{"nodes": [{"key": "jek_uncle", "attributes": {"label": "jek_uncle", "x": 140.7036074532897, "y": 846.7525352800639, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050440292713808365", "id": "jek_uncle", "source": "tweet-000004", "content": "Semoga Danantara bs membawa dampak positif jangka panjang bagi keberlangsungan bisnis Aplikator:\n1. Stabilitas Ekosistem\n2. Suntikan Modal&Keamanan, Danantara bw modal besar bisa mperkuat struktur keuangan aplikator\n3.Kepastian Regulasi u mciptakan model bisnis yg lbh sustainable", "post_id": "2050440292713808365"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 483.43580987111955, "y": 344.92796521510127, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.8505, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050440292713808365", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Semoga Danantara bs membawa dampak positif jangka panjang bagi keberlangsungan bisnis Aplikator:\n1. Stabilitas Ekosistem\n2. Suntikan Modal&Keamanan, Danantara bw modal besar bisa mperkuat struktur keuangan aplikator\n3.Kepastian Regulasi u mciptakan model bisnis yg lbh sustainable", "post_id": "2050440292713808365"}}, {"key": "DxAditya", "attributes": {"label": "DxAditya", "x": 890.9668861028754, "y": 149.41400382288916, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050626955817656333", "id": "DxAditya", "source": "tweet-000004", "content": "kwkwkwkwkwk open porto dong\nkarena kalau beneran hold BBRI harusnya ga akan sebela ini sama MBG, jangka panjangnya bakal ngaruh ke dividen dan stabilitas perbankan apalagi perbankan BUMN.", "post_id": "2050626955817656333"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 112.13721466196702, "y": 218.80021301618825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.0314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050626955817656333", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "kwkwkwkwkwk open porto dong\nkarena kalau beneran hold BBRI harusnya ga akan sebela ini sama MBG, jangka panjangnya bakal ngaruh ke dividen dan stabilitas perbankan apalagi perbankan BUMN.", "post_id": "2050626955817656333"}}, {"key": "Booegisano", "attributes": {"label": "Booegisano", "x": 905.8275515579505, "y": 759.0808078090248, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.0314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050626955817656333", "id": "Booegisano", "source": "tweet-000004", "content": "kwkwkwkwkwk open porto dong\nkarena kalau beneran hold BBRI harusnya ga akan sebela ini sama MBG, jangka panjangnya bakal ngaruh ke dividen dan stabilitas perbankan apalagi perbankan BUMN.", "post_id": "2050626955817656333"}}, {"key": "Simemaki", "attributes": {"label": "Simemaki", "x": 695.344582656762, "y": 710.0365295981278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.0314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050626955817656333", "id": "Simemaki", "source": "tweet-000004", "content": "kwkwkwkwkwk open porto dong\nkarena kalau beneran hold BBRI harusnya ga akan sebela ini sama MBG, jangka panjangnya bakal ngaruh ke dividen dan stabilitas perbankan apalagi perbankan BUMN.", "post_id": "2050626955817656333"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 565.4633759913818, "y": 793.8474808964672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051191661720387757", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Intervensi negara kemungkinan besar berupa:\n\n- Subsidi bunga dari APBN (pemerintah bayar selisih 3-4% per tahun ke bank).\n- Penjaminan pinjaman (via Jamkrindo/LPS) untuk tekan risiko NPL.\n- Suntikan modal atau liquidity support ke BUMN (BRI/BNI/Mandiri).\n- Relaksasi aturan", "post_id": "2051191661720387757"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 71.9818718865396, "y": 215.4795722792674, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051191661720387757", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Intervensi negara kemungkinan besar berupa:\n\n- Subsidi bunga dari APBN (pemerintah bayar selisih 3-4% per tahun ke bank).\n- Penjaminan pinjaman (via Jamkrindo/LPS) untuk tekan risiko NPL.\n- Suntikan modal atau liquidity support ke BUMN (BRI/BNI/Mandiri).\n- Relaksasi aturan", "post_id": "2051191661720387757"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 983.5450488480931, "y": 456.9193117420494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051191661720387757", "id": "aldotjahjadi8", "source": "tweet-000004", "content": "Intervensi negara kemungkinan besar berupa:\n\n- Subsidi bunga dari APBN (pemerintah bayar selisih 3-4% per tahun ke bank).\n- Penjaminan pinjaman (via Jamkrindo/LPS) untuk tekan risiko NPL.\n- Suntikan modal atau liquidity support ke BUMN (BRI/BNI/Mandiri).\n- Relaksasi aturan", "post_id": "2051191661720387757"}}, {"key": "wildan.partairaky", "attributes": {"label": "wildan.partairaky", "x": 568.2952386440775, "y": 898.7781869972785, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635892212424854805", "id": "wildan.partairaky", "source": "tiktok-000001", "content": "Langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam memangkas tarif potongan aplikator ojek online menjadi 8% merupakan jawaban nyata atas perjuangan panjang yang telah disuarakan oleh berbagai elemen, termasuk tokoh-tokoh vokal seperti Adian Napitupulu. Selama bertahun-tahun, isu mengenai ketidakadilan bagi hasil antara mitra pengemudi dan perusahaan aplikasi menjadi duri dalam pertumbuhan ekonomi digital kita. Keputusan yang diambil hanya dalam waktu 1,5 tahun masa jabatan ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kemauan politik yang kuat untuk melakukan intervensi demi melindungi hak-hak ekonomi para pekerja sektor informal. Kebijakan ini menjadi simbol kemenangan bagi para pengemudi ojol yang selama ini berada di garis depan namun menanggung beban biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan bersih yang diterima. Dengan kembalinya porsi pendapatan yang lebih besar ke tangan driver, daya beli masyarakat di tingkat akar rumput akan meningkat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa stabilitas industri teknologi tidak harus dibangun di atas penderitaan mitranya, melainkan melalui ekosistem yang lebih adil, transparan, dan manusiawi. Kehadiran negara untuk meluruskan ketimpangan ini memberikan rasa keadilan sosial yang mendalam. Kebijakan ini sekaligus menjadi standar baru bagi perlindungan pekerja mandiri di era ekonomi berbagi (sharing economy). Dengan struktur bagi hasil yang lebih masuk akal, para driver kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menata masa depan keluarga mereka dengan lebih layak, sambil tetap menjalankan peran pentingnya dalam menggerakkan roda logistik dan transportasi nasional. Partai Rakyat Indonesia terus mendukung penguatan regulasi yang memihak pada rakyat kecil dan pekerja lapangan, guna memastikan bahwa kemajuan teknologi selalu berjalan seiring dengan kesejahteraan yang merata bagi seluruh anak bangsa.  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyatnya #MajuRakyatnyaMajuBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7635892212424854805"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 642.4999974052865, "y": 305.61652489288304, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8505, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635892212424854805", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam memangkas tarif potongan aplikator ojek online menjadi 8% merupakan jawaban nyata atas perjuangan panjang yang telah disuarakan oleh berbagai elemen, termasuk tokoh-tokoh vokal seperti Adian Napitupulu. Selama bertahun-tahun, isu mengenai ketidakadilan bagi hasil antara mitra pengemudi dan perusahaan aplikasi menjadi duri dalam pertumbuhan ekonomi digital kita. Keputusan yang diambil hanya dalam waktu 1,5 tahun masa jabatan ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki kemauan politik yang kuat untuk melakukan intervensi demi melindungi hak-hak ekonomi para pekerja sektor informal. Kebijakan ini menjadi simbol kemenangan bagi para pengemudi ojol yang selama ini berada di garis depan namun menanggung beban biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan bersih yang diterima. Dengan kembalinya porsi pendapatan yang lebih besar ke tangan driver, daya beli masyarakat di tingkat akar rumput akan meningkat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa stabilitas industri teknologi tidak harus dibangun di atas penderitaan mitranya, melainkan melalui ekosistem yang lebih adil, transparan, dan manusiawi. Kehadiran negara untuk meluruskan ketimpangan ini memberikan rasa keadilan sosial yang mendalam. Kebijakan ini sekaligus menjadi standar baru bagi perlindungan pekerja mandiri di era ekonomi berbagi (sharing economy). Dengan struktur bagi hasil yang lebih masuk akal, para driver kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menata masa depan keluarga mereka dengan lebih layak, sambil tetap menjalankan peran pentingnya dalam menggerakkan roda logistik dan transportasi nasional. Partai Rakyat Indonesia terus mendukung penguatan regulasi yang memihak pada rakyat kecil dan pekerja lapangan, guna memastikan bahwa kemajuan teknologi selalu berjalan seiring dengan kesejahteraan yang merata bagi seluruh anak bangsa.  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyatnya #MajuRakyatnyaMajuBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7635892212424854805"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "attributes": {"label": "haqqnews.co.id", "x": 393.2475176958177, "y": 413.011882501816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7635889319856672021", "id": "haqqnews.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "Nyanyang", "attributes": {"label": "Nyanyang", "x": 268.48425908030526, "y": 426.8024282309404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635889319856672021", "id": "Nyanyang", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "Iman", "attributes": {"label": "Iman", "x": 778.4221217277413, "y": 571.5620916342116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635889319856672021", "id": "Iman", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "Lisdarmansyah_official", "attributes": {"label": "Lisdarmansyah_official", "x": 119.61345158115411, "y": 238.43731475155104, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635889319856672021", "id": "Lisdarmansyah_official", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "Amsakar", "attributes": {"label": "Amsakar", "x": 385.41291613723973, "y": 380.9339824875061, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635889319856672021", "id": "Amsakar", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "humaskepriprov", "attributes": {"label": "humaskepriprov", "x": 23.512813881280458, "y": 262.5479623681258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635889319856672021", "id": "humaskepriprov", "source": "tiktok-000001", "content": "KPK BIDIK POKIR: PPK, PPTK, PIHAK KETIGA TERANCAM 20 PENJARA Haqqnews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pengawasan terhadap proyek dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penyelidikan menyasar kolaborasi haram antara oknum legislator, pejabat eksekutif, dan pihak ketiga. Komisi antirasuah itu mengingatkan bahwa praktik “ijon” proyek ini berisiko hukuman maksimal 20 tahun penjara. KPK sedang melakukan pemantauan ketat, yang bertujuan menutup celah intervensi oknum DPRD terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Lembaga ini sudah mendeteksi banyak proyek penunjukan langsung (PL) yang sering menjadi alat transaksi politik. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan agar seluruh kepala daerah dan legislator menjaga integritas dalam penganggaran. “Kami tidak akan segan memproses hukum siapa pun yang menjadikan Pokir sebagai alat dagang kekuasaan,” tegas Setyo dalam pernyataan resminya dikutip Haqqnews.co.id, Minggu (3/5/2026). KPK meminta eksekutif berani menolak perintah yang menyimpang dari regulasi. Pejabat teknis seperti PPK dan PPTK dilarang keras menuruti pesanan proyek atau permintaan fee. Risiko hukum bagi pejabat yang berkompromi mencakup jeratan Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor terkait suap dan gratifikasi. Hukuman berat ini juga mengintai kontraktor atau pihak ketiga yang memberikan commitment fee untuk mendapatkan proyek. KPK mencatat sejumlah kasus nyata sebagai peringatan keras bagi daerah lain. Di Magetan, Kejaksaan menetapkan Ketua DPRD beserta pejabat teknis dan tenaga pendamping sebagai tersangka korupsi Pokir pada akhir April 2026. Sementara di Ogan Komering Ulu (OKU), KPK menjerat Kepala Dinas PUPR dan pihak swasta karena menyepakati fee proyek sebesar 22 persen. Modus korupsi Pokir yang sering muncul adalah manipulasi administrasi hibah dan penggunaan yayasan fiktif. KPK juga menemukan banyak usulan Pokir yang tidak selaras dengan rencana pembangunan daerah (RPJMD). Praktik ini biasanya melibatkan “pihak ketiga” atau orang kepercayaan oknum dewan untuk mengelola proyek secara ilegal. Masyarakat dapat membantu pengawasan dengan melaporkan indikasi penyimpangan secara online melalui KPK Whistleblower’s System (KWS) di situs resmi www.kpk.go.id. KPK menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan informasi valid mengenai penyalahgunaan wewenang ini. Laporan yang masuk akan diverifikasi sebagai dasar penindakan lebih lanjut. (*) #pokir #dprd #kpk #tipikor #kepri  Haris Pratamura  Sutiawan.SE   Achmad", "post_id": "7635889319856672021"}}, {"key": "@dinaspuprkalteng8549", "attributes": {"label": "@dinaspuprkalteng8549", "x": 333.88385476765046, "y": 173.25271189795487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "F0tla-lYsH0", "id": "@dinaspuprkalteng8549", "source": "youtube-000001", "content": "MEMASTIKAN KUALITAS! Dinas PUPR Kalteng Ikuti Kaji Ulang Paket Pekerjaan Bina Marga.\n\nTransparansi dan Akuntabilitas sebagai Fondasi Pembangunan.\n\nSetiap langkah dalam pembangunan infrastruktur harus melalui perencanaan dan penelaahan yang matang. Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Bina Marga mengikuti Rapat Kaji Ulang Paket Pekerjaan di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Prov. Kalteng.\n\nRapat ini merupakan tahapan krusial dalam siklus pengadaan untuk memastikan bahwa setiap paket pekerjaan jalan dan jembatan telah siap secara teknis, administratif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku sebelum memasuki tahap pelelangan.\n\nMengapa Kaji Ulang Ini Penting?\n✅ Verifikasi Teknis: Memastikan spesifikasi dan dokumen teknis sudah akurat untuk meminimalisir kendala di lapangan.\n✅ Mitigasi Risiko: Mengidentifikasi potensi hambatan dalam proses pengadaan barang dan jasa secara dini.\n✅ Tata Kelola yang Baik: Mewujudkan proses pengadaan yang transparan, akuntabel, dan kompetitif sesuai standar yang ditetapkan.\n\nMelalui ketelitian di tahap awal ini, kami berkomitmen agar hasil pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat. \n\nJangan lupa klik Like, Comment, dan Subscribe untuk update pembangunan Kalteng!\n\nUpdate informasi resmi melalui:\n📸 Instagram: \n🎥 TikTok: \n\n#PUPRKalteng #BinaMarga #PBJKalteng #PembangunanKalteng #Transparansi #KaltengBerkah #InfrastrukturMantap #SigapMembangunNegeri", "post_id": "F0tla-lYsH0"}}, {"key": "puprkalteng", "attributes": {"label": "puprkalteng", "x": 329.2705628760749, "y": 971.0419807583618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.2362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "F0tla-lYsH0", "id": "puprkalteng", "source": "youtube-000001", "content": "MEMASTIKAN KUALITAS! Dinas PUPR Kalteng Ikuti Kaji Ulang Paket Pekerjaan Bina Marga.\n\nTransparansi dan Akuntabilitas sebagai Fondasi Pembangunan.\n\nSetiap langkah dalam pembangunan infrastruktur harus melalui perencanaan dan penelaahan yang matang. Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Bina Marga mengikuti Rapat Kaji Ulang Paket Pekerjaan di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Prov. Kalteng.\n\nRapat ini merupakan tahapan krusial dalam siklus pengadaan untuk memastikan bahwa setiap paket pekerjaan jalan dan jembatan telah siap secara teknis, administratif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku sebelum memasuki tahap pelelangan.\n\nMengapa Kaji Ulang Ini Penting?\n✅ Verifikasi Teknis: Memastikan spesifikasi dan dokumen teknis sudah akurat untuk meminimalisir kendala di lapangan.\n✅ Mitigasi Risiko: Mengidentifikasi potensi hambatan dalam proses pengadaan barang dan jasa secara dini.\n✅ Tata Kelola yang Baik: Mewujudkan proses pengadaan yang transparan, akuntabel, dan kompetitif sesuai standar yang ditetapkan.\n\nMelalui ketelitian di tahap awal ini, kami berkomitmen agar hasil pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat. \n\nJangan lupa klik Like, Comment, dan Subscribe untuk update pembangunan Kalteng!\n\nUpdate informasi resmi melalui:\n📸 Instagram: \n🎥 TikTok: \n\n#PUPRKalteng #BinaMarga #PBJKalteng #PembangunanKalteng #Transparansi #KaltengBerkah #InfrastrukturMantap #SigapMembangunNegeri", "post_id": "F0tla-lYsH0"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 974.8428290442549, "y": 714.3579383610064, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 496.6438309938569, "y": 116.29855358776663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.2362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 111.30600413278557, "y": 300.4987273957146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemensosri", "attributes": {"label": "kemensosri", "x": 964.383019148503, "y": 141.21908980080767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemensosri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemendagri", "attributes": {"label": "kemendagri", "x": 214.08516569080462, "y": 611.4824888656389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemendagri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "bpjskesehatan_ri", "attributes": {"label": "bpjskesehatan_ri", "x": 370.25074631879704, "y": 391.8049429213726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "bpjskesehatan_ri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemenkes_ri", "attributes": {"label": "kemenkes_ri", "x": 45.34079424690307, "y": 849.0970236689556, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemenkes_ri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "@gcn", "attributes": {"label": "@gcn", "x": 510.0348274484554, "y": 611.9787980766794, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6219, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 11, "degree": 11}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "@gcn", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcntech", "attributes": {"label": "gcntech", "x": 549.9244893783236, "y": 297.16819975736007, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcntech", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcnracing", "attributes": {"label": "gcnracing", "x": 983.0582028747245, "y": 356.5861928851635, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcnracing", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gtn", "attributes": {"label": "gtn", "x": 796.0497113299862, "y": 476.62202420550113, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gtn", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcnitalia", "attributes": {"label": "gcnitalia", "x": 889.9853776254627, "y": 84.9430194646622, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcnitalia", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcnenespanol", "attributes": {"label": "gcnenespanol", "x": 785.7933089231065, "y": 540.6162924665643, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcnenespanol", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcnaufdeutsch", "attributes": {"label": "gcnaufdeutsch", "x": 89.22802765871118, "y": 202.72726216598025, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcnaufdeutsch", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcnenfrancais", "attributes": {"label": "gcnenfrancais", "x": 373.8993871870041, "y": 835.6102219158558, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcnenfrancais", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gcntraining", "attributes": {"label": "gcntraining", "x": 764.2593962430616, "y": 852.1283474132048, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gcntraining", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gmbn", "attributes": {"label": "gmbn", "x": 900.8400106038456, "y": 268.9763684533693, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gmbn", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "gmbntech", "attributes": {"label": "gmbntech", "x": 814.2149386542053, "y": 904.6166875218296, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "gmbntech", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}, {"key": "embn", "attributes": {"label": "embn", "x": 557.868723606808, "y": 175.87598790236126, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3699, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GwbpLkdggGs", "id": "embn", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Mobil Baru Anda Lebih Berbahaya daripada Mobil Lama Anda?\n\nMobil modern semakin besar, berat, dan lebar, yang menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai \"penyebaran mobil\". Meskipun pengemudi mungkin merasa lebih aman di dalam kendaraan besar ini, dampaknya terhadap pesepeda, pejalan kaki, dan infrastruktur kita semakin berbahaya. Dalam video ini, kita menyelidiki data di balik tren ini, risiko yang terlibat, dan bagaimana beberapa kota akhirnya mulai melawan tren ini.\n\nBab: ⏱️\n00:00 - Masalah dengan Mobil Besar\n00:48 - Apa itu \"Penyebaran Mobil\"?\n01:52 - Mengemudi \"Tank\" Modern\n03:02 - Data: Pertumbuhan Berat dan Lebar\n05:58 - Evolusi VW Golf\n06:27 - Keselamatan Pengemudi vs. Pesepeda\n07:18 - Titik Buta dan Organ Vital\n08:52 - Apakah Regulasi Mungkin?\n\n12:29 - Eksperimen\n17:56 - Kesimpulan\n\nTautan Berguna:\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan 👉\nhttps://gcn.eu/JoinYTmemberships\nBerlangganan agar Anda tidak ketinggalan apa pun! 👉 https://gcn.eu/subscribe\nAsuransi: Pemirsa di AS dan Inggris dapat menjelajahi produk Asuransi GCN 👉 https://gcn.eu/GCNinsurance\nDaftar ke Newsletter GCN 👉 https://gcn.eu/Newsletter\nPengunggah GCN 👉 https://gcn.eu/gcnuploader\nKunjungi Toko GCN 👉 https://gcn.eu/gcnshop\nSaluran WhatsApp GCN 👉 https://gcn.eu/GCNwhatsapp\nSaluran Siaran Instagram GCN 👉 https://gcn.eu/instagrambroadcast\nGabung dengan Klub GCN di Zwift dan bersepeda bersama kami! 👉 https://gcn.eu/GCNClubRides\n\nApakah Anda memperhatikan mobil semakin sulit disalip atau merasa lebih terintimidasi oleh SUV di jalanan lokal Anda? Ceritakan pengalaman Anda dengan 'jarak antar mobil yang melebar' dan apakah menurut Anda ukuran kendaraan perlu diatur di kolom komentar di bawah! 👇\n\nTonton lebih banyak di GCN...\n📹    • I Quit Strava  \n📹 Tonton Playlist Pilihan Editor kami 👉 https://gcn.eu/editorschoice\n📹 Atau lihat juga Playlist Fitur kami 👉 ​​https://gcn.eu/gcnfeatures \n\n🎵 Musik - berlisensi dari Epidemic Sound 🎵\nAgents - Johan Glossner\n2AM - Ben Elson\n77 Cycles - Lennon Hutton\nCommunications, Phonograph, Vinyl, Record Scratch, Stop\nCross the Road - PW\nDirty Pulse - PW\nGemini (Versi Instrumental) - Nevin\nInori - Egaoya\nMetal in the Night - Def Lev\nMidnight Sun (Versi Instrumental) - First Timer\nSlow Burn - The Big Let Down\n\n#gcn #bersepeda #bersepedajalan #sepedajalan #sepeda #sepeda #kehidupanbersepeda\n\n📸 Foto - © Velo Collection (TDW) / Getty Images & © Sirotti Images\n\nGlobal Cycling Network (GCN) adalah saluran bersepeda online terbesar di dunia, yang menyatukan komunitas pesepeda jalan raya global untuk merayakan semua hal hebat tentang dunia bersepeda.\n\nVideo kami menghadirkan konten harian yang menarik bagi penggemar, termasuk tutorial ahli, teknik, pelatihan, balapan, teknologi sepeda mutakhir, liputan acara di balik layar yang tak tertandingi, humor, hiburan, dan banyak lagi.\n\nDipresentasikan oleh mantan pembalap profesional, GCN menawarkan wawasan yang unik dan berkualitas tentang dunia bersepeda, dan yang terpenting, didukung oleh penggemar kami yang bersemangat dan antusias – semua orang yang membentuk komunitas GCN. Kami juga menghadirkan teknologi terbaru dan terbaik untuk Anda, menampilkan tempat-tempat terbaik di dunia untuk bersepeda, dan mendapatkan akses eksklusif ke acara dan balapan.\n\nSelamat datang di Global Cycling Network | Inside Cycling\n\nTerima kasih kepada para sponsor kami:\nCanyon Bikes: http://gcn.eu/-Canyon\nOrbea Bikes: http://gcn.eu/Orbea\nPinarello Bikes: https://gcn.eu/Pinarello\nTopeak Tools: http://gcn.eu/Topeak\nCamelBak: https://gcn.eu/Camelbak\nPirelli Tyres: https://gcn.eu/Pirelli\nHunt Bike Wheels: https://gcn.eu/Hunt\nWahoo Fitness: http://gcn.eu/Wahoo-Fitness \nPark Tool: http://gcn.eu/-parktool\nSelle Italia: https://gcn.eu/SelleItalia\nZwift: https://gcn.eu/Zwift\nGtechniq: https://gcn.eu/Gtechniq\nCore Body Temperature: https://gcn.eu/corebodytemp\nPrecision Fuel & Hydration: https://gcn.eu/precisionhydration\nElitewheels: https://gcn.eu/Elitewheels\nCeramicSpeed: https://gcn.eu/GCNCeramicSpeed\nHJC Sports: https://gcn.eu/hjcsports\nShimano: https://gcn.eu/shimano\nCyclowax: https://gcn.eu/cyclowax\n\nTonton saluran saudara kami:\nGCN Tech -    /    \nGCN Racing -    /    \nGlobal Triathlon Network -    /    \nGCN Italia -    /    \nGCN en Español -    /    \nGCN auf Deutsch -    /   \nGCN en Français -    /    \nGCN Training -    /    \nGlobal Mountain Bike Network -    /   \nGMBN Tech -    /    \nElectric Mountain Bike Network -    /", "post_id": "GwbpLkdggGs"}}], "edges": [{"key": "jek_uncle", "source": "jek_uncle", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DxAditya", "source": "DxAditya", "target": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DxAditya", "source": "DxAditya", "target": "Booegisano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DxAditya", "source": "DxAditya", "target": "Simemaki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wildan.partairaky", "source": "wildan.partairaky", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "source": "haqqnews.co.id", "target": "Nyanyang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "source": "haqqnews.co.id", "target": "Iman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "source": "haqqnews.co.id", "target": "Lisdarmansyah_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "source": "haqqnews.co.id", "target": "Amsakar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haqqnews.co.id", "source": "haqqnews.co.id", "target": "humaskepriprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@dinaspuprkalteng8549", "source": "@dinaspuprkalteng8549", "target": "puprkalteng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dinaspuprkalteng8549", "source": "@dinaspuprkalteng8549", "target": "puprkalteng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemensosri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemendagri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bpjskesehatan_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemenkes_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemendagri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcntech", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcnracing", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gtn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcnitalia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcnenespanol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcnaufdeutsch", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcnenfrancais", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gcntraining", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gmbn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "gmbntech", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gcn", "source": "@gcn", "target": "embn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}