{"nodes": [{"key": "AvelinoGuido28", "attributes": {"label": "AvelinoGuido28", "x": 290.50435497814595, "y": 232.54104260669817, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 77.5909, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2051087869847183638", "id": "AvelinoGuido28", "source": "retweet-000002", "content": "Saya setuju. Kebijakan kredit bunga 5% yang dijanjikan Prabowo memang terlihat pro-rakyat, tapi dampaknya berat ke perb…", "post_id": "2051087869847183638"}}, {"key": "henrymatcha", "attributes": {"label": "henrymatcha", "x": 809.0043399018784, "y": 190.0390505715137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051251078315024843", "id": "henrymatcha", "source": "retweet-000002", "content": "Pernah terpikir nggak kalau aplikasi di HP-mu, skema kredit di bank, sampai kebijakan energi nasional itu sebenarnya 'n…", "post_id": "2051251078315024843"}}, {"key": "WFF_IDNChapter", "attributes": {"label": "WFF_IDNChapter", "x": 285.3288224913255, "y": 82.43880656961977, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 63.576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051251078315024843", "id": "WFF_IDNChapter", "source": "retweet-000002", "content": "Pernah terpikir nggak kalau aplikasi di HP-mu, skema kredit di bank, sampai kebijakan energi nasional itu sebenarnya 'n…", "post_id": "2051251078315024843"}}, {"key": "Rahadi240987455", "attributes": {"label": "Rahadi240987455", "x": 17.946879348546553, "y": 985.7621367597254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050877751134175298", "id": "Rahadi240987455", "source": "retweet-000002", "content": "DARI LAUT KE BANK, TENGGELAMKAN KREDIT MACET ATAU KEBIJAKAN?\n\nDunia perbankan kita emang lagi lucu-lucunya. Bayangin, kursi Ko…", "post_id": "2050877751134175298"}}, {"key": "tijabar", "attributes": {"label": "tijabar", "x": 950.6230474573076, "y": 673.9351184740565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 63.576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050877751134175298", "id": "tijabar", "source": "retweet-000002", "content": "DARI LAUT KE BANK, TENGGELAMKAN KREDIT MACET ATAU KEBIJAKAN?\n\nDunia perbankan kita emang lagi lucu-lucunya. Bayangin, kursi Ko…", "post_id": "2050877751134175298"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 9.723757408116263, "y": 344.5771531064249, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7592878029194530068", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 784.9356879544978, "y": 400.55530851433883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 82.5372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7592878029194530068", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Didik Haryadi mendorong kebijakan relaksasi kredit untuk meringankan beban masyarakat dan UMKM terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, agar mereka punya ruang pulih tanpa tekanan angsuran yang berat. Relaksasi kredit seperti ini direspons oleh perbankan dan OJK sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.  Haryadi Official  #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan #acehtamiang #bencanaalam", "post_id": "7592878029194530068"}}, {"key": "argumentator", "attributes": {"label": "argumentator", "x": 548.5203730091224, "y": 940.678468880167, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "argumentator", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "pengikut", "attributes": {"label": "pengikut", "x": 843.8316044890992, "y": 795.33903843778, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 82.5372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "100064438371855_1392055002952432", "id": "pengikut", "source": "facebook-000001", "content": "PARADOKS IRAN \n(Mata Uang Terlemah dengan Harga Energi Termurah di Dunia)\n\nEmak-emak FB Pro dan Bripda M ini sok tahu menulis tentang kehancuran ekonomi Iran — inflasi, keruntuhan mata uang, dan pemiskinan rakyat — merupakan konsekuensi logis dari \"salah urus ala sosialis\", korupsi IRGC, dan pencetakan uang untuk membiayai \"petualangan ideologis\" seperti Hizbullah dan Hamas. \n\nAlih-alih membantah khayalan mereka, izinkan kami merangkum lima fakta yang tidak akan pernah ada dalam opini tersebut — karena kelimanya sekaligus membalikkan narasi mereka 180 derajat!\n\nFakta 1. \nKemandirian Ekonomi Iran\n\nMereka menyebut Iran hancur karena \"salah urus ala sosialis\". Ironisnya, justru model \"sosialis\" ala \"Resistance Economy\" yang selama 45 tahun dibangun Iran itulah yang membuat mereka masih berdiri hari ini.\n\nFaktanya, Iran memproduksi 85% peralatan industri minyak secara domestik melalui 820 perusahaan manufaktur, menciptakan 80.000 lapangan kerja langsung dan 250.000 tidak langsung . Ini adalah tingkat self-sufficiency yang tidak dimiliki sebagian besar negara berkembang, bahkan negara-negara \"pasar bebas\" di kawasan.\n\nIran juga mampu memproduksi obat-obatan, suku cadang mobil, dan produk elektronik sendiri, sementara 80% kebutuhan pangan (termasuk gandum, beras, daging) dipasok dari produksi dalam negeri . Bandingkan dengan negara tetangga seperti Irak atau Mesir yang impor pangan mencapai puluhan persen.\n\nLuar biasanya, Iran memiliki ratusan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh negeri — sebuah pelajaran pahit dari Perang Iran-Irak yang memang sengaja didesain agar tidak mudah lumpuh jika satu titik terkena serangan.\n\nFakta lainnya, berdasarkan laporan FAO dan data perdagangan regional 2025, Iran telah memperkuat ketahanan pangan domestiknya hingga level 80-90% untuk komoditas utama. Kemajuan teknologi militer (rudal dan drone) justru berimbas pada kemajuan industri kedirgantaraan dan material domestik yang kini mereka ekspor ke pasar non-Barat.\n\nMemang, \"Resistance Economy\" ini bukan tanpa ongkos. Kebijakan substitusi impor sering menghasilkan produk yang lebih mahal atau kualitas di bawah produk global. Tapi dalam kondisi perang dan blokade total, ongkos itu adalah harga yang harus dibayar untuk tetap eksis. Sementara ekonomi liberal murni di Irak atau Libya tumbang ketika krisis datang, Iran masih bertahan .\n\nFakta 2.\nParadoks Kemakmuran: Perbandingan Harga BBM\n\nIni poin yang paling lucu sekaligus paling telak membalik argumen Mereka. Mereka bilang rezim \"tidak peduli rakyat\" dan lebih prioritaskan rudal. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya: subsidi energi Iran sangat besar sehingga bensin dijual Rp 500 per liter — paling murah di dunia.\n\nData: Harga bensin Iran sekitar 15.000 rial per liter setara Rp 500–1.000 (setelah subsidi) — paling murah di planet ini berdasarkan data 2026 .\n\nDi tengah perang sekalipun, harga BBM Iran tetap NOL KENAIKAN, sebagaimana data Global Petrol Prices menunjukkan bahwa tiga minggu pasca-perang (hingga 23 Maret 2026), harga bensin di Iran tidak berubah (0,00%) — sementara AS naik 30,20% dan Indonesia naik 2,80%.\n\nMari kita hentikan sejenak. AS — negara dengan cadangan minyak raksasa, pengekspor minyak terbesar dunia sejak 2019 — harga bensinnya naik 30% dalam tiga minggu perang. Iran, yang sedang diblokade laut dan dibombardir, harga bensinnya tetap. Coba renungkan absurditas keberatan Mereka.\n\nAngka ini bahkan belum termasuk fakta bahwa Iran juga memberikan subsisi jatah bulanan untuk setiap kendaraan. Memang ada \"harga nonsubsidi\" untuk konsumsi di atas kuota — tetapi tetap jauh lebih murah daripada harga global .\n\nSekarang, mari balikkan argumen Mereka: Jika benar rezim Iran hanya peduli pada rudal dan tidak peduli rakyat, mengapa mereka terus menggelontorkan subsidi energi yang menguras puluhan miliar dolar per tahun di tengah keterbatasan devisa? Mengapa mereka tidak menarik subsidi itu, membiarkan harga naik ke level pasar (sekitar Rp 5.500-5.800/liter), dan menggunakan uangnya untuk membeli lebih banyak rudal?\n\nJawabannya: karena rezim masih peduli pada ketahanan sosial. Subsidi energi adalah \"uang damai\" untuk mencegah ledakan sosial di tengah tekanan perang. Itu bukan kebijakan bodoh — itu kalkulasi politik yang rasional .\n\nFakta 3.\nIran tidak terikat sistem SWIFT — dan justru itu yang membuktikan ketangguhannya\n\nIni adalah ironi terbesar dalam narasi Mereka. Mereka mengkritik ekonomi Iran seolah-olah mereka \"gagal mengikuti sistem global\". Padahal, Iran sudah dikeluarkan dari SWIFT sejak 2018 (diperkuat lagi pasca perang) — dan mereka tetap bertahan selama 8 tahun tanpa akses ke sistem perbankan global .\n\nApa itu SWIFT? Sistem pesan antar bank global yang menghubungkan 11.000 lembaga keuangan di 200 negara. Tanpa SWIFT, Mereka tidak bisa transfer uang lintas batas secara normal, mustahil bagi negara normal untuk bertahan .\n\nTapi Iran pintar, mereka mengembangkan sistem pembayaran alternatif (SPFS ala Rusia, mekanisme bilateral dengan China dan India, dan perdagangan barter minyak-tukar-barang). Iran juga menciptakan mata uang digital sendiri yang didukung rial — menunggu persetujuan final Bank Sentral .\n\nIran menjual minyak ke China, Sri Lanka, atau Venezuela — lalu dibayar dalam bentuk beras, obat-obatan, atau mesin. Ini adalah perdagangan abad ke-19 yang dihidupkan kembali karena paksaan — dan ternyata berhasil.\n\nBayangkan Mereka tinggal di apartemen yang liftnya rusak total. Tetangga lantai 10 masih naik turun dengan tangga setiap hari — capek, tapi sampai tujuan. Mereka yang tinggal di lantai 2 malah komentar: \"Ah, mereka tidak tahu cara menggunakan lift!\" — saudara, liftnya memang tidak berfungsi karena dirusak orang.\n\nIroninya eksklusi SWIFT ini adalah alat paksaan AS, bukan pilihan Iran. Dan fakta bahwa Iran bertahan hampir satu dekade tanpanya adalah testimoni ketangguhan — bukan kelemahan .\n\nFakta 4. \nKekuatan \"Zero Foreign Debt\"\n\nInilah fakta yang paling mencengangkan sekaligus paling membalikkan narasi Mereka: Iran memiliki utang luar negeri sangat rendah — diperkirakan hanya sekitar $5 miliar (atau sekitar 1-2% dari PDB). \n\nArtinya, Iran tidak memiliki kewajiban pembayaran utang besar yang akan jatuh tempo — tidak seperti Yunani, Lebanon, atau Sri Lanka yang kolaps karena gagal bayar utang .\n\nLantas, jika utang luar negeri rendah, mengapa Rial anjlok? Jawabannya kembali ke faktor eksternal: blokade yang membatasi ekspor dan impor. Bukan karena utang yang membebani.\n\nMereka menyebut Lebanon hancur karena \"cengkeraman Hizbullah\". Padahal, sebagaimana dilaporkan The PRS Group, utang Lebanon sudah jumbo (>150% PDB) bahkan sebelum krisis — dan utang itu meningkat karena salah urus fiskal dan sistem perbankan Ponzi . \n\nIroni terbesar: AS yang menyerang Iran justru memiliki utang >100% PDB (≈$30 triliun). Jadi, siapa yang sebenarnya punya masalah utang?\n\nMereka mengkritik \"utang\" Iran yang hampir nol sambil membela negara yang utangnya 30 triliun dolar. Sekadar saran: lihat cermin sebelum menuding.\n\nFakta 5\nAnggaran Tanpa Defisit!\n\nSatu fakta lagi yang tidak akan Mereka sebut: Presiden Iran Pezeshkian pada Oktober 2025 menginstruksikan penyusunan anggaran 2026 tanpa defisit — target yang sangat ambisius untuk negara yang sedang berperang .\n\nApakah akan tercapai? Mungkin tidak sepenuhnya. Tetapi fakta bahwa seorang presiden di tengah perang menyatakan komitmen terhadap disiplin fiskal adalah bukti bahwa rezim memahami bahaya inflasi lebih dari yang Mereka kira. Mereka mengklaim \"pencetakan uang tanpa henti\" — tetapi pemerintah Iran sendiri ingin menghentikannya .\n\nPezeshkian juga menekankan bahwa semua upaya harus diarahkan pada produksi, ekspor, dan mengembalikan devisa hasil ekspor ke dalam negeri — sebuah strategi yang masuk akal secara ekonomi dalam kondisi perang .\n\nSimpulan:\n \nMengejek nilai tukar Rial Iran tanpa melihat kemandirian energi dan nihilnya utang luar negeri Iran itu ibarat kasihan melihat orang yang tidak punya kartu kredit, padahal di dompetnya penuh uang tunai dan di rumahnya ada sumur minyak pribadi. Ekonomi itu soal daya tahan, bukan sekadar angka nol di layar HP; dan Iran tampaknya jauh lebih \"tahan banting\" daripada prediksi-prediksi kiamat yang hobi diulang tiap tahun.\n\nLain kali, sebelum menulis bahwa Iran adalah contoh \"kegagalan ekonomi\", coba tanya ke negara Konoha: Jika kalian sudah blokade laut, bom infrastruktur, putus dari SWIFT, dan sanksi selama 45 tahun — dan negara itu masih bisa jual bensin Rp 500/liter — sebenarnya siapa yang gagal?", "post_id": "100064438371855_1392055002952432"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 685.6160348841473, "y": 728.2815349547818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 268.4503367394541, "y": 748.5823248929256, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "@kitco", "attributes": {"label": "@kitco", "x": 571.327359940126, "y": 194.26347355095018, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "YMr9HrzUIOU", "id": "@kitco", "source": "youtube-000001", "content": "‘Penurunan Nilai Aset Hingga Nol’: Peringatan Kredit Swasta Senilai $1,8 Triliun - Danielle DiMar...\n\nKami membahas secara detail perpecahan terbaru di Federal Reserve, peringatan Jamie Dimon tentang kredit swasta, dan mengapa ekonomi berbentuk K menyembunyikan resesi kelas menengah yang tersembunyi. Pembawa acara Kitco News, Jeremy Szafron, berbincang dengan pakar Fed, Danielle DiMartino Booth, CEO QI Research, untuk mengungkap data sebenarnya di balik berita utama Wall Street.\n\nMulai dari perbedaan pendapat komite Fed terbesar sejak 1992 hingga penurunan nilai kredit swasta yang besar dan kehilangan pekerjaan tersembunyi di pasar tenaga kerja, DiMartino Booth menjelaskan mengapa bank sentral mungkin \"terlambat\" dalam proses pelonggaran kebijakan moneter. Diskusi ini juga mencakup tekanan di sektor properti komersial, pasar perumahan yang membeku, bagaimana AI memengaruhi pekerjaan sementara, dan apa yang ditunjukkan oleh simpanan emas fisik Tether senilai $20 miliar bagi dolar AS dan aliran modal global.\n\nDirekam 1 Mei 2026\n\nBerapa tingkat inflasi riil yang Anda alami di kota Anda saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti Danielle DiMartino Booth di X:  (  / dimartinobooth  )\n\nCap waktu:\n00:00 Pasar Mengirim Sinyal Campuran\n00:57 Perbedaan Pendapat Fed dan Artinya\n02:34 Era Warsch dan Data Tenaga Kerja Tersembunyi\n05:42 Imbal Hasil Obligasi dan Tekanan CRE\n07:12 Keretakan Kredit Swasta Melebar\n10:45 Pemeriksaan Realitas Ekonomi Berbentuk K\n12:52 Konsumen Kehabisan Daya dan Penurunan Perjalanan\n14:07 Pembekuan Perumahan dan Tekanan PHK\n15:11 Ilusi Data Pekerjaan dan Suhu AI\n18:25 Arus Global, Emas, dan Final Poin-Poin Penting\n\n#DanielleDiMartinoBooth #FederalReserve #KreditPrivate #Ekonomi #KitcoNews #PasarEmas #Inflasi #SukuBunga #Investasi\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi agar tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "YMr9HrzUIOU"}}, {"key": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "JeremySzafron", "x": 336.0255509922089, "y": 726.3648163173434, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.2555, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YMr9HrzUIOU", "id": "JeremySzafron", "source": "youtube-000001", "content": "‘Penurunan Nilai Aset Hingga Nol’: Peringatan Kredit Swasta Senilai $1,8 Triliun - Danielle DiMar...\n\nKami membahas secara detail perpecahan terbaru di Federal Reserve, peringatan Jamie Dimon tentang kredit swasta, dan mengapa ekonomi berbentuk K menyembunyikan resesi kelas menengah yang tersembunyi. Pembawa acara Kitco News, Jeremy Szafron, berbincang dengan pakar Fed, Danielle DiMartino Booth, CEO QI Research, untuk mengungkap data sebenarnya di balik berita utama Wall Street.\n\nMulai dari perbedaan pendapat komite Fed terbesar sejak 1992 hingga penurunan nilai kredit swasta yang besar dan kehilangan pekerjaan tersembunyi di pasar tenaga kerja, DiMartino Booth menjelaskan mengapa bank sentral mungkin \"terlambat\" dalam proses pelonggaran kebijakan moneter. Diskusi ini juga mencakup tekanan di sektor properti komersial, pasar perumahan yang membeku, bagaimana AI memengaruhi pekerjaan sementara, dan apa yang ditunjukkan oleh simpanan emas fisik Tether senilai $20 miliar bagi dolar AS dan aliran modal global.\n\nDirekam 1 Mei 2026\n\nBerapa tingkat inflasi riil yang Anda alami di kota Anda saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti Danielle DiMartino Booth di X:  (  / dimartinobooth  )\n\nCap waktu:\n00:00 Pasar Mengirim Sinyal Campuran\n00:57 Perbedaan Pendapat Fed dan Artinya\n02:34 Era Warsch dan Data Tenaga Kerja Tersembunyi\n05:42 Imbal Hasil Obligasi dan Tekanan CRE\n07:12 Keretakan Kredit Swasta Melebar\n10:45 Pemeriksaan Realitas Ekonomi Berbentuk K\n12:52 Konsumen Kehabisan Daya dan Penurunan Perjalanan\n14:07 Pembekuan Perumahan dan Tekanan PHK\n15:11 Ilusi Data Pekerjaan dan Suhu AI\n18:25 Arus Global, Emas, dan Final Poin-Poin Penting\n\n#DanielleDiMartinoBooth #FederalReserve #KreditPrivate #Ekonomi #KitcoNews #PasarEmas #Inflasi #SukuBunga #Investasi\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi agar tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "YMr9HrzUIOU"}}, {"key": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "KitcoNewsNOW", "x": 88.29558484966427, "y": 511.60780718320075, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.2555, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YMr9HrzUIOU", "id": "KitcoNewsNOW", "source": "youtube-000001", "content": "‘Penurunan Nilai Aset Hingga Nol’: Peringatan Kredit Swasta Senilai $1,8 Triliun - Danielle DiMar...\n\nKami membahas secara detail perpecahan terbaru di Federal Reserve, peringatan Jamie Dimon tentang kredit swasta, dan mengapa ekonomi berbentuk K menyembunyikan resesi kelas menengah yang tersembunyi. Pembawa acara Kitco News, Jeremy Szafron, berbincang dengan pakar Fed, Danielle DiMartino Booth, CEO QI Research, untuk mengungkap data sebenarnya di balik berita utama Wall Street.\n\nMulai dari perbedaan pendapat komite Fed terbesar sejak 1992 hingga penurunan nilai kredit swasta yang besar dan kehilangan pekerjaan tersembunyi di pasar tenaga kerja, DiMartino Booth menjelaskan mengapa bank sentral mungkin \"terlambat\" dalam proses pelonggaran kebijakan moneter. Diskusi ini juga mencakup tekanan di sektor properti komersial, pasar perumahan yang membeku, bagaimana AI memengaruhi pekerjaan sementara, dan apa yang ditunjukkan oleh simpanan emas fisik Tether senilai $20 miliar bagi dolar AS dan aliran modal global.\n\nDirekam 1 Mei 2026\n\nBerapa tingkat inflasi riil yang Anda alami di kota Anda saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti Danielle DiMartino Booth di X:  (  / dimartinobooth  )\n\nCap waktu:\n00:00 Pasar Mengirim Sinyal Campuran\n00:57 Perbedaan Pendapat Fed dan Artinya\n02:34 Era Warsch dan Data Tenaga Kerja Tersembunyi\n05:42 Imbal Hasil Obligasi dan Tekanan CRE\n07:12 Keretakan Kredit Swasta Melebar\n10:45 Pemeriksaan Realitas Ekonomi Berbentuk K\n12:52 Konsumen Kehabisan Daya dan Penurunan Perjalanan\n14:07 Pembekuan Perumahan dan Tekanan PHK\n15:11 Ilusi Data Pekerjaan dan Suhu AI\n18:25 Arus Global, Emas, dan Final Poin-Poin Penting\n\n#DanielleDiMartinoBooth #FederalReserve #KreditPrivate #Ekonomi #KitcoNews #PasarEmas #Inflasi #SukuBunga #Investasi\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi agar tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "YMr9HrzUIOU"}}, {"key": "DiMartinoBooth", "attributes": {"label": "DiMartinoBooth", "x": 684.3248187347152, "y": 195.8713837192748, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.2555, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YMr9HrzUIOU", "id": "DiMartinoBooth", "source": "youtube-000001", "content": "‘Penurunan Nilai Aset Hingga Nol’: Peringatan Kredit Swasta Senilai $1,8 Triliun - Danielle DiMar...\n\nKami membahas secara detail perpecahan terbaru di Federal Reserve, peringatan Jamie Dimon tentang kredit swasta, dan mengapa ekonomi berbentuk K menyembunyikan resesi kelas menengah yang tersembunyi. Pembawa acara Kitco News, Jeremy Szafron, berbincang dengan pakar Fed, Danielle DiMartino Booth, CEO QI Research, untuk mengungkap data sebenarnya di balik berita utama Wall Street.\n\nMulai dari perbedaan pendapat komite Fed terbesar sejak 1992 hingga penurunan nilai kredit swasta yang besar dan kehilangan pekerjaan tersembunyi di pasar tenaga kerja, DiMartino Booth menjelaskan mengapa bank sentral mungkin \"terlambat\" dalam proses pelonggaran kebijakan moneter. Diskusi ini juga mencakup tekanan di sektor properti komersial, pasar perumahan yang membeku, bagaimana AI memengaruhi pekerjaan sementara, dan apa yang ditunjukkan oleh simpanan emas fisik Tether senilai $20 miliar bagi dolar AS dan aliran modal global.\n\nDirekam 1 Mei 2026\n\nBerapa tingkat inflasi riil yang Anda alami di kota Anda saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (  / jeremyszafron  )\nIkuti Kitco News di X:  (  / kitconewsnow  )\nIkuti Danielle DiMartino Booth di X:  (  / dimartinobooth  )\n\nCap waktu:\n00:00 Pasar Mengirim Sinyal Campuran\n00:57 Perbedaan Pendapat Fed dan Artinya\n02:34 Era Warsch dan Data Tenaga Kerja Tersembunyi\n05:42 Imbal Hasil Obligasi dan Tekanan CRE\n07:12 Keretakan Kredit Swasta Melebar\n10:45 Pemeriksaan Realitas Ekonomi Berbentuk K\n12:52 Konsumen Kehabisan Daya dan Penurunan Perjalanan\n14:07 Pembekuan Perumahan dan Tekanan PHK\n15:11 Ilusi Data Pekerjaan dan Suhu AI\n18:25 Arus Global, Emas, dan Final Poin-Poin Penting\n\n#DanielleDiMartinoBooth #FederalReserve #KreditPrivate #Ekonomi #KitcoNews #PasarEmas #Inflasi #SukuBunga #Investasi\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi agar tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "YMr9HrzUIOU"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 738.5082120690397, "y": 605.3195438704041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.6147, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "DPC2P7tdcxk", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Target Harga Emas & Perak BARU, SEGERA GAGAL | David Hunter\n\nDavid Hunter mengatakan pasar sedang memasuki fase kenaikan terakhir, dengan S&P berpotensi mencapai 9500 pada musim panas ini. Tapi setelah itu? Dia memperingatkan akan terjadi kehancuran global, pengangguran dua digit, dan kehancuran pasar yang besar.\n\n#emas #perak #uang\n------------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: David Hunter, Kepala Strategi Pasar\n🏢 Perusahaan: Contrarian Market Advisors\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 29 April 2026\n---------------------\n📆 Catat Tanggalnya 📆\nDEUTSCHE GOLDMESSE \n15 & 16 Mei 2025 di Frankfurt, Jerman\nwww.deutschegoldmesse.com \nPendaftaran GRATIS untuk Investor! \n\n---------------------\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter:   / soarfinancial  \nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Jaringan Komoditas Clear 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n---------------------\n00:00 Pendahuluan\n00:40 Penjelasan Fase Melt-Up\n02:00 Apakah Ekonomi Benar-Benar Kuat?\n\n03:20 Keruntuhan Ekonomi Berbentuk K\n05:00 Iran, Minyak & Dampak Global\n11:30 Peringatan Kejatuhan Global\n13:20 Tekanan Pasar Kredit\n15:00 Sinyal Pasar Obligasi\n18:00 Keputusan & Kebijakan Fed\n20:00 Inflasi vs Deflasi\n23:00 Target Emas & Perak\n26:00 Apa yang Memicu Pergerakan Selanjutnya\n33:20 Saran Akhir\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau orang yang terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak tanggung jawab apa pun atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lain, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang diproduksi oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#PasarSaham #SP500 #KecelakaanPasar #Investasi #Makro #Ekonomi #Resesi #EkonomiGlobal #FederalReserve #SukuBunga #Inflasi #Deflasi #Emas #Perak #Komoditas #KrisisKeuangan #Kekayaan #Perdagangan #Keuangan #SoarFinancially", "post_id": "DPC2P7tdcxk"}}, {"key": "DaveHcontrarian", "attributes": {"label": "DaveHcontrarian", "x": 338.08123106589517, "y": 611.6946623136695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 82.5372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DPC2P7tdcxk", "id": "DaveHcontrarian", "source": "youtube-000001", "content": "Target Harga Emas & Perak BARU, SEGERA GAGAL | David Hunter\n\nDavid Hunter mengatakan pasar sedang memasuki fase kenaikan terakhir, dengan S&P berpotensi mencapai 9500 pada musim panas ini. Tapi setelah itu? Dia memperingatkan akan terjadi kehancuran global, pengangguran dua digit, dan kehancuran pasar yang besar.\n\n#emas #perak #uang\n------------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: David Hunter, Kepala Strategi Pasar\n🏢 Perusahaan: Contrarian Market Advisors\n𝕏 \n📅 Tanggal perekaman: 29 April 2026\n---------------------\n📆 Catat Tanggalnya 📆\nDEUTSCHE GOLDMESSE \n15 & 16 Mei 2025 di Frankfurt, Jerman\nwww.deutschegoldmesse.com \nPendaftaran GRATIS untuk Investor! \n\n---------------------\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter:   / soarfinancial  \nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Jaringan Komoditas Clear 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n---------------------\n00:00 Pendahuluan\n00:40 Penjelasan Fase Melt-Up\n02:00 Apakah Ekonomi Benar-Benar Kuat?\n\n03:20 Keruntuhan Ekonomi Berbentuk K\n05:00 Iran, Minyak & Dampak Global\n11:30 Peringatan Kejatuhan Global\n13:20 Tekanan Pasar Kredit\n15:00 Sinyal Pasar Obligasi\n18:00 Keputusan & Kebijakan Fed\n20:00 Inflasi vs Deflasi\n23:00 Target Emas & Perak\n26:00 Apa yang Memicu Pergerakan Selanjutnya\n33:20 Saran Akhir\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau orang yang terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak tanggung jawab apa pun atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lain, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan apa pun yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang diproduksi oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial membebaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#PasarSaham #SP500 #KecelakaanPasar #Investasi #Makro #Ekonomi #Resesi #EkonomiGlobal #FederalReserve #SukuBunga #Inflasi #Deflasi #Emas #Perak #Komoditas #KrisisKeuangan #Kekayaan #Perdagangan #Keuangan #SoarFinancially", "post_id": "DPC2P7tdcxk"}}], "edges": [{"key": "AvelinoGuido28", "source": "AvelinoGuido28", "target": "AvelinoGuido28", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AvelinoGuido28", "source": "AvelinoGuido28", "target": "AvelinoGuido28", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "henrymatcha", "source": "henrymatcha", "target": "WFF_IDNChapter", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "henrymatcha", "source": "henrymatcha", "target": "WFF_IDNChapter", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "argumentator", "source": "argumentator", "target": "pengikut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "DiMartinoBooth", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "DaveHcontrarian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}