrKazooBitcoin", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia wajib menaikan suku bunga ke 1000bps 🔥🔥🔥🔥🔥🔥", "post_id": "2069626624639996110"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 232.93200426049742, "y": 157.4692795733158, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 99.8202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069626624639996110", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia wajib menaikan suku bunga ke 1000bps 🔥🔥🔥🔥🔥🔥", "post_id": "2069626624639996110"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 671.3529014198922, "y": 296.406758098274, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 673.6285996788348, "y": 265.8000172111186, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 69.2446, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 504.63356820330995, "y": 340.35949026810164, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 69.2446, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "attributes": {"label": "cryptowavem2nd", "x": 917.6945422042168, "y": 949.4409854018045, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "cryptowavem2nd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 683.6958339685063, "y": 751.3114476090358, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 99.8202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654363926934736136", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) naikkin suku bunga acuan lagi nih, buat jaga nilai rupiah tetap stabil dan antisipin inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17–18 Juni 2026. Dalam rapat itu, BI putuskan naikkin BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) jadi 5,75%. \"Dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, kami putuskan untuk naikkin BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6). Enggak cuma BI-Rate, Bank Indonesia juga naikkin suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps jadi 4,75%. Terus, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) juga naik 25 bps menjadi 6,50%.  Sumber :   #cryptowave #sukubunga #bankindonesia", "post_id": "7654363926934736136"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "attributes": {"label": "erinasyafiaalmahyra", "x": 283.13629616150695, "y": 430.09838691582536, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "erinasyafiaalmahyra", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "Ternak", "attributes": {"label": "Ternak", "x": 27.830346507197177, "y": 746.7910599383699, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 99.8202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651267859301076231", "id": "Ternak", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH ANJLOK! APA YANG SEBENARNYA TERJADI? 🚨 Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuat banyak masyarakat khawatir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. � Reuters + 1 📉 Ketika rupiah melemah, harga barang impor berpotensi naik karena biaya pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, pasar saham Indonesia juga mengalami tekanan sehingga membuat investor semakin waspada. � Maybank Trade + 2 🏦 Untuk membantu menstabilkan keadaan, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. � Reuters + 2 ❓ Apakah Indonesia sedang tidak baik-baik saja? Belum tentu. Naik turunnya nilai mata uang merupakan hal yang bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi harga barang, investasi, dan perekonomian secara umum. � Reuters + 1 🔥 Fakta yang jarang dibahas: • Rupiah sempat mendekati Rp18.200 per dolar AS. � • Bank Indonesia melakukan kenaikan suku buna di luar jadwal normal. � • Investor global sedang mencermati kondisi ekonomi Indonesia dengan sangat ketat. � Reuters + 1 Reuters + 1 Reuters + 1 👇 Menurut kamu, apakah rupiah akan kembali menguat?  Klip  #rupiah #EkonomiIndonesia #BeritaViral #FaktaMenarik #TikTokNews", "post_id": "7651267859301076231"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 552.3395872207261, "y": 950.3036299844597, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 716.5070110406539, "y": 678.0632071041081, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.2446, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 772.590187578367, "y": 390.5679944366649, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.2446, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 960.0044901614764, "y": 579.7067440344482, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 53.9568, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 227.84158038696077, "y": 412.70087089441796, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 99.8202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "MrKazooBitcoin", "source": "MrKazooBitcoin", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "source": "cryptowavem2nd", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "erinasyafiaalmahyra", "source": "erinasyafiaalmahyra", "target": "Ternak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}