{"nodes": [{"key": "dodowiru", "attributes": {"label": "dodowiru", "x": 636.2709646042929, "y": 809.3900700892776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051172391171375359", "id": "dodowiru", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah ANJLOK ke 17300, Bukan Hanya Gara2 Timur Tengah?? https://t.co/Ci19yJclOH via", "post_id": "2051172391171375359"}}, {"key": "YouTube", "attributes": {"label": "YouTube", "x": 856.7510851538909, "y": 168.83481492602627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051172391171375359", "id": "YouTube", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah ANJLOK ke 17300, Bukan Hanya Gara2 Timur Tengah?? https://t.co/Ci19yJclOH via", "post_id": "2051172391171375359"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 844.2314310792135, "y": 990.7705317187839, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051125463981150302", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom  \nmengajak kita jangan terlalu panik melihat wajah rupiah pagi ini\n\ndalam artikel ini ybs, bilang...\nkita nggak perlu panik berlebihan sampai trauma balik ke tahun '98. Memang sih, Rupiah lagi tertekan karena faktor eksternal kayak konflik di Timur Tengah, dan https://t.co/zKVS7yFIL8", "post_id": "2051125463981150302"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 743.3182180023844, "y": 825.8186662169408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051125463981150302", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom  \nmengajak kita jangan terlalu panik melihat wajah rupiah pagi ini\n\ndalam artikel ini ybs, bilang...\nkita nggak perlu panik berlebihan sampai trauma balik ke tahun '98. Memang sih, Rupiah lagi tertekan karena faktor eksternal kayak konflik di Timur Tengah, dan https://t.co/zKVS7yFIL8", "post_id": "2051125463981150302"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 131.06556457436747, "y": 399.09482733414313, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051136858256498869", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "ibnu_s_rIxiiIAs", "x": 984.6199813920122, "y": 601.2250466785353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "henrysubiakto", "x": 902.9754690130072, "y": 497.3532394727305, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "henrysubiakto", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "SuperGrok", "attributes": {"label": "SuperGrok", "x": 276.2036049919876, "y": 229.8114089989881, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "SuperGrok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "yepingekon", "attributes": {"label": "yepingekon", "x": 836.4283815397691, "y": 169.51905826640856, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "yepingekon", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 973.2163074995615, "y": 553.3331805003187, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "bbangcutieboi", "attributes": {"label": "bbangcutieboi", "x": 88.1275723523256, "y": 242.0183173537681, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "bbangcutieboi", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "maulana_rvlv11", "x": 336.6599288171933, "y": 585.9155781422884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "maulana_rvlv11", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "p4piKRiS", "attributes": {"label": "p4piKRiS", "x": 683.3678968087972, "y": 125.7823877801174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050952958360326617", "id": "p4piKRiS", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah terhadap USD maupun EUR harusnya turis2 US dan Eropa senang ke Indonesia krn bwat mata uang mereka harga2 disini terasa lebih murah. Tapi faktanya kondisi ekonomi Eropa dan US lagi ngga baik2 aja, ditambah tensi perang di Iran, mereka jd mager menunda jalan2 dulu.", "post_id": "2050952958360326617"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 14.663825909376538, "y": 267.81306995898814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050952958360326617", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah terhadap USD maupun EUR harusnya turis2 US dan Eropa senang ke Indonesia krn bwat mata uang mereka harga2 disini terasa lebih murah. Tapi faktanya kondisi ekonomi Eropa dan US lagi ngga baik2 aja, ditambah tensi perang di Iran, mereka jd mager menunda jalan2 dulu.", "post_id": "2050952958360326617"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 836.1181935131578, "y": 302.5719687789511, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 764.5709437237479, "y": 551.1291210034998, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 939.8779441507044, "y": 251.17827764634282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 903.8006976695889, "y": 171.00762697657223, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9861, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 609.7436202264131, "y": 222.55907854981683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9861, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "attributes": {"label": "@TheFreePressJournal", "x": 900.4756154076032, "y": 184.10073431832984, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2J2_atopFNk", "id": "@TheFreePressJournal", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Mengirimkan Proposal 14 Poin kepada Amerika Serikat untuk Menghidupkan Kembali Perundingan y...\n\nIran dilaporkan telah mengirimkan proposal terperinci berisi 14 poin kepada Amerika Serikat dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang terhenti dan meredakan ketegangan yang meningkat antara kedua negara. Perkembangan ini terjadi pada saat negosiasi telah mencapai jalan buntu, menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di kawasan tersebut.\n\nMenurut laporan, proposal tersebut menguraikan serangkaian langkah yang berfokus pada de-eskalasi, keterlibatan diplomatik, dan penanganan isu-isu kunci yang telah lama memper strained hubungan Iran-AS. Ini mungkin termasuk diskusi tentang pencabutan sanksi, jaminan keamanan, dan kerangka kerja untuk dialog berkelanjutan melalui mediator.\n\nLangkah ini dipandang sebagai upaya diplomatik yang signifikan oleh Iran untuk membuka kembali saluran komunikasi dan berpotensi bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, masih belum jelas bagaimana Amerika Serikat akan merespons, karena kedua pihak telah mempertahankan posisi yang hati-hati dan seringkali tegas dalam beberapa bulan terakhir.\n\nHubungan Iran-AS telah menjadi isu sentral dalam geopolitik global, terutama mengenai negosiasi nuklir, keamanan regional, dan diplomasi internasional. Kemajuan apa pun dalam pembicaraan dapat memiliki implikasi yang luas bagi Timur Tengah dan stabilitas global.\n\nPara ahli percaya bahwa meskipun proposal 14 poin tersebut menandakan niat untuk berdialog, jalan ke depan akan bergantung pada saling percaya, konsesi, dan kemauan kedua negara untuk kembali terlibat secara konstruktif.\n\n#Iran #AS #IranAS #PerundinganDamai #TimurTengah\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "2J2_atopFNk"}}, {"key": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "thefreepressjournal", "x": 247.66991773466052, "y": 111.58005556418648, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9861, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2J2_atopFNk", "id": "thefreepressjournal", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Mengirimkan Proposal 14 Poin kepada Amerika Serikat untuk Menghidupkan Kembali Perundingan y...\n\nIran dilaporkan telah mengirimkan proposal terperinci berisi 14 poin kepada Amerika Serikat dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang terhenti dan meredakan ketegangan yang meningkat antara kedua negara. Perkembangan ini terjadi pada saat negosiasi telah mencapai jalan buntu, menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di kawasan tersebut.\n\nMenurut laporan, proposal tersebut menguraikan serangkaian langkah yang berfokus pada de-eskalasi, keterlibatan diplomatik, dan penanganan isu-isu kunci yang telah lama memper strained hubungan Iran-AS. Ini mungkin termasuk diskusi tentang pencabutan sanksi, jaminan keamanan, dan kerangka kerja untuk dialog berkelanjutan melalui mediator.\n\nLangkah ini dipandang sebagai upaya diplomatik yang signifikan oleh Iran untuk membuka kembali saluran komunikasi dan berpotensi bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, masih belum jelas bagaimana Amerika Serikat akan merespons, karena kedua pihak telah mempertahankan posisi yang hati-hati dan seringkali tegas dalam beberapa bulan terakhir.\n\nHubungan Iran-AS telah menjadi isu sentral dalam geopolitik global, terutama mengenai negosiasi nuklir, keamanan regional, dan diplomasi internasional. Kemajuan apa pun dalam pembicaraan dapat memiliki implikasi yang luas bagi Timur Tengah dan stabilitas global.\n\nPara ahli percaya bahwa meskipun proposal 14 poin tersebut menandakan niat untuk berdialog, jalan ke depan akan bergantung pada saling percaya, konsesi, dan kemauan kedua negara untuk kembali terlibat secara konstruktif.\n\n#Iran #AS #IranAS #PerundinganDamai #TimurTengah\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "2J2_atopFNk"}}, {"key": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "TheFreePress...", "x": 239.30542815669253, "y": 939.6697684951487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9861, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2J2_atopFNk", "id": "TheFreePress...", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Mengirimkan Proposal 14 Poin kepada Amerika Serikat untuk Menghidupkan Kembali Perundingan y...\n\nIran dilaporkan telah mengirimkan proposal terperinci berisi 14 poin kepada Amerika Serikat dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang terhenti dan meredakan ketegangan yang meningkat antara kedua negara. Perkembangan ini terjadi pada saat negosiasi telah mencapai jalan buntu, menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di kawasan tersebut.\n\nMenurut laporan, proposal tersebut menguraikan serangkaian langkah yang berfokus pada de-eskalasi, keterlibatan diplomatik, dan penanganan isu-isu kunci yang telah lama memper strained hubungan Iran-AS. Ini mungkin termasuk diskusi tentang pencabutan sanksi, jaminan keamanan, dan kerangka kerja untuk dialog berkelanjutan melalui mediator.\n\nLangkah ini dipandang sebagai upaya diplomatik yang signifikan oleh Iran untuk membuka kembali saluran komunikasi dan berpotensi bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, masih belum jelas bagaimana Amerika Serikat akan merespons, karena kedua pihak telah mempertahankan posisi yang hati-hati dan seringkali tegas dalam beberapa bulan terakhir.\n\nHubungan Iran-AS telah menjadi isu sentral dalam geopolitik global, terutama mengenai negosiasi nuklir, keamanan regional, dan diplomasi internasional. Kemajuan apa pun dalam pembicaraan dapat memiliki implikasi yang luas bagi Timur Tengah dan stabilitas global.\n\nPara ahli percaya bahwa meskipun proposal 14 poin tersebut menandakan niat untuk berdialog, jalan ke depan akan bergantung pada saling percaya, konsesi, dan kemauan kedua negara untuk kembali terlibat secara konstruktif.\n\n#Iran #AS #IranAS #PerundinganDamai #TimurTengah\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "2J2_atopFNk"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 88.21649214156513, "y": 304.974799442704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 398.6542285439649, "y": 573.3122568163609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.8241, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 806.0721805022384, "y": 204.88194826433448, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "kGXMU7oVqgU", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "TIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\nTIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\n\nDunia kembali diguncang oleh langkah mengejutkan dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengambil arah berbeda dari OPEC. Keputusan ini bukan sekadar soal minyak, tapi berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi global. Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah ini hanya strategi ekonomi biasa, atau bagian dari permainan besar yang lebih dalam?\n\nDi saat yang sama, hubungan antara UAE dan Amerika Serikat justru semakin erat, terutama dengan munculnya isu kerja sama swap currency yang dinilai bisa memperkuat dominasi dolar di tengah meningkatnya gerakan dedolarisasi di berbagai negara. Ketika negara-negara seperti China, Rusia, dan beberapa anggota BRICS mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar, langkah UAE ini justru terlihat berlawanan arah.\n\nApakah ini kebetulan? Atau justru bagian dari strategi global untuk mempertahankan dominasi dolar Amerika di sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara mendalam latar belakang keputusan UAE, hubungan geopolitik di Timur Tengah, serta bagaimana peran OPEC selama ini dalam mengontrol pasar energi global. Kita juga akan mengupas bagaimana kekuatan dolar bisa begitu berpengaruh, dan mengapa banyak negara mulai mencoba keluar dari bayang-bayang mata uang ini.\n\nLebih jauh lagi, video ini akan membuka perspektif tentang kemungkinan adanya kepentingan besar di balik pergerakan ini. Apakah benar UAE “dikorbankan” untuk menjaga stabilitas dolar? Atau ini justru langkah cerdas untuk mengamankan posisi mereka di masa depan?\n\nSemua akan kita bahas secara tajam, logis, dan berbasis data, agar lo bisa melihat gambaran besarnya dan menarik kesimpulan sendiri.\n\nKarena di era sekarang, perang bukan hanya soal senjata… tapi juga soal mata uang, energi, dan pengaruh global.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "kGXMU7oVqgU"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 718.1453499911954, "y": 847.65077547097, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0671, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kGXMU7oVqgU", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "TIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\nTIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\n\nDunia kembali diguncang oleh langkah mengejutkan dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengambil arah berbeda dari OPEC. Keputusan ini bukan sekadar soal minyak, tapi berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi global. Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah ini hanya strategi ekonomi biasa, atau bagian dari permainan besar yang lebih dalam?\n\nDi saat yang sama, hubungan antara UAE dan Amerika Serikat justru semakin erat, terutama dengan munculnya isu kerja sama swap currency yang dinilai bisa memperkuat dominasi dolar di tengah meningkatnya gerakan dedolarisasi di berbagai negara. Ketika negara-negara seperti China, Rusia, dan beberapa anggota BRICS mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar, langkah UAE ini justru terlihat berlawanan arah.\n\nApakah ini kebetulan? Atau justru bagian dari strategi global untuk mempertahankan dominasi dolar Amerika di sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara mendalam latar belakang keputusan UAE, hubungan geopolitik di Timur Tengah, serta bagaimana peran OPEC selama ini dalam mengontrol pasar energi global. Kita juga akan mengupas bagaimana kekuatan dolar bisa begitu berpengaruh, dan mengapa banyak negara mulai mencoba keluar dari bayang-bayang mata uang ini.\n\nLebih jauh lagi, video ini akan membuka perspektif tentang kemungkinan adanya kepentingan besar di balik pergerakan ini. Apakah benar UAE “dikorbankan” untuk menjaga stabilitas dolar? Atau ini justru langkah cerdas untuk mengamankan posisi mereka di masa depan?\n\nSemua akan kita bahas secara tajam, logis, dan berbasis data, agar lo bisa melihat gambaran besarnya dan menarik kesimpulan sendiri.\n\nKarena di era sekarang, perang bukan hanya soal senjata… tapi juga soal mata uang, energi, dan pengaruh global.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "kGXMU7oVqgU"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 197.67035978499925, "y": 251.03496086212175, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0671, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kGXMU7oVqgU", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "TIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\nTIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\n\nDunia kembali diguncang oleh langkah mengejutkan dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengambil arah berbeda dari OPEC. Keputusan ini bukan sekadar soal minyak, tapi berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi global. Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah ini hanya strategi ekonomi biasa, atau bagian dari permainan besar yang lebih dalam?\n\nDi saat yang sama, hubungan antara UAE dan Amerika Serikat justru semakin erat, terutama dengan munculnya isu kerja sama swap currency yang dinilai bisa memperkuat dominasi dolar di tengah meningkatnya gerakan dedolarisasi di berbagai negara. Ketika negara-negara seperti China, Rusia, dan beberapa anggota BRICS mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar, langkah UAE ini justru terlihat berlawanan arah.\n\nApakah ini kebetulan? Atau justru bagian dari strategi global untuk mempertahankan dominasi dolar Amerika di sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara mendalam latar belakang keputusan UAE, hubungan geopolitik di Timur Tengah, serta bagaimana peran OPEC selama ini dalam mengontrol pasar energi global. Kita juga akan mengupas bagaimana kekuatan dolar bisa begitu berpengaruh, dan mengapa banyak negara mulai mencoba keluar dari bayang-bayang mata uang ini.\n\nLebih jauh lagi, video ini akan membuka perspektif tentang kemungkinan adanya kepentingan besar di balik pergerakan ini. Apakah benar UAE “dikorbankan” untuk menjaga stabilitas dolar? Atau ini justru langkah cerdas untuk mengamankan posisi mereka di masa depan?\n\nSemua akan kita bahas secara tajam, logis, dan berbasis data, agar lo bisa melihat gambaran besarnya dan menarik kesimpulan sendiri.\n\nKarena di era sekarang, perang bukan hanya soal senjata… tapi juga soal mata uang, energi, dan pengaruh global.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "kGXMU7oVqgU"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 575.2041549793892, "y": 903.0247679394573, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0671, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kGXMU7oVqgU", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "TIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\nTIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\n\nDunia kembali diguncang oleh langkah mengejutkan dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengambil arah berbeda dari OPEC. Keputusan ini bukan sekadar soal minyak, tapi berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi global. Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah ini hanya strategi ekonomi biasa, atau bagian dari permainan besar yang lebih dalam?\n\nDi saat yang sama, hubungan antara UAE dan Amerika Serikat justru semakin erat, terutama dengan munculnya isu kerja sama swap currency yang dinilai bisa memperkuat dominasi dolar di tengah meningkatnya gerakan dedolarisasi di berbagai negara. Ketika negara-negara seperti China, Rusia, dan beberapa anggota BRICS mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar, langkah UAE ini justru terlihat berlawanan arah.\n\nApakah ini kebetulan? Atau justru bagian dari strategi global untuk mempertahankan dominasi dolar Amerika di sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara mendalam latar belakang keputusan UAE, hubungan geopolitik di Timur Tengah, serta bagaimana peran OPEC selama ini dalam mengontrol pasar energi global. Kita juga akan mengupas bagaimana kekuatan dolar bisa begitu berpengaruh, dan mengapa banyak negara mulai mencoba keluar dari bayang-bayang mata uang ini.\n\nLebih jauh lagi, video ini akan membuka perspektif tentang kemungkinan adanya kepentingan besar di balik pergerakan ini. Apakah benar UAE “dikorbankan” untuk menjaga stabilitas dolar? Atau ini justru langkah cerdas untuk mengamankan posisi mereka di masa depan?\n\nSemua akan kita bahas secara tajam, logis, dan berbasis data, agar lo bisa melihat gambaran besarnya dan menarik kesimpulan sendiri.\n\nKarena di era sekarang, perang bukan hanya soal senjata… tapi juga soal mata uang, energi, dan pengaruh global.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "kGXMU7oVqgU"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 68.88758862964572, "y": 634.1191017082298, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0671, "eigenvector": 199.9998, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kGXMU7oVqgU", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "TIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\nTIMUR TENGAH PECAH! Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC Demi Selamatkan Dolar?!\n\n\nDunia kembali diguncang oleh langkah mengejutkan dari Uni Emirat Arab yang dikabarkan mengambil arah berbeda dari OPEC. Keputusan ini bukan sekadar soal minyak, tapi berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan ekonomi global. Banyak pihak mulai mempertanyakan, apakah ini hanya strategi ekonomi biasa, atau bagian dari permainan besar yang lebih dalam?\n\nDi saat yang sama, hubungan antara UAE dan Amerika Serikat justru semakin erat, terutama dengan munculnya isu kerja sama swap currency yang dinilai bisa memperkuat dominasi dolar di tengah meningkatnya gerakan dedolarisasi di berbagai negara. Ketika negara-negara seperti China, Rusia, dan beberapa anggota BRICS mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar, langkah UAE ini justru terlihat berlawanan arah.\n\nApakah ini kebetulan? Atau justru bagian dari strategi global untuk mempertahankan dominasi dolar Amerika di sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara mendalam latar belakang keputusan UAE, hubungan geopolitik di Timur Tengah, serta bagaimana peran OPEC selama ini dalam mengontrol pasar energi global. Kita juga akan mengupas bagaimana kekuatan dolar bisa begitu berpengaruh, dan mengapa banyak negara mulai mencoba keluar dari bayang-bayang mata uang ini.\n\nLebih jauh lagi, video ini akan membuka perspektif tentang kemungkinan adanya kepentingan besar di balik pergerakan ini. Apakah benar UAE “dikorbankan” untuk menjaga stabilitas dolar? Atau ini justru langkah cerdas untuk mengamankan posisi mereka di masa depan?\n\nSemua akan kita bahas secara tajam, logis, dan berbasis data, agar lo bisa melihat gambaran besarnya dan menarik kesimpulan sendiri.\n\nKarena di era sekarang, perang bukan hanya soal senjata… tapi juga soal mata uang, energi, dan pengaruh global.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "kGXMU7oVqgU"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 609.6728484146553, "y": 912.1610941166389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1482, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "WhiteHouse", "x": 960.4850426740827, "y": 519.2864541095618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "WhiteHouse", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 408.79134585188046, "y": 649.2229761319851, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 419.0701335057455, "y": 603.0057689417837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.7068, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}], "edges": [{"key": "dodowiru", "source": "dodowiru", "target": "YouTube", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "direktoridosen", "source": "direktoridosen", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yepingekon", "source": "yepingekon", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bbangcutieboi", "source": "bbangcutieboi", "target": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "p4piKRiS", "source": "p4piKRiS", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}