{"nodes": [{"key": "nova723342", "attributes": {"label": "nova723342", "x": 484.64332603954983, "y": 944.6770129400493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070117720155373818", "id": "nova723342", "source": "retweet-000002", "content": "CUCU PENDIRI BANK BNI bikin Sahamnya Anjlokzzzz, bukan hanya itu ekonomi bangsa drop, rupiah drop, kepercayaan Investo…", "post_id": "2070117720155373818"}}, {"key": "Tangankanancuan", "attributes": {"label": "Tangankanancuan", "x": 548.6412425511419, "y": 737.9256268917834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.4502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070117720155373818", "id": "Tangankanancuan", "source": "retweet-000002", "content": "CUCU PENDIRI BANK BNI bikin Sahamnya Anjlokzzzz, bukan hanya itu ekonomi bangsa drop, rupiah drop, kepercayaan Investo…", "post_id": "2070117720155373818"}}, {"key": "pecintareybahan", "attributes": {"label": "pecintareybahan", "x": 307.443255091012, "y": 306.4930205511794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070083102219943990", "id": "pecintareybahan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar tidak bergerak hanya karena satu program. Namun, program dengan kebutuhan fiskal yang besar seperti MBG dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Jika persepsi risiko fiskal meningkat, sentimen investor terhadap aset rupiah", "post_id": "2070083102219943990"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 300.97454152847394, "y": 547.9767505695602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070083102219943990", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar tidak bergerak hanya karena satu program. Namun, program dengan kebutuhan fiskal yang besar seperti MBG dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Jika persepsi risiko fiskal meningkat, sentimen investor terhadap aset rupiah", "post_id": "2070083102219943990"}}, {"key": "jakubpjg", "attributes": {"label": "jakubpjg", "x": 144.7530059137797, "y": 69.89951410838546, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "2070147978581696693", "id": "jakubpjg", "source": "tweet-000004", "content": "Oknum aparat K/L-BUMN juga PT DSI kelola mbg-kdmp lapar korup dibela²in jalan terus.\n\nJika awal dikaji potensi korup, tak produktif, tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila pasti ditolak forum, kepercayaan publik turun, investor kabur shg ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070147978581696693"}}, {"key": "Jateng_Twit", "attributes": {"label": "Jateng_Twit", "x": 256.2693294006975, "y": 122.03681687187495, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070147978581696693", "id": "Jateng_Twit", "source": "tweet-000004", "content": "Oknum aparat K/L-BUMN juga PT DSI kelola mbg-kdmp lapar korup dibela²in jalan terus.\n\nJika awal dikaji potensi korup, tak produktif, tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila pasti ditolak forum, kepercayaan publik turun, investor kabur shg ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070147978581696693"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 149.80100930874852, "y": 465.67016540805975, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070149247144783968", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Oknum aparat K/L-BUMN juga PT DSI kelola mbg-kdmp lapar korup dibela²in jalan terus.\n\nJika awal dikaji potensi korup, tak produktif, tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila pasti ditolak forum, kepercayaan publik turun, investor kabur shg ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070149247144783968"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 191.2193761429688, "y": 730.064015588142, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070132361111699515", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan siswa yg lapar, tapi oknum pengelola mbg yg lapar!!\nOknum lapar korup mbg koq dibela²in.\n\nJika awal dikaji pasti ditolak forum, tak produktif & tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila, bikin kepercayaan publik & investor kabur, bikin ekonomi & nilai rupiah anjlok", "post_id": "2070132361111699515"}}, {"key": "salam4jari", "attributes": {"label": "salam4jari", "x": 512.3666866307295, "y": 781.8563964461133, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070128752915521631", "id": "salam4jari", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan siswa yg lapar, tapi oknum pengelola mbg yg lapar...!!!\nOknum lapar korup mbg begini koq dibela²in & dibuat program nasional yg tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila, ini yg bikin kepercayaan masyarakat & investor kabur, bikin ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070128752915521631"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 343.1999960711438, "y": 720.8441784709893, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070129408036446705", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan siswa yg lapar, tapi oknum pengelola mbg yg lapar...!!!\nOknum lapar korup mbg begini koq dibela²in & dibuat program nasional yg tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila, ini yg bikin kepercayaan masyarakat & investor kabur, bikin ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070129408036446705"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 747.6223535634855, "y": 958.8601145249409, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070131776807436343", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan siswa yg lapar, tapi oknum pengelola mbg yg lapar!!\nOknum lapar korup mbg koq dibela²in.\n\nJika awal dikaji pasti ditolak forum, tak produktif & tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila, bikin kepercayaan publik & investor kabur, bikin ekonomi & nilai rupiah anjlok", "post_id": "2070131776807436343"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 524.5303567741164, "y": 507.4819765638665, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070147134402531700", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Oknum aparat K/L-BUMN juga PT DSI kelola mbg-kdmp lapar korup dibela²in jalan terus.\nJika awal dikaji potensi korup, tak produktif, tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila pasti ditolak forum, kepercayaan publik turun, investor kabur shg ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070147134402531700"}}, {"key": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "creeping5ilence", "x": 971.3424079148191, "y": 93.89790476806725, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.5337, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070147134402531700", "id": "creeping5ilence", "source": "tweet-000004", "content": "Oknum aparat K/L-BUMN juga PT DSI kelola mbg-kdmp lapar korup dibela²in jalan terus.\nJika awal dikaji potensi korup, tak produktif, tak sesuai Tujuan Negara UUDRI 1945 jiwa Pancasila pasti ditolak forum, kepercayaan publik turun, investor kabur shg ekonomi & nilai rupiah anjlok.", "post_id": "2070147134402531700"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 266.41684782286126, "y": 444.4536592138805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 123.7416, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927011601178735059_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.965/US$ pada perdagangan Kamis pagi (25/6/2026). Pelemahan dipicu penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.\n\nDari domestik, sentimen negatif datang dari penundaan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia yang memicu tekanan di pasar keuangan. Sementara itu, IHSG berbalik menguat 0,84% ke level 5.933 pada pukul 09.15 WIB setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3927011601178735059_51748745734"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 463.09383425322926, "y": 301.67310528530277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 448.08302155282485, "y": 109.43292496638458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8206, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 743.4177504847064, "y": 259.58131965268547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8206, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "attributes": {"label": "kompastv.indonesia", "x": 575.8794751719225, "y": 82.1482507578588, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "kompastv.indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "newsorhoax", "attributes": {"label": "newsorhoax", "x": 282.2501057191926, "y": 10.718997882100844, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "newsorhoax", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 862.2124752730799, "y": 972.6384804847676, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 829.6307324471491, "y": 795.9213213560714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "suarantb1", "attributes": {"label": "suarantb1", "x": 885.0796815349278, "y": 355.8701349683612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7655119943809240328", "id": "suarantb1", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsud.dr.r.soedjon", "attributes": {"label": "rsud.dr.r.soedjon", "x": 726.2185131269351, "y": 285.6223317800285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsud.dr.r.soedjon", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsud.patuh.karya", "attributes": {"label": "rsud.patuh.karya", "x": 484.27794925582157, "y": 636.8236995663594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsud.patuh.karya", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsudsoedjono", "attributes": {"label": "rsudsoedjono", "x": 152.61346865028668, "y": 873.4922881714826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsudsoedjono", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "rsudlomboktimur31", "attributes": {"label": "rsudlomboktimur31", "x": 566.3952695258432, "y": 873.1052501625135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "rsudlomboktimur31", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "dprd.lotim", "attributes": {"label": "dprd.lotim", "x": 385.47956618692206, "y": 68.31059203338296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655119943809240328", "id": "dprd.lotim", "source": "tiktok-000001", "content": "Nyawa Rakyat Terus Melayang, DPRD dan Pemkab Lombok Timur Masih Membisu? Lombok Timur – Bungkamnya manajemen RSUD Patuh Karya dan lambannya respons DPRD Lombok Timur terhadap berbagai keluhan masyarakat dinilai telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah.  Kasus meninggalnya Niken Hafizah Anggraeni dalam ambulans bukan lagi dipandang sebagai peristiwa tunggal. Tragedi tersebut justru menjadi pintu terbukanya berbagai kesaksian dan keluhan masyarakat terkait dugaan kematian pasien pascaoperasi serta pelayanan kesehatan yang dinilai semakin jauh dari standar yang layak.  Di tengah derasnya tuntutan publik akan transparansi, Direktur RSUD Patuh Karya memilih diam. Sementara DPRD Lombok Timur yang memiliki fungsi pengawasan hingga kini belum menunjukkan langkah tegas meski surat hearing telah dilayangkan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi, dan mengapa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama?  Sorotan publik juga mengarah pada dugaan kejanggalan sistem rujukan kesehatan serta persoalan utang pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Jika benar, maka persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan nyawa masyarakat.  Atas dasar itu, gelombang aksi massa dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi peringatan keras kepada DPRD dan Bupati Lombok Timur agar berhenti menjadi penonton dalam persoalan yang menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan.  Sebab ketika nyawa terus berjatuhan sementara para pemegang kewenangan memilih diam, maka yang sedang dipertontonkan bukan sekadar buruknya tata kelola kesehatan, melainkan kegagalan negara hadir melindungi warganya. #fyp #dprdlotim #bupatilotim  #trending #kesehatan", "post_id": "7655119943809240328"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 810.7327552582558, "y": 735.100816037272, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 481.34599869850115, "y": 249.6949754677147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "attributes": {"label": "@PenjagaHarapan", "x": 240.36488305230753, "y": 973.7224115964553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "@PenjagaHarapan", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "penjagaha...", "attributes": {"label": "penjagaha...", "x": 304.4887282660185, "y": 489.5632688871505, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "penjagaha...", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 512.3108101472744, "y": 215.0276503451697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 109.12313889840253, "y": 571.8429269026237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 23.60624544123169, "y": 537.797983897322, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "@InvestorHabits", "attributes": {"label": "@InvestorHabits", "x": 497.68661655120906, "y": 479.71586550863685, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ajToDu6fNBE", "id": "@InvestorHabits", "source": "youtube-000001", "content": "Aku Berhenti Investasi Bitcoin?\n\nDi video kali ini aku memberikan update aku membahas seputar Bitcoin yang sedang mengalami koreksi yang sangat dalam. Aku juga mengajak teman-teman mengecek beberapa indicator seperti fear and greed index untuk melihat sentimen masyarakat saat ini. Pada akhir video aku membahas apakah Bitcoin masih merupakan aset yang menarik untuk kita miliki. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi yang ada di Indonesia, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\ninvestasi bitcoin pemula,investasi bitcoin,akademi crypto,kalimasada,daniel lianto,investor habits,investasi bitcoin jangka panjang,borong bitcoin,cicil bitcoin,nyicil bitcoin,beli bitcoin,investasi bitcoin 100 ribu,investasi bitcoin 1 juta,investasi bitcoin 100 ribu dalam 1 bulan,bitcoin pemula,perusahaan beli bitcoin,bitcoin untuk pemula,investasi btc pemula,btc pemula,bitcoin timothy,bitcoin timothy ronald,investasi bitcoin halal atau haram", "post_id": "ajToDu6fNBE"}}, {"key": "investorhabits", "attributes": {"label": "investorhabits", "x": 844.6393120040977, "y": 374.9907938124866, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ajToDu6fNBE", "id": "investorhabits", "source": "youtube-000001", "content": "Aku Berhenti Investasi Bitcoin?\n\nDi video kali ini aku memberikan update aku membahas seputar Bitcoin yang sedang mengalami koreksi yang sangat dalam. Aku juga mengajak teman-teman mengecek beberapa indicator seperti fear and greed index untuk melihat sentimen masyarakat saat ini. Pada akhir video aku membahas apakah Bitcoin masih merupakan aset yang menarik untuk kita miliki. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi yang ada di Indonesia, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\ninvestasi bitcoin pemula,investasi bitcoin,akademi crypto,kalimasada,daniel lianto,investor habits,investasi bitcoin jangka panjang,borong bitcoin,cicil bitcoin,nyicil bitcoin,beli bitcoin,investasi bitcoin 100 ribu,investasi bitcoin 1 juta,investasi bitcoin 100 ribu dalam 1 bulan,bitcoin pemula,perusahaan beli bitcoin,bitcoin untuk pemula,investasi btc pemula,btc pemula,bitcoin timothy,bitcoin timothy ronald,investasi bitcoin halal atau haram", "post_id": "ajToDu6fNBE"}}, {"key": "@Karyarayaidutama", "attributes": {"label": "@Karyarayaidutama", "x": 52.850054488346345, "y": 971.6505377680978, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5615, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "eXHb4fOSK1M", "id": "@Karyarayaidutama", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Indonesia Mengalir ke Luar Negeri? Fakta Ekonomi yang Mengejutkan! |\n\nBagaimana mungkin sebuah pulau seukuran Jakarta, tanpa setetes minyak, nikel, atau sawit, bisa menjadi salah satu negara terkaya di dunia pada tahun 2025 dengan PDB per kapita mencapai ~Rp1,5 miliar per orang? Sementara kita, sang pemilik megabiodiversitas dan kekayaan alam melimpah, memiliki per kapita yang belasan kali lipat lebih kecil.\n\nTren #SellSingapore yang viral belakangan ini mencoba membongkar anomali tersebut. Namun, lewat video  kali ini, kita tidak akan terjebak dalam narasi kebencian atau ajakan boikot yang dangkal. Kita akan melihatnya secara dewasa, berbasis data, dan jujur terhadap realitas ekonomi global.\n\nFaktanya, sebagian dari keajaiban ekonomi Singapura ternyata berkelindan erat dengan Pasir, Uang, dan Sawit kita sendiri.\n\nDi video ini,  akan membedah:\n\nArti Sebenarnya #SellSingapore: Mengapa ini bukan tentang memusuhi tetangga, melainkan refleksi kritis terhadap ketimpangan struktural ekonomi regional.\n\nInvestor Asing Nomor 1 Kita Adalah Diri Kita Sendiri? Menyingkap fenomena round-tripping, di mana triliunan rupiah uang dari Indonesia \"parkir\" di Temasek atau pasar finansial Singapura, lalu kembali ke Indonesia menyamar sebagai Penanaman Modal Asing (PMA).\n\nGeografi yang Berubah: Bagaimana sebagian daratan Singapura diperluas menggunakan pasir laut kita, hingga sempat memicu isu hilangnya pulau-pulau kecil di perbatasan.\n\nIroni Kedaulatan Energi: Kenapa harga bensin dan komoditas kita justru sering kali harus mengacu pada patokan Singapura (seperti MOPS), padahal mereka tidak memiliki sumur minyak bumi?\n\nTitik Balik Singapura: Mengapa di era baru ini—dengan kehadiran institusi seperti Danantara dan hilirisasi yang agresif—Singapura justru mulai cemas kehilangan hegemoninya sebagai hub finansial utama Asia Tenggara?\n\nIni adalah cerita tentang bagaimana Singapura cerdik memanfaatkan posisinya sebagai hub, sekaligus menjadi tamparan keras bagi kita untuk segera menyelesaikan \"PR\" domestik: memperbaiki tata kelola, kepastian hukum, dan efisiensi birokrasi.\n\nMari bedah datanya bersama  Tonton sampai habis, karena narasi ini dibangun untuk mengajak kita membangun bangsa, bukan memelihara sentimen negatif.\n\nREFERENSI (dengan link sumber)\nTren #SellSingapore & \"Sell Indonesia\" — dalam & luar negeri: \n[1] RRI — \"Memahami 'Sell Singapore' Menurut Dr. Gema Goeyardi\" 🔗 https://rri.co.id/singaraja/sudut-pan... \n[2] Inilah.com — \"Isu 'Sell Indonesia' Mengada-ada? Kebijakan Ekonomi RI Justru Bikin Singapura Cemas\" 🔗 https://www.inilah.com/isu-sell-indon... [3] The Edge Singapore — \"'Sell Indonesia' sweeps trading desks as Prabowo tightens grip\" 🔗 https://www.theedgesingapore.com/news... \n[4] The Diplomat — \"Indonesia's $80 Billion Wake-Up Call\" 🔗 https://thediplomat.com/2026/02/indon...\n\nMSCI, IHSG & pasar modal: \n[5] Databoks — \"IHSG closed down 7.35% following MSCI announcement (28 Jan 2026)\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ma... \n[6] Katadata — \"Menakar Ancaman Downgrade IHSG ke Frontier Market oleh MSCI\" 🔗 https://katadata.co.id/finansial/burs...\n\nUang & kekayaan RI di Singapura: \n[7] Euromoney — \"Singapore, Indonesia in private banking tug-of-war\" 🔗 https://www.euromoney.com/article/27b... \n[8] Fortune — \"Indonesia's tax amnesty could spark wealth outflow in Singapore\" (estimasi US$200 M, ~40%) 🔗 https://fortune.com/2016/07/25/indone... \n[9] Hubbis — \"Wealth Structuring: Evolving Strategies for Indonesia's UHNW Families\" 🔗 https://www.hubbis.com/article/wealth... \n[10] The Jakarta Post — \"Indonesians among top-three buyers of Singapore property\" 🔗 https://www.thejakartapost.com/life/2...\n\nFDI Singapura & round-tripping: \n[11] Jakarta Globe — \"Singapore Remains Indonesia's Top Foreign Investor in Q1 2025\" 🔗 https://jakartaglobe.id/business/sing... \n[12] Databoks — \"Singapore, the Largest Investor in Indonesia in 2024/2025\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ec...\n\nPasir & reklamasi: \n[13] NLB Singapore History — \"Indonesia bans land sand exports to Singapore\" (6–8 jt ton, 90% dari RI) 🔗 https://eresources.nlb.gov.sg/history... \n[14] Seasia.co — \"How Indonesia's Sand Changed Singapore's Map\" 🔗 https://seasia.co/2025/09/06/how-indo... \n[15] SCMP — \"Indonesia's reversal on sea sand export ban sparks backlash\" 🔗 https://www.scmp.com/week-asia/health...\n\nHub migas & MOPS: \n[16] McKinsey Energy Insights — \"Mean of Platts Singapore (MOPS)\" 🔗 https://www.mckinseyenergyinsights.co... \n[17] S&P Global — \"Platts FOB Straits Price Assessment\" 🔗 https://www.spglobal.com/energy/en/pr...\n\nGDP per kapita & kekayaan Singapura: \n[18] Malay Mail — \"Singapore named richest country in 2025\" 🔗 https://www.malaymail.com/news/singap... \n[19] countryeconomy — \"Country comparison Singapore vs Indonesia\" 🔗 https://countryeconomy.com/countries/...", "post_id": "eXHb4fOSK1M"}}, {"key": "karyaraya", "attributes": {"label": "karyaraya", "x": 789.362309162826, "y": 763.8282003433081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8206, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "eXHb4fOSK1M", "id": "karyaraya", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Indonesia Mengalir ke Luar Negeri? Fakta Ekonomi yang Mengejutkan! |\n\nBagaimana mungkin sebuah pulau seukuran Jakarta, tanpa setetes minyak, nikel, atau sawit, bisa menjadi salah satu negara terkaya di dunia pada tahun 2025 dengan PDB per kapita mencapai ~Rp1,5 miliar per orang? Sementara kita, sang pemilik megabiodiversitas dan kekayaan alam melimpah, memiliki per kapita yang belasan kali lipat lebih kecil.\n\nTren #SellSingapore yang viral belakangan ini mencoba membongkar anomali tersebut. Namun, lewat video  kali ini, kita tidak akan terjebak dalam narasi kebencian atau ajakan boikot yang dangkal. Kita akan melihatnya secara dewasa, berbasis data, dan jujur terhadap realitas ekonomi global.\n\nFaktanya, sebagian dari keajaiban ekonomi Singapura ternyata berkelindan erat dengan Pasir, Uang, dan Sawit kita sendiri.\n\nDi video ini,  akan membedah:\n\nArti Sebenarnya #SellSingapore: Mengapa ini bukan tentang memusuhi tetangga, melainkan refleksi kritis terhadap ketimpangan struktural ekonomi regional.\n\nInvestor Asing Nomor 1 Kita Adalah Diri Kita Sendiri? Menyingkap fenomena round-tripping, di mana triliunan rupiah uang dari Indonesia \"parkir\" di Temasek atau pasar finansial Singapura, lalu kembali ke Indonesia menyamar sebagai Penanaman Modal Asing (PMA).\n\nGeografi yang Berubah: Bagaimana sebagian daratan Singapura diperluas menggunakan pasir laut kita, hingga sempat memicu isu hilangnya pulau-pulau kecil di perbatasan.\n\nIroni Kedaulatan Energi: Kenapa harga bensin dan komoditas kita justru sering kali harus mengacu pada patokan Singapura (seperti MOPS), padahal mereka tidak memiliki sumur minyak bumi?\n\nTitik Balik Singapura: Mengapa di era baru ini—dengan kehadiran institusi seperti Danantara dan hilirisasi yang agresif—Singapura justru mulai cemas kehilangan hegemoninya sebagai hub finansial utama Asia Tenggara?\n\nIni adalah cerita tentang bagaimana Singapura cerdik memanfaatkan posisinya sebagai hub, sekaligus menjadi tamparan keras bagi kita untuk segera menyelesaikan \"PR\" domestik: memperbaiki tata kelola, kepastian hukum, dan efisiensi birokrasi.\n\nMari bedah datanya bersama  Tonton sampai habis, karena narasi ini dibangun untuk mengajak kita membangun bangsa, bukan memelihara sentimen negatif.\n\nREFERENSI (dengan link sumber)\nTren #SellSingapore & \"Sell Indonesia\" — dalam & luar negeri: \n[1] RRI — \"Memahami 'Sell Singapore' Menurut Dr. Gema Goeyardi\" 🔗 https://rri.co.id/singaraja/sudut-pan... \n[2] Inilah.com — \"Isu 'Sell Indonesia' Mengada-ada? Kebijakan Ekonomi RI Justru Bikin Singapura Cemas\" 🔗 https://www.inilah.com/isu-sell-indon... [3] The Edge Singapore — \"'Sell Indonesia' sweeps trading desks as Prabowo tightens grip\" 🔗 https://www.theedgesingapore.com/news... \n[4] The Diplomat — \"Indonesia's $80 Billion Wake-Up Call\" 🔗 https://thediplomat.com/2026/02/indon...\n\nMSCI, IHSG & pasar modal: \n[5] Databoks — \"IHSG closed down 7.35% following MSCI announcement (28 Jan 2026)\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ma... \n[6] Katadata — \"Menakar Ancaman Downgrade IHSG ke Frontier Market oleh MSCI\" 🔗 https://katadata.co.id/finansial/burs...\n\nUang & kekayaan RI di Singapura: \n[7] Euromoney — \"Singapore, Indonesia in private banking tug-of-war\" 🔗 https://www.euromoney.com/article/27b... \n[8] Fortune — \"Indonesia's tax amnesty could spark wealth outflow in Singapore\" (estimasi US$200 M, ~40%) 🔗 https://fortune.com/2016/07/25/indone... \n[9] Hubbis — \"Wealth Structuring: Evolving Strategies for Indonesia's UHNW Families\" 🔗 https://www.hubbis.com/article/wealth... \n[10] The Jakarta Post — \"Indonesians among top-three buyers of Singapore property\" 🔗 https://www.thejakartapost.com/life/2...\n\nFDI Singapura & round-tripping: \n[11] Jakarta Globe — \"Singapore Remains Indonesia's Top Foreign Investor in Q1 2025\" 🔗 https://jakartaglobe.id/business/sing... \n[12] Databoks — \"Singapore, the Largest Investor in Indonesia in 2024/2025\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ec...\n\nPasir & reklamasi: \n[13] NLB Singapore History — \"Indonesia bans land sand exports to Singapore\" (6–8 jt ton, 90% dari RI) 🔗 https://eresources.nlb.gov.sg/history... \n[14] Seasia.co — \"How Indonesia's Sand Changed Singapore's Map\" 🔗 https://seasia.co/2025/09/06/how-indo... \n[15] SCMP — \"Indonesia's reversal on sea sand export ban sparks backlash\" 🔗 https://www.scmp.com/week-asia/health...\n\nHub migas & MOPS: \n[16] McKinsey Energy Insights — \"Mean of Platts Singapore (MOPS)\" 🔗 https://www.mckinseyenergyinsights.co... \n[17] S&P Global — \"Platts FOB Straits Price Assessment\" 🔗 https://www.spglobal.com/energy/en/pr...\n\nGDP per kapita & kekayaan Singapura: \n[18] Malay Mail — \"Singapore named richest country in 2025\" 🔗 https://www.malaymail.com/news/singap... \n[19] countryeconomy — \"Country comparison Singapore vs Indonesia\" 🔗 https://countryeconomy.com/countries/...", "post_id": "eXHb4fOSK1M"}}, {"key": "karyaraya.", "attributes": {"label": "karyaraya.", "x": 291.79048943695085, "y": 540.2851724505015, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8206, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eXHb4fOSK1M", "id": "karyaraya.", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Indonesia Mengalir ke Luar Negeri? Fakta Ekonomi yang Mengejutkan! |\n\nBagaimana mungkin sebuah pulau seukuran Jakarta, tanpa setetes minyak, nikel, atau sawit, bisa menjadi salah satu negara terkaya di dunia pada tahun 2025 dengan PDB per kapita mencapai ~Rp1,5 miliar per orang? Sementara kita, sang pemilik megabiodiversitas dan kekayaan alam melimpah, memiliki per kapita yang belasan kali lipat lebih kecil.\n\nTren #SellSingapore yang viral belakangan ini mencoba membongkar anomali tersebut. Namun, lewat video  kali ini, kita tidak akan terjebak dalam narasi kebencian atau ajakan boikot yang dangkal. Kita akan melihatnya secara dewasa, berbasis data, dan jujur terhadap realitas ekonomi global.\n\nFaktanya, sebagian dari keajaiban ekonomi Singapura ternyata berkelindan erat dengan Pasir, Uang, dan Sawit kita sendiri.\n\nDi video ini,  akan membedah:\n\nArti Sebenarnya #SellSingapore: Mengapa ini bukan tentang memusuhi tetangga, melainkan refleksi kritis terhadap ketimpangan struktural ekonomi regional.\n\nInvestor Asing Nomor 1 Kita Adalah Diri Kita Sendiri? Menyingkap fenomena round-tripping, di mana triliunan rupiah uang dari Indonesia \"parkir\" di Temasek atau pasar finansial Singapura, lalu kembali ke Indonesia menyamar sebagai Penanaman Modal Asing (PMA).\n\nGeografi yang Berubah: Bagaimana sebagian daratan Singapura diperluas menggunakan pasir laut kita, hingga sempat memicu isu hilangnya pulau-pulau kecil di perbatasan.\n\nIroni Kedaulatan Energi: Kenapa harga bensin dan komoditas kita justru sering kali harus mengacu pada patokan Singapura (seperti MOPS), padahal mereka tidak memiliki sumur minyak bumi?\n\nTitik Balik Singapura: Mengapa di era baru ini—dengan kehadiran institusi seperti Danantara dan hilirisasi yang agresif—Singapura justru mulai cemas kehilangan hegemoninya sebagai hub finansial utama Asia Tenggara?\n\nIni adalah cerita tentang bagaimana Singapura cerdik memanfaatkan posisinya sebagai hub, sekaligus menjadi tamparan keras bagi kita untuk segera menyelesaikan \"PR\" domestik: memperbaiki tata kelola, kepastian hukum, dan efisiensi birokrasi.\n\nMari bedah datanya bersama  Tonton sampai habis, karena narasi ini dibangun untuk mengajak kita membangun bangsa, bukan memelihara sentimen negatif.\n\nREFERENSI (dengan link sumber)\nTren #SellSingapore & \"Sell Indonesia\" — dalam & luar negeri: \n[1] RRI — \"Memahami 'Sell Singapore' Menurut Dr. Gema Goeyardi\" 🔗 https://rri.co.id/singaraja/sudut-pan... \n[2] Inilah.com — \"Isu 'Sell Indonesia' Mengada-ada? Kebijakan Ekonomi RI Justru Bikin Singapura Cemas\" 🔗 https://www.inilah.com/isu-sell-indon... [3] The Edge Singapore — \"'Sell Indonesia' sweeps trading desks as Prabowo tightens grip\" 🔗 https://www.theedgesingapore.com/news... \n[4] The Diplomat — \"Indonesia's $80 Billion Wake-Up Call\" 🔗 https://thediplomat.com/2026/02/indon...\n\nMSCI, IHSG & pasar modal: \n[5] Databoks — \"IHSG closed down 7.35% following MSCI announcement (28 Jan 2026)\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ma... \n[6] Katadata — \"Menakar Ancaman Downgrade IHSG ke Frontier Market oleh MSCI\" 🔗 https://katadata.co.id/finansial/burs...\n\nUang & kekayaan RI di Singapura: \n[7] Euromoney — \"Singapore, Indonesia in private banking tug-of-war\" 🔗 https://www.euromoney.com/article/27b... \n[8] Fortune — \"Indonesia's tax amnesty could spark wealth outflow in Singapore\" (estimasi US$200 M, ~40%) 🔗 https://fortune.com/2016/07/25/indone... \n[9] Hubbis — \"Wealth Structuring: Evolving Strategies for Indonesia's UHNW Families\" 🔗 https://www.hubbis.com/article/wealth... \n[10] The Jakarta Post — \"Indonesians among top-three buyers of Singapore property\" 🔗 https://www.thejakartapost.com/life/2...\n\nFDI Singapura & round-tripping: \n[11] Jakarta Globe — \"Singapore Remains Indonesia's Top Foreign Investor in Q1 2025\" 🔗 https://jakartaglobe.id/business/sing... \n[12] Databoks — \"Singapore, the Largest Investor in Indonesia in 2024/2025\" 🔗 https://databoks.katadata.co.id/en/ec...\n\nPasir & reklamasi: \n[13] NLB Singapore History — \"Indonesia bans land sand exports to Singapore\" (6–8 jt ton, 90% dari RI) 🔗 https://eresources.nlb.gov.sg/history... \n[14] Seasia.co — \"How Indonesia's Sand Changed Singapore's Map\" 🔗 https://seasia.co/2025/09/06/how-indo... \n[15] SCMP — \"Indonesia's reversal on sea sand export ban sparks backlash\" 🔗 https://www.scmp.com/week-asia/health...\n\nHub migas & MOPS: \n[16] McKinsey Energy Insights — \"Mean of Platts Singapore (MOPS)\" 🔗 https://www.mckinseyenergyinsights.co... \n[17] S&P Global — \"Platts FOB Straits Price Assessment\" 🔗 https://www.spglobal.com/energy/en/pr...\n\nGDP per kapita & kekayaan Singapura: \n[18] Malay Mail — \"Singapore named richest country in 2025\" 🔗 https://www.malaymail.com/news/singap... \n[19] countryeconomy — \"Country comparison Singapore vs Indonesia\" 🔗 https://countryeconomy.com/countries/...", "post_id": "eXHb4fOSK1M"}}], "edges": [{"key": "nova723342", "source": "nova723342", "target": "Tangankanancuan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "nova723342", "source": "nova723342", "target": "Tangankanancuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pecintareybahan", "source": "pecintareybahan", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "Jateng_Twit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "salam4jari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakubpjg", "source": "jakubpjg", "target": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "source": "kompastv.indonesia", "target": "newsorhoax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsud.dr.r.soedjon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsud.patuh.karya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsudsoedjono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "rsudlomboktimur31", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suarantb1", "source": "suarantb1", "target": "dprd.lotim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "source": "@PenjagaHarapan", "target": "penjagaha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Karyarayaidutama", "source": "@Karyarayaidutama", "target": "karyaraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Karyarayaidutama", "source": "@Karyarayaidutama", "target": "karyaraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Karyarayaidutama", "source": "@Karyarayaidutama", "target": "karyaraya.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}