{"nodes": [{"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 109.82913655624849, "y": 324.2229505494304, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 22.713214846364128, "y": 643.9158462878216, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "voidfolk.media", "attributes": {"label": "voidfolk.media", "x": 212.18078652907502, "y": 178.28309692830845, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635901599671405842", "id": "voidfolk.media", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Waktu ditanya wartawan soal kondisi Rupiah yang makin melemah sampai ke angka 17 ribu, jawaban Pak Purbaya yang bilang \"nggak tahu\" dan malah menyarankan buat tanya langsung ke bank sentral itu jujur agak mengkhawatirkan ya. Statement kayak gitu secara nggak langsung ngasih gambaran kalau Bank Indonesia sebagai bank sentral dan kementerian terkait itu kayak nggak jalan selaras atau nggak \"duduk bareng\" buat bahas isu krusial ini. Padahal di tengah situasi ekonomi yang lagi gojang-ganjing, kita butuh banget sinergi yang solid di antara mereka. ‎ ‎Kesan yang muncul ke publik jadi seolah-olah ada gap komunikasi yang besar, di mana masing-masing pihak kayak jalan sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang satu suara. Harusnya sebagai pemegang otoritas kebijakan, mereka bisa lebih kompak dan sinkron dalam menyampaikan narasi ke masyarakat, bukan malah lempar-lemparan tanggung jawab kayak gitu. Kalau komunikasinya aja nggak satu frekuensi, ya wajar kalau publik jadi ragu apakah mereka benar-benar punya strategi yang matang buat stabilin nilai tukar mata uang kita atau nggak. ‎Speaker:   ‎#gemagoeyardi #astronacci ‎#komunitasclipping #astroxkc8 ‎", "post_id": "7635901599671405842"}}, {"key": "gemagoeyardi", "attributes": {"label": "gemagoeyardi", "x": 437.287838414097, "y": 470.74344674350255, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635901599671405842", "id": "gemagoeyardi", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Waktu ditanya wartawan soal kondisi Rupiah yang makin melemah sampai ke angka 17 ribu, jawaban Pak Purbaya yang bilang \"nggak tahu\" dan malah menyarankan buat tanya langsung ke bank sentral itu jujur agak mengkhawatirkan ya. Statement kayak gitu secara nggak langsung ngasih gambaran kalau Bank Indonesia sebagai bank sentral dan kementerian terkait itu kayak nggak jalan selaras atau nggak \"duduk bareng\" buat bahas isu krusial ini. Padahal di tengah situasi ekonomi yang lagi gojang-ganjing, kita butuh banget sinergi yang solid di antara mereka. ‎ ‎Kesan yang muncul ke publik jadi seolah-olah ada gap komunikasi yang besar, di mana masing-masing pihak kayak jalan sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang satu suara. Harusnya sebagai pemegang otoritas kebijakan, mereka bisa lebih kompak dan sinkron dalam menyampaikan narasi ke masyarakat, bukan malah lempar-lemparan tanggung jawab kayak gitu. Kalau komunikasinya aja nggak satu frekuensi, ya wajar kalau publik jadi ragu apakah mereka benar-benar punya strategi yang matang buat stabilin nilai tukar mata uang kita atau nggak. ‎Speaker:   ‎#gemagoeyardi #astronacci ‎#komunitasclipping #astroxkc8 ‎", "post_id": "7635901599671405842"}}], "edges": [{"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "voidfolk.media", "source": "voidfolk.media", "target": "gemagoeyardi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}