{"nodes": [{"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 93.30849885660709, "y": 491.72207257846776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926203691879516204_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, apa lagi langkah kebijakan BI dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah?\n.\n#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, bahwa selain memperkuat respons kebijakan, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama internasional, termasuk mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT).\n.\nLangkah tersebut diperkuat dengan sinergi erat bersama Pemerintah, untuk menjaga keyakinan pasar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia.\n.\nYuk, ketahui informasi lengkapnya dengan simak videonya!😊\n\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926203691879516204_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 748.8918393333148, "y": 398.5241341860178, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926203691879516204_3117095536", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, apa lagi langkah kebijakan BI dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah?\n.\n#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, bahwa selain memperkuat respons kebijakan, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama internasional, termasuk mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT).\n.\nLangkah tersebut diperkuat dengan sinergi erat bersama Pemerintah, untuk menjaga keyakinan pasar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia.\n.\nYuk, ketahui informasi lengkapnya dengan simak videonya!😊\n\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926203691879516204_3117095536"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 116.3446421851837, "y": 260.9883030828963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 824.5855229763782, "y": 656.155777337, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "attributes": {"label": "@MetrotvjatengDiy", "x": 331.0661293597394, "y": 393.7131788539795, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "@MetrotvjatengDiy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}, {"key": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "metrotv_jateng_diy", "x": 743.2897575226108, "y": 986.2754791730628, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "metrotv_jateng_diy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}, {"key": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "metrotvjateng", "x": 592.1294091344407, "y": 569.0156152586237, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "metrotvjateng", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 25.113631244470746, "y": 424.11938208343236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "i1t1k8ss1uU", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Perkebunan Rakyat Buka Lapangan Kerja, AS Bangun Fasilitas Militer Baru | Menyapa Indonesia Malam\n\nMenyapa Indonesia Malam, 19 Juni 2026\n1. Pergoki Murid Mencuri, Guru Tewas Ditikam di OKU Selatan\n2. Bobol Rumah Mantan Bos, Pria Gasak 3 Miliar Rupiah\n3. Pelaku Ekshibisionis Anak Ditangkap di Makassar\n4. Kebakaran Hanguskan 10 Rumah Kos di Makassar\n5. AS–Iran Capai Kesepakatan\n6. Pemimpin Tertinggi Iran Setujui MoU Iran–AS\n7. Trump: Harga Minyak Dunia Turun Tajam\n8. AS Bangun Fasilitas Militer Baru Dekat Perbatasan Gaza\n9. Netanyahu Tegaskan Israel Tetap Bertahan di Lebanon Selatan\n10. Mobil di Gaza Dihantam Rudal, 3 Tewas\n11. Putin: Kerja Sama Rusia–ASEAN Perkuat Stabilitas Asia-Pasifik\n12. Pemimpin Rusia–ASEAN Pose Foto Bersama di KTT Kazan\n13. Rusia Resmikan Kapal Pengangkut Gas Alam Terbaru\n14. Kru Ekspedisi ke-75 ISS Jalani Latihan Jelang Peluncuran\n15. Inggris dan Jerman Umumkan Bantuan Militer untuk Ukraina\n16. Aksi Unjuk Rasa Pro-Kontra Pusat Pengungsi di Belanda\n17. Keluarga Pelaut India Korban Serangan AS Gelar Pemakaman\n18. Padang Bunga Daisy Putih Tarik Wisatawan di Korea Selatan\n19. Lautan Hortensia Selimuti Perbukitan Yunnan\n20. Presiden Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026\n21. Presiden Prabowo Kawal Harga Sawit\n22. Pemerintah Atur Pola Tanam dan Hemat Air Saat Kemarau\n23. Prabowo Tegaskan Peran Strategis Bank Himbara\n24. Wapres Prioritaskan Pelaksanaan MBG di Daerah 3T\n25. Program MBG Dorong UMKM Ikan Lele dan Ekonomi Desa\n26. Tidak Ada Pendistribusian MBG Selama Libur Sekolah\n27. 76 Sekolah Dicoret sebagai Penerima Manfaat MBG\n28. MotoGP Mandalika 2026 Penggerak Baru Ekonomi Indonesia\n29. 38 Event Pariwisata Putar Ekonomi Rp86 Miliar\n30. Perkebunan Rakyat Buka Lapangan Kerja\n31. Program 3 Juta Rumah Terus Dipercepat\n32. Rakor Khusus Pengendalian Karhutla\n33. Dirut BEI Terpilih Siap Bawa Pasar Modal Setara Bursa Dunia\n34. Rehabilitasi dan Renovasi PHTC di MTsN 1 Kota Bogor\n35. Qodari Beberkan Stimulus Tarif Transportasi Semester II\n36. Kemenkum Buka Ruang Dialog: “Pasti Ada Solusi”\n37. Pimpinan DPR Gelar Pertemuan Bersama OJK dan BEI\n38. Komisi XIII Ketok Pagu Anggaran Kemenkum 2027 Rp4,2 T\n\n#sinpotv #sinpotvnews #menyapaindonesiamalam #ASIran #Trump #RusiaASEAN #Putin #Ukraina #Gaza \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "i1t1k8ss1uU"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 617.3104924185909, "y": 820.2865003593516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "i1t1k8ss1uU", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Perkebunan Rakyat Buka Lapangan Kerja, AS Bangun Fasilitas Militer Baru | Menyapa Indonesia Malam\n\nMenyapa Indonesia Malam, 19 Juni 2026\n1. Pergoki Murid Mencuri, Guru Tewas Ditikam di OKU Selatan\n2. Bobol Rumah Mantan Bos, Pria Gasak 3 Miliar Rupiah\n3. Pelaku Ekshibisionis Anak Ditangkap di Makassar\n4. Kebakaran Hanguskan 10 Rumah Kos di Makassar\n5. AS–Iran Capai Kesepakatan\n6. Pemimpin Tertinggi Iran Setujui MoU Iran–AS\n7. Trump: Harga Minyak Dunia Turun Tajam\n8. AS Bangun Fasilitas Militer Baru Dekat Perbatasan Gaza\n9. Netanyahu Tegaskan Israel Tetap Bertahan di Lebanon Selatan\n10. Mobil di Gaza Dihantam Rudal, 3 Tewas\n11. Putin: Kerja Sama Rusia–ASEAN Perkuat Stabilitas Asia-Pasifik\n12. Pemimpin Rusia–ASEAN Pose Foto Bersama di KTT Kazan\n13. Rusia Resmikan Kapal Pengangkut Gas Alam Terbaru\n14. Kru Ekspedisi ke-75 ISS Jalani Latihan Jelang Peluncuran\n15. Inggris dan Jerman Umumkan Bantuan Militer untuk Ukraina\n16. Aksi Unjuk Rasa Pro-Kontra Pusat Pengungsi di Belanda\n17. Keluarga Pelaut India Korban Serangan AS Gelar Pemakaman\n18. Padang Bunga Daisy Putih Tarik Wisatawan di Korea Selatan\n19. Lautan Hortensia Selimuti Perbukitan Yunnan\n20. Presiden Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026\n21. Presiden Prabowo Kawal Harga Sawit\n22. Pemerintah Atur Pola Tanam dan Hemat Air Saat Kemarau\n23. Prabowo Tegaskan Peran Strategis Bank Himbara\n24. Wapres Prioritaskan Pelaksanaan MBG di Daerah 3T\n25. Program MBG Dorong UMKM Ikan Lele dan Ekonomi Desa\n26. Tidak Ada Pendistribusian MBG Selama Libur Sekolah\n27. 76 Sekolah Dicoret sebagai Penerima Manfaat MBG\n28. MotoGP Mandalika 2026 Penggerak Baru Ekonomi Indonesia\n29. 38 Event Pariwisata Putar Ekonomi Rp86 Miliar\n30. Perkebunan Rakyat Buka Lapangan Kerja\n31. Program 3 Juta Rumah Terus Dipercepat\n32. Rakor Khusus Pengendalian Karhutla\n33. Dirut BEI Terpilih Siap Bawa Pasar Modal Setara Bursa Dunia\n34. Rehabilitasi dan Renovasi PHTC di MTsN 1 Kota Bogor\n35. Qodari Beberkan Stimulus Tarif Transportasi Semester II\n36. Kemenkum Buka Ruang Dialog: “Pasti Ada Solusi”\n37. Pimpinan DPR Gelar Pertemuan Bersama OJK dan BEI\n38. Komisi XIII Ketok Pagu Anggaran Kemenkum 2027 Rp4,2 T\n\n#sinpotv #sinpotvnews #menyapaindonesiamalam #ASIran #Trump #RusiaASEAN #Putin #Ukraina #Gaza \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "i1t1k8ss1uU"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 294.56149880469707, "y": 243.62833787881166, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 737.6560028247908, "y": 675.3870909347198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}