{"nodes": [{"key": "WhenArya", "attributes": {"label": "WhenArya", "x": 425.5994273740954, "y": 26.99944702995993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.8168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051444804375183392", "id": "WhenArya", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah jeblok, daya beli turun, bahan kebutuhan mahal, UMR ga sesuai 😁", "post_id": "2051444804375183392"}}, {"key": "pasifisstate", "attributes": {"label": "pasifisstate", "x": 477.30142981066837, "y": 899.253583226229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 118.0612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051444804375183392", "id": "pasifisstate", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah jeblok, daya beli turun, bahan kebutuhan mahal, UMR ga sesuai 😁", "post_id": "2051444804375183392"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 86.31759566430208, "y": 292.54545327121986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.8168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051611666916188543", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, itu tidak benar. \n\nJustru sebaliknya: saat krisis 1998, rupiah sudah anjlok ke Rp16.800 per USD di akhir masa Soeharto. BJ Habibie (1998-1999) berhasil memperkuat rupiah hingga Rp6.550 per USD lewat reformasi perbankan, independensi BI, dan pemulihan kepercayaan investor.", "post_id": "2051611666916188543"}}, {"key": "joosimns", "attributes": {"label": "joosimns", "x": 931.2823666145828, "y": 311.0758687808073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.939, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051611666916188543", "id": "joosimns", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, itu tidak benar. \n\nJustru sebaliknya: saat krisis 1998, rupiah sudah anjlok ke Rp16.800 per USD di akhir masa Soeharto. BJ Habibie (1998-1999) berhasil memperkuat rupiah hingga Rp6.550 per USD lewat reformasi perbankan, independensi BI, dan pemulihan kepercayaan investor.", "post_id": "2051611666916188543"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 107.1030571123196, "y": 834.5188566672647, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.939, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051611666916188543", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, itu tidak benar. \n\nJustru sebaliknya: saat krisis 1998, rupiah sudah anjlok ke Rp16.800 per USD di akhir masa Soeharto. BJ Habibie (1998-1999) berhasil memperkuat rupiah hingga Rp6.550 per USD lewat reformasi perbankan, independensi BI, dan pemulihan kepercayaan investor.", "post_id": "2051611666916188543"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 179.71655326032555, "y": 479.88608415700287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.8168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051558535763497039", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Saat krisis moneter  tahun 1997 /  1998 aja , nilai tukar Rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar Rupiah hari ini . Semua pejabat terlihat sibuk urus program ini urus program itu , tapi kurs Rupiah terus saja anjlok . Jadi apa sebenarnya sih yg diurus itu  ??. 👎👎", "post_id": "2051558535763497039"}}, {"key": "geloraco", "attributes": {"label": "geloraco", "x": 744.7213749507426, "y": 889.8517386603404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 118.0612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051558535763497039", "id": "geloraco", "source": "tweet-000004", "content": "Saat krisis moneter  tahun 1997 /  1998 aja , nilai tukar Rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar Rupiah hari ini . Semua pejabat terlihat sibuk urus program ini urus program itu , tapi kurs Rupiah terus saja anjlok . Jadi apa sebenarnya sih yg diurus itu  ??. 👎👎", "post_id": "2051558535763497039"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 989.4712342182559, "y": 106.24303655938915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 81.0373, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 239.2425495080629, "y": 681.4667551017983, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.8168, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "vjvZcEcPhJ4", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Kata Bennix\n\nTerus melemahnya nilai tukar rupiah dinilai hal yang wajar di tengah gelojak harga minyak dunia. Menurut Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, kurs rupiah akan terus melemah sepanjang Indonesia masih terus mengimpor minyak.\n\n\"Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 (per Dolas AS) harusnya rupiah,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nLemahnya kurs rupiah, menurut Bennix, dipicu harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia naik hingga USD120 per barel, maka uang yang harus dibelanjakan lebih banyak.\n\n\"Seiring harga minyak semakin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya untuk impor minyak,\" katanya. \n\nSimak analisis Bennix terkait nilai tukar rupiah dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 03 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Zahra\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #NilaiTukar #HargaMinyak #EkonomiIndonesia", "post_id": "vjvZcEcPhJ4"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 303.42323476774135, "y": 450.43913400529834, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 81.8983, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vjvZcEcPhJ4", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Kata Bennix\n\nTerus melemahnya nilai tukar rupiah dinilai hal yang wajar di tengah gelojak harga minyak dunia. Menurut Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, kurs rupiah akan terus melemah sepanjang Indonesia masih terus mengimpor minyak.\n\n\"Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 (per Dolas AS) harusnya rupiah,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nLemahnya kurs rupiah, menurut Bennix, dipicu harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia naik hingga USD120 per barel, maka uang yang harus dibelanjakan lebih banyak.\n\n\"Seiring harga minyak semakin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya untuk impor minyak,\" katanya. \n\nSimak analisis Bennix terkait nilai tukar rupiah dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 03 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Zahra\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #NilaiTukar #HargaMinyak #EkonomiIndonesia", "post_id": "vjvZcEcPhJ4"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 760.2409714588501, "y": 951.2546148677568, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 81.8983, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vjvZcEcPhJ4", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Kata Bennix\n\nTerus melemahnya nilai tukar rupiah dinilai hal yang wajar di tengah gelojak harga minyak dunia. Menurut Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, kurs rupiah akan terus melemah sepanjang Indonesia masih terus mengimpor minyak.\n\n\"Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 (per Dolas AS) harusnya rupiah,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nLemahnya kurs rupiah, menurut Bennix, dipicu harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia naik hingga USD120 per barel, maka uang yang harus dibelanjakan lebih banyak.\n\n\"Seiring harga minyak semakin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya untuk impor minyak,\" katanya. \n\nSimak analisis Bennix terkait nilai tukar rupiah dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 03 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Zahra\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #NilaiTukar #HargaMinyak #EkonomiIndonesia", "post_id": "vjvZcEcPhJ4"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 893.3375005188869, "y": 49.10394622638137, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 81.8983, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vjvZcEcPhJ4", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Rupiah Terus Melemah? Ini Kata Bennix\n\nTerus melemahnya nilai tukar rupiah dinilai hal yang wajar di tengah gelojak harga minyak dunia. Menurut Founder Bennix Investor Group, Benny Batara, kurs rupiah akan terus melemah sepanjang Indonesia masih terus mengimpor minyak.\n\n\"Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 (per Dolas AS) harusnya rupiah,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nLemahnya kurs rupiah, menurut Bennix, dipicu harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia naik hingga USD120 per barel, maka uang yang harus dibelanjakan lebih banyak.\n\n\"Seiring harga minyak semakin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya untuk impor minyak,\" katanya. \n\nSimak analisis Bennix terkait nilai tukar rupiah dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 03 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Zahra\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #NilaiTukar #HargaMinyak #EkonomiIndonesia", "post_id": "vjvZcEcPhJ4"}}], "edges": [{"key": "WhenArya", "source": "WhenArya", "target": "pasifisstate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "joosimns", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "geloraco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}