{"nodes": [{"key": "ari_aditya", "attributes": {"label": "ari_aditya", "x": 812.142661802374, "y": 785.5024158676271, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2070108253204418600", "id": "ari_aditya", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 425.8271957555814, "y": 474.08556422180857, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 78.9744, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070108253204418600", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 744.6876358815626, "y": 882.2834584806626, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 78.9744, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070108253204418600", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 411.0602473634002, "y": 38.87474219194254, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 78.9744, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070108253204418600", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "shythappenss", "attributes": {"label": "shythappenss", "x": 77.93972191725828, "y": 333.395922167451, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070105237797634240", "id": "shythappenss", "source": "tweet-000004", "content": "Pegang stablecoin rupiah, resikonya udah kena inflasi, depeg, exploit. Manfaat minim, Rugi ditanggung user😹", "post_id": "2070105237797634240"}}, {"key": "iniheksa", "attributes": {"label": "iniheksa", "x": 390.4126551820486, "y": 768.1201077553599, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070105237797634240", "id": "iniheksa", "source": "tweet-000004", "content": "Pegang stablecoin rupiah, resikonya udah kena inflasi, depeg, exploit. Manfaat minim, Rugi ditanggung user😹", "post_id": "2070105237797634240"}}, {"key": "tsumitobachi_", "attributes": {"label": "tsumitobachi_", "x": 2.2937752383580534, "y": 698.7038696164379, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070180625307627668", "id": "tsumitobachi_", "source": "tweet-000004", "content": "Nder, kalau bisa lebih spesifik doanya, gaji 10 juta di saat ekonomi baik2 saja dan ada penurunan inflasi dari tahun ini. Soalnya kalo gaji 10 juta tapi rupiah melemah dan inflasi tinggi ya tetep gede sih nominalnya, cuman jdi cepet abis aja.", "post_id": "2070180625307627668"}}, {"key": "Baeby_Doun", "attributes": {"label": "Baeby_Doun", "x": 678.6353638044317, "y": 250.7775935952179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070180625307627668", "id": "Baeby_Doun", "source": "tweet-000004", "content": "Nder, kalau bisa lebih spesifik doanya, gaji 10 juta di saat ekonomi baik2 saja dan ada penurunan inflasi dari tahun ini. Soalnya kalo gaji 10 juta tapi rupiah melemah dan inflasi tinggi ya tetep gede sih nominalnya, cuman jdi cepet abis aja.", "post_id": "2070180625307627668"}}, {"key": "CulesWarrior", "attributes": {"label": "CulesWarrior", "x": 251.72957081564994, "y": 199.83531482612747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070013529193947191", "id": "CulesWarrior", "source": "tweet-000004", "content": "Negara lain: Ngerem belanja demi jinakkin inflasi. \nIndonesia: Malah ngegas belanja jor-joran.\n\nHukum ekonominya gak bisa bohong; anggaran bakal tekor, Rupiah makin megap-megap, dan investor asing bakal mutusin buat 'skip' investasi di sini.", "post_id": "2070013529193947191"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 353.4628196795375, "y": 347.373143868848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070013529193947191", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Negara lain: Ngerem belanja demi jinakkin inflasi. \nIndonesia: Malah ngegas belanja jor-joran.\n\nHukum ekonominya gak bisa bohong; anggaran bakal tekor, Rupiah makin megap-megap, dan investor asing bakal mutusin buat 'skip' investasi di sini.", "post_id": "2070013529193947191"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 807.2633918514492, "y": 343.4595401833207, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 144.13035288147947, "y": 751.0367588899779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "shythappenss", "source": "shythappenss", "target": "iniheksa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tsumitobachi_", "source": "tsumitobachi_", "target": "Baeby_Doun", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "CulesWarrior", "source": "CulesWarrior", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}