{"nodes": [{"key": "amperatourismrun", "attributes": {"label": "amperatourismrun", "x": 643.0163227786754, "y": 560.7908794862215, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 189.4836, "eigenvector": 618.0333, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3926377598750415115_61988734450", "id": "amperatourismrun", "source": "instagram-000001", "content": "Bikin Reels pas ambil Race Pack, bisa dapet HADIAH JUTAAN RUPIAH? 🤩💸\nYuk ikutan Lomba Reels Mandiri Ampera Tourism Run 2026! Caranya gampang banget, tinggal rekam keseruan kamu pas ambil race pack di Kantor OJK Provinsi Sumsel, terus upload deh ke Reels kamu!\nJangan lupa follow  &  dan baca syarat lengkapnya di slide ke-2 ya.\n⏳ Deadlinenya sampai Minggu, 28 Juni 2026.\nTunggu apa lagi? Buruan siapin konsep sekreatif mungkin! 🎥🔥\n\n#bankmandiri #livinsukha #amperatourismrun #atr2026 #dinaspariwisatapalembang charmingpalembang", "post_id": "3926377598750415115_61988734450"}}, {"key": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "ojk_sumbagsel", "x": 415.67093787243425, "y": 352.31054759247735, "size": 10.42, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 189.4836, "eigenvector": 381.9656, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926377598750415115_61988734450", "id": "ojk_sumbagsel", "source": "instagram-000001", "content": "Bikin Reels pas ambil Race Pack, bisa dapet HADIAH JUTAAN RUPIAH? 🤩💸\nYuk ikutan Lomba Reels Mandiri Ampera Tourism Run 2026! Caranya gampang banget, tinggal rekam keseruan kamu pas ambil race pack di Kantor OJK Provinsi Sumsel, terus upload deh ke Reels kamu!\nJangan lupa follow  &  dan baca syarat lengkapnya di slide ke-2 ya.\n⏳ Deadlinenya sampai Minggu, 28 Juni 2026.\nTunggu apa lagi? Buruan siapin konsep sekreatif mungkin! 🎥🔥\n\n#bankmandiri #livinsukha #amperatourismrun #atr2026 #dinaspariwisatapalembang charmingpalembang", "post_id": "3926377598750415115_61988734450"}}, {"key": "@APHDChannel", "attributes": {"label": "@APHDChannel", "x": 306.5018217814257, "y": 322.12463482020405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 108.9531, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "@APHDChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "aphdchannel", "attributes": {"label": "aphdchannel", "x": 320.8510408467445, "y": 704.4803540707458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 201.5633, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "aphdchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 324.8324943756017, "y": 259.2827435955075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 108.9531, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 586.5886637647353, "y": 576.3976190256816, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 201.5633, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "amperatourismrun", "source": "amperatourismrun", "target": "amperatourismrun", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "amperatourismrun", "source": "amperatourismrun", "target": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@APHDChannel", "source": "@APHDChannel", "target": "aphdchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}