{"nodes": [{"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 791.4518637129967, "y": 647.3751999244519, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051346774414201207", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 673.8876090520552, "y": 1.0734400034272396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051346774414201207", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 8.262454976113109, "y": 873.130248872474, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051346774414201207", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 155.77923299391327, "y": 735.1874689290573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050769863854248333", "id": "keuangannews_id", "source": "tweet-000004", "content": "BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas https://t.co/HN5QzfTQg5 lewat  News https://t.co/91zS6XS5Hb", "post_id": "2050769863854248333"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 885.2974362437748, "y": 582.1605557969086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050769863854248333", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas https://t.co/HN5QzfTQg5 lewat  News https://t.co/91zS6XS5Hb", "post_id": "2050769863854248333"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 762.2926199216316, "y": 830.3028407252067, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051192914043167088", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 846.2239025614274, "y": 156.08551473614364, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.0256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051192914043167088", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 201.69298322163266, "y": 92.14268375788559, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.0256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051192914043167088", "id": "aldotjahjadi8", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "ninespage", "attributes": {"label": "ninespage", "x": 211.13496071876892, "y": 297.4790621875143, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050551054182613376", "id": "ninespage", "source": "tweet-000004", "content": "1. ke poket valas di mybca (valas krw)\n2. pilih tambah dana\n3. masukin nominalnya brp yg mau di co (nanti ada keterangan ratenya di hari itu berapa)\n\nnah kalo saldonya udh ditambahin tinggal pake buat co pilih opsi debit atau kredit card, otomatis kepotong nanti saldo dari valas https://t.co/Mg00tAqu0U", "post_id": "2050551054182613376"}}, {"key": "defnoturtype", "attributes": {"label": "defnoturtype", "x": 563.906384664012, "y": 328.224883970891, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050551054182613376", "id": "defnoturtype", "source": "tweet-000004", "content": "1. ke poket valas di mybca (valas krw)\n2. pilih tambah dana\n3. masukin nominalnya brp yg mau di co (nanti ada keterangan ratenya di hari itu berapa)\n\nnah kalo saldonya udh ditambahin tinggal pake buat co pilih opsi debit atau kredit card, otomatis kepotong nanti saldo dari valas https://t.co/Mg00tAqu0U", "post_id": "2050551054182613376"}}, {"key": "sbtmfs", "attributes": {"label": "sbtmfs", "x": 532.2974438277712, "y": 39.41125906608023, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050551054182613376", "id": "sbtmfs", "source": "tweet-000004", "content": "1. ke poket valas di mybca (valas krw)\n2. pilih tambah dana\n3. masukin nominalnya brp yg mau di co (nanti ada keterangan ratenya di hari itu berapa)\n\nnah kalo saldonya udh ditambahin tinggal pake buat co pilih opsi debit atau kredit card, otomatis kepotong nanti saldo dari valas https://t.co/Mg00tAqu0U", "post_id": "2050551054182613376"}}, {"key": "_uluul", "attributes": {"label": "_uluul", "x": 204.36525856181808, "y": 18.396938254191753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051293681039405446", "id": "_uluul", "source": "tweet-000004", "content": "jujur bang ane juga bingung. vietnam bunga kredit kecil biar ndorong pertumbuhan entah itu perusahaan atau umkm. Kalau pada nanya \"rumah kok makin mahal ya?\", \"kenapa gaji ga nutup kpr ya?\". Itu ya salah satu sebabnya bunganya udh mahal duluan.", "post_id": "2051293681039405446"}}, {"key": "BenkTob", "attributes": {"label": "BenkTob", "x": 857.7551935218833, "y": 154.07806454843544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051293681039405446", "id": "BenkTob", "source": "tweet-000004", "content": "jujur bang ane juga bingung. vietnam bunga kredit kecil biar ndorong pertumbuhan entah itu perusahaan atau umkm. Kalau pada nanya \"rumah kok makin mahal ya?\", \"kenapa gaji ga nutup kpr ya?\". Itu ya salah satu sebabnya bunganya udh mahal duluan.", "post_id": "2051293681039405446"}}, {"key": "eskepalmilosatu", "attributes": {"label": "eskepalmilosatu", "x": 617.1813301688152, "y": 746.1006730550145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051293681039405446", "id": "eskepalmilosatu", "source": "tweet-000004", "content": "jujur bang ane juga bingung. vietnam bunga kredit kecil biar ndorong pertumbuhan entah itu perusahaan atau umkm. Kalau pada nanya \"rumah kok makin mahal ya?\", \"kenapa gaji ga nutup kpr ya?\". Itu ya salah satu sebabnya bunganya udh mahal duluan.", "post_id": "2051293681039405446"}}, {"key": "StaffacctKab", "attributes": {"label": "StaffacctKab", "x": 798.7850462379483, "y": 234.60423386143404, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "StaffacctKab", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 97.21033593093875, "y": 202.44386087448808, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 741.094075489881, "y": 709.5869606668883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1578, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 720.6755937042507, "y": 231.11249954758472, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 297.8437325299422, "y": 576.8483873162908, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 664.249800701086, "y": 546.8573200228401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7592878029194530068", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 998.1910958349509, "y": 60.72663355742891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7592878029194530068", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch2", "x": 651.0379083570709, "y": 5.531751170329446, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7635121002875227400", "id": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "kejaksaan.ri", "x": 470.51071081437914, "y": 61.502682130839645, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "kejaksaan.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "kpk_ri", "attributes": {"label": "kpk_ri", "x": 408.86872340115457, "y": 742.6311038545284, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "kpk_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "divhumaspolriofficial", "x": 913.6958072709258, "y": 370.712156770972, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "divhumaspolriofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "partaigerindra", "attributes": {"label": "partaigerindra", "x": 967.3398353271592, "y": 548.8893590539864, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "partaigerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "prabowosubianto08", "x": 398.3032015334199, "y": 326.28204595052335, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "prabowosubianto08", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 30.297902089734265, "y": 619.5193690405706, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 10.001738274176496, "y": 887.4771507728273, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "bpk.ri", "attributes": {"label": "bpk.ri", "x": 258.4487132656379, "y": 673.9383365753044, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "bpk.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "beacukairi", "attributes": {"label": "beacukairi", "x": 714.580087972281, "y": 146.92652548826223, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9785, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "beacukairi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "dozdoz_", "attributes": {"label": "dozdoz_", "x": 231.01475798055958, "y": 1.551657369242787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7591892524214521095", "id": "dozdoz_", "source": "tiktok-000001", "content": "📦 StokTera – Kelola Stok Bisnis Gratis & Mudah StokTera adalah platform manajemen inventori 100% GRATIS berbasis website yang membantu UMKM dan bisnis kecil–menengah mengelola stok barang secara real-time, akurat, dan efisien. Tanpa biaya. Tanpa langganan. Tanpa batasan fitur. Akses sekarang di 🌐 www.stoktera.com 🎉 Kenapa Pilih StokTera? ✔ Semua fitur GRATIS ✔ Tidak ada biaya bulanan ✔ Tidak ada trial terbatas ✔ Tidak perlu kartu kredit Gunakan langsung, tanpa risiko. 🌐 Tersedia Sekarang (Versi Website) Akses dari desktop, tablet, & smartphone Cukup buka browser, tanpa instal aplikasi Data tersimpan aman di cloud Bisa digunakan kapan saja & di mana saja 🚀 Fitur Unggulan (GRATIS) Dashboard statistik inventori Pencatatan stok masuk & keluar real-time Manajemen produk & kategori Import & export Excel Laporan PDF & Excel profesional Alert otomatis stok menipis AI Smart Assistant 24/7 Semua fitur di atas GRATIS, tanpa batasan. 💡 Manfaat Nyata untuk Bisnis Anda ✅ Hemat waktu operasional hingga 70% ✅ Kurangi kesalahan pencatatan stok ✅ Kontrol stok lebih rapi & transparan ✅ Keputusan bisnis lebih tepat 👥 Cocok untuk: UMKM • Toko Retail • Gudang Kecil • Toko Online • Distributor Kecil 🤖 AI Smart Assistant (GRATIS) Butuh bantuan? AI Assistant StokTera siap membantu Anda 24/7—mulai dari panduan penggunaan hingga troubleshooting, tanpa biaya tambahan. 📱 Aplikasi Mobile – Coming Soon 🚧 Aplikasi mobile StokTera sedang dikembangkan 📆 Rilis sekitar Mei 2026 Gunakan versi website sekarang di stoktera.com—gratis sepenuhnya. 🔥 Mulai Sekarang 👉 Kelola inventori bisnis Anda secara profesional, tanpa biaya 🌐 www.stoktera.com   StokTera – Gratis, Mudah, dan Profesional untuk Bisnis Anda", "post_id": "7591892524214521095"}}, {"key": "StokTera", "attributes": {"label": "StokTera", "x": 824.5853035234384, "y": 577.8431206429757, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7591892524214521095", "id": "StokTera", "source": "tiktok-000001", "content": "📦 StokTera – Kelola Stok Bisnis Gratis & Mudah StokTera adalah platform manajemen inventori 100% GRATIS berbasis website yang membantu UMKM dan bisnis kecil–menengah mengelola stok barang secara real-time, akurat, dan efisien. Tanpa biaya. Tanpa langganan. Tanpa batasan fitur. Akses sekarang di 🌐 www.stoktera.com 🎉 Kenapa Pilih StokTera? ✔ Semua fitur GRATIS ✔ Tidak ada biaya bulanan ✔ Tidak ada trial terbatas ✔ Tidak perlu kartu kredit Gunakan langsung, tanpa risiko. 🌐 Tersedia Sekarang (Versi Website) Akses dari desktop, tablet, & smartphone Cukup buka browser, tanpa instal aplikasi Data tersimpan aman di cloud Bisa digunakan kapan saja & di mana saja 🚀 Fitur Unggulan (GRATIS) Dashboard statistik inventori Pencatatan stok masuk & keluar real-time Manajemen produk & kategori Import & export Excel Laporan PDF & Excel profesional Alert otomatis stok menipis AI Smart Assistant 24/7 Semua fitur di atas GRATIS, tanpa batasan. 💡 Manfaat Nyata untuk Bisnis Anda ✅ Hemat waktu operasional hingga 70% ✅ Kurangi kesalahan pencatatan stok ✅ Kontrol stok lebih rapi & transparan ✅ Keputusan bisnis lebih tepat 👥 Cocok untuk: UMKM • Toko Retail • Gudang Kecil • Toko Online • Distributor Kecil 🤖 AI Smart Assistant (GRATIS) Butuh bantuan? AI Assistant StokTera siap membantu Anda 24/7—mulai dari panduan penggunaan hingga troubleshooting, tanpa biaya tambahan. 📱 Aplikasi Mobile – Coming Soon 🚧 Aplikasi mobile StokTera sedang dikembangkan 📆 Rilis sekitar Mei 2026 Gunakan versi website sekarang di stoktera.com—gratis sepenuhnya. 🔥 Mulai Sekarang 👉 Kelola inventori bisnis Anda secara profesional, tanpa biaya 🌐 www.stoktera.com   StokTera – Gratis, Mudah, dan Profesional untuk Bisnis Anda", "post_id": "7591892524214521095"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 286.5648412693749, "y": 77.93664270683776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 349.90899230167685, "y": 936.442359985454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 550.7809480901225, "y": 342.06953525770757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 797.1366116520903, "y": 371.86052112899415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 68.74515565028017, "y": 303.11971882935427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 559.0284049607919, "y": 630.9993136958454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 52.17499980690654, "y": 735.2418007185355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 319.0769827831478, "y": 37.99538680064407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 604.3472462163547, "y": 710.4483291416706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4464, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 618.5404431386833, "y": 321.9256312201325, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iQ4iFcwgAcY", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Hasil Kuartal ke-4 ESAF Small Finance Bank: Pertumbuhan Kuat, Pemulihan Lembaga Keuangan Mikro di...\n\nHasil Keuangan Kuartal ke-4 ESAF Small Finance Bank: Pertumbuhan Kuat, Pemulihan MFI di Depan Mata? | Berita Bisnis | ET Now\n\nESAF Small Finance Bank melaporkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan pinjaman sebesar 19% dan peningkatan kualitas aset.\n\nDalam interaksi eksklusif ini, MD & CEO K. Paul Thomas menguraikan:\n\nPertumbuhan kuat dalam portofolio pinjaman yang dijamin (sekarang 61%)\nBasis simpanan yang didorong oleh ritel mendukung pendanaan\nNIM di 7,3% dan prospek ke depan\nSegmen MFI menunjukkan tren pemulihan yang jelas\nBiaya kredit menurun dengan peningkatan efisiensi penagihan\n\nApa artinya ini bagi lintasan pertumbuhan ESAF dan sektor perbankan keuangan mikro yang lebih luas?\n\n#esafbank #bankingstocks #q4results #stockmarketindia #smallfinancebank #earnings #investingindia #marketnews #bankingsector\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "iQ4iFcwgAcY"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 67.18710005221406, "y": 299.85916908590724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iQ4iFcwgAcY", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Hasil Kuartal ke-4 ESAF Small Finance Bank: Pertumbuhan Kuat, Pemulihan Lembaga Keuangan Mikro di...\n\nHasil Keuangan Kuartal ke-4 ESAF Small Finance Bank: Pertumbuhan Kuat, Pemulihan MFI di Depan Mata? | Berita Bisnis | ET Now\n\nESAF Small Finance Bank melaporkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan pinjaman sebesar 19% dan peningkatan kualitas aset.\n\nDalam interaksi eksklusif ini, MD & CEO K. Paul Thomas menguraikan:\n\nPertumbuhan kuat dalam portofolio pinjaman yang dijamin (sekarang 61%)\nBasis simpanan yang didorong oleh ritel mendukung pendanaan\nNIM di 7,3% dan prospek ke depan\nSegmen MFI menunjukkan tren pemulihan yang jelas\nBiaya kredit menurun dengan peningkatan efisiensi penagihan\n\nApa artinya ini bagi lintasan pertumbuhan ESAF dan sektor perbankan keuangan mikro yang lebih luas?\n\n#esafbank #bankingstocks #q4results #stockmarketindia #smallfinancebank #earnings #investingindia #marketnews #bankingsector\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "iQ4iFcwgAcY"}}, {"key": "@DiscoverTube2024", "attributes": {"label": "@DiscoverTube2024", "x": 259.9432967606865, "y": 94.1600085727603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EeD2iwGN91A", "id": "@DiscoverTube2024", "source": "youtube-000001", "content": "Para Ilmuwan Menjelaskan Mengapa Houston Terus Dilanda Banjir\n\nSesuatu sedang terjadi di Houston… dan para ahli mengatakan situasinya semakin memburuk.\nSalah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Amerika terus dilanda banjir — berulang kali — mengubah hujan biasa menjadi bencana. Jalanan menghilang di bawah air, jalan raya menjadi sungai, dan seluruh lingkungan terendam.\n\nNamun ini bukan hanya cuaca buruk. Di balik krisis banjir Houston terdapat masalah yang jauh lebih dalam — masalah yang dibangun selama beberapa dekade melalui ekspansi yang cepat, infrastruktur yang menua, dan kota yang dirancang sedemikian rupa sehingga air tidak memiliki tempat untuk mengalir.\n\nDalam video ini, kita akan membahas mengapa Houston sering banjir… dan mengapa bahayanya mungkin semakin meningkat.\n\n\nPara ilmuwan dan perencana kota menunjukkan beberapa faktor utama:\n• Medan datar dengan hampir tidak ada drainase alami 🌧️\n• Lahan basah digantikan oleh jalan dan beton 🏙️\n• Perluasan kota yang cepat ke daerah rawan banjir 🏘️\n• Sistem drainase yang sudah tua yang dibangun untuk kota yang lebih kecil 🚧\n• Badai yang lebih kuat yang dipicu oleh air Teluk yang lebih hangat 🌪️\n\nDan peristiwa seperti Badai Harvey menunjukkan betapa dahsyatnya konsekuensi yang dapat terjadi ketika semua faktor tersebut bertabrakan.\n\nNamun kisah ini bukan hanya tentang badai.\n\nIni tentang perencanaan kota. Infrastruktur. Risiko iklim. Dan apakah Houston dapat beradaptasi sebelum bencana besar berikutnya tiba.\n\nTonton sampai akhir — karena masa depan Houston mungkin bergantung pada apa yang terjadi selanjutnya.\n\n📚 Sumber & Bacaan Lebih Lanjut\n• FEMA – Informasi Bahaya Banjir\nhttps://www.fema.gov\n• NOAA – Data Badai & Curah Hujan\nhttps://www.noaa.gov\n• Distrik Pengendalian Banjir Harris County\nhttps://www.hcfcd.org\n• USGS – Penelitian Banjir Perkotaan\nhttps://www.usgs.gov\n\n🎬 Berlangganan untuk konten lainnya:\n👉    /   \n\n🎥 Kredit:\n✍️ Penulis: Lucas Reed\n🎞️ Editor Video: Maya Alvarez\n🔍 Peneliti: Rohan Mehta\n📝 Editor Naskah: Ava Sinclair\n🖼️ Desainer Thumbnail: Julian Knight\n📢 Pimpinan Penerbitan: Zoe Marshall\n🎬 Manajer Produksi: Caleb Foster\n🎧 Produser Edit: Nina Brooks\n\n🚀 Tagar:\n#Houston #Banjir #Texas #BadaiHarvey #PerubahanIklim #PerencanaanKota #Infrastruktur #BencanaAlam #RisikoBanjir #CuacaEkstrem #Badai #Dokumenter\n\n🔑 Kata Kunci SEO:\nPenjelasan banjir Houston, mengapa Houston sering banjir, krisis banjir Houston, banjir infrastruktur Houston, dokumenter Badai Harvey, penjelasan banjir Texas, banjir perkotaan Houston, banjir akibat perubahan iklim Houston, mengapa Houston terus banjir, dokumenter bencana Houston", "post_id": "EeD2iwGN91A"}}, {"key": "discovertube2024", "attributes": {"label": "discovertube2024", "x": 640.8734152010272, "y": 229.26706254811447, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EeD2iwGN91A", "id": "discovertube2024", "source": "youtube-000001", "content": "Para Ilmuwan Menjelaskan Mengapa Houston Terus Dilanda Banjir\n\nSesuatu sedang terjadi di Houston… dan para ahli mengatakan situasinya semakin memburuk.\nSalah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Amerika terus dilanda banjir — berulang kali — mengubah hujan biasa menjadi bencana. Jalanan menghilang di bawah air, jalan raya menjadi sungai, dan seluruh lingkungan terendam.\n\nNamun ini bukan hanya cuaca buruk. Di balik krisis banjir Houston terdapat masalah yang jauh lebih dalam — masalah yang dibangun selama beberapa dekade melalui ekspansi yang cepat, infrastruktur yang menua, dan kota yang dirancang sedemikian rupa sehingga air tidak memiliki tempat untuk mengalir.\n\nDalam video ini, kita akan membahas mengapa Houston sering banjir… dan mengapa bahayanya mungkin semakin meningkat.\n\n\nPara ilmuwan dan perencana kota menunjukkan beberapa faktor utama:\n• Medan datar dengan hampir tidak ada drainase alami 🌧️\n• Lahan basah digantikan oleh jalan dan beton 🏙️\n• Perluasan kota yang cepat ke daerah rawan banjir 🏘️\n• Sistem drainase yang sudah tua yang dibangun untuk kota yang lebih kecil 🚧\n• Badai yang lebih kuat yang dipicu oleh air Teluk yang lebih hangat 🌪️\n\nDan peristiwa seperti Badai Harvey menunjukkan betapa dahsyatnya konsekuensi yang dapat terjadi ketika semua faktor tersebut bertabrakan.\n\nNamun kisah ini bukan hanya tentang badai.\n\nIni tentang perencanaan kota. Infrastruktur. Risiko iklim. Dan apakah Houston dapat beradaptasi sebelum bencana besar berikutnya tiba.\n\nTonton sampai akhir — karena masa depan Houston mungkin bergantung pada apa yang terjadi selanjutnya.\n\n📚 Sumber & Bacaan Lebih Lanjut\n• FEMA – Informasi Bahaya Banjir\nhttps://www.fema.gov\n• NOAA – Data Badai & Curah Hujan\nhttps://www.noaa.gov\n• Distrik Pengendalian Banjir Harris County\nhttps://www.hcfcd.org\n• USGS – Penelitian Banjir Perkotaan\nhttps://www.usgs.gov\n\n🎬 Berlangganan untuk konten lainnya:\n👉    /   \n\n🎥 Kredit:\n✍️ Penulis: Lucas Reed\n🎞️ Editor Video: Maya Alvarez\n🔍 Peneliti: Rohan Mehta\n📝 Editor Naskah: Ava Sinclair\n🖼️ Desainer Thumbnail: Julian Knight\n📢 Pimpinan Penerbitan: Zoe Marshall\n🎬 Manajer Produksi: Caleb Foster\n🎧 Produser Edit: Nina Brooks\n\n🚀 Tagar:\n#Houston #Banjir #Texas #BadaiHarvey #PerubahanIklim #PerencanaanKota #Infrastruktur #BencanaAlam #RisikoBanjir #CuacaEkstrem #Badai #Dokumenter\n\n🔑 Kata Kunci SEO:\nPenjelasan banjir Houston, mengapa Houston sering banjir, krisis banjir Houston, banjir infrastruktur Houston, dokumenter Badai Harvey, penjelasan banjir Texas, banjir perkotaan Houston, banjir akibat perubahan iklim Houston, mengapa Houston terus banjir, dokumenter bencana Houston", "post_id": "EeD2iwGN91A"}}], "edges": [{"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ninespage", "source": "ninespage", "target": "defnoturtype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ninespage", "source": "ninespage", "target": "sbtmfs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_uluul", "source": "_uluul", "target": "BenkTob", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_uluul", "source": "_uluul", "target": "eskepalmilosatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "StaffacctKab", "source": "StaffacctKab", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kpk_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "partaigerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "bpk.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "beacukairi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dozdoz_", "source": "dozdoz_", "target": "StokTera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DiscoverTube2024", "source": "@DiscoverTube2024", "target": "discovertube2024", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}