{"nodes": [{"key": "bepejeel", "attributes": {"label": "bepejeel", "x": 355.3491199015861, "y": 194.67275719807864, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051689765666472130", "id": "bepejeel", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051689765666472130"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 938.1914804344987, "y": 910.646768465248, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 147.0472, "eigenvector": 434.2582, "in_degree": 8, "out_degree": 2, "degree": 10}, "_id": "2051689765666472130", "id": "msaid_didu", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051689765666472130"}}, {"key": "MawasDir", "attributes": {"label": "MawasDir", "x": 469.5415037471591, "y": 728.3075950423228, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051452085984768143", "id": "MawasDir", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051452085984768143"}}, {"key": "Furqanjurdi1", "attributes": {"label": "Furqanjurdi1", "x": 958.9007740879274, "y": 210.3613335700002, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051490710726344992", "id": "Furqanjurdi1", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051490710726344992"}}, {"key": "Rahmah0845", "attributes": {"label": "Rahmah0845", "x": 652.4728271265288, "y": 870.3075108231111, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051266770485526793", "id": "Rahmah0845", "source": "tweet-000004", "content": "Selama tidak ada perbaikan dengan kebijakan fiskal, rupiah akan terus melemah", "post_id": "2051266770485526793"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 239.22573751863675, "y": 392.3995542895231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.9611, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051266770485526793", "id": "kumparan", "source": "tweet-000004", "content": "Selama tidak ada perbaikan dengan kebijakan fiskal, rupiah akan terus melemah", "post_id": "2051266770485526793"}}, {"key": "bangsayangsehat", "attributes": {"label": "bangsayangsehat", "x": 990.2084018784043, "y": 524.9987658128994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051714737432605161", "id": "bangsayangsehat", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi sekarang bukan semata soal fiskal. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang tetap positif, dan cadangan devisa yang memadai, justru menunjukkan fondasi ekonomi masih kuat. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi dinamika global, bukan karena kebijakan domestik semata.", "post_id": "2051714737432605161"}}, {"key": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "SarjanaEksu", "x": 342.87891147795204, "y": 276.19180350800787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.7566, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051714737432605161", "id": "SarjanaEksu", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi sekarang bukan semata soal fiskal. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang tetap positif, dan cadangan devisa yang memadai, justru menunjukkan fondasi ekonomi masih kuat. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi dinamika global, bukan karena kebijakan domestik semata.", "post_id": "2051714737432605161"}}, {"key": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "PaltiHutabarat", "x": 156.98992340810435, "y": 492.8609964442509, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.9611, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051582236194185666", "id": "PaltiHutabarat", "source": "tweet-000004", "content": "Percuma BI intervensi kalo akar permasalahannya ada di kebijakan fiskal. Kurs Rupiah tergantung pada kepercayaan investor. Investor melihat Indonesia high risk utk menanamkan modal, maka pada tarik duit keluar. Mending investasi di negara yg lebih stabil mata uangnya.", "post_id": "2051582236194185666"}}, {"key": "bucinimimida", "attributes": {"label": "bucinimimida", "x": 629.9441009121155, "y": 907.394079912526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051532661232193990", "id": "bucinimimida", "source": "tweet-000004", "content": "realistis aja harusnya sekarang, melihat rupiah melemah, melihat hutang negara, defisit anggaran. belum lagi inflasi yg cukup signifikan. KATA GW STOP MBG DULU! fokus dulu ke kebijakan fiskal, fokus dulu ke-menangani inflasi, ga semua masalah solusinya MBG ya pak", "post_id": "2051532661232193990"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 83.97400814917766, "y": 33.859136137832316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.7566, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051532661232193990", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "realistis aja harusnya sekarang, melihat rupiah melemah, melihat hutang negara, defisit anggaran. belum lagi inflasi yg cukup signifikan. KATA GW STOP MBG DULU! fokus dulu ke kebijakan fiskal, fokus dulu ke-menangani inflasi, ga semua masalah solusinya MBG ya pak", "post_id": "2051532661232193990"}}, {"key": "financial_vibes", "attributes": {"label": "financial_vibes", "x": 901.7238946008944, "y": 704.9976543235069, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635536730594004244", "id": "financial_vibes", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 329.6499395062377, "y": 375.1380861272795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 100.3474, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635536730594004244", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 714.9161631770927, "y": 624.5328961291855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 852.2659110007667, "y": 135.50565887364664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "UxySWWJlvyk", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE Trijaya | TENSI AS-IRAN TAK  MEREDA,  BBM NON SUBSIDI NAIK LAGI!!| Hot Topic Pagi\n\nPT Pertamina Pertamina Patra Niaga buka suara terkait penyesuaian harga sebagian produk Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yang berlaku mulai 4 Mei 2026.\nPenyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.\n\nBerikut Daftar Penyesuaian Harga BBM Retail Non Subsidi melalui SPBU per 4 Mei 2026 :\n\nPertamax (RON 92): Rp. 12.300/liter (tetap)\n\nPertamax Green 95 (RON 95): Rp. 12.900/liter (tetap)\n\nPertamax Turbo (RON 98): dari Rp. 19.400/liter menjadi Rp. 19.900/liter\n\nDexlite (CN 51): dari Rp. 23.600/liter menjadi Rp. 26.000/liter\n\nPertamina Dex (CN 53): dari Rp. 23.900/liter menjadi Rp. 27.900/liter\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n#bbm #naik  #perang #iran #amerikaserikat #prabowo #news #trijayafm", "post_id": "UxySWWJlvyk"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 313.05154730595865, "y": 17.9054729918966, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 68.7566, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UxySWWJlvyk", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE Trijaya | TENSI AS-IRAN TAK  MEREDA,  BBM NON SUBSIDI NAIK LAGI!!| Hot Topic Pagi\n\nPT Pertamina Pertamina Patra Niaga buka suara terkait penyesuaian harga sebagian produk Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yang berlaku mulai 4 Mei 2026.\nPenyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.\n\nBerikut Daftar Penyesuaian Harga BBM Retail Non Subsidi melalui SPBU per 4 Mei 2026 :\n\nPertamax (RON 92): Rp. 12.300/liter (tetap)\n\nPertamax Green 95 (RON 95): Rp. 12.900/liter (tetap)\n\nPertamax Turbo (RON 98): dari Rp. 19.400/liter menjadi Rp. 19.900/liter\n\nDexlite (CN 51): dari Rp. 23.600/liter menjadi Rp. 26.000/liter\n\nPertamina Dex (CN 53): dari Rp. 23.900/liter menjadi Rp. 27.900/liter\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm  \nFollow us Tiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nBerita selengkapnya https://www.inews.id/\n\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨⁩\n#bbm #naik  #perang #iran #amerikaserikat #prabowo #news #trijayafm", "post_id": "UxySWWJlvyk"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 400.72835343211534, "y": 785.4849982339521, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.1657, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 535.9810560815889, "y": 545.3680076086862, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 68.7566, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}], "edges": [{"key": "bepejeel", "source": "bepejeel", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bepejeel", "source": "bepejeel", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MawasDir", "source": "MawasDir", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MawasDir", "source": "MawasDir", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "msaid_didu", "source": "msaid_didu", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "msaid_didu", "source": "msaid_didu", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Furqanjurdi1", "source": "Furqanjurdi1", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Furqanjurdi1", "source": "Furqanjurdi1", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahmah0845", "source": "Rahmah0845", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangsayangsehat", "source": "bangsayangsehat", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rahmah0845", "source": "Rahmah0845", "target": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bucinimimida", "source": "bucinimimida", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "financial_vibes", "source": "financial_vibes", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}