{"nodes": [{"key": "JackJ93910", "attributes": {"label": "JackJ93910", "x": 836.6161157521408, "y": 490.9856432025521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050767404427620429", "id": "JackJ93910", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah → cadangan devisa turun → capital outflow → yield naik → BI naikkan suku bunga → ekonomi melambat → penerimaan negara turun → defisit melebar → kepercayaan makin turun, amit2 kalo kejadian semoga pemegang kebijakan cepat sadar sebelum mati berjamaah", "post_id": "2050767404427620429"}}, {"key": "saiful_mujani", "attributes": {"label": "saiful_mujani", "x": 831.8898449206611, "y": 219.4072362442615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 62.3946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050767404427620429", "id": "saiful_mujani", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah → cadangan devisa turun → capital outflow → yield naik → BI naikkan suku bunga → ekonomi melambat → penerimaan negara turun → defisit melebar → kepercayaan makin turun, amit2 kalo kejadian semoga pemegang kebijakan cepat sadar sebelum mati berjamaah", "post_id": "2050767404427620429"}}, {"key": "dkhamid79", "attributes": {"label": "dkhamid79", "x": 459.26438953906535, "y": 25.301546926580485, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051107251117776937", "id": "dkhamid79", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan Rupiah saat ini bukanlah cermin dari kegagalan fundamental ekonomi domestik, melainkan dampak dari turbulensi geopolitik global (seperti blokade Selat Hormuz dan kebijakan suku bunga AS). Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat dan koordinasi", "post_id": "2051107251117776937"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 90.9836012425389, "y": 916.6975894944052, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 91.0624, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051107251117776937", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan Rupiah saat ini bukanlah cermin dari kegagalan fundamental ekonomi domestik, melainkan dampak dari turbulensi geopolitik global (seperti blokade Selat Hormuz dan kebijakan suku bunga AS). Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat dan koordinasi", "post_id": "2051107251117776937"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 967.540467616097, "y": 807.3350145967626, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051136858256498869", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "ibnu_s_rIxiiIAs", "x": 511.84290318999115, "y": 356.26846485387887, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "henrysubiakto", "x": 521.2644894700824, "y": 40.3930516558999, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "henrysubiakto", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "SuperGrok", "attributes": {"label": "SuperGrok", "x": 524.6998160772183, "y": 45.96253299707887, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "SuperGrok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "yepingekon", "attributes": {"label": "yepingekon", "x": 901.1417889231054, "y": 318.92197981554295, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "yepingekon", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 0.5832348969418977, "y": 151.8239723142013, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 62.3946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 790.5284493081712, "y": 46.77626521573253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051125463981150302", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom  \nmengajak kita jangan terlalu panik melihat wajah rupiah pagi ini\n\ndalam artikel ini ybs, bilang...\nkita nggak perlu panik berlebihan sampai trauma balik ke tahun '98. Memang sih, Rupiah lagi tertekan karena faktor eksternal kayak konflik di Timur Tengah, dan https://t.co/zKVS7yFIL8", "post_id": "2051125463981150302"}}, {"key": "bbangcutieboi", "attributes": {"label": "bbangcutieboi", "x": 868.7112318440761, "y": 197.2875285422535, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "bbangcutieboi", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "maulana_rvlv11", "x": 501.1841349745267, "y": 371.06536138739966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 62.3946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "maulana_rvlv11", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 749.1419023861794, "y": 804.0562647231826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 716.6636528671586, "y": 0.15393276584385607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.3946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 431.0735314541667, "y": 809.6224747876034, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 1.5876163972650126, "y": 616.7474494969987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.0607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 565.278103070522, "y": 326.81635993037537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.0607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 343.9768968370761, "y": 867.4861021854334, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.7268, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "WhiteHouse", "x": 378.00969773003226, "y": 704.6893234463334, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "WhiteHouse", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 446.8776606651674, "y": 843.6933508493814, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 857.9296954344192, "y": 423.2589126742704, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.2827, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}], "edges": [{"key": "JackJ93910", "source": "JackJ93910", "target": "saiful_mujani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dkhamid79", "source": "dkhamid79", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yepingekon", "source": "yepingekon", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "direktoridosen", "source": "direktoridosen", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bbangcutieboi", "source": "bbangcutieboi", "target": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}