{"nodes": [{"key": "OxigenForest", "attributes": {"label": "OxigenForest", "x": 971.4114738426858, "y": 92.8526973924877, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051289003455086933", "id": "OxigenForest", "source": "tweet-000004", "content": "Catat ini : pemerintah itu membiayai programnya melalui instrumen pasar modal (SBN) daripada pinjaman langsung dari bank swasta. Dah ngertikan siapa distributor dan akumulator terbesar SBN?", "post_id": "2051289003455086933"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 68.47209273305887, "y": 564.5540655965747, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051289003455086933", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "Catat ini : pemerintah itu membiayai programnya melalui instrumen pasar modal (SBN) daripada pinjaman langsung dari bank swasta. Dah ngertikan siapa distributor dan akumulator terbesar SBN?", "post_id": "2051289003455086933"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 770.0347516284089, "y": 894.8390605283907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050814842525941944", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Itulah investor ritel Indonesia mau di goreng asing 🤣. Seandainya 25 juta investor ritel Indonesia ini nabung BBRI, BMRI, BBNI 5 Lot dan kunci tidak dijual selama 10 tahun. Ane jamin IHSG on the moon, rupiah bakal stabil asing akan menyesal obral murah big bank.", "post_id": "2050814842525941944"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 861.5227141283555, "y": 88.93990616200963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.5098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2050814842525941944", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Itulah investor ritel Indonesia mau di goreng asing 🤣. Seandainya 25 juta investor ritel Indonesia ini nabung BBRI, BMRI, BBNI 5 Lot dan kunci tidak dijual selama 10 tahun. Ane jamin IHSG on the moon, rupiah bakal stabil asing akan menyesal obral murah big bank.", "post_id": "2050814842525941944"}}, {"key": "RPurnama37947", "attributes": {"label": "RPurnama37947", "x": 147.99106715168864, "y": 455.59978467945075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051189314709783018", "id": "RPurnama37947", "source": "tweet-000004", "content": "Investor melihat ada biaya bertambah yang mengurangi laba sehingga deviden juga akan turun nilainya, makanya investor enggan membeli dan atau malah menjual saham milik mereka. \n\nAku sudah pernah bilang, pasar efek dan moneter dipengaruhi oleh kebijakan dan pernyataan pemerintah.", "post_id": "2051189314709783018"}}, {"key": "willemjo85977", "attributes": {"label": "willemjo85977", "x": 625.2326705394842, "y": 60.243727830470384, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050545585988747479", "id": "willemjo85977", "source": "tweet-000004", "content": "Masalahnya bukan di moneter jelas di tekanan fiskal. Klo permasalahannya fiskal berarti yg salah jelas pemerintah pusat yg tidak bisa nge keep investor.", "post_id": "2050545585988747479"}}, {"key": "bejokdi", "attributes": {"label": "bejokdi", "x": 453.9748704729125, "y": 648.2909473868069, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050545585988747479", "id": "bejokdi", "source": "tweet-000004", "content": "Masalahnya bukan di moneter jelas di tekanan fiskal. Klo permasalahannya fiskal berarti yg salah jelas pemerintah pusat yg tidak bisa nge keep investor.", "post_id": "2050545585988747479"}}, {"key": "Wandystjk", "attributes": {"label": "Wandystjk", "x": 659.0576543100022, "y": 114.27744783855832, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050545585988747479", "id": "Wandystjk", "source": "tweet-000004", "content": "Masalahnya bukan di moneter jelas di tekanan fiskal. Klo permasalahannya fiskal berarti yg salah jelas pemerintah pusat yg tidak bisa nge keep investor.", "post_id": "2050545585988747479"}}, {"key": "wandystjk2", "attributes": {"label": "wandystjk2", "x": 755.3851503297686, "y": 80.07288513033662, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050545585988747479", "id": "wandystjk2", "source": "tweet-000004", "content": "Masalahnya bukan di moneter jelas di tekanan fiskal. Klo permasalahannya fiskal berarti yg salah jelas pemerintah pusat yg tidak bisa nge keep investor.", "post_id": "2050545585988747479"}}, {"key": "hellotothewor12", "attributes": {"label": "hellotothewor12", "x": 286.64283598998185, "y": 296.76980870721, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050871943470141595", "id": "hellotothewor12", "source": "tweet-000004", "content": "Lebih kasian lagi investor awal ojol tuh rela  ngeluarin banyak duit, bakar duit untuk growth tapi pas udah growth udah tinggi dan waktu utk fokus cuan/profit malah kena kebijakan pemerintah, ya resiko bisnis investor rugi banyak dan gk bakalan mau invest lagi ke indo", "post_id": "2050871943470141595"}}, {"key": "Hnirankara", "attributes": {"label": "Hnirankara", "x": 729.945154420146, "y": 309.1349647910725, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050871943470141595", "id": "Hnirankara", "source": "tweet-000004", "content": "Lebih kasian lagi investor awal ojol tuh rela  ngeluarin banyak duit, bakar duit untuk growth tapi pas udah growth udah tinggi dan waktu utk fokus cuan/profit malah kena kebijakan pemerintah, ya resiko bisnis investor rugi banyak dan gk bakalan mau invest lagi ke indo", "post_id": "2050871943470141595"}}, {"key": "LindungiBumi_", "attributes": {"label": "LindungiBumi_", "x": 857.214103604463, "y": 532.1334664378268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051171270985945575", "id": "LindungiBumi_", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah ngatur harga ron 92 spbu dari dulu kok.\nIni biar ga ada kepanikan aja kalau swasta mahalin tapi pertamina belum mahalin, investor akan bilang pemerintah ga beres karena apbn akan jebol. Dan makin banyak dana asing keluar itu nantinya.\nhttps://t.co/wTisr4ZZBG", "post_id": "2051171270985945575"}}, {"key": "hunglc83", "attributes": {"label": "hunglc83", "x": 459.11662111678675, "y": 523.5360574920925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051171270985945575", "id": "hunglc83", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah ngatur harga ron 92 spbu dari dulu kok.\nIni biar ga ada kepanikan aja kalau swasta mahalin tapi pertamina belum mahalin, investor akan bilang pemerintah ga beres karena apbn akan jebol. Dan makin banyak dana asing keluar itu nantinya.\nhttps://t.co/wTisr4ZZBG", "post_id": "2051171270985945575"}}, {"key": "Pejam_mata", "attributes": {"label": "Pejam_mata", "x": 786.0135156400589, "y": 328.50191322902333, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051171270985945575", "id": "Pejam_mata", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah ngatur harga ron 92 spbu dari dulu kok.\nIni biar ga ada kepanikan aja kalau swasta mahalin tapi pertamina belum mahalin, investor akan bilang pemerintah ga beres karena apbn akan jebol. Dan makin banyak dana asing keluar itu nantinya.\nhttps://t.co/wTisr4ZZBG", "post_id": "2051171270985945575"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 942.8476097114799, "y": 119.1251188855017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051171270985945575", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah ngatur harga ron 92 spbu dari dulu kok.\nIni biar ga ada kepanikan aja kalau swasta mahalin tapi pertamina belum mahalin, investor akan bilang pemerintah ga beres karena apbn akan jebol. Dan makin banyak dana asing keluar itu nantinya.\nhttps://t.co/wTisr4ZZBG", "post_id": "2051171270985945575"}}, {"key": "DadHeros", "attributes": {"label": "DadHeros", "x": 518.2921415023483, "y": 617.6198321140714, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050540499027820715", "id": "DadHeros", "source": "tweet-000004", "content": "Masalah di Indonesia itu aneh bang, pemerintah udah menjelma jadi calo dan preman.. Bukan sebagai penengah antara investor/pengusaha dengan tenaga kerja, konsumen lokal. \n\nPokoknya apa aja diproyekin 😂", "post_id": "2050540499027820715"}}, {"key": "babijoged", "attributes": {"label": "babijoged", "x": 253.63909933962591, "y": 873.5202453347347, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050540499027820715", "id": "babijoged", "source": "tweet-000004", "content": "Masalah di Indonesia itu aneh bang, pemerintah udah menjelma jadi calo dan preman.. Bukan sebagai penengah antara investor/pengusaha dengan tenaga kerja, konsumen lokal. \n\nPokoknya apa aja diproyekin 😂", "post_id": "2050540499027820715"}}, {"key": "dkhamid79", "attributes": {"label": "dkhamid79", "x": 96.12236172763112, "y": 139.96176194643363, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051107738374299714", "id": "dkhamid79", "source": "tweet-000004", "content": "4. Komunikasi Publik yang Menenangkan\n​Pemerintah dan BI harus bicara dalam \"satu suara\" untuk memberikan kepastian kepada investor bahwa kebijakan tetap terukur dan tidak ada niat untuk melakukan kontrol modal secara ekstrem.", "post_id": "2051107738374299714"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 247.34284531655615, "y": 70.8591101827869, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051107738374299714", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "4. Komunikasi Publik yang Menenangkan\n​Pemerintah dan BI harus bicara dalam \"satu suara\" untuk memberikan kepastian kepada investor bahwa kebijakan tetap terukur dan tidak ada niat untuk melakukan kontrol modal secara ekstrem.", "post_id": "2051107738374299714"}}, {"key": "lulunanalunaaa", "attributes": {"label": "lulunanalunaaa", "x": 499.9297769414931, "y": 829.8316268531164, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050770850484527336", "id": "lulunanalunaaa", "source": "tweet-000004", "content": "Karena kebijakan Bapak dan kinerja pemerintahan yang kurang baik dan tidak sesuai  \n\nTrust rakyat ke pemerintah aja gak ada, apalagi trust investor luar. Program Bapak rawan jadi ladang basah & korupsi 👎🏻👎🏻", "post_id": "2050770850484527336"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 897.5277336307647, "y": 705.7760074517187, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050770850484527336", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Karena kebijakan Bapak dan kinerja pemerintahan yang kurang baik dan tidak sesuai  \n\nTrust rakyat ke pemerintah aja gak ada, apalagi trust investor luar. Program Bapak rawan jadi ladang basah & korupsi 👎🏻👎🏻", "post_id": "2050770850484527336"}}, {"key": "ImminentAdi", "attributes": {"label": "ImminentAdi", "x": 373.802814899976, "y": 97.15533316839486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051116429391667682", "id": "ImminentAdi", "source": "tweet-000004", "content": "mana ada kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab investor doang? ada2 aja. pemerintah selaku regulator itu memastikan bahwa perusahaan taat aturan, memberikan sanksi bila perlu, dan turun tangan untuk menghandle masalah lingkungan.", "post_id": "2051116429391667682"}}, {"key": "049_dwi", "attributes": {"label": "049_dwi", "x": 935.533244736192, "y": 865.3332426282649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051116429391667682", "id": "049_dwi", "source": "tweet-000004", "content": "mana ada kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab investor doang? ada2 aja. pemerintah selaku regulator itu memastikan bahwa perusahaan taat aturan, memberikan sanksi bila perlu, dan turun tangan untuk menghandle masalah lingkungan.", "post_id": "2051116429391667682"}}, {"key": "RakhaRakha45", "attributes": {"label": "RakhaRakha45", "x": 754.8309543047824, "y": 539.7849152201602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051116429391667682", "id": "RakhaRakha45", "source": "tweet-000004", "content": "mana ada kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab investor doang? ada2 aja. pemerintah selaku regulator itu memastikan bahwa perusahaan taat aturan, memberikan sanksi bila perlu, dan turun tangan untuk menghandle masalah lingkungan.", "post_id": "2051116429391667682"}}, {"key": "kandidatdewa", "attributes": {"label": "kandidatdewa", "x": 425.90817605536955, "y": 270.26427890553606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051116429391667682", "id": "kandidatdewa", "source": "tweet-000004", "content": "mana ada kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab investor doang? ada2 aja. pemerintah selaku regulator itu memastikan bahwa perusahaan taat aturan, memberikan sanksi bila perlu, dan turun tangan untuk menghandle masalah lingkungan.", "post_id": "2051116429391667682"}}, {"key": "DudeRafay60339", "attributes": {"label": "DudeRafay60339", "x": 849.8383234074313, "y": 841.6106676356173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050790239728488754", "id": "DudeRafay60339", "source": "tweet-000004", "content": "Bansos tanpa adanya peningkatan  investasi padat karya,pasti tekor.\ninvestasi padat karya akan banyak serap tenaga buruh yg nantinya bisa dongkrak daya beli.\nDan pada nyatanya,pemerintah lebih tertarik gaet investor yg tidak bisa padat karya(minning)", "post_id": "2050790239728488754"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 875.3672824745094, "y": 403.8866165590018, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050790239728488754", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "Bansos tanpa adanya peningkatan  investasi padat karya,pasti tekor.\ninvestasi padat karya akan banyak serap tenaga buruh yg nantinya bisa dongkrak daya beli.\nDan pada nyatanya,pemerintah lebih tertarik gaet investor yg tidak bisa padat karya(minning)", "post_id": "2050790239728488754"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 668.7552442199641, "y": 859.0070184225061, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2017016007429153008", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari perspektif ekonomi makro, pemerintah bisa:\n\n1. Perkuat independensi Bank Indonesia untuk tingkatkan kepercayaan investor dan stabilkan ekspektasi inflasi.\n\n2. Kurangi defisit anggaran melalui pengeluaran hemat dan reformasi pajak, target di bawah 3% PDB.\n\n3. Dorong ekspor", "post_id": "2017016007429153008"}}, {"key": "rakabuning", "attributes": {"label": "rakabuning", "x": 367.5915328945317, "y": 711.7249963639277, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2017016007429153008", "id": "rakabuning", "source": "tweet-000004", "content": "Dari perspektif ekonomi makro, pemerintah bisa:\n\n1. Perkuat independensi Bank Indonesia untuk tingkatkan kepercayaan investor dan stabilkan ekspektasi inflasi.\n\n2. Kurangi defisit anggaran melalui pengeluaran hemat dan reformasi pajak, target di bawah 3% PDB.\n\n3. Dorong ekspor", "post_id": "2017016007429153008"}}, {"key": "SolUdanda", "attributes": {"label": "SolUdanda", "x": 105.47475629773074, "y": 417.4553203476625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2017016007429153008", "id": "SolUdanda", "source": "tweet-000004", "content": "Dari perspektif ekonomi makro, pemerintah bisa:\n\n1. Perkuat independensi Bank Indonesia untuk tingkatkan kepercayaan investor dan stabilkan ekspektasi inflasi.\n\n2. Kurangi defisit anggaran melalui pengeluaran hemat dan reformasi pajak, target di bawah 3% PDB.\n\n3. Dorong ekspor", "post_id": "2017016007429153008"}}, {"key": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "hoteliercrypto", "x": 600.6637286020209, "y": 64.99421032963637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2017016007429153008", "id": "hoteliercrypto", "source": "tweet-000004", "content": "Dari perspektif ekonomi makro, pemerintah bisa:\n\n1. Perkuat independensi Bank Indonesia untuk tingkatkan kepercayaan investor dan stabilkan ekspektasi inflasi.\n\n2. Kurangi defisit anggaran melalui pengeluaran hemat dan reformasi pajak, target di bawah 3% PDB.\n\n3. Dorong ekspor", "post_id": "2017016007429153008"}}, {"key": "rizkyjanuar", "attributes": {"label": "rizkyjanuar", "x": 57.248996085909056, "y": 370.6206825840702, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050548578758828357", "id": "rizkyjanuar", "source": "tweet-000004", "content": "yg lg turun bukan cuma BCA kok, big 4 lain jg lg turun, banyak bbrp kebijakan pemerintah yang bikin investor menarik dana dari IDX, klo memang niatnya invest hrsnya jgn khawatir, saya aja adh ngumpulin saham BCA dari 2018, dr harga brp tuh, tb\" nyungsep pas covid, trs ATH lg", "post_id": "2050548578758828357"}}, {"key": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "ojk_cirebon", "x": 441.5225880388326, "y": 188.64500121209093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "3889301158764163086_3948540854", "id": "ojk_cirebon", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Ciayumajakuning!🙌🏻\n\nOJK Cirebon menyelenggarakan kegiatan Media Update terkait perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning ✨\n\nDalam kegiatan ini, disampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan tetap stabil dengan kinerja yang terus menunjukkan perkembangan positif 💡\n\nPerbankan, baik konvensional maupun syariah, serta industri keuangan non-bank dan pasar modal, turut mencatat pertumbuhan yang baik 📈\n\nOJK Cirebon juga terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat 📚\n\nSelain itu, layanan konsultasi dan pengaduan konsumen terus dioptimalkan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat 🤝\n\nMelalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak, OJK Cirebon berkomitmen menjaga sektor keuangan yang sehat dan terpercaya 🌱\n\n📍 Kantor OJK Cirebon\n🗓️ 28 April 2026\n\nSobat OJK, yuk simak rangkuman kegiatannya!\n\nJangan lupa follow\n\n\n\n\nuntuk update kegiatan OJK lainnya! 🚀", "post_id": "3889301158764163086_3948540854"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 437.98303903578864, "y": 91.84178036612155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889301158764163086_3948540854", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Ciayumajakuning!🙌🏻\n\nOJK Cirebon menyelenggarakan kegiatan Media Update terkait perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning ✨\n\nDalam kegiatan ini, disampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan tetap stabil dengan kinerja yang terus menunjukkan perkembangan positif 💡\n\nPerbankan, baik konvensional maupun syariah, serta industri keuangan non-bank dan pasar modal, turut mencatat pertumbuhan yang baik 📈\n\nOJK Cirebon juga terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat 📚\n\nSelain itu, layanan konsultasi dan pengaduan konsumen terus dioptimalkan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat 🤝\n\nMelalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak, OJK Cirebon berkomitmen menjaga sektor keuangan yang sehat dan terpercaya 🌱\n\n📍 Kantor OJK Cirebon\n🗓️ 28 April 2026\n\nSobat OJK, yuk simak rangkuman kegiatannya!\n\nJangan lupa follow\n\n\n\n\nuntuk update kegiatan OJK lainnya! 🚀", "post_id": "3889301158764163086_3948540854"}}, {"key": "ojk_jawabarat", "attributes": {"label": "ojk_jawabarat", "x": 698.7930628866073, "y": 406.2775602585634, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889301158764163086_3948540854", "id": "ojk_jawabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Ciayumajakuning!🙌🏻\n\nOJK Cirebon menyelenggarakan kegiatan Media Update terkait perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning ✨\n\nDalam kegiatan ini, disampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan tetap stabil dengan kinerja yang terus menunjukkan perkembangan positif 💡\n\nPerbankan, baik konvensional maupun syariah, serta industri keuangan non-bank dan pasar modal, turut mencatat pertumbuhan yang baik 📈\n\nOJK Cirebon juga terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat 📚\n\nSelain itu, layanan konsultasi dan pengaduan konsumen terus dioptimalkan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat 🤝\n\nMelalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak, OJK Cirebon berkomitmen menjaga sektor keuangan yang sehat dan terpercaya 🌱\n\n📍 Kantor OJK Cirebon\n🗓️ 28 April 2026\n\nSobat OJK, yuk simak rangkuman kegiatannya!\n\nJangan lupa follow\n\n\n\n\nuntuk update kegiatan OJK lainnya! 🚀", "post_id": "3889301158764163086_3948540854"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 548.9533521511597, "y": 829.9876274216217, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 91.0957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889686806005930385_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah mengincar potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kawasan transmigrasi, yang selama ini banyak dimanfaatkan pelaku industri di atas tanah berstatus Hak Penggunaan Lahan (HPL). Sejauh ini, negara belum mengutip pungutan sejumlah korporasi yang mengambil untung dari hasil sumber daya kawasan transmigrasi.\n\n\"Jadi selama ini HPL transmigrasi itu dimanfaatkan oleh banyak perusahaan, tetapi tidak ada PNBP-nya. Kami ingin satu pola yang pasti bahwa penggunaan HPL transmigrasi untuk kepentingan investasi atau industri itu memberikan penerimaan negara bukan pajak,\" kata Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam jumpa pers di\ndi kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026).\n\nIftitah menekankan, sebenarnya sudah ada regulasi yang mengatur pungutan PNBP, yaitu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 3 Tahun 2025. Sehingga, selama realisasi PNBP industri di tanah transmigrasi belum optimal, pemerintah bakal mengetatkan aturan eksplorasi maupun eksploitasi kepada industri.\n\n\"Kami sekarang sedang pending semua permintaan perizinan. Ada lebih dari 45 investor yang akan masuk ke kawasan transmigrasi, kami pending terlebih dahulu,\" kata dia.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/manfaatkan-lahan-di-kawasan-transmigrasi-kementrans-bidik-pnbp-dari-industri\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3889686806005930385_3310659452"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 197.35438938758608, "y": 17.541204752958063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "scrGKRN4PlE", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Bangun KEK International Financial Center di Pulau Bali | Sindo Sore | 04/05\n\nPemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) International Financial Center (IFC) di Bali sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan global baru. Proyek ini difokuskan di kawasan KEK Kura Kura Bali, yang dirancang khusus untuk menarik investor internasional dan memperkuat sektor jasa keuangan\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#bali #fINANCIALCENTER #pulaubali", "post_id": "scrGKRN4PlE"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 707.2783513316539, "y": 215.91429216273895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "scrGKRN4PlE", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Bangun KEK International Financial Center di Pulau Bali | Sindo Sore | 04/05\n\nPemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) International Financial Center (IFC) di Bali sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan global baru. Proyek ini difokuskan di kawasan KEK Kura Kura Bali, yang dirancang khusus untuk menarik investor internasional dan memperkuat sektor jasa keuangan\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#bali #fINANCIALCENTER #pulaubali", "post_id": "scrGKRN4PlE"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 120.8914474813142, "y": 238.6100095583066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "scrGKRN4PlE", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Bangun KEK International Financial Center di Pulau Bali | Sindo Sore | 04/05\n\nPemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) International Financial Center (IFC) di Bali sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan global baru. Proyek ini difokuskan di kawasan KEK Kura Kura Bali, yang dirancang khusus untuk menarik investor internasional dan memperkuat sektor jasa keuangan\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#bali #fINANCIALCENTER #pulaubali", "post_id": "scrGKRN4PlE"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 525.4467230525986, "y": 468.37189369477795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5364, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "scrGKRN4PlE", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Bangun KEK International Financial Center di Pulau Bali | Sindo Sore | 04/05\n\nPemerintah Indonesia tengah menyiapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) International Financial Center (IFC) di Bali sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan global baru. Proyek ini difokuskan di kawasan KEK Kura Kura Bali, yang dirancang khusus untuk menarik investor internasional dan memperkuat sektor jasa keuangan\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#bali #fINANCIALCENTER #pulaubali", "post_id": "scrGKRN4PlE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 910.5870104491773, "y": 818.7673901743174, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 193.54062413684215, "y": 984.65909038187, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 402.03906326061656, "y": 804.2403924226442, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 832.1306731857628, "y": 726.7828773206137, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 459.05896998089713, "y": 304.0288767359637, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 678.3147154165345, "y": 511.60525664466695, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 118.38540547396248, "y": 218.50320732273832, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.324, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sCSD-lw6hMI", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional Mirip Dubai, Ini Keunggulannya | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menetapkan KEK di Pulau Serangan, Bali sebagai pusat keuangan global dengan konsep mirip Dubai International Financial Centre di lahan 100 hektare. Kawasan ini akan menawarkan sistem hukum khusus berbasis common law serta insentif fiskal hingga pajak 0 persen untuk menarik investor asing. KEK ini diharapkan meningkatkan arus investasi, memperkuat cadangan devisa, dan mendorong pembiayaan pembangunan nasional melalui masuknya dana global ke sistem keuangan Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "sCSD-lw6hMI"}}, {"key": "@metalsandminers", "attributes": {"label": "@metalsandminers", "x": 46.59713217789319, "y": 493.6243992408982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "@metalsandminers", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "clivethompson", "attributes": {"label": "clivethompson", "x": 734.8620434468779, "y": 589.2604925256796, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4722, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "clivethompson", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "GaryBohm5", "attributes": {"label": "GaryBohm5", "x": 593.6351309505872, "y": 883.8515284239726, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4722, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "GaryBohm5", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 671.2365033352279, "y": 832.8072091614877, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6647, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 42.55685906485629, "y": 263.3588927387304, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}], "edges": [{"key": "OxigenForest", "source": "OxigenForest", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RPurnama37947", "source": "RPurnama37947", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "willemjo85977", "source": "willemjo85977", "target": "bejokdi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "willemjo85977", "source": "willemjo85977", "target": "Wandystjk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "willemjo85977", "source": "willemjo85977", "target": "wandystjk2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hellotothewor12", "source": "hellotothewor12", "target": "Hnirankara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LindungiBumi_", "source": "LindungiBumi_", "target": "hunglc83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LindungiBumi_", "source": "LindungiBumi_", "target": "Pejam_mata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LindungiBumi_", "source": "LindungiBumi_", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DadHeros", "source": "DadHeros", "target": "babijoged", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dkhamid79", "source": "dkhamid79", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lulunanalunaaa", "source": "lulunanalunaaa", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ImminentAdi", "source": "ImminentAdi", "target": "049_dwi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ImminentAdi", "source": "ImminentAdi", "target": "RakhaRakha45", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ImminentAdi", "source": "ImminentAdi", "target": "kandidatdewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DudeRafay60339", "source": "DudeRafay60339", "target": "eddesign_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "rakabuning", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SolUdanda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "hoteliercrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rizkyjanuar", "source": "rizkyjanuar", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojk_jawabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "clivethompson", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "GaryBohm5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}