{"nodes": [{"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 824.4219035519185, "y": 764.7624190767636, "size": 5.31, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 30.1609, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 5.129368365527687, "y": 76.56225222207192, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 80.7845, "eigenvector": 156.613, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 758.5695131701493, "y": 77.00596850826713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 785.0661504649627, "y": 991.2718137743699, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 75.8086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 383.8893787650449, "y": 746.9034908853449, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 380.319271793082, "y": 787.3757452486842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.3931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 239.07605663440023, "y": 46.849971442989855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.3931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 502.4050784935206, "y": 394.433062794022, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 156.613, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 11.256365985408245, "y": 477.793172988486, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.9535, "eigenvector": 131.3226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 435.4648411553765, "y": 461.3300028138335, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.9535, "eigenvector": 131.3226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 629.4759248678099, "y": 279.0673894492889, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.9535, "eigenvector": 131.3226, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 137.50173187805603, "y": 708.5099848509116, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.9535, "eigenvector": 131.3226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 713.2795605931778, "y": 466.339376907893, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.9535, "eigenvector": 131.3226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3Xtt05nHUWs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Terjepit Kondisi Geopolitik dan Penguatan Dolar AS, Begini Nasib Nilai Tukar Rupiah | TOP 5\n\nKalangan analis pasar uang menilai bahwa pergerakan mata uang rupiah masih terus dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta tren penguatan mata uang dolar AS. Tekanan ini masih diperkuat lagi oleh kondisi politik dan perdagangan AS yang masih cukup riskan, fluktuasi harga minyak dunia, serta inflasi global.\n\nBerita ini merupakan salah satu dari lima berita terpopuler idxchannel.com edisi hari ini, Senin (4/5/2026).\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "3Xtt05nHUWs"}}, {"key": "@Schiffgold", "attributes": {"label": "@Schiffgold", "x": 872.6308839526233, "y": 454.19135981826463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "@Schiffgold", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 987.2928894892511, "y": 698.5186963219652, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 75.8086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AqghJp2MBoc", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Kehilangan Setiap Sen yang Diperolehnya dari Perang — Keretakan Mulai Terjadi\n\nDolar AS menghapus semua keuntungan dari perang, harga minyak kembali di atas $102, imbal hasil obligasi berada di 4,5%, dan saham pertambangan baru saja memberi Anda peluang pembelian terbaik tahun ini.\n\nHarga emas ditutup pada $4.612 minggu ini, sementara perak di $75,33, keduanya terus menurun karena perhatian investor beralih ke indeks saham yang mencapai rekor tertinggi. Saham pertambangan mengalami pukulan terberat dengan GDX turun 6,25% — sebuah peluang pembelian yang menurut Peter Schiff diciptakan oleh rasa puas diri yang sama yang mendahului setiap lonjakan harga emas yang signifikan.\n\nIndeks dolar AS jatuh ke 97,7, menghapus setiap sen yang diperoleh sejak perang Iran dimulai — sebuah pemulihan yang sangat lemah secara historis untuk mata uang yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Harga minyak kembali naik di atas $102 sementara imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun menyentuh 4,5%, menciptakan kembali kondisi yang persis sama yang memaksa Trump untuk membatalkan tarif Hari Pembebasan. Schiff mengulas kembali klaim Powell tentang 40 tahun inflasi terkendali, memecahnya dekade demi dekade untuk menunjukkan rata-rata CPI sebesar 5,5% pada tahun 80-an, 3% pada tahun 90-an, dan 2,6% pada tahun 2000-an — dengan hanya dekade pasca-krisis 2010-an yang mendekati target 2%. Ia juga menyoroti konferensi Bitcoin di mana Nakamoto, yang tahun lalu menjadi favorit, mengalami penurunan 99% antara konferensi, sementara tawaran \"kredit digital\" tahun ini bahkan lebih buruk daripada kredit subprime.\n\nBab:\n00:00 Selamat Datang dan Berlangganan\n00:25 Rekap Mingguan Emas dan Perak\n01:08 Saham Pertambangan dan Rekomendasi Dana\n02:00 Mengapa Emas Sedang Naik Sekarang\n03:14 Saham Tinggi, Imbal Hasil Minyak Meningkat\n06:27 Konferensi Pers Fed dan Keluarnya Powell\n10:05 Realitas Inflasi Pasokan Uang\n17:32 Defisit Utang dan Kegagalan Fed\n19:54 Tarif, Mobil, dan Stagflasi\n22:48 Strategi Bitcoin dan Pembahasan Ponzi\n24:30 Dolar Lemah, Obligasi terhadap Emas\n27:19 Target Emas dan Risiko Kripto\n29:15 Rekomendasi Beli dari Aplikasi Schiff Gold\n30:58 Kesimpulan dan Tempat untuk Mengikuti\n\nIkuti \nX:   / peterschiff  \nInstagram:   / peterschiff  \nTikTok:   / peterschiffofficial  \nFacebook:   / peterschiff  \n\nDapatkan lebih banyak emas & perak sekarang: https://www.schiffgold.com\n1-888-GOLD-160 (465-3160)\nBuka akun T Gold: https://www.tgold.com\nBuka akun terkelola: https://europac.com\nDengarkan The Peter Schiff Show: https://schiffradio.com\nIkuti saluran utama:    / peterschiff  \n\n#PeterSchiffShow #InvestasiEmas #RingkasanPasarJumat", "post_id": "AqghJp2MBoc"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 944.1619860723945, "y": 632.6232694449534, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 627.426607335225, "y": 328.1032906737199, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.3931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RUfLfWqeIJo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Berlayar Menuju Kepulauan Riau, Supertanker Iran yang Bawa Minyak Mentah Lolos dari Blokade AS\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Dilaporkan tanker raksasa Iran yang membawa pasokan minyak mentah hampir 220 juta dolar AS berhasil lolos dari blokade AS. \n\nSaat ini, tanker super Iran itu tengah berlayar menuju ke perairan Indonesia. \n\nKabar tersebut dilaporkan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5). \n\nDilaporkan, kapal itu sedang berlayar melalui Selat Lombok menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia. \n\nKapal raksasa itu terakhir terlihat di lepas pantai Sri Lanka lebih dari seminggu yang lalu.\n\nDiketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret. \n\nMenurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.\n\nDiketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.\n\nSistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.\n\nTaktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.\n(Tribun-Video.com/ Adila Ulfa Muna Risna)\n\n\nhttps://www.timesnownews.com/world/mi...\n\nSELENGKAPNYA: https://video.tribunnews.com/view/932...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Ghozi LuthfiRomadhon\n\n#viory \nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "RUfLfWqeIJo"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 879.4992548880865, "y": 8.612022210815473, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 843.2096860619233, "y": 249.94180824124933, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 75.8086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}], "edges": [{"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Schiffgold", "source": "@Schiffgold", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}