{"nodes": [{"key": "asahimahendra", "attributes": {"label": "asahimahendra", "x": 847.669643117806, "y": 248.5568304604876, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051276977999667222", "id": "asahimahendra", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau krisis mungkin gak separah 98, cadev masih bisa tahan beberapa bulan, BI pasti intervensi, kalau terjadi krisis maka siap-siap beli emas dan dollar kalau punya tabungan", "post_id": "2051276977999667222"}}, {"key": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "MiskinTV_", "x": 801.7030841319465, "y": 654.8787153576997, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051276977999667222", "id": "MiskinTV_", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau krisis mungkin gak separah 98, cadev masih bisa tahan beberapa bulan, BI pasti intervensi, kalau terjadi krisis maka siap-siap beli emas dan dollar kalau punya tabungan", "post_id": "2051276977999667222"}}, {"key": "lk22111", "attributes": {"label": "lk22111", "x": 788.4589312692206, "y": 139.54069428670346, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051599844805107767", "id": "lk22111", "source": "tweet-000004", "content": "Ingat dulu 98,ekonom alm Kwik Kian Gie ngotot dgn hitungannya klo BI bs intervensi dollar ketika rupiah 17rb,lalu BI undang beliau ke BI utk diskusi,ada 4 jam beliau di BI,wkt keluar ditanya wartawan,beliau cuman geleng kepala tanpa senyum,konon cadev BI nilainya bkn yg diumumkan", "post_id": "2051599844805107767"}}, {"key": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "PaltiHutabarat", "x": 878.2489123762198, "y": 599.472228794277, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051599844805107767", "id": "PaltiHutabarat", "source": "tweet-000004", "content": "Ingat dulu 98,ekonom alm Kwik Kian Gie ngotot dgn hitungannya klo BI bs intervensi dollar ketika rupiah 17rb,lalu BI undang beliau ke BI utk diskusi,ada 4 jam beliau di BI,wkt keluar ditanya wartawan,beliau cuman geleng kepala tanpa senyum,konon cadev BI nilainya bkn yg diumumkan", "post_id": "2051599844805107767"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 670.9520082899245, "y": 848.830795359785, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 438.1145, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889674303097286055_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global 🌍 dan juga terjadi di banyak negara. Pemerintah akan terus memonitor tanpa reaktif terhadap pergerakan harian 📊\n\nPer 4 Mei 2026, rupiah di level Rp17.367/USD (-0,17%) 💵📉 Bank Indonesia melalui Destry Damayanti menegaskan tekanan sejalan dengan mata uang regional (YTD -3,54%) 🌏\n\nBI terus lakukan stabilisasi lewat intervensi pasar 🏦 dan menjaga daya tarik aset domestik, dengan cadangan devisa tetap kuat di USD148,2 miliar 💪\n\nSumber: Kumparan Bisnis, 4 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #KursRupiah #BankIndonesia #IHSG #MakroEkonomi #PasarKeuangan #mancingsaham", "post_id": "3889674303097286055_52512310886"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 375.06549458942084, "y": 633.9419451272196, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 648.9597339544297, "y": 245.43393204825304, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}], "edges": [{"key": "asahimahendra", "source": "asahimahendra", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lk22111", "source": "lk22111", "target": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}