{"nodes": [{"key": "kedubesaustralia", "attributes": {"label": "kedubesaustralia", "x": 445.61397964783276, "y": 409.5348716761764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.7121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889505813567443936_1960655158", "id": "kedubesaustralia", "source": "instagram-000001", "content": "Dari pendidikan dan kesehatan hingga pariwisata, keberlanjutan, dan perdagangan, kemitraan Australia–Indonesia terus semakin kuat. 🇦🇺🇮🇩\n\nGeser untuk melihat bagaimana hubungan ini memberikan dampak nyata, mulai dari pengembangan keterampilan dan layanan kesehatan kelas dunia hingga dukungan bagi komunitas lokal dan peningkatan perdagangan dua arah.\n\nUnduh laporan lengkap Invested: Indonesia to 2040 untuk menjelajahi peluang ke depan:\nhttps://www.dfat.gov.au/sites/default/files/invested-indonesia-to-2040.pdf\n\n---\n\nFrom education and healthcare to tourism, sustainability, and trade, the Australia–Indonesia partnership continues to grow stronger. 🇦🇺🇮🇩\n\nSwipe through to see how this relationship is creating real impact, from expanding skills and world-class healthcare to supporting local communities and boosting two-way trade.\n\nDownload the full Invested: Indonesia to 2040 report to explore the opportunities ahead:\nhttps://www.dfat.gov.au/sites/default/files/invested-indonesia-to-2040.pdf", "post_id": "3889505813567443936_1960655158"}}, {"key": "austradeofficial", "attributes": {"label": "austradeofficial", "x": 639.0800330274919, "y": 727.1353626468652, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 193.7172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889505813567443936_1960655158", "id": "austradeofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Dari pendidikan dan kesehatan hingga pariwisata, keberlanjutan, dan perdagangan, kemitraan Australia–Indonesia terus semakin kuat. 🇦🇺🇮🇩\n\nGeser untuk melihat bagaimana hubungan ini memberikan dampak nyata, mulai dari pengembangan keterampilan dan layanan kesehatan kelas dunia hingga dukungan bagi komunitas lokal dan peningkatan perdagangan dua arah.\n\nUnduh laporan lengkap Invested: Indonesia to 2040 untuk menjelajahi peluang ke depan:\nhttps://www.dfat.gov.au/sites/default/files/invested-indonesia-to-2040.pdf\n\n---\n\nFrom education and healthcare to tourism, sustainability, and trade, the Australia–Indonesia partnership continues to grow stronger. 🇦🇺🇮🇩\n\nSwipe through to see how this relationship is creating real impact, from expanding skills and world-class healthcare to supporting local communities and boosting two-way trade.\n\nDownload the full Invested: Indonesia to 2040 report to explore the opportunities ahead:\nhttps://www.dfat.gov.au/sites/default/files/invested-indonesia-to-2040.pdf", "post_id": "3889505813567443936_1960655158"}}, {"key": "argumentator", "attributes": {"label": "argumentator", "x": 854.3345980579325, "y": 866.0650215175092, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 104.7121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "argumentator", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "pengikut", "attributes": {"label": "pengikut", "x": 882.6774301359713, "y": 510.42793225925953, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 193.7172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "pengikut", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "@DesiSutriani", "attributes": {"label": "@DesiSutriani", "x": 224.04742420748525, "y": 400.134297694139, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 104.7121, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "A1NfoeJVN9g", "id": "@DesiSutriani", "source": "youtube-000001", "content": "DAFTAR PIHAK KE 3 RESMI OJK, DILUAR DARI INI HUTANG PINJOL AUTO LUNAS, CEK SEKARANG\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "A1NfoeJVN9g"}}, {"key": "desisutriani", "attributes": {"label": "desisutriani", "x": 902.2546614301658, "y": 137.37340916581974, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2147, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A1NfoeJVN9g", "id": "desisutriani", "source": "youtube-000001", "content": "DAFTAR PIHAK KE 3 RESMI OJK, DILUAR DARI INI HUTANG PINJOL AUTO LUNAS, CEK SEKARANG\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "A1NfoeJVN9g"}}, {"key": "desisutri...", "attributes": {"label": "desisutri...", "x": 605.4550475770473, "y": 675.3323721033278, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2147, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A1NfoeJVN9g", "id": "desisutri...", "source": "youtube-000001", "content": "DAFTAR PIHAK KE 3 RESMI OJK, DILUAR DARI INI HUTANG PINJOL AUTO LUNAS, CEK SEKARANG\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "A1NfoeJVN9g"}}], "edges": [{"key": "kedubesaustralia", "source": "kedubesaustralia", "target": "austradeofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "argumentator", "source": "argumentator", "target": "pengikut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@DesiSutriani", "source": "@DesiSutriani", "target": "desisutriani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DesiSutriani", "source": "@DesiSutriani", "target": "desisutri...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}