{"nodes": [{"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 688.9066997353145, "y": 169.95349272630955, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 123.2922, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2070382134179832285", "id": "RagilSemar", "source": "retweet-000002", "content": "Pemerintah: \"Rupiah melemah karena faktor eksternal. Dolar menguat global.\"\n\nBenar. SEPARUH benar.\n\nThailand, Vietnam, Fili…", "post_id": "2070382134179832285"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 865.8931407140071, "y": 581.8295404493373, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 472.618, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927011601178735059_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.965/US$ pada perdagangan Kamis pagi (25/6/2026). Pelemahan dipicu penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.\n\nDari domestik, sentimen negatif datang dari penundaan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia yang memicu tekanan di pasar keuangan. Sementara itu, IHSG berbalik menguat 0,84% ke level 5.933 pada pukul 09.15 WIB setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3927011601178735059_51748745734"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 52.39432263328836, "y": 61.234435542912415, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.8929, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 347.7865620810613, "y": 416.041352428419, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 131.152, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@Money_Mechanics_MP", "attributes": {"label": "@Money_Mechanics_MP", "x": 931.3986686800031, "y": 864.356304525079, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.8929, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RdvJqZ-J_6g", "id": "@Money_Mechanics_MP", "source": "youtube-000001", "content": "Singapura, Pulau Kecil yang Menghasilkan Pendapatan Lebih Besar dari Seluruh Asia\n\nDokumenter keuangan ini mengeksplorasi bagaimana Singapura, meskipun kekurangan sumber daya alam, menjadi salah satu negara terkaya di Asia, secara signifikan melampaui nilai rupee. Kami meneliti prinsip-prinsip ekonomi yang dijelaskan oleh kesuksesan Singapura dan mempertimbangkan bagaimana manajemen kekayaan yang efektif dapat menghasilkan pertumbuhan seperti itu. Memahami elemen-elemen ini sangat penting bagi siapa pun yang tertarik pada keuangan global dan strategi keuangan pribadi.\n\nPada awal tahun 2000-an, satu dolar Singapura bernilai sekitar 26 rupee. Saat ini nilainya sekitar 70 — yang berarti hanya dengan MEMEGANG dolar Singapura, uang Anda akan hampir tiga kali lipat dalam nilai rupee, tanpa investasi sama sekali.\nDalam uraian ini, kami menelusuri kebangkitan Singapura dari sekitar $500 per orang pada tahun 1965 menjadi lebih dari $80.000 saat ini, menguraikan mengapa mata uangnya terus menguat, dan — yang terpenting — mengungkap penanda yang dapat dipelajari siapa pun untuk mengenali kisah sukses berkelanjutan BERIKUTNYA. Bukan nasihat investasi. Sebuah cara berpikir.\n\n\n▶ Berlangganan untuk penjelasan yang jelas dan tanpa basa-basi tentang kekuatan yang menggerakkan uang Anda: https://www.youtube.com/\n————————————————————————————\n⏱️ BAB\n0:00 Rupee yang Hampir Tiga Kali Lipat\n0:50 Dari $500 Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Dunia\n1:55 Kisah Mata Uang: Rupee, Lalu Dolar\n3:25 Bagaimana Mata Uang Naik — Rahasia MAS\n4:30 Empat Penanda Kekuatan\n5:55 Apa Artinya Ini Sebenarnya bagi ANDA\n7:40 Sisi Lain yang Jujur\n8:35 Dua Kesimpulan\n9:35 Ringkasan\nCap waktu adalah perkiraan untuk potongan ~10 menit. Periksa kembali dengan hasil render Anda; pertahankan bab pertama pada 0:00.\n\n————————————————————————————\n📊 STATISTIK UTAMA\n1 SGD: ~₹26 → ~₹70 — satu dolar Singapura naik dari sekitar 26 rupee pada awal tahun 2000-an menjadi sekitar 70 rupee saat ini (menyentuh ₹73) — hampir 3 kali lipat, hanya dengan memegang mata uang yang lebih kuat.\nSGD +~33% terhadap dolar AS — satu dolar AS berharga sekitar 1,78 dolar Singapura pada awal tahun 2000-an dan hanya ~1,28 dolar Singapura saat ini — SGD menguat bahkan terhadap mata uang cadangan dunia.\n~$500 → lebih dari $80.000 — pendapatan per orang naik dari sekitar $500 per tahun pada tahun 1965 menjadi lebih dari $80.000 saat ini — lebih tinggi dari Jepang atau Jerman, setara dengan AS.\n\nDari ⅓ menjadi 2 kali lipat pendapatan Eropa Barat — pada tahun 1960, rata-rata warga Singapura memperoleh sekitar sepertiga pendapatan warga Eropa Barat; saat ini, kira-kira dua kali lipat.\nDikendalikan, bukan dibiarkan mengambang — Otoritas Moneter Singapura menjalankan kebijakan melalui NILAI TUKAR — mendorong mata uang secara bertahap ke atas — alih-alih suku bunga.\nEmpat penanda — korupsi rendah, investasi besar dalam pendidikan, ekonomi terbuka yang pro-bisnis, dan disiplin fiskal — merupakan ciri kekuatan yang berkelanjutan.\n\n————————————————————————————\n📖 SUMBER\n● Bank Dunia & IMF — PDB per kapita, 1965–2026\n● Our World in Data — Pendapatan Singapura vs Eropa Barat\n● Otoritas Moneter Singapura — kebijakan nilai tukar\n● UBC Sauder / FX historis — Kurs USD/SGD dan SGD/INR\n● Transparency International — Indeks Persepsi Korupsi\nSertakan tautan halaman persis yang Anda gunakan saat mengunggah — URL dihilangkan karena saya tidak dapat memverifikasi tautan langsung dari sini.\n\n————————————————————————————\n📩 HUBUNGI KAMI\n🇨🇦 Pertanyaan pajak & akuntansi Kanada? Hubungi mitra berlisensi CPA kami: mighty.bhi1d\n💬 Jika Anda dapat menyimpan tabungan Anda di ekonomi NEGARA MANAPUN selama 20 tahun ke depan, mana yang akan Anda pilih — dan mengapa? Beri tahu kami di kolom komentar.\n\n————————————————————————————\n#Singapura #Ekonomi #SGD #Uang #MekanismeUang\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Angka-angka diambil dari data publik Bank Dunia, IMF, MAS, dan data FX historis dan dapat direvisi. Kinerja mata uang di masa lalu tidak memprediksi hasil di masa depan. Harap lakukan riset Anda sendiri.\n\n————————————————————————————\n\n#KeuanganSingapura #PenjelasanEkonomi #ManajemenKekayaan\n#Singapura #Ekonomi #SGD", "post_id": "RdvJqZ-J_6g"}}, {"key": "Money_Mechan...", "attributes": {"label": "Money_Mechan...", "x": 429.878224282784, "y": 679.9587784387224, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 131.152, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RdvJqZ-J_6g", "id": "Money_Mechan...", "source": "youtube-000001", "content": "Singapura, Pulau Kecil yang Menghasilkan Pendapatan Lebih Besar dari Seluruh Asia\n\nDokumenter keuangan ini mengeksplorasi bagaimana Singapura, meskipun kekurangan sumber daya alam, menjadi salah satu negara terkaya di Asia, secara signifikan melampaui nilai rupee. Kami meneliti prinsip-prinsip ekonomi yang dijelaskan oleh kesuksesan Singapura dan mempertimbangkan bagaimana manajemen kekayaan yang efektif dapat menghasilkan pertumbuhan seperti itu. Memahami elemen-elemen ini sangat penting bagi siapa pun yang tertarik pada keuangan global dan strategi keuangan pribadi.\n\nPada awal tahun 2000-an, satu dolar Singapura bernilai sekitar 26 rupee. Saat ini nilainya sekitar 70 — yang berarti hanya dengan MEMEGANG dolar Singapura, uang Anda akan hampir tiga kali lipat dalam nilai rupee, tanpa investasi sama sekali.\nDalam uraian ini, kami menelusuri kebangkitan Singapura dari sekitar $500 per orang pada tahun 1965 menjadi lebih dari $80.000 saat ini, menguraikan mengapa mata uangnya terus menguat, dan — yang terpenting — mengungkap penanda yang dapat dipelajari siapa pun untuk mengenali kisah sukses berkelanjutan BERIKUTNYA. Bukan nasihat investasi. Sebuah cara berpikir.\n\n\n▶ Berlangganan untuk penjelasan yang jelas dan tanpa basa-basi tentang kekuatan yang menggerakkan uang Anda: https://www.youtube.com/\n————————————————————————————\n⏱️ BAB\n0:00 Rupee yang Hampir Tiga Kali Lipat\n0:50 Dari $500 Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Dunia\n1:55 Kisah Mata Uang: Rupee, Lalu Dolar\n3:25 Bagaimana Mata Uang Naik — Rahasia MAS\n4:30 Empat Penanda Kekuatan\n5:55 Apa Artinya Ini Sebenarnya bagi ANDA\n7:40 Sisi Lain yang Jujur\n8:35 Dua Kesimpulan\n9:35 Ringkasan\nCap waktu adalah perkiraan untuk potongan ~10 menit. Periksa kembali dengan hasil render Anda; pertahankan bab pertama pada 0:00.\n\n————————————————————————————\n📊 STATISTIK UTAMA\n1 SGD: ~₹26 → ~₹70 — satu dolar Singapura naik dari sekitar 26 rupee pada awal tahun 2000-an menjadi sekitar 70 rupee saat ini (menyentuh ₹73) — hampir 3 kali lipat, hanya dengan memegang mata uang yang lebih kuat.\nSGD +~33% terhadap dolar AS — satu dolar AS berharga sekitar 1,78 dolar Singapura pada awal tahun 2000-an dan hanya ~1,28 dolar Singapura saat ini — SGD menguat bahkan terhadap mata uang cadangan dunia.\n~$500 → lebih dari $80.000 — pendapatan per orang naik dari sekitar $500 per tahun pada tahun 1965 menjadi lebih dari $80.000 saat ini — lebih tinggi dari Jepang atau Jerman, setara dengan AS.\n\nDari ⅓ menjadi 2 kali lipat pendapatan Eropa Barat — pada tahun 1960, rata-rata warga Singapura memperoleh sekitar sepertiga pendapatan warga Eropa Barat; saat ini, kira-kira dua kali lipat.\nDikendalikan, bukan dibiarkan mengambang — Otoritas Moneter Singapura menjalankan kebijakan melalui NILAI TUKAR — mendorong mata uang secara bertahap ke atas — alih-alih suku bunga.\nEmpat penanda — korupsi rendah, investasi besar dalam pendidikan, ekonomi terbuka yang pro-bisnis, dan disiplin fiskal — merupakan ciri kekuatan yang berkelanjutan.\n\n————————————————————————————\n📖 SUMBER\n● Bank Dunia & IMF — PDB per kapita, 1965–2026\n● Our World in Data — Pendapatan Singapura vs Eropa Barat\n● Otoritas Moneter Singapura — kebijakan nilai tukar\n● UBC Sauder / FX historis — Kurs USD/SGD dan SGD/INR\n● Transparency International — Indeks Persepsi Korupsi\nSertakan tautan halaman persis yang Anda gunakan saat mengunggah — URL dihilangkan karena saya tidak dapat memverifikasi tautan langsung dari sini.\n\n————————————————————————————\n📩 HUBUNGI KAMI\n🇨🇦 Pertanyaan pajak & akuntansi Kanada? Hubungi mitra berlisensi CPA kami: mighty.bhi1d\n💬 Jika Anda dapat menyimpan tabungan Anda di ekonomi NEGARA MANAPUN selama 20 tahun ke depan, mana yang akan Anda pilih — dan mengapa? Beri tahu kami di kolom komentar.\n\n————————————————————————————\n#Singapura #Ekonomi #SGD #Uang #MekanismeUang\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Angka-angka diambil dari data publik Bank Dunia, IMF, MAS, dan data FX historis dan dapat direvisi. Kinerja mata uang di masa lalu tidak memprediksi hasil di masa depan. Harap lakukan riset Anda sendiri.\n\n————————————————————————————\n\n#KeuanganSingapura #PenjelasanEkonomi #ManajemenKekayaan\n#Singapura #Ekonomi #SGD", "post_id": "RdvJqZ-J_6g"}}], "edges": [{"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Money_Mechanics_MP", "source": "@Money_Mechanics_MP", "target": "Money_Mechan...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}