{"nodes": [{"key": "kmadytiab", "attributes": {"label": "kmadytiab", "x": 716.0799558536863, "y": 473.5747715627654, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070318476393316703", "id": "kmadytiab", "source": "tweet-000004", "content": "Instrumen moneter udah habis”an buat jaga rupiah. Tpi yg urus fiskal tetep bebal gak mau ngakuin kesalahan urus jadi bendahara. Kondisi kek gini malah nyalahin “rupiah kan urusan BI”. Lha coba balik lagi ke sekolah mah udah digampar sma dosen moneter wkwk.", "post_id": "2070318476393316703"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 776.655035367726, "y": 215.3521369527369, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 130.6452, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070318476393316703", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Instrumen moneter udah habis”an buat jaga rupiah. Tpi yg urus fiskal tetep bebal gak mau ngakuin kesalahan urus jadi bendahara. Kondisi kek gini malah nyalahin “rupiah kan urusan BI”. Lha coba balik lagi ke sekolah mah udah digampar sma dosen moneter wkwk.", "post_id": "2070318476393316703"}}, {"key": "pecintareybahan", "attributes": {"label": "pecintareybahan", "x": 126.29979843693972, "y": 798.0863673109084, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070083102219943990", "id": "pecintareybahan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar tidak bergerak hanya karena satu program. Namun, program dengan kebutuhan fiskal yang besar seperti MBG dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Jika persepsi risiko fiskal meningkat, sentimen investor terhadap aset rupiah", "post_id": "2070083102219943990"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 391.47111098163356, "y": 883.687556077661, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 678.9145030261566, "y": 483.8232529000095, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0968, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 396.60695127610524, "y": 776.3574203435116, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0968, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "infowargarepublik", "attributes": {"label": "infowargarepublik", "x": 909.6693491736396, "y": 583.22340977393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7596959639162424594", "id": "infowargarepublik", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD Provinsi Bali menggelar Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Senin (19/1/2026) dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Sidang di Gedung Wiswa Sabha Utama tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, pimpinan dan anggota DPRD. Empat fraksi menyampaikan sikapnya, yakni PDIP, Gerindra-PSI, Golkar, dan Demokrat-NasDem. Secara umum seluruh fraksi mendukung penguatan permodalan BPD Bali, namun disertai sejumlah catatan terkait transparansi, dasar hukum, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Fraksi PDIP menilai penyertaan modal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dan memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM. PDIP menegaskan kebijakan ini harus berorientasi hasil, dilakukan secara terbuka, serta diawasi ketat agar benar-benar menjadi investasi publik yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Sementara itu Fraksi Gerindra-PSI lebih banyak menyoroti aspek teknis hukum. Mereka menilai penggunaan frasa “penambahan penyertaan modal” kurang tepat secara normatif dan mempertanyakan relevansi sejumlah dasar hukum yang digunakan. Fraksi ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan pemegang saham minoritas, pemenuhan asas publisitas pada inbreng aset tanah, serta kejelasan mekanisme pengawasan oleh gubernur.  Fraksi Gerindra-PSI mengapresiasi kinerja BPD Bali, namun mengingatkan risiko fraud internal dan perlunya sistem promosi berbasis merit. Fraksi Golkar menekankan bahwa penyertaan modal tidak sekadar mempertahankan komposisi saham Pemprov Bali di tengah penambahan modal kabupaten/kota, tetapi harus memberi nilai tambah terukur. Golkar meminta indikator kinerja yang jelas, evaluasi berkala, dan pengelolaan risiko—terutama bila penyertaan berasal dari pemindahtanganan aset strategis. Fraksi ini juga mengusulkan keringanan cost of money bagi sektor usaha yang memiliki multiplier effect tinggi. Adapun Fraksi Demokrat-NasDem mengapresiasi kebijakan Gubernur terkait skema pembayaran sewa aset tanah Nusa Dua oleh PT Bali Destinasi Lestari senilai Rp850 miliar dengan metode pembayaran di muka. Dana tersebut dinilai tepat digunakan untuk penyertaan modal BPD Bali karena diproyeksikan menghasilkan dividen sekitar Rp75 miliar per tahun. Demokrat-NasDem memberi catatan agar pasal raperda dipertegas mengenai sumber dana penyertaan sebesar Rp300 miliar agar tidak menimbulkan kerancuan. Di luar isu perbankan, Demokrat-NasDem juga meminta Pemprov meningkatkan koordinasi penanganan sampah dan dampak cuaca ekstrem guna mencegah banjir. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Koster menjelaskan penyertaan modal bertujuan memperkuat daya saing BPD Bali di tengah konsolidasi industri perbankan nasional. Bank daerah diharapkan tetap menjadi motor pembiayaan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Sidang paripurna akan dilanjutkan dengan tanggapan pemerintah serta pembahasan lebih mendalam sebelum raperda ini ditetapkan menjadi Perda. DPRD menegaskan bahwa setiap rupiah dana daerah yang disertakan harus dikelola profesional, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bali.  Butuh layanan Cargo, Logistik, Ekspor & Impor yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #semetonbali #bali #fypシ", "post_id": "7596959639162424594"}}, {"key": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "andalandayaabadi_", "x": 683.0199033499487, "y": 890.7128670379834, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.5161, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7596959639162424594", "id": "andalandayaabadi_", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD Provinsi Bali menggelar Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Senin (19/1/2026) dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Sidang di Gedung Wiswa Sabha Utama tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, pimpinan dan anggota DPRD. Empat fraksi menyampaikan sikapnya, yakni PDIP, Gerindra-PSI, Golkar, dan Demokrat-NasDem. Secara umum seluruh fraksi mendukung penguatan permodalan BPD Bali, namun disertai sejumlah catatan terkait transparansi, dasar hukum, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Fraksi PDIP menilai penyertaan modal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dan memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM. PDIP menegaskan kebijakan ini harus berorientasi hasil, dilakukan secara terbuka, serta diawasi ketat agar benar-benar menjadi investasi publik yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Sementara itu Fraksi Gerindra-PSI lebih banyak menyoroti aspek teknis hukum. Mereka menilai penggunaan frasa “penambahan penyertaan modal” kurang tepat secara normatif dan mempertanyakan relevansi sejumlah dasar hukum yang digunakan. Fraksi ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan pemegang saham minoritas, pemenuhan asas publisitas pada inbreng aset tanah, serta kejelasan mekanisme pengawasan oleh gubernur.  Fraksi Gerindra-PSI mengapresiasi kinerja BPD Bali, namun mengingatkan risiko fraud internal dan perlunya sistem promosi berbasis merit. Fraksi Golkar menekankan bahwa penyertaan modal tidak sekadar mempertahankan komposisi saham Pemprov Bali di tengah penambahan modal kabupaten/kota, tetapi harus memberi nilai tambah terukur. Golkar meminta indikator kinerja yang jelas, evaluasi berkala, dan pengelolaan risiko—terutama bila penyertaan berasal dari pemindahtanganan aset strategis. Fraksi ini juga mengusulkan keringanan cost of money bagi sektor usaha yang memiliki multiplier effect tinggi. Adapun Fraksi Demokrat-NasDem mengapresiasi kebijakan Gubernur terkait skema pembayaran sewa aset tanah Nusa Dua oleh PT Bali Destinasi Lestari senilai Rp850 miliar dengan metode pembayaran di muka. Dana tersebut dinilai tepat digunakan untuk penyertaan modal BPD Bali karena diproyeksikan menghasilkan dividen sekitar Rp75 miliar per tahun. Demokrat-NasDem memberi catatan agar pasal raperda dipertegas mengenai sumber dana penyertaan sebesar Rp300 miliar agar tidak menimbulkan kerancuan. Di luar isu perbankan, Demokrat-NasDem juga meminta Pemprov meningkatkan koordinasi penanganan sampah dan dampak cuaca ekstrem guna mencegah banjir. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Koster menjelaskan penyertaan modal bertujuan memperkuat daya saing BPD Bali di tengah konsolidasi industri perbankan nasional. Bank daerah diharapkan tetap menjadi motor pembiayaan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Sidang paripurna akan dilanjutkan dengan tanggapan pemerintah serta pembahasan lebih mendalam sebelum raperda ini ditetapkan menjadi Perda. DPRD menegaskan bahwa setiap rupiah dana daerah yang disertakan harus dikelola profesional, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bali.  Butuh layanan Cargo, Logistik, Ekspor & Impor yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #semetonbali #bali #fypシ", "post_id": "7596959639162424594"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 386.5113521005093, "y": 740.6290209110213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LdK2fxLvh3M", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "NGERI! Anggaran Daerah Dipotong Milyaran, Program Strategis Diperbaiki Bisa Jadi Juru Selamat?\n\nPelaku UMKM kini terjepit dari dua arah: kenaikan biaya produksi akibat harga BBM dan melemahnya daya beli masyarakat. Di tengah situasi sulit ini, daerah seperti DIY bahkan harus menghadapi tantangan fiskal berat akibat pemotongan anggaran hingga milyaran rupiah di tahun 2026. \n\nApakah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sudah tepat sasaran, atau justru mengorbankan ekonomi daerah? Di sisi lain, para pakar ekonomi menilai ada secercah harapan. Jika tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan Program Strategis Nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta koperasi desa diperbaiki, ruang fiskal kita bisa jauh lebih longgar!\n\nSimak analisis kritis selengkapnya dari para pakar ekonomi dalam video ini.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #APBN #EkonomiIndonesia #UMKM #AnggaranDaerah #KebijakanFiskal #MakanBergiziGratis #HardNews\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "LdK2fxLvh3M"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 376.66517306028516, "y": 658.1816388884965, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 89.5161, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LdK2fxLvh3M", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "NGERI! Anggaran Daerah Dipotong Milyaran, Program Strategis Diperbaiki Bisa Jadi Juru Selamat?\n\nPelaku UMKM kini terjepit dari dua arah: kenaikan biaya produksi akibat harga BBM dan melemahnya daya beli masyarakat. Di tengah situasi sulit ini, daerah seperti DIY bahkan harus menghadapi tantangan fiskal berat akibat pemotongan anggaran hingga milyaran rupiah di tahun 2026. \n\nApakah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sudah tepat sasaran, atau justru mengorbankan ekonomi daerah? Di sisi lain, para pakar ekonomi menilai ada secercah harapan. Jika tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan Program Strategis Nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta koperasi desa diperbaiki, ruang fiskal kita bisa jauh lebih longgar!\n\nSimak analisis kritis selengkapnya dari para pakar ekonomi dalam video ini.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #APBN #EkonomiIndonesia #UMKM #AnggaranDaerah #KebijakanFiskal #MakanBergiziGratis #HardNews\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "LdK2fxLvh3M"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 76.48687491029338, "y": 40.120240293852746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 891.8459123879923, "y": 839.1933120455884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 89.5161, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "attributes": {"label": "@TheFreePressJournal", "x": 772.3183952664532, "y": 100.43666368182225, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.3871, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "@TheFreePressJournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "thefreepressjournal", "x": 19.35478636957533, "y": 608.173312928942, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 68.9516, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "thefreepressjournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "TheFreePress...", "x": 181.5118728906142, "y": 441.0755702841408, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 68.9516, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "TheFreePress...", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}], "edges": [{"key": "kmadytiab", "source": "kmadytiab", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pecintareybahan", "source": "pecintareybahan", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infowargarepublik", "source": "infowargarepublik", "target": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}