{"nodes": [{"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 436.52236516012766, "y": 992.5616451071616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "chatibbasri", "attributes": {"label": "chatibbasri", "x": 920.3274668593592, "y": 424.2378944281302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3889445428417243229_1537212147", "id": "chatibbasri", "source": "instagram-000001", "content": "Awal Januari 1998, rupiah seperti kehilangan jangkar. Dari sekitar Rp 2.450 per dolar AS pada Juli 1997, ia amblas, menyentuh Rp 17.000. Di balik angka itu ada perusahaan tutup, pekerja pulang tanpa kepastian. Ada dapur mendadak sunyi.\n\nPada 23 Februari 1998, di Bundaran Hotel Indonesia, sekelompok perempuan berdiri, membawa kegelisahan yang sederhana: harga susu yang melonjak. Tapi, justru di situlah krisis menemukan wajahnya, bukan dalam grafik. Melainkan dalam antrean, dalam kecemasan. Inflasi mencapai 77 persen. Ekonomi Indonesia runtuh. Mahasiswa turun ke jalan.\n\nMereka yang melewati 1998 tahu, itu tak sekadar krisis ekonomi. Peristiwa itu menjadi luka, tersimpan dalam ingatan kolektif. Mungkin karena itu, di Indonesia, nilai tukar tak pernah hanya angka, tetapi seperti detak jantung: sedikit bergejolak, ingatan lama bangkit. Setiap kali rupiah melemah, bayang-bayang Krisis Keuangan Asia 1998 kembali hadir, di pasar, di percakapan—dan mungkin—memengaruhi keputusan.\n\nRupiah, Risiko, dan Ingatan 1998\nOpini 4 Mei 2026\n\nDitulis oleh Muhamad Chatib Basri () \nVisiting Scholar Center for International Development Harvard University\n\n#HarianKompas #Kompasid #OpiniKompas #Ekonomi", "post_id": "3889445428417243229_1537212147"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 551.6810306751964, "y": 280.8188304572703, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 246.47552860737488, "y": 567.2135450549566, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 168.89249661792638, "y": 331.2290724612517, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 337.6071704397402, "y": 426.3387971720266, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 662.2484360133548, "y": 982.3667118846926, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 262.77849838318724, "y": 94.22181227509785, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 406.3674649610152, "y": 236.29968200062902, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9227, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 720.1053747643195, "y": 174.34152142515202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "llGIsGve2ls", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Solar Naik, Nelayan Pati Berhenti Melaut dan Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "llGIsGve2ls"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 780.8999737901324, "y": 789.0118898983277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5095, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "llGIsGve2ls", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Solar Naik, Nelayan Pati Berhenti Melaut dan Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "llGIsGve2ls"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 816.0047266403893, "y": 867.5499881652296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0c9ZADwQydU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nelayan Pati Berhenti Melaut karena Tak Sanggup Beli Solar,  Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\n#BBM #pati #jawatengah\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "0c9ZADwQydU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 263.4693162066193, "y": 676.9047538622416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5095, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0c9ZADwQydU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nelayan Pati Berhenti Melaut karena Tak Sanggup Beli Solar,  Pelelangan Ikan Terdampak\n\nJAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.\n\nSejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.\n\nKondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.\n\nPara nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.\n\n#BBM #pati #jawatengah\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "0c9ZADwQydU"}}, {"key": "@Schiffgold", "attributes": {"label": "@Schiffgold", "x": 652.9839911958304, "y": 324.90142430760625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "@Schiffgold", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 863.1983037512646, "y": 4.538289331991741, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5095, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 156.33099571249676, "y": 544.8383250334732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 499.1865620363023, "y": 168.39400970407036, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 355.06097005144164, "y": 769.2606775731094, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "b8IZTiWnluY", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos dari Blokade AS, Terdeteksi Menuju Indonesia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\n\nSELENGKAPNYA: https://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#Iran, #DonaldTrump, #ProposalDamai, #AmerikaSerikat, #GencatanSenjata, #Geopolitik, #BreakingNews, #UpdateInternasional, #TimurTengah, #KonflikASIran, #Diplomasi, #InfoDunia, #BeritaTerbaru, #KrisisGlobal, #Hormuz, #PerdamaianDunia, #BeritaViral, #Dunia2026, #PolitikLuarNegeri, #EskalasiMiliter\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "b8IZTiWnluY"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 334.68862850763657, "y": 778.2281494590508, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.2461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "b8IZTiWnluY", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos dari Blokade AS, Terdeteksi Menuju Indonesia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\n\nSELENGKAPNYA: https://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#Iran, #DonaldTrump, #ProposalDamai, #AmerikaSerikat, #GencatanSenjata, #Geopolitik, #BreakingNews, #UpdateInternasional, #TimurTengah, #KonflikASIran, #Diplomasi, #InfoDunia, #BeritaTerbaru, #KrisisGlobal, #Hormuz, #PerdamaianDunia, #BeritaViral, #Dunia2026, #PolitikLuarNegeri, #EskalasiMiliter\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "b8IZTiWnluY"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 240.48753990691162, "y": 852.8937395989195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.2461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "b8IZTiWnluY", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos dari Blokade AS, Terdeteksi Menuju Indonesia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\n\nSELENGKAPNYA: https://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#Iran, #DonaldTrump, #ProposalDamai, #AmerikaSerikat, #GencatanSenjata, #Geopolitik, #BreakingNews, #UpdateInternasional, #TimurTengah, #KonflikASIran, #Diplomasi, #InfoDunia, #BeritaTerbaru, #KrisisGlobal, #Hormuz, #PerdamaianDunia, #BeritaViral, #Dunia2026, #PolitikLuarNegeri, #EskalasiMiliter\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "b8IZTiWnluY"}}, {"key": "@SignalFrontier1", "attributes": {"label": "@SignalFrontier1", "x": 506.50281531128195, "y": 826.5229289052081, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aO45lVFmp3o", "id": "@SignalFrontier1", "source": "youtube-000001", "content": "China Membangun Jalur Kereta Api Sepanjang 10.400 km ke Iran Secara Diam-diam - AS Ketakutan!\n\nChina baru saja membangun jalur kereta api sepanjang 10.400 km ke Iran untuk menghindari Angkatan Laut AS dan membongkar dominasi Dolar AS. Revolusi senyap ini menciptakan jalur darat langsung melalui Eurasia, memangkas waktu perdagangan dari 40 hari menjadi hanya 15 hari. Dalam video ini, kami mengungkap \"tombol pemutus\" untuk abad Amerika yang tersembunyi di dalam proyek infrastruktur besar ini.\n\nMemangkas waktu perjalanan dari mimpi buruk laut selama 40 hari menjadi perjalanan darat singkat selama 15 hari, jalur kereta api ini menghubungkan pusat industri dunia langsung ke raksasa energi yang paling terisolasi: Iran. Tetapi ketika kita melihat melampaui kargo dan ke dalam pembukuan, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi status quo—protokol \"tombol pemutus\" tersembunyi yang dirancang untuk membongkar dominasi global dolar AS. Dari \"Dilema Malaka\" hingga \"Stasiun Hantu\" berteknologi tinggi di stepa Kazakhstan, kita menyaksikan perubahan peta global secara langsung.\n\nYang Dibahas:\n🚂 Revolusi 15 Hari — Bagaimana Tiongkok merekayasa rute \"anti-bom\" sepanjang 10.400 km melalui \"Gurun Kematian\" untuk mencapai Teheran.\n\n🌊 Dilema Malaka — Mengapa 80% impor energi Tiongkok melewati satu \"arteri karotis\" sempit yang dapat ditutup oleh Angkatan Laut AS dalam hitungan minggu.\n\n💰 Tombol Pemutus Dolar — Penelusuran mendalam ke dalam \"buku besar\" dan bagaimana lingkaran perdagangan non-dolar diam-diam mengikis \"Hak Istimewa Berlebihan\" Amerika.\n\n🏔️ Jembatan Afghanistan — Mengapa Beijing mengubah \"Kuburan Kekaisaran\" menjadi pusat transit Jalur Sutra baru.\n\n🤖 Kereta Api Anti-Manusia — Lokomotif FXN3B berteknologi tinggi dan pertukaran gerbong otomatis yang dirancang untuk bertahan di dunia yang berada di bawah sanksi total.\n\n\n🧊 Gerakan Penjepit — Bagaimana \"Jalur Sutra Kutub\" dan \"Proyek 10\" membelah dunia menjadi dua dan mengubah Mediterania menjadi jalan belakang Tiongkok.\n\n-\n\nJika ini memberi Anda perspektif baru tentang mekanisme tersembunyi kekuatan global, tekan tombol suka dan berlangganan. Kami melacak pergeseran geopolitik yang diabaikan media arus utama.\n\nhttps://www.youtube.com/\n\n-\n\n💬 Tinggalkan komentar di bawah: Jika Anda harus bertaruh masa depan pada kelompok serang kapal induk AS di Selat Malaka atau kereta barang Tiongkok di gurun Iran, di mana Anda akan menaruh uang Anda? Laut memiliki sejarah, tetapi daratan memiliki momentum.\n\n-\n\n#Geopolitik #Tiongkok #Iran #Ekonomi #BeltAndRoad #DolarAS #SignalFrontier", "post_id": "aO45lVFmp3o"}}, {"key": "SignalFronti...", "attributes": {"label": "SignalFronti...", "x": 606.1835619792776, "y": 169.919069475584, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.5095, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aO45lVFmp3o", "id": "SignalFronti...", "source": "youtube-000001", "content": "China Membangun Jalur Kereta Api Sepanjang 10.400 km ke Iran Secara Diam-diam - AS Ketakutan!\n\nChina baru saja membangun jalur kereta api sepanjang 10.400 km ke Iran untuk menghindari Angkatan Laut AS dan membongkar dominasi Dolar AS. Revolusi senyap ini menciptakan jalur darat langsung melalui Eurasia, memangkas waktu perdagangan dari 40 hari menjadi hanya 15 hari. Dalam video ini, kami mengungkap \"tombol pemutus\" untuk abad Amerika yang tersembunyi di dalam proyek infrastruktur besar ini.\n\nMemangkas waktu perjalanan dari mimpi buruk laut selama 40 hari menjadi perjalanan darat singkat selama 15 hari, jalur kereta api ini menghubungkan pusat industri dunia langsung ke raksasa energi yang paling terisolasi: Iran. Tetapi ketika kita melihat melampaui kargo dan ke dalam pembukuan, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi status quo—protokol \"tombol pemutus\" tersembunyi yang dirancang untuk membongkar dominasi global dolar AS. Dari \"Dilema Malaka\" hingga \"Stasiun Hantu\" berteknologi tinggi di stepa Kazakhstan, kita menyaksikan perubahan peta global secara langsung.\n\nYang Dibahas:\n🚂 Revolusi 15 Hari — Bagaimana Tiongkok merekayasa rute \"anti-bom\" sepanjang 10.400 km melalui \"Gurun Kematian\" untuk mencapai Teheran.\n\n🌊 Dilema Malaka — Mengapa 80% impor energi Tiongkok melewati satu \"arteri karotis\" sempit yang dapat ditutup oleh Angkatan Laut AS dalam hitungan minggu.\n\n💰 Tombol Pemutus Dolar — Penelusuran mendalam ke dalam \"buku besar\" dan bagaimana lingkaran perdagangan non-dolar diam-diam mengikis \"Hak Istimewa Berlebihan\" Amerika.\n\n🏔️ Jembatan Afghanistan — Mengapa Beijing mengubah \"Kuburan Kekaisaran\" menjadi pusat transit Jalur Sutra baru.\n\n🤖 Kereta Api Anti-Manusia — Lokomotif FXN3B berteknologi tinggi dan pertukaran gerbong otomatis yang dirancang untuk bertahan di dunia yang berada di bawah sanksi total.\n\n\n🧊 Gerakan Penjepit — Bagaimana \"Jalur Sutra Kutub\" dan \"Proyek 10\" membelah dunia menjadi dua dan mengubah Mediterania menjadi jalan belakang Tiongkok.\n\n-\n\nJika ini memberi Anda perspektif baru tentang mekanisme tersembunyi kekuatan global, tekan tombol suka dan berlangganan. Kami melacak pergeseran geopolitik yang diabaikan media arus utama.\n\nhttps://www.youtube.com/\n\n-\n\n💬 Tinggalkan komentar di bawah: Jika Anda harus bertaruh masa depan pada kelompok serang kapal induk AS di Selat Malaka atau kereta barang Tiongkok di gurun Iran, di mana Anda akan menaruh uang Anda? Laut memiliki sejarah, tetapi daratan memiliki momentum.\n\n-\n\n#Geopolitik #Tiongkok #Iran #Ekonomi #BeltAndRoad #DolarAS #SignalFrontier", "post_id": "aO45lVFmp3o"}}], "edges": [{"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "chatibbasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Schiffgold", "source": "@Schiffgold", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SignalFrontier1", "source": "@SignalFrontier1", "target": "SignalFronti...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}