{"nodes": [{"key": "rexxjb13939", "attributes": {"label": "rexxjb13939", "x": 710.4801718820614, "y": 927.6036007019225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070008417645941226", "id": "rexxjb13939", "source": "retweet-000002", "content": "#IDNWatch🇮🇩: If the IMF had not SABOTAGED the currency board that Suharto and I were going to install in 1998, the RUPIAH…", "post_id": "2070008417645941226"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 892.1788966705409, "y": 880.9766589835932, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 49.1743, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070008417645941226", "id": "steve_hanke", "source": "retweet-000002", "content": "#IDNWatch🇮🇩: If the IMF had not SABOTAGED the currency board that Suharto and I were going to install in 1998, the RUPIAH…", "post_id": "2070008417645941226"}}, {"key": "3310659452", "attributes": {"label": "3310659452", "x": 332.502472561495, "y": 545.803782406424, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "3310659452", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 603.1609224287713, "y": 27.919038071719584, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 63.8403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "suarantb1", "attributes": {"label": "suarantb1", "x": 701.8298008280015, "y": 60.11157202375195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7655119943809240328", "id": "suarantb1", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsud.dr.r.soedjon", "attributes": {"label": "rsud.dr.r.soedjon", "x": 466.8794104958192, "y": 792.0894165227675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3747, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsud.dr.r.soedjon", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsud.patuh.karya", "attributes": {"label": "rsud.patuh.karya", "x": 251.85938764727922, "y": 532.471153085564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3747, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsud.patuh.karya", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsudsoedjono", "attributes": {"label": "rsudsoedjono", "x": 944.59868512712, "y": 54.167141288465444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3747, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsudsoedjono", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsudlomboktimur31", "attributes": {"label": "rsudlomboktimur31", "x": 254.14429372111059, "y": 496.06938353594586, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3747, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsudlomboktimur31", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "dprd.lotim", "attributes": {"label": "dprd.lotim", "x": 126.35863019885029, "y": 168.32401645773265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3747, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "dprd.lotim", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "@APHDChannel", "attributes": {"label": "@APHDChannel", "x": 212.61082923764985, "y": 952.1409837064726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "@APHDChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "aphdchannel", "attributes": {"label": "aphdchannel", "x": 95.62373337623431, "y": 674.3690276533235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.8403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "aphdchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 672.581864685225, "y": 43.36775790800562, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 174.7984573875133, "y": 89.66262037917761, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 497.0528320211608, "y": 845.9961783656228, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 800.3765572043189, "y": 154.36520194276892, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 523.2106892766951, "y": 313.42413566040574, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 889.2398036170534, "y": 175.96854511727312, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 563.110810478874, "y": 992.5259448589064, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.6985, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 252.81324929351211, "y": 721.2640901533347, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 887.5282317311744, "y": 458.9816011143638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.1743, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 554.0243258944688, "y": 206.20214898994126, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.1743, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 936.7851780769568, "y": 381.1105339860483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.5083, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 891.5671848352548, "y": 28.501042559440748, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.1743, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}], "edges": [{"key": "rexxjb13939", "source": "rexxjb13939", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rexxjb13939", "source": "rexxjb13939", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "3310659452", "source": "3310659452", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsud.dr.r.soedjon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsud.patuh.karya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsudsoedjono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsudlomboktimur31", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "dprd.lotim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@APHDChannel", "source": "@APHDChannel", "target": "aphdchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}