{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 176.94643253698683, "y": 355.29758112674205, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051593832115163249", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pemerintah berencana memberi subsidi untuk 200 ribu kendaraan listrik pada tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa…", "post_id": "2051593832115163249"}}, {"key": "InvestorID", "attributes": {"label": "InvestorID", "x": 520.0705480819211, "y": 101.6300921280745, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 33.1851, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2051593832115163249", "id": "InvestorID", "source": "retweet-000002", "content": "Pemerintah berencana memberi subsidi untuk 200 ribu kendaraan listrik pada tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa…", "post_id": "2051593832115163249"}}, {"key": "MPRezacs", "attributes": {"label": "MPRezacs", "x": 931.7411303224605, "y": 33.80192795217107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051733580108485008", "id": "MPRezacs", "source": "tweet-000004", "content": "buset ngomongnya enteng bgt subsidi sembunyi” lu kira nnti ga ada laporan keuangan dari menteri keuangan? wkwkkw kalo sembunyi “ bisa di korupsi kocak ngasih subsidi sembunyi” logika macam apa itu", "post_id": "2051733580108485008"}}, {"key": "GRAB7766", "attributes": {"label": "GRAB7766", "x": 896.3255460128362, "y": 789.1105336015818, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.0011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051733580108485008", "id": "GRAB7766", "source": "tweet-000004", "content": "buset ngomongnya enteng bgt subsidi sembunyi” lu kira nnti ga ada laporan keuangan dari menteri keuangan? wkwkkw kalo sembunyi “ bisa di korupsi kocak ngasih subsidi sembunyi” logika macam apa itu", "post_id": "2051733580108485008"}}, {"key": "kang___L", "attributes": {"label": "kang___L", "x": 528.7326700246645, "y": 564.3215753427146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.0011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051733580108485008", "id": "kang___L", "source": "tweet-000004", "content": "buset ngomongnya enteng bgt subsidi sembunyi” lu kira nnti ga ada laporan keuangan dari menteri keuangan? wkwkkw kalo sembunyi “ bisa di korupsi kocak ngasih subsidi sembunyi” logika macam apa itu", "post_id": "2051733580108485008"}}, {"key": "Nebulavexion", "attributes": {"label": "Nebulavexion", "x": 508.2610029401862, "y": 694.9055394243538, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051575249561673782", "id": "Nebulavexion", "source": "tweet-000004", "content": "Growth all comes from commodity windfalls that spike by chance, not real expansion. Bank credit disbursement stays sluggish, showing weak demand. Even the IDR 200T SAL moved from Bank Indonesia to Himbara banks hasn’t meaningfully boosted lending or activity.", "post_id": "2051575249561673782"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 677.5011005589969, "y": 32.393206559882756, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051575249561673782", "id": "business", "source": "tweet-000004", "content": "Growth all comes from commodity windfalls that spike by chance, not real expansion. Bank credit disbursement stays sluggish, showing weak demand. Even the IDR 200T SAL moved from Bank Indonesia to Himbara banks hasn’t meaningfully boosted lending or activity.", "post_id": "2051575249561673782"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 14.167452161772399, "y": 594.9544184112528, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 76.23403408635498, "y": 544.1583712440644, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 504.3057942724848, "y": 919.2329709709574, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 182.4595, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889606343200509229_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mencopot dua pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah ditemukan persoalan dalam pengelolaan restitusi pajak. \n\nPurbaya mengaku telah melakukan investigasi terhadap sejumlah pejabat yang terkait dengan proses restitusi. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut terungkap, ada lima pejabat yang memiliki peran signifikan, dan dua di antaranya segera diberhentikan. \n\n“Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi melakukan restitusi. Hari ini dua akan saya copot,” kata Purbaya, Senin (4/5/2026). \n\nMenurut dia, investigasi internal ini di luar audit total restitusi yang telah ia serahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit BPK dilakukan untuk periode 2016-2025. \n\n“Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp 25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada yang enggak benar hitungannya,” ucap Purbaya.\n\nIa menegaskan, langkah pencopotan menjadi sinyal bahwa pengelolaan fiskal harus dilakukan secara akuntabel dan tidak boleh sembarangan.\n\n“Jadi pesannya adalah, ketika ada institusi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jorjoran. Jadi saya nggak main-main. Ada dua yang saya akan copot,” tegas Purbaya lagi.\n\nPenulis: Debrinata Rizky\nEditor: Aprillia Ika \n\n+ #Purbaya #Kemenkeu #Peristiwa", "post_id": "3889606343200509229_297782118"}}, {"key": "info86_nusantara", "attributes": {"label": "info86_nusantara", "x": 790.7054697367867, "y": 140.00730290440845, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2602570761350636585_2063019917", "id": "info86_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": ".\n.\nBAGAIMANA INI MENKEU  JELASKAN KE PUBLIK SEJELAS JELASNYA\n.\nBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020. Dalam ringkasan eksekutif yang dirilis, BPK mengkhawatirkan utang pemerintah Indonesia yang sudah mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun.\n\nTercatat, jumlah utang yang gigantik ini melebihi rekomendasi rasio utang dari International Debt Relief (IDR) dan International Moneter Fund (IMF).\n\nDalam penjelasan hasil revisi atas kesinambungan fiskal, BPK mengatakan pandemi Covid-19 meningkatkan defisit, utang dan SILPA yang berdampak pada peningkatan risiko pengelolaan fiskal.\n\n\"Tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga melampaui pertumbuhan PDB dan penerimaan negara yang memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah untuk membayar utang dan bunga utang,\" jelas BPK, dikutip Liputan6.com, Rabu (23/6/2021).\n\nSecara rinci, BPK menyebutkan rasio utang Indonesia melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan atau IDR, yaitu rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen, melampaui rekomendasi IMF sebesar 25 hingga 35 persen.\n\nKemudian, rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06 persen, melebih rekomendasi IDR 4,6 hingga 6,8 persen dan rekomendasi IMF 7 hingga 10 persen.\n\n\"Rasio utang terhadap penerimaan tercatat sebesar 369 persen, melampaui rekomendasi IDR sebesar 92 hingga 167 persen dan rekomendasi IMF sebesar 90 hingga 150 persen,\" tulis BPK.\n\nAdapun saat ini, utang pemerintah tercatat mencapai Rp 6.527,29 triliun atau sekitar 41,18 persen terhadap PDB.\n\n.\n#menkeu #srimulyani\n#berita #info #Indonesia #liputan6dotcom #Lip6Driz #BPK #BadanPemeriksaKeuangan", "post_id": "2602570761350636585_2063019917"}}, {"key": "smindrawati", "attributes": {"label": "smindrawati", "x": 205.5679655102972, "y": 633.783852214383, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2602570761350636585_2063019917", "id": "smindrawati", "source": "instagram-000001", "content": ".\n.\nBAGAIMANA INI MENKEU  JELASKAN KE PUBLIK SEJELAS JELASNYA\n.\nBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020. Dalam ringkasan eksekutif yang dirilis, BPK mengkhawatirkan utang pemerintah Indonesia yang sudah mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun.\n\nTercatat, jumlah utang yang gigantik ini melebihi rekomendasi rasio utang dari International Debt Relief (IDR) dan International Moneter Fund (IMF).\n\nDalam penjelasan hasil revisi atas kesinambungan fiskal, BPK mengatakan pandemi Covid-19 meningkatkan defisit, utang dan SILPA yang berdampak pada peningkatan risiko pengelolaan fiskal.\n\n\"Tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga melampaui pertumbuhan PDB dan penerimaan negara yang memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah untuk membayar utang dan bunga utang,\" jelas BPK, dikutip Liputan6.com, Rabu (23/6/2021).\n\nSecara rinci, BPK menyebutkan rasio utang Indonesia melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan atau IDR, yaitu rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen, melampaui rekomendasi IMF sebesar 25 hingga 35 persen.\n\nKemudian, rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06 persen, melebih rekomendasi IDR 4,6 hingga 6,8 persen dan rekomendasi IMF 7 hingga 10 persen.\n\n\"Rasio utang terhadap penerimaan tercatat sebesar 369 persen, melampaui rekomendasi IDR sebesar 92 hingga 167 persen dan rekomendasi IMF sebesar 90 hingga 150 persen,\" tulis BPK.\n\nAdapun saat ini, utang pemerintah tercatat mencapai Rp 6.527,29 triliun atau sekitar 41,18 persen terhadap PDB.\n\n.\n#menkeu #srimulyani\n#berita #info #Indonesia #liputan6dotcom #Lip6Driz #BPK #BadanPemeriksaKeuangan", "post_id": "2602570761350636585_2063019917"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 188.15570230998958, "y": 672.897742005359, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "4bvQAU1rntk", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bocorkan Rencana Subsidi Kendaraan Listrik Per Juni 2026 | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencana pemerintah untuk memberi subsidi pada 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026. \n\nSubsidi ini akan diberikan untuk pembelian mobil dan motor listrik dengan kuota awal masing-masing 100 ribu unit.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "4bvQAU1rntk"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 294.9762598020844, "y": 447.7245892155071, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1238, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4bvQAU1rntk", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bocorkan Rencana Subsidi Kendaraan Listrik Per Juni 2026 | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencana pemerintah untuk memberi subsidi pada 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026. \n\nSubsidi ini akan diberikan untuk pembelian mobil dan motor listrik dengan kuota awal masing-masing 100 ribu unit.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "4bvQAU1rntk"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 271.9014270830271, "y": 206.30963090095668, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1238, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4bvQAU1rntk", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bocorkan Rencana Subsidi Kendaraan Listrik Per Juni 2026 | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencana pemerintah untuk memberi subsidi pada 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026. \n\nSubsidi ini akan diberikan untuk pembelian mobil dan motor listrik dengan kuota awal masing-masing 100 ribu unit.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "4bvQAU1rntk"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 880.2940798672093, "y": 445.7277263257776, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1238, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4bvQAU1rntk", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bocorkan Rencana Subsidi Kendaraan Listrik Per Juni 2026 | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencana pemerintah untuk memberi subsidi pada 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026. \n\nSubsidi ini akan diberikan untuk pembelian mobil dan motor listrik dengan kuota awal masing-masing 100 ribu unit.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "4bvQAU1rntk"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 584.2063301368039, "y": 157.84722214119483, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 103.59494432706762, "y": 260.70435165293327, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 231.98435634228488, "y": 818.9180337467275, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 918.6116514990524, "y": 1.6958879988580033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.0011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 609.2670235406185, "y": 396.546666379792, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 37.97966204748915, "y": 12.584453735957624, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 260.34013540996716, "y": 597.3810771452221, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bPfjCggzPR0", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Purbaya Soroti Evaluasi Pengadaan Motor Listrik BGN, Sistem Kini Diperbaiki\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan sistem pengelolaan anggaran setelah adanya evaluasi terhadap proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pengadaan motor listrik untuk BGN.\n\n“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Purbaya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola anggaran. \n\nPerbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.\n\n“Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin,” katanya.\n\nSelain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan belanja negara agar dampaknya lebih merata sepanjang tahun. \n\nBelanja pemerintah pusat tercatat tumbuh signifikan sebagai bagian dari strategi kebijakan fiskal.\n\nPurbaya menyebutkan, total belanja negara tumbuh sekitar 31,4 persen secara tahunan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeu #motorlistrikBGN #purbaya \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "bPfjCggzPR0"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 733.9926768650123, "y": 804.9356436948278, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bPfjCggzPR0", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Purbaya Soroti Evaluasi Pengadaan Motor Listrik BGN, Sistem Kini Diperbaiki\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan sistem pengelolaan anggaran setelah adanya evaluasi terhadap proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pengadaan motor listrik untuk BGN.\n\n“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Purbaya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola anggaran. \n\nPerbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.\n\n“Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin,” katanya.\n\nSelain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan belanja negara agar dampaknya lebih merata sepanjang tahun. \n\nBelanja pemerintah pusat tercatat tumbuh signifikan sebagai bagian dari strategi kebijakan fiskal.\n\nPurbaya menyebutkan, total belanja negara tumbuh sekitar 31,4 persen secara tahunan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeu #motorlistrikBGN #purbaya \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "bPfjCggzPR0"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MPRezacs", "source": "MPRezacs", "target": "GRAB7766", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MPRezacs", "source": "MPRezacs", "target": "kang___L", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Nebulavexion", "source": "Nebulavexion", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info86_nusantara", "source": "info86_nusantara", "target": "smindrawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}