{"nodes": [{"key": "andi_achilles", "attributes": {"label": "andi_achilles", "x": 900.7792164795529, "y": 24.639889059626995, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069688178077020310", "id": "andi_achilles", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 190.887527141815, "y": 631.4198264327075, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.2127, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2069688178077020310", "id": "Maikel_USMC", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "TirtoID", "attributes": {"label": "TirtoID", "x": 337.93969257706647, "y": 453.744287891807, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 57.7435, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069688178077020310", "id": "TirtoID", "source": "retweet-000002", "content": "Suku bunga BI rate naik tapi IHSG dan rupiah tetap ambruk dan melemah. Bukan malah menjaga stabilitas rupiah mala…", "post_id": "2069688178077020310"}}, {"key": "yenihandayaniq", "attributes": {"label": "yenihandayaniq", "x": 808.2600352788163, "y": 207.5915378326121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069801415602778280", "id": "yenihandayaniq", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2069801415602778280"}}, {"key": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "BI_ProvinsiBali", "x": 217.35194590701911, "y": 617.9031275015977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 55.3316, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2069801415602778280", "id": "BI_ProvinsiBali", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2069801415602778280"}}, {"key": "RinRin82779740", "attributes": {"label": "RinRin82779740", "x": 993.1547659647636, "y": 718.6821219508514, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070010310082408765", "id": "RinRin82779740", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2070010310082408765"}}, {"key": "_ayujulianti", "attributes": {"label": "_ayujulianti", "x": 33.60720307697518, "y": 48.88587372452113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069990112801575158", "id": "_ayujulianti", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2069990112801575158"}}, {"key": "sskusuzy", "attributes": {"label": "sskusuzy", "x": 340.60818735933407, "y": 445.9546485982723, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069580152246596076", "id": "sskusuzy", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa kita masih sangat kuat buat draf intervensi stabilitas nilai tukar Rupiah, gak perlu lebay dicitrakan seolah-olah kita gak punya draf pertahanan ekonomi.", "post_id": "2069580152246596076"}}, {"key": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "NOTASLIMBOY", "x": 326.525054219662, "y": 69.44545956622538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069580152246596076", "id": "NOTASLIMBOY", "source": "tweet-000004", "content": "Cadangan devisa kita masih sangat kuat buat draf intervensi stabilitas nilai tukar Rupiah, gak perlu lebay dicitrakan seolah-olah kita gak punya draf pertahanan ekonomi.", "post_id": "2069580152246596076"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 499.80397577734806, "y": 806.9543264678299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "erikaparamisora", "x": 553.612467670551, "y": 717.6467842141519, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6582, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "erikaparamisora", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 437.3625031079017, "y": 179.51233651598108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6582, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463187386226956_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Kabar terbaru dari lembaga penyedia indeks saham global MSCI dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai meningkatkan kekhawatiran investor pada pasar saham RI.\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 6.128, terus tertekan sepanjang hari perdagangan. Setelah ditutup melemah signifikan sebesar -99 poin atau -1,62 persen ke level 6.002 di penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG terus merosot hingga menyentuh level 5.900 jelang penutupan pasar. Nilai kapitalisasi pasar pun menyusut hingga Rp 10.400 triliun dari nilai di pembukaan pasar sebesar Rp 10.600 triliun.\n\nSeluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan sektor bahan baku dan energi paling dalam turun sekitar 5 persen sampai sekitar pukul 15.00 WIB.\n\nPengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, kepada Kompas, menilai, pelemahan ini dipicu oleh faktor psikologis pasar terhadap stabilitas mata uang dan minimnya daya tarik baru investor asing untuk masuk ke pasar modal.\n\n“Kondisi ini ada hubungannya dengan respons pasar terhadap kembali melemahnya rupiah yang mendekati level 18.000, yang dinilai sebagai indikator kegagalan menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam “IHSG Anjlok 3 Persen, Tekanan Rupiah dan MSCI Diduga Jadi Penyebab” oleh Erika Kurnia () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #IHSG\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3926463187386226956_1537212147"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "attributes": {"label": "bank_indonesia_bali", "x": 726.171786874633, "y": 276.85119206437383, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 162.1422, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3926494131287996866_3318831418", "id": "bank_indonesia_bali", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Semeton Rupiah! 👋\n\n“Di setiap kantong darah, tersimpan harapan, kehidupan, dan cinta untuk sesama.” 🩸❤️\n\n bersinergi dengan Bank Mandiri Kantor Wilayah Region XI Bali dan Nusa Tenggara menggelar kegiatan Donor Darah. Dengan antusiasme yang luar biasa, sebanyak 284 kantong darah berhasil terkumpul dari 348 calon pendonor🤩\n\nBank Indonesia berkomitmen tidak hanya hadir menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam program kemanusiaan untuk kesejahteraan masyarakat✨\n\n#diSetiapMaknaIndonesia #BankIndonesia #BankIndonesiaBali #BIBaliAsikBerprestasi #RahayuRahayuRahayu", "post_id": "3926494131287996866_3318831418"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 330.26157803162204, "y": 211.00237767653752, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 475.871131094836, "y": 349.3972556031584, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 459.8247662017706, "y": 76.73350685541979, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 44.698984464213055, "y": 672.9535818881204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 206.17111518509546, "y": 554.9629925508906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@JavaGlobalFutures", "attributes": {"label": "@JavaGlobalFutures", "x": 333.3205180470523, "y": 280.8168486811683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nCsJHchY58A", "id": "@JavaGlobalFutures", "source": "youtube-000001", "content": "Perdamaian AS-Iran Retak! Harga GOLD Terancam Ambruk ke Area 3887–3998 l Market Review\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas setelah upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mengalami hambatan. Kegagalan implementasi kesepakatan tersebut memicu meningkatnya ketidakpastian pasar global, sementara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed semakin menambah tekanan pada harga emas.\n\n0:01 - 0:22 : Opening\n0:23 - 0:41 : Review Pergerakan Minggu Sebelumnya\n0:42 - 1:51 : Data-data High Impact minggu lalu dan minggu ini\n1:52 - 2:23 : Prediksi Dollar Index\n2:24 - 4:39 : Prediksi GOLD\n4:40 - 5:46 : Prediksi EURUSD\n5:47 - 6:23 : Prediksi USDJPY\n6:24 - 6:54 : Closing\n\nBuat kamu yang serius ingin trading forex, gold atau index, buka akun trading sekarang di https://my.javafx.co.id/signup/\n\nUntuk informasi kamu juga bisa menghubungi CS Java FX melalui: \nEmail         : info\nPhone       : (62) 21 222 32 200\nWhatsapp : (62) 813-1787-8880\nInstagram : \nFacebook  :   / javafutures  \nX                 : https://x.com/JavaFutures\nWebsite     : javafx.co.id\n\n#javatrader #javabroker #javatrading #tradingforex #tradinggold #tradingemas #tradingindex #tradingoil #tradingforex #strategitrading #JavaGlobalFutures #JGF #TradingJGF #BelajarTrading #TradingForex #TradingGold #XAUUSD #ForexIndonesia #TraderIndonesia #AnalisaGold #MarketReview #SinyalTrading #EdukasiTrading #PriceAction #CuanTrading #SmartTrader #BelajarForex #TradingPemula #LiveTrading #MarketUpdate", "post_id": "nCsJHchY58A"}}, {"key": "javafutures", "attributes": {"label": "javafutures", "x": 983.857220675771, "y": 160.2139678912151, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nCsJHchY58A", "id": "javafutures", "source": "youtube-000001", "content": "Perdamaian AS-Iran Retak! Harga GOLD Terancam Ambruk ke Area 3887–3998 l Market Review\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas setelah upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mengalami hambatan. Kegagalan implementasi kesepakatan tersebut memicu meningkatnya ketidakpastian pasar global, sementara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi dari The Fed semakin menambah tekanan pada harga emas.\n\n0:01 - 0:22 : Opening\n0:23 - 0:41 : Review Pergerakan Minggu Sebelumnya\n0:42 - 1:51 : Data-data High Impact minggu lalu dan minggu ini\n1:52 - 2:23 : Prediksi Dollar Index\n2:24 - 4:39 : Prediksi GOLD\n4:40 - 5:46 : Prediksi EURUSD\n5:47 - 6:23 : Prediksi USDJPY\n6:24 - 6:54 : Closing\n\nBuat kamu yang serius ingin trading forex, gold atau index, buka akun trading sekarang di https://my.javafx.co.id/signup/\n\nUntuk informasi kamu juga bisa menghubungi CS Java FX melalui: \nEmail         : info\nPhone       : (62) 21 222 32 200\nWhatsapp : (62) 813-1787-8880\nInstagram : \nFacebook  :   / javafutures  \nX                 : https://x.com/JavaFutures\nWebsite     : javafx.co.id\n\n#javatrader #javabroker #javatrading #tradingforex #tradinggold #tradingemas #tradingindex #tradingoil #tradingforex #strategitrading #JavaGlobalFutures #JGF #TradingJGF #BelajarTrading #TradingForex #TradingGold #XAUUSD #ForexIndonesia #TraderIndonesia #AnalisaGold #MarketReview #SinyalTrading #EdukasiTrading #PriceAction #CuanTrading #SmartTrader #BelajarForex #TradingPemula #LiveTrading #MarketUpdate", "post_id": "nCsJHchY58A"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 93.45455431206918, "y": 509.44789830381274, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 101.96797592361484, "y": 92.71390506265409, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N9NK5DK53GA", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah Alasannya Kenapa Bank Sentral Dunia Diam-diam Borong Emas 1.000 Ton Setiap Tahun!\n\n🔥 DUNIA SEDANG BERUBAH! INI ALASAN BANK SENTRAL DUNIA DIAM-DIAM BORONG EMAS 1.000 TON SETIAP TAHUN! 🔥\n\nApakah dunia sedang bersiap menghadapi krisis besar berikutnya?\n\nDi tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang, ketidakpastian ekonomi global, ancaman inflasi, dan berbagai perubahan dalam sistem keuangan internasional, bank-bank sentral dunia justru melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.\n\n✅ Mereka membeli emas dalam jumlah masif.\n✅ Mereka memborong sekitar 1.000 ton emas per tahun.\n✅ Mereka mulai memulangkan emas dari luar negeri.\n✅ Mereka mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti Amerika Serikat dan Inggris.\n✅ Mereka mulai mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka.\n\nLalu pertanyaannya...\n\n🤔 Apa yang sebenarnya mereka ketahui?\n🤔 Mengapa hampir seluruh bank sentral dunia kompak meningkatkan cadangan emas?\n🤔 Mengapa emas kembali menjadi aset favorit di era digital?\n🤔 Apakah dunia sedang memasuki babak baru dalam sistem keuangan global?\n🤔 Apakah ini berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik?\n\nDalam video kali ini, Inner Boost akan membahas secara lengkap dan mendalam laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang dikutip CNBC mengenai fenomena pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral dunia.\n\n📌 Pembahasan dalam video ini:\n\n✅ Mengapa emas masih menjadi aset strategis bagi negara-negara dunia\n✅ Alasan bank sentral membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun\n✅ Fakta mengejutkan bahwa hampir 9 dari 10 bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat\n✅ Mengapa 45% bank sentral berencana menambah emas mereka\n✅ Mengapa hanya 1% yang memperkirakan penurunan cadangan emas\n✅ Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap strategi penyimpanan emas dunia\n✅ Alasan negara-negara mulai memulangkan emas mereka ke dalam negeri\n✅ Risiko menyimpan cadangan emas di luar negeri\n✅ Penjelasan lengkap tentang diversifikasi cadangan dan manajemen risiko\n✅ Analisis UBS mengenai masa depan permintaan emas global\n✅ Hubungan emas dengan inflasi, krisis ekonomi, dan stabilitas keuangan\n✅ Apakah dunia sedang menuju dedolarisasi?\n✅ Pelajaran penting yang bisa dipetik masyarakat dari strategi bank sentral dunia\n\n💰 Selama ribuan tahun emas selalu menjadi simbol kekayaan, keamanan, dan kepercayaan.\n\nNamun di era modern saat ini, ketika teknologi berkembang begitu cepat dan sistem keuangan semakin kompleks, mengapa justru semakin banyak negara kembali memperkuat kepemilikan emas mereka?\n\nJawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.\n\nKarena apa yang sedang dilakukan bank sentral dunia hari ini bisa menjadi petunjuk mengenai arah ekonomi global di masa depan.\n\n📈 Jika Anda tertarik dengan topik:\n\n✔️ Emas\n✔️ Investasi emas\n✔️ Harga emas\n✔️ Ekonomi dunia\n✔️ Geopolitik global\n✔️ Krisis ekonomi\n✔️ Inflasi\n✔️ Bank sentral\n✔️ Dolar AS\n✔️ Dedolarisasi\n✔️ Cadangan devisa\n✔️ World Gold Council\n✔️ CNBC Indonesia\n✔️ Keuangan global\n✔️ Analisis ekonomi\n✔️ Masa depan sistem keuangan dunia\n\nMaka video ini wajib Anda tonton sampai selesai.\n\n💬 Menurut Anda, mengapa semakin banyak negara memborong emas dan mulai membawa pulang cadangan emas mereka?\n\nApakah ini hanya strategi perlindungan biasa?\n\nAtaukah sebenarnya dunia sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan global?\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\n👍 Jangan lupa LIKE jika video ini bermanfaat.\n📢 SHARE ke teman dan keluarga agar semakin banyak yang memahami perkembangan ekonomi dunia.\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost untuk mendapatkan video terbaru seputar ekonomi global, investasi, pengembangan diri, keuangan, dan fenomena dunia yang jarang dibahas secara mendalam.\n\nTerima kasih sudah mendukung channel Inner Boost.\n\n🚀 Terus belajar.\n🚀 Terus berkembang.\n🚀 Terus tingkatkan kualitas diri.\n\n\n#emas2026 #hargaemas2026 #prediksihargaemas2026 #hargaemasdunia #hargaemashariini #hargaemasnaik #hargaemasturun #hargaemasantam #hargaemasantamhariini #hargaemaspegadaian #nabungemas  #Emas #HargaEmas #InvestasiEmas #BankSentral #WorldGoldCouncil #GoldPrice #CadanganEmas #EkonomiDunia #Geopolitik #KrisisEkonomi #DolarAS #Dedolarisasi #Inflasi #KeuanganGlobal #BeritaEkonomi #CNBCIndonesia #EkonomiGlobal #Investasi #Gold #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "N9NK5DK53GA"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "attributes": {"label": "@platinumPulse-p6y", "x": 265.42356031221505, "y": 3.2353701311407246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "@platinumPulse-p6y", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "platinumPulse", "attributes": {"label": "platinumPulse", "x": 258.4016816356969, "y": 193.46308775245913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "platinumPulse", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 859.0128599677602, "y": 248.60970210782696, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}, {"key": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 168.42275073661662, "y": 649.9087839677861, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}], "edges": [{"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yenihandayaniq", "source": "yenihandayaniq", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yenihandayaniq", "source": "yenihandayaniq", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RinRin82779740", "source": "RinRin82779740", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RinRin82779740", "source": "RinRin82779740", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_ayujulianti", "source": "_ayujulianti", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_ayujulianti", "source": "_ayujulianti", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sskusuzy", "source": "sskusuzy", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "erikaparamisora", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "source": "bank_indonesia_bali", "target": "bank_indonesia_bali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JavaGlobalFutures", "source": "@JavaGlobalFutures", "target": "javafutures", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "source": "@platinumPulse-p6y", "target": "platinumPulse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "target": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}