{"nodes": [{"key": "ManasJiwa", "attributes": {"label": "ManasJiwa", "x": 826.6951556343569, "y": 725.2582225750738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048578230232498458", "id": "ManasJiwa", "source": "retweet-000002", "content": "Harga minyak dunia melonjak pada Senin (27/4/2026) setelah negosiasi Amerika Serikat dan Iran buntu, dengan Brent naik ke…", "post_id": "2048578230232498458"}}, {"key": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "BloombergTZ", "x": 177.04634825592535, "y": 936.0487903175914, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048578230232498458", "id": "BloombergTZ", "source": "retweet-000002", "content": "Harga minyak dunia melonjak pada Senin (27/4/2026) setelah negosiasi Amerika Serikat dan Iran buntu, dengan Brent naik ke…", "post_id": "2048578230232498458"}}, {"key": "sayno_KKN", "attributes": {"label": "sayno_KKN", "x": 77.81018447840904, "y": 932.8181876069505, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050759234103730491", "id": "sayno_KKN", "source": "tweet-000004", "content": "Trump itu zionis,\nancaman Israel = ancaman AS;\nIran penghalang Greater Israel, supermasi militer zionis di Timur Tengah, Iran sumber minyak utk kesejahteraan oligarki zionis, penguasaan minyak bisa tekan China dan bisa tekan harga minyak utk hancurkan ekonomi Rusia. https://t.co/pwRErXwzPY", "post_id": "2050759234103730491"}}, {"key": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "CNNIndonesia", "x": 631.8592293808421, "y": 765.6716504177839, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.817, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050759234103730491", "id": "CNNIndonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Trump itu zionis,\nancaman Israel = ancaman AS;\nIran penghalang Greater Israel, supermasi militer zionis di Timur Tengah, Iran sumber minyak utk kesejahteraan oligarki zionis, penguasaan minyak bisa tekan China dan bisa tekan harga minyak utk hancurkan ekonomi Rusia. https://t.co/pwRErXwzPY", "post_id": "2050759234103730491"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 507.3117925223666, "y": 1.3523413480943658, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.26, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 15, "degree": 16}, "_id": "2050843496299307432", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Blokade AS terhadap Iran (terutama ekspor minyak via laut) cukup efektif saat ini. Menurut Bloomberg & RIA Novosti yang dikutip CNN Indonesia, Iran sudah mulai kurangi produksi minyak agar tangki penyimpanan tak overflow karena tak bisa ekspor.\n\nDampak ekonominya berat: Iran", "post_id": "2050843496299307432"}}, {"key": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "_IloveIsrael", "x": 668.1934439728113, "y": 896.7475596233, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 5, "out_degree": 2, "degree": 7}, "_id": "2050843496299307432", "id": "_IloveIsrael", "source": "tweet-000004", "content": "Blokade AS terhadap Iran (terutama ekspor minyak via laut) cukup efektif saat ini. Menurut Bloomberg & RIA Novosti yang dikutip CNN Indonesia, Iran sudah mulai kurangi produksi minyak agar tangki penyimpanan tak overflow karena tak bisa ekspor.\n\nDampak ekonominya berat: Iran", "post_id": "2050843496299307432"}}, {"key": "Prima199911", "attributes": {"label": "Prima199911", "x": 755.9975455687343, "y": 235.4979065047057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051177820383301983", "id": "Prima199911", "source": "tweet-000004", "content": "Yang menuju kehancuran adalah Rezim Islam Iran ... semua proxy teroris Iran sdh hancur dan sekarang selat Hormuz sudah diblokade ketat sehingga 80% kapal tanker Iran tidak bisa melakukan kegiatan ekspor ... bahkan tentara Iran tidak bisa mendapatkan gaji krn negara nga punya uang", "post_id": "2051177820383301983"}}, {"key": "syafitric96", "attributes": {"label": "syafitric96", "x": 3.58520090669745, "y": 923.2563573198922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051177820383301983", "id": "syafitric96", "source": "tweet-000004", "content": "Yang menuju kehancuran adalah Rezim Islam Iran ... semua proxy teroris Iran sdh hancur dan sekarang selat Hormuz sudah diblokade ketat sehingga 80% kapal tanker Iran tidak bisa melakukan kegiatan ekspor ... bahkan tentara Iran tidak bisa mendapatkan gaji krn negara nga punya uang", "post_id": "2051177820383301983"}}, {"key": "mrdarkside818", "attributes": {"label": "mrdarkside818", "x": 651.6168338900012, "y": 362.5682430671747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050475959527383451", "id": "mrdarkside818", "source": "tweet-000004", "content": "trus ngaruh? org democrat juga banyak yang masuk epstein files, ujung ujungnya dia bakalan kalah telak di midterms karena kinerja di kacau, perang iran dan harga minyak dan komoditas lain yang makin naik, mana mempan isu begini kalo udah ada pendukung loyal", "post_id": "2050475959527383451"}}, {"key": "UsoppKun88", "attributes": {"label": "UsoppKun88", "x": 78.24245163423838, "y": 82.41317575286922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050475959527383451", "id": "UsoppKun88", "source": "tweet-000004", "content": "trus ngaruh? org democrat juga banyak yang masuk epstein files, ujung ujungnya dia bakalan kalah telak di midterms karena kinerja di kacau, perang iran dan harga minyak dan komoditas lain yang makin naik, mana mempan isu begini kalo udah ada pendukung loyal", "post_id": "2050475959527383451"}}, {"key": "Losbagados", "attributes": {"label": "Losbagados", "x": 461.5661347975992, "y": 158.698030658348, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050475959527383451", "id": "Losbagados", "source": "tweet-000004", "content": "trus ngaruh? org democrat juga banyak yang masuk epstein files, ujung ujungnya dia bakalan kalah telak di midterms karena kinerja di kacau, perang iran dan harga minyak dan komoditas lain yang makin naik, mana mempan isu begini kalo udah ada pendukung loyal", "post_id": "2050475959527383451"}}, {"key": "anton_sukisno", "attributes": {"label": "anton_sukisno", "x": 160.15235005157368, "y": 551.3577670636198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051178463873122346", "id": "anton_sukisno", "source": "tweet-000004", "content": "Situasi terkini per Mei 2026: Blokade AS di Selat Hormuz bikin ekspor minyak Iran jatuh tajam. Produksi semula ~3,2 juta barel/hari, kini mulai dipangkas secara proaktif (bisa sampai 30% di beberapa reservoir) karena tangki penyimpanan cepat penuh. \n\nIran tetap jual lewat", "post_id": "2051178463873122346"}}, {"key": "__anomali__", "attributes": {"label": "__anomali__", "x": 561.2418138432942, "y": 60.30828537044075, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050815270378144179", "id": "__anomali__", "source": "tweet-000004", "content": "Update per 3 Mei 2026: Blokade & patroli AL AS di perairan sekitar Selat Hormuz & akses pelabuhan Iran berjalan cukup efektif sejauh ini. \n\nUS CENTCOM sudah memutar balik puluhan kapal (sekitar 30+), lalu lintas kapal turun drastis, ekspor minyak Iran anjlok tajam (estimasi 75%", "post_id": "2050815270378144179"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 797.6080268285231, "y": 336.121216039177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.26, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051204063321342298", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Efektivitas blokade AS meningkat signifikan (April–Mei 2026) verifikasi \n\nEkspor minyak Iran TERTEKAN:\nturun tajam sejak pertengahan April\ndari >2 juta bpd → ~500–600 ribu bpd\n\nBanyak minyak “nyangkut” puluhan juta barel:tertahan di tanker / floating storage\n\nKapasitas", "post_id": "2051204063321342298"}}, {"key": "bbangcutieboi", "attributes": {"label": "bbangcutieboi", "x": 734.0165366112305, "y": 398.159966009761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "bbangcutieboi", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "maulana_rvlv11", "x": 248.60664581629754, "y": 891.9165422020361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "maulana_rvlv11", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "BapakDariAnak2", "attributes": {"label": "BapakDariAnak2", "x": 9.204346620109716, "y": 902.1859756716688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051171704022434203", "id": "BapakDariAnak2", "source": "tweet-000004", "content": "**Perbedaan utama:**\n\nSebelum perang (embargo/sanksi AS): Hanya pembatasan finansial & perdagangan. Iran masih bisa ekspor minyak lewat shadow fleet & jalur ilegal ke China, India, dll. Dampaknya kronis tapi bisa dielakkan, ekonomi tertekan tapi tidak ambruk total.\n\nSetelah", "post_id": "2051171704022434203"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "ibnu_s_rIxiiIAs", "x": 194.54192105722535, "y": 578.4738443442499, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051136858256498869", "id": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "henrysubiakto", "x": 502.9410865040157, "y": 2.9774611888672142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051136858256498869", "id": "henrysubiakto", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "SuperGrok", "attributes": {"label": "SuperGrok", "x": 898.1876075543531, "y": 401.8839810328915, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.0232, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051136858256498869", "id": "SuperGrok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 149.46436751121018, "y": 388.38607173203786, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 92.4993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3886447315943112579_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "The Fed kembali menahan suku bunga, tapi pesan besarnya jauh lebih dalam dari sekadar “no rate cut.”\n\nPerpecahan internal terbesar sejak 1992, inflasi yang masih tinggi, lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik, hingga tekanan politik terhadap Jerome Powell membuat arah kebijakan moneter AS semakin kompleks.\n\n📌 Higher for longer masih jadi skenario utama\n📌 Volatilitas pasar global berpotensi meningkat\n📌 Emerging markets seperti Indonesia perlu waspada terhadap capital outflow\n\nBagi investor, ini saatnya lebih disiplin membaca sentimen macro, menjaga manajemen risiko, dan fokus pada strategi jangka menengah-panjang.\n\nKarena di era seperti sekarang, keputusan bank sentral global bisa berdampak langsung ke portofolio kita.\n\n💬 Menurut kamu, kapan The Fed mulai memangkas suku bunga?\n\n👇 Tulis pandanganmu di kolom komentar\n🔄 Share ke sesama investor\n❤️ Save untuk update market global\n📈 Follow  untuk insight saham dan market update harian\n\n#TheFed #JeromePowell #SukuBunga #IHSG #investasi", "post_id": "3886447315943112579_8368743173"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 16.576349334943007, "y": 254.20861831206366, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3887914898592179624_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ MINYAK: Komoditas $3 Triliun yang Selalu Salah Diprediksi\n\nKonsumsi minyak global ~100 juta bbl/hari × harga $80–100 = transaksi ~$2,5–3 Triliun/tahun. Komoditas dengan transaksi terbesar di dunia. Dan paling sering membuat smart money terperangkap.\n\n📅 Nov 2025: JP Morgan meramalkan Brent bisa jatuh ke $30-an pada 2027 — saat itu Brent di $62,59. Super-bearish. Anda bisa lihat apa yang terjadi sejak ramalan bulan Nopember 2025 itu.\n📅 Jul 2022: JP Morgan meramalkan minyak bisa tembus $380 (“stratospheric”). Super-bullish. (Setelahnya, minyak justru trending down.)\n\nPola yang sama. Hasil yang sama: ketika smart money mencapai konsensus ekstrim — di kedua arah — hal ini sering menjadi contrarian indicator yang baik untuk dumb money.\n\n📊 Memilih Long Oil Stocks (saat smart money bearish), memberikan gambar yang baik. Secara YTD, kelima nama itu naik : TotalEnergies +41,82%. ConocoPhillips +31,60% . ExxonMobil +26,90. Chevron +25,08%. Shell +21,09%\n\nThesis: GOR ekstrim di 74,92 (30 Des 2025) → mean reversion ke 42,68 (30 April 2026). Sudah saatnya berhenti berharap, bahwa oil price akan terus melambung. \n\n⚠️ Outlook: Iran dan Amerika sama-sama berkepentingan membuka Selat Hormuz — tutup Hormuz berarti Iran kehilangan ~90% sumber revenue, dan AS tidak bisa menahan tekanan harga BBM serta perang berkepanjangan. \n\nMean reversion harga minyak bukan harapan — ini adalah equilibrium alami yang sedang kembali.\n\n💡 Pelajaran: Saat seluruh dunia bearish minyak, perhatikan GOR. Saat seluruh dunia bullish, juga perhatikan GOR.\n\n🔔 Follow \n\n#JSPortfolio #ContrarianInvesting #LongOilStocks #SmartMoney  #GoldOilRatio", "post_id": "3887914898592179624_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 843.0875362171818, "y": 725.8220597119806, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887914898592179624_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ MINYAK: Komoditas $3 Triliun yang Selalu Salah Diprediksi\n\nKonsumsi minyak global ~100 juta bbl/hari × harga $80–100 = transaksi ~$2,5–3 Triliun/tahun. Komoditas dengan transaksi terbesar di dunia. Dan paling sering membuat smart money terperangkap.\n\n📅 Nov 2025: JP Morgan meramalkan Brent bisa jatuh ke $30-an pada 2027 — saat itu Brent di $62,59. Super-bearish. Anda bisa lihat apa yang terjadi sejak ramalan bulan Nopember 2025 itu.\n📅 Jul 2022: JP Morgan meramalkan minyak bisa tembus $380 (“stratospheric”). Super-bullish. (Setelahnya, minyak justru trending down.)\n\nPola yang sama. Hasil yang sama: ketika smart money mencapai konsensus ekstrim — di kedua arah — hal ini sering menjadi contrarian indicator yang baik untuk dumb money.\n\n📊 Memilih Long Oil Stocks (saat smart money bearish), memberikan gambar yang baik. Secara YTD, kelima nama itu naik : TotalEnergies +41,82%. ConocoPhillips +31,60% . ExxonMobil +26,90. Chevron +25,08%. Shell +21,09%\n\nThesis: GOR ekstrim di 74,92 (30 Des 2025) → mean reversion ke 42,68 (30 April 2026). Sudah saatnya berhenti berharap, bahwa oil price akan terus melambung. \n\n⚠️ Outlook: Iran dan Amerika sama-sama berkepentingan membuka Selat Hormuz — tutup Hormuz berarti Iran kehilangan ~90% sumber revenue, dan AS tidak bisa menahan tekanan harga BBM serta perang berkepanjangan. \n\nMean reversion harga minyak bukan harapan — ini adalah equilibrium alami yang sedang kembali.\n\n💡 Pelajaran: Saat seluruh dunia bearish minyak, perhatikan GOR. Saat seluruh dunia bullish, juga perhatikan GOR.\n\n🔔 Follow \n\n#JSPortfolio #ContrarianInvesting #LongOilStocks #SmartMoney  #GoldOilRatio", "post_id": "3887914898592179624_9022830818"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 879.2981848517061, "y": 934.79780556345, "size": 5.35, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 27.1973, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 548.1897606988123, "y": 98.20393569746066, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.477, "eigenvector": 138.7815, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "argumentator", "attributes": {"label": "argumentator", "x": 797.9363620769765, "y": 573.3158501845339, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "argumentator", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "pengikut", "attributes": {"label": "pengikut", "x": 81.65349571053937, "y": 308.3220213382726, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "pengikut", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "@timesofindia", "attributes": {"label": "@timesofindia", "x": 951.2751331726655, "y": 3.582517809146424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oIXSdGykT8U", "id": "@timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "‘TANPA KAPAL, TANPA UANG TUNAI’: Iran MENGEKCAM Sekutu AS Kuwait, Ekspor Minyak Turun ke NOL SEJA...\n\nKuwait, yang sejak lama menjadi eksportir minyak utama di Teluk, mencatat nol ekspor minyak mentah pada April 2026, sebuah peristiwa bersejarah pertama sejak pasca Perang Teluk 1991, menurut data pelacakan kapal dari TankerTrackers. Meskipun negara tersebut terus memompa minyak, barel telah dialihkan ke penyimpanan atau konversi menjadi produk olahan, tanpa ada yang dikirim ke pasar global di tengah gangguan maritim yang sedang berlangsung terkait dengan perang Iran dan pembatasan lalu lintas melalui Hormuz.\n\n#kuwait #trump #usa #iran #straitofhormuz #hormuz #gulf #iiranwar\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | MENGUBAH TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan notifikasi saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan Jutaan Pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "oIXSdGykT8U"}}, {"key": "timesofindia", "attributes": {"label": "timesofindia", "x": 119.2539929498836, "y": 943.3207199016595, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oIXSdGykT8U", "id": "timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "‘TANPA KAPAL, TANPA UANG TUNAI’: Iran MENGEKCAM Sekutu AS Kuwait, Ekspor Minyak Turun ke NOL SEJA...\n\nKuwait, yang sejak lama menjadi eksportir minyak utama di Teluk, mencatat nol ekspor minyak mentah pada April 2026, sebuah peristiwa bersejarah pertama sejak pasca Perang Teluk 1991, menurut data pelacakan kapal dari TankerTrackers. Meskipun negara tersebut terus memompa minyak, barel telah dialihkan ke penyimpanan atau konversi menjadi produk olahan, tanpa ada yang dikirim ke pasar global di tengah gangguan maritim yang sedang berlangsung terkait dengan perang Iran dan pembatasan lalu lintas melalui Hormuz.\n\n#kuwait #trump #usa #iran #straitofhormuz #hormuz #gulf #iiranwar\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | MENGUBAH TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan notifikasi saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan Jutaan Pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "oIXSdGykT8U"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 126.44913521269197, "y": 997.9139780219929, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 209.53091855949378, "y": 320.0902065704899, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 487.2344369178081, "y": 77.76015308708561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@JNS_TV_id", "attributes": {"label": "@JNS_TV_id", "x": 518.292151236101, "y": 970.8736585751038, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3CQspJg8ZMc", "id": "@JNS_TV_id", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Mengira UEA Bakal Lupa Serangan Iran... Ternyata Salah Besar!\n\nUni Emirat Arab keluar dari OPEC setelah 59 tahun! Apa dampaknya bagi harga minyak dunia, geopolitik, dan masa depan Timur Tengah? Ternyata, ini bukan sekadar soal minyak, tapi juga strategi ekonomi dan politik yang bisa mengubah peta dunia! Yuk nonton sampai habis, subscribe channel kami, dan tulis di komentar bagian favoritmu dari video ini! #OPEC #TimurTengah #Minyak #Geopolitik #Ekonomi\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /   \n\n0:00 - Pendahuluan & Peran OPEC di Dunia\n2:39 - Perubahan Dinamika Global Energi\n4:54 - Geopolitik OPEC & Keputusan UAE\n5:48 - OPEC Sebagai Senjata Politik\n8:08 - Motivasi Ekonomi & Ketegangan OPEC-UEA\n10:58 - Peran Selat Hormuz dan Strategi UEA\n16:41 - Dampak Geopolitik Keputusan UAE\n22:20 - Kesimpulan dan Harapan Masa Depan", "post_id": "3CQspJg8ZMc"}}, {"key": "jns_tv", "attributes": {"label": "jns_tv", "x": 504.49934337803415, "y": 342.6690949109983, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3CQspJg8ZMc", "id": "jns_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Mengira UEA Bakal Lupa Serangan Iran... Ternyata Salah Besar!\n\nUni Emirat Arab keluar dari OPEC setelah 59 tahun! Apa dampaknya bagi harga minyak dunia, geopolitik, dan masa depan Timur Tengah? Ternyata, ini bukan sekadar soal minyak, tapi juga strategi ekonomi dan politik yang bisa mengubah peta dunia! Yuk nonton sampai habis, subscribe channel kami, dan tulis di komentar bagian favoritmu dari video ini! #OPEC #TimurTengah #Minyak #Geopolitik #Ekonomi\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /   \n\n0:00 - Pendahuluan & Peran OPEC di Dunia\n2:39 - Perubahan Dinamika Global Energi\n4:54 - Geopolitik OPEC & Keputusan UAE\n5:48 - OPEC Sebagai Senjata Politik\n8:08 - Motivasi Ekonomi & Ketegangan OPEC-UEA\n10:58 - Peran Selat Hormuz dan Strategi UEA\n16:41 - Dampak Geopolitik Keputusan UAE\n22:20 - Kesimpulan dan Harapan Masa Depan", "post_id": "3CQspJg8ZMc"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 394.2902817655024, "y": 597.2290658133062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q0aq9kbdsYE", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran vs AS di Hormuz, Trump Siap Buka Jalur? - Sapa Indonesia Malam\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz, menyusul rencana Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.\n\nPengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai pernyataan Trump lebih bersifat membangun citra ketimbang langkah operasional.\n\n“Ancaman Trump ini lebih lebih bertujuan untuk menciptakan citra atau image bahwa dia masih pemegang kontrol, dia masih memiliki inisiatif di kawasan tersebut untuk menenangkan audiens domestiknya maupun juga untuk menenangkan sekutu-sekutunya bahwa Iran masih bisa ditundukkan dalam impiannya Trump,” ujarnya.\n\nKetegangan di Selat Hormus meningkat setelah laporan menyebut kapal perang Amerika Serikat ditembak saat mencoba melintas dan mengabaikan peringatan dari militer Iran.\n\nPengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai situasi ini menempatkan AS dalam posisi sulit.\n\n“Kalau membalas artinya situasi akan semakin buruk, harga minyak juga semakin naik. Tapi kalau tidak membalas, kalau diam begitu saja itu juga kan mempermalukan Amerika Serikat sendiri,”kata Dina dalam Sapa Indonesia Malam. \n\nDi tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormus, peluang perundingan dinilai masih terbuka. \nPengamat menilai dinamika politik domestik di Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam \nmenentukan arah kebijakan Presiden Donald Trump ke depan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Galih\n#selathormuz #trump #iran \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Q0aq9kbdsYE"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 710.0638128977449, "y": 477.73343866281004, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q0aq9kbdsYE", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran vs AS di Hormuz, Trump Siap Buka Jalur? - Sapa Indonesia Malam\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz, menyusul rencana Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.\n\nPengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai pernyataan Trump lebih bersifat membangun citra ketimbang langkah operasional.\n\n“Ancaman Trump ini lebih lebih bertujuan untuk menciptakan citra atau image bahwa dia masih pemegang kontrol, dia masih memiliki inisiatif di kawasan tersebut untuk menenangkan audiens domestiknya maupun juga untuk menenangkan sekutu-sekutunya bahwa Iran masih bisa ditundukkan dalam impiannya Trump,” ujarnya.\n\nKetegangan di Selat Hormus meningkat setelah laporan menyebut kapal perang Amerika Serikat ditembak saat mencoba melintas dan mengabaikan peringatan dari militer Iran.\n\nPengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai situasi ini menempatkan AS dalam posisi sulit.\n\n“Kalau membalas artinya situasi akan semakin buruk, harga minyak juga semakin naik. Tapi kalau tidak membalas, kalau diam begitu saja itu juga kan mempermalukan Amerika Serikat sendiri,”kata Dina dalam Sapa Indonesia Malam. \n\nDi tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormus, peluang perundingan dinilai masih terbuka. \nPengamat menilai dinamika politik domestik di Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam \nmenentukan arah kebijakan Presiden Donald Trump ke depan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Galih\n#selathormuz #trump #iran \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Q0aq9kbdsYE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 505.67588954018674, "y": 139.59628349440212, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 138.7815, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 956.4312896073956, "y": 897.4869742464721, "size": 8.71, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7175, "eigenvector": 65.9992, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 398.439517640351, "y": 474.4628832300373, "size": 13.88, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6832, "eigenvector": 125.8476, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 552.1374827334635, "y": 782.8332073059056, "size": 13.88, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6832, "eigenvector": 125.8476, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 499.5598645954813, "y": 499.397561698528, "size": 13.88, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6832, "eigenvector": 125.8476, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 508.2131987044467, "y": 86.39215931439514, "size": 13.88, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6832, "eigenvector": 125.8476, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-Y8DzGpPua0", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | IDXC UPDATE\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-Y8DzGpPua0"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 207.73087503342268, "y": 697.099080992135, "size": 13.88, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 125.8476, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "UVdDN70ZeR8", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Bursa Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBursa saham Asia mengawali pekan dengan penguatan terbatas di tengah harapan meredanya tensi Timur Tengah, meski ketidakpastian masih membayangi pasar. Pernyataan Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz menjadi sentimen positif, namun minimnya detail membuat investor tetap berhati-hati. Di sisi lain, stabilnya harga minyak serta sikap hawkish bank sentral global menjaga tekanan terhadap pasar, sementara pelaku pasar juga bersiap menghadapi gelombang laporan keuangan emiten besar AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UVdDN70ZeR8"}}, {"key": "@CBS6Albany", "attributes": {"label": "@CBS6Albany", "x": 699.3884491610102, "y": 437.1390402694858, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tMKnwwA0FBg", "id": "@CBS6Albany", "source": "youtube-000001", "content": "Harga gas akan semakin memburuk seiring berlanjutnya dampak ekonomi dari perang Iran, para ekseku...\n\nKonsumen AS mungkin akan menghadapi musim panas yang menyakitkan jika perdagangan minyak di Timur Tengah tidak segera normal, demikian peringatan para CEO dari dua perusahaan minyak terbesar Amerika pada hari Jumat, seiring dengan harga bensin yang mencapai level tertinggi dalam empat tahun.\n\nSebelum perang, selat tersebut digunakan untuk mengangkut sekitar 20% minyak dunia. Rezim Iran telah memblokir hampir semua lalu lintas pengiriman untuk menyeberang, sebuah taktik perang ekonomi yang telah mengacaukan pasokan energi global. Sebagai balasannya, Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut untuk memblokir kapal-kapal yang mencoba berdagang dengan Iran.\n\nHarga minyak mentah Brent mencapai $120 per barel minggu ini. Pada Jumat sore, patokan internasional turun menjadi $108, harga yang, sebelum perang, belum pernah terlihat sejak Juli 2022. Harga bensin melonjak bersamanya: Rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler mencapai $4,39 pada hari Jumat, menurut AAA, juga harga yang belum pernah terlihat sejak musim panas 2022, sementara harga solar rata-rata $5,57.\n\nBaca selengkapnya: https://cbs6albany.com/news/nation-wo...\n\n--------------------------------------------------\n\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\nX: cbs6albany\nFacebook: cbs6albany\nYouTube: \n\nhttps://cbs6albany.com/\nPunya informasi berita? Kirim email ke news\n\nWRGB adalah stasiun yang berbasis di New York dan afiliasi CBS Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Sinclair Broadcast Group. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini. Sinclair memiliki dan mengoperasikan, memprogram, atau menyediakan layanan penjualan kepada 163 stasiun televisi di 77 pasar, setelah transaksi yang tertunda. Grup televisi Sinclair menjangkau sekitar 38,7% rumah tangga televisi AS dan mencakup afiliasi FOX, ABC, MyTV, CW, CBS, NBC, Univision, dan Azteca.\n\n#WRGB #CBS6Albany #Berita #ALBANY #trending #trump #perang #perangiran #hargabensin #ekonomi", "post_id": "tMKnwwA0FBg"}}, {"key": "cbs6albany", "attributes": {"label": "cbs6albany", "x": 470.26891701343, "y": 21.82961488428825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tMKnwwA0FBg", "id": "cbs6albany", "source": "youtube-000001", "content": "Harga gas akan semakin memburuk seiring berlanjutnya dampak ekonomi dari perang Iran, para ekseku...\n\nKonsumen AS mungkin akan menghadapi musim panas yang menyakitkan jika perdagangan minyak di Timur Tengah tidak segera normal, demikian peringatan para CEO dari dua perusahaan minyak terbesar Amerika pada hari Jumat, seiring dengan harga bensin yang mencapai level tertinggi dalam empat tahun.\n\nSebelum perang, selat tersebut digunakan untuk mengangkut sekitar 20% minyak dunia. Rezim Iran telah memblokir hampir semua lalu lintas pengiriman untuk menyeberang, sebuah taktik perang ekonomi yang telah mengacaukan pasokan energi global. Sebagai balasannya, Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut untuk memblokir kapal-kapal yang mencoba berdagang dengan Iran.\n\nHarga minyak mentah Brent mencapai $120 per barel minggu ini. Pada Jumat sore, patokan internasional turun menjadi $108, harga yang, sebelum perang, belum pernah terlihat sejak Juli 2022. Harga bensin melonjak bersamanya: Rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler mencapai $4,39 pada hari Jumat, menurut AAA, juga harga yang belum pernah terlihat sejak musim panas 2022, sementara harga solar rata-rata $5,57.\n\nBaca selengkapnya: https://cbs6albany.com/news/nation-wo...\n\n--------------------------------------------------\n\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\nX: cbs6albany\nFacebook: cbs6albany\nYouTube: \n\nhttps://cbs6albany.com/\nPunya informasi berita? Kirim email ke news\n\nWRGB adalah stasiun yang berbasis di New York dan afiliasi CBS Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Sinclair Broadcast Group. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini. Sinclair memiliki dan mengoperasikan, memprogram, atau menyediakan layanan penjualan kepada 163 stasiun televisi di 77 pasar, setelah transaksi yang tertunda. Grup televisi Sinclair menjangkau sekitar 38,7% rumah tangga televisi AS dan mencakup afiliasi FOX, ABC, MyTV, CW, CBS, NBC, Univision, dan Azteca.\n\n#WRGB #CBS6Albany #Berita #ALBANY #trending #trump #perang #perangiran #hargabensin #ekonomi", "post_id": "tMKnwwA0FBg"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 627.2361286984782, "y": 387.98324908415583, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 245.9885422502467, "y": 916.3826343480052, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 447.7715363957993, "y": 198.96680221788142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "nX0TzCBXX5I", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Tanker Iran Berhasil Lolos dari Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.(Tribun-Video.com/Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "nX0TzCBXX5I"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 465.11104566552575, "y": 950.3484896886199, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.772, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "nX0TzCBXX5I", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Tanker Iran Berhasil Lolos dari Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.(Tribun-Video.com/Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "nX0TzCBXX5I"}}, {"key": "@Schiffgold", "attributes": {"label": "@Schiffgold", "x": 528.4916941707057, "y": 582.31475211327, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "@Schiffgold", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 538.0131450487639, "y": 771.2069658873422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}], "edges": [{"key": "ManasJiwa", "source": "ManasJiwa", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ManasJiwa", "source": "ManasJiwa", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sayno_KKN", "source": "sayno_KKN", "target": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Prima199911", "source": "Prima199911", "target": "syafitric96", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mrdarkside818", "source": "mrdarkside818", "target": "UsoppKun88", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mrdarkside818", "source": "mrdarkside818", "target": "Losbagados", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "anton_sukisno", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "__anomali__", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_IloveIsrael", "source": "_IloveIsrael", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_IloveIsrael", "source": "_IloveIsrael", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bbangcutieboi", "source": "bbangcutieboi", "target": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "BapakDariAnak2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "argumentator", "source": "argumentator", "target": "pengikut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JNS_TV_id", "source": "@JNS_TV_id", "target": "jns_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CBS6Albany", "source": "@CBS6Albany", "target": "cbs6albany", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Schiffgold", "source": "@Schiffgold", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}