{"nodes": [{"key": "alaiq_alx", "attributes": {"label": "alaiq_alx", "x": 778.3931607593136, "y": 677.7800724672447, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049032691048497316", "id": "alaiq_alx", "source": "retweet-000002", "content": "Beberapa indikator utama ekonomi melemah: nilai tukar rupiah, arus modal, bahkan bank sentral harus menaikkan bunga agar ut…", "post_id": "2049032691048497316"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 774.1709400792466, "y": 596.2626686071925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049032691048497316", "id": "tempodotco", "source": "retweet-000002", "content": "Beberapa indikator utama ekonomi melemah: nilai tukar rupiah, arus modal, bahkan bank sentral harus menaikkan bunga agar ut…", "post_id": "2049032691048497316"}}, {"key": "coldbrew165", "attributes": {"label": "coldbrew165", "x": 277.84051139916454, "y": 923.0982141278354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051638357516759447", "id": "coldbrew165", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051638357516759447"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 733.3870538474732, "y": 408.95506449321914, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.1041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2051638357516759447", "id": "ferrykoto", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051638357516759447"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "attributes": {"label": "Kimberley_PS08", "x": 773.787002326779, "y": 151.987425429149, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051663508346208362", "id": "Kimberley_PS08", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051663508346208362"}}, {"key": "gianniwongso", "attributes": {"label": "gianniwongso", "x": 388.8371310260308, "y": 12.61351547241829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051663988082303269", "id": "gianniwongso", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051663988082303269"}}, {"key": "kangsurya85", "attributes": {"label": "kangsurya85", "x": 903.832572530889, "y": 477.9654894206231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051558535763497039", "id": "kangsurya85", "source": "tweet-000004", "content": "Saat krisis moneter  tahun 1997 /  1998 aja , nilai tukar Rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar Rupiah hari ini . Semua pejabat terlihat sibuk urus program ini urus program itu , tapi kurs Rupiah terus saja anjlok . Jadi apa sebenarnya sih yg diurus itu  ??. 👎👎", "post_id": "2051558535763497039"}}, {"key": "geloraco", "attributes": {"label": "geloraco", "x": 105.145039013672, "y": 33.96115279484457, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051558535763497039", "id": "geloraco", "source": "tweet-000004", "content": "Saat krisis moneter  tahun 1997 /  1998 aja , nilai tukar Rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar Rupiah hari ini . Semua pejabat terlihat sibuk urus program ini urus program itu , tapi kurs Rupiah terus saja anjlok . Jadi apa sebenarnya sih yg diurus itu  ??. 👎👎", "post_id": "2051558535763497039"}}, {"key": "Anugerah8pc9", "attributes": {"label": "Anugerah8pc9", "x": 247.19197306393735, "y": 376.1593888699055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051280906841948261", "id": "Anugerah8pc9", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar kayak gini justru bagus lho buat industri ekspor", "post_id": "2051280906841948261"}}, {"key": "croixsanct", "attributes": {"label": "croixsanct", "x": 810.2207215017307, "y": 984.4002020781651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051280906841948261", "id": "croixsanct", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar kayak gini justru bagus lho buat industri ekspor", "post_id": "2051280906841948261"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 0.20853202086301703, "y": 745.6430615221557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 266.60940353068463, "y": 699.3939389403089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "ardypribadi__", "attributes": {"label": "ardypribadi__", "x": 482.8668098486573, "y": 111.06587568463722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051446178055909492", "id": "ardypribadi__", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya akan kerasa di ekspor impor. Rupiah saat ini bisa di tahan dari UMKM. Kalo seandainya UMKM kita juga bangkrut dan sekarang posisinya terancam kerna akan ada Koperasi merah putih, habislah sudah nilai tukar rupiah", "post_id": "2051446178055909492"}}, {"key": "pamunqks", "attributes": {"label": "pamunqks", "x": 638.4954816470374, "y": 592.268562529381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051446178055909492", "id": "pamunqks", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya akan kerasa di ekspor impor. Rupiah saat ini bisa di tahan dari UMKM. Kalo seandainya UMKM kita juga bangkrut dan sekarang posisinya terancam kerna akan ada Koperasi merah putih, habislah sudah nilai tukar rupiah", "post_id": "2051446178055909492"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 432.4440390263995, "y": 195.57895816989057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051446178055909492", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya akan kerasa di ekspor impor. Rupiah saat ini bisa di tahan dari UMKM. Kalo seandainya UMKM kita juga bangkrut dan sekarang posisinya terancam kerna akan ada Koperasi merah putih, habislah sudah nilai tukar rupiah", "post_id": "2051446178055909492"}}, {"key": "ebonXboy", "attributes": {"label": "ebonXboy", "x": 420.62430234641926, "y": 163.59100913609748, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 0, "out_degree": 46, "degree": 46}, "_id": "2051587713799971250", "id": "ebonXboy", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 47.38391158537758, "y": 503.19385979606244, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "HumorJonTampan", "x": 611.0242407451173, "y": 649.5636318718683, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "HumorJonTampan", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "killingmaster27", "attributes": {"label": "killingmaster27", "x": 272.49082046868256, "y": 851.43351595263, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "killingmaster27", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "bonapasogit24", "attributes": {"label": "bonapasogit24", "x": 800.1855730287093, "y": 300.5733446067279, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "bonapasogit24", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "BuruCeleng96454", "attributes": {"label": "BuruCeleng96454", "x": 287.28554023979393, "y": 735.690377592257, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "BuruCeleng96454", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "GM_Warrios", "attributes": {"label": "GM_Warrios", "x": 357.2656039582468, "y": 246.43895403991655, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "GM_Warrios", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Anak__Ogi", "attributes": {"label": "Anak__Ogi", "x": 884.4451838071861, "y": 266.2593887532433, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Anak__Ogi", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 821.264518287581, "y": 334.47750647470866, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "demokrasi_ruwet", "attributes": {"label": "demokrasi_ruwet", "x": 207.27524498767824, "y": 952.4919846782396, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "demokrasi_ruwet", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Dihandri1", "attributes": {"label": "Dihandri1", "x": 426.71672851879305, "y": 137.0345603698684, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Dihandri1", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "EviDrajat", "attributes": {"label": "EviDrajat", "x": 963.6737683782724, "y": 903.5443433452655, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "EviDrajat", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "newIding30", "attributes": {"label": "newIding30", "x": 871.4409704142173, "y": 223.99229874961836, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "newIding30", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "JoenWoen_09", "attributes": {"label": "JoenWoen_09", "x": 130.8869916884775, "y": 384.64842800034006, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "JoenWoen_09", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "jurigh107", "attributes": {"label": "jurigh107", "x": 390.9976411378576, "y": 918.2987730590537, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "jurigh107", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "PUTRY_NUSANTARA", "attributes": {"label": "PUTRY_NUSANTARA", "x": 267.8217210780045, "y": 463.99563580566206, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "PUTRY_NUSANTARA", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "WayangPedalaman", "attributes": {"label": "WayangPedalaman", "x": 773.1318570787555, "y": 526.5292745817973, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "WayangPedalaman", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "PCReborn172737", "attributes": {"label": "PCReborn172737", "x": 538.4034328624434, "y": 526.308108606518, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "PCReborn172737", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Sammi86Pilang", "attributes": {"label": "Sammi86Pilang", "x": 675.0766710404137, "y": 170.21642753590584, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Sammi86Pilang", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Lylicheng", "attributes": {"label": "Lylicheng", "x": 227.65593389765547, "y": 913.310275177194, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Lylicheng", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "lenterahidup99", "attributes": {"label": "lenterahidup99", "x": 34.51367029107577, "y": 348.0788950267992, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "lenterahidup99", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "DanteSasongko", "attributes": {"label": "DanteSasongko", "x": 108.71475699671107, "y": 497.4846402619482, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "DanteSasongko", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "AriskaPutraS", "attributes": {"label": "AriskaPutraS", "x": 833.5914940704956, "y": 68.83350381815545, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "AriskaPutraS", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Bambangmulyonoo", "attributes": {"label": "Bambangmulyonoo", "x": 878.3194809568026, "y": 423.0751105730156, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Bambangmulyonoo", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "bungalotus25", "attributes": {"label": "bungalotus25", "x": 271.57904905369537, "y": 71.95816057416104, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "bungalotus25", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "B4r4_Akb4r", "attributes": {"label": "B4r4_Akb4r", "x": 901.3623886269061, "y": 913.9106916177841, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "B4r4_Akb4r", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Dahriwelah", "attributes": {"label": "Dahriwelah", "x": 859.9472866281754, "y": 410.90954529720193, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Dahriwelah", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "evelyndewi7", "attributes": {"label": "evelyndewi7", "x": 477.74429913538927, "y": 994.5113160444874, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "evelyndewi7", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "Gunawan75_", "x": 367.52821844079784, "y": 276.0591411591322, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Gunawan75_", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "advent_miu", "attributes": {"label": "advent_miu", "x": 335.8941548433574, "y": 988.8292467838359, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "advent_miu", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Rahmah0845", "attributes": {"label": "Rahmah0845", "x": 381.1135415597483, "y": 45.47868117988041, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Rahmah0845", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "pusat_sura38720", "attributes": {"label": "pusat_sura38720", "x": 540.8280984761744, "y": 139.85945330712534, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "pusat_sura38720", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "patillele4364", "attributes": {"label": "patillele4364", "x": 23.892494340258864, "y": 84.75850036052267, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "patillele4364", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Berty69968038", "attributes": {"label": "Berty69968038", "x": 4.692643759958259, "y": 487.29704712868806, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Berty69968038", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "NgkongRoses", "attributes": {"label": "NgkongRoses", "x": 635.5069674803674, "y": 605.9266013050603, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "NgkongRoses", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Chynthia_K", "attributes": {"label": "Chynthia_K", "x": 688.332989970715, "y": 696.4035415925769, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Chynthia_K", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Jediimar", "attributes": {"label": "Jediimar", "x": 590.0218636350421, "y": 254.07637577473417, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Jediimar", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "tokaidirecycle", "attributes": {"label": "tokaidirecycle", "x": 980.8270693862383, "y": 549.9954690412578, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "tokaidirecycle", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Blues_321lagi", "attributes": {"label": "Blues_321lagi", "x": 539.4588701065061, "y": 690.3856206321398, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Blues_321lagi", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "gangsterrandom", "attributes": {"label": "gangsterrandom", "x": 954.1751392197916, "y": 176.16984375685485, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "gangsterrandom", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "J0yoWi", "attributes": {"label": "J0yoWi", "x": 878.9102786912797, "y": 477.76918886790565, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "J0yoWi", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "katrinrienks", "attributes": {"label": "katrinrienks", "x": 773.6311664397687, "y": 166.20801431587938, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "katrinrienks", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "wiyantokdr54", "attributes": {"label": "wiyantokdr54", "x": 357.4393881344149, "y": 478.5639023585475, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "wiyantokdr54", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Yens0906", "attributes": {"label": "Yens0906", "x": 740.5872481377759, "y": 43.086113631001346, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "Yens0906", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "AntonRebor79105", "attributes": {"label": "AntonRebor79105", "x": 432.53476933701506, "y": 696.5499623763396, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "AntonRebor79105", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "moyalyubov73789", "attributes": {"label": "moyalyubov73789", "x": 259.39076021813236, "y": 469.60089980087184, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "moyalyubov73789", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 820.787904450107, "y": 929.0371314398614, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6884, "eigenvector": 21.2766, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051587713799971250", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "krisis moneter 98 nilai tukar rupiah masih lebih baik dari pada nilai tukar rupiah hari ini\n\npejabat sibuk urus program ini urus program itu, rupiah tetap aja anjlok\n\napa sih yg diurus mereka itu\n\nRupiah Anjlok Rp17.400 per USD, Terlemah Sepanjang Sejarah\nhttps://t.co/nWPg6N2zr3", "post_id": "2051587713799971250"}}, {"key": "Akmal_Sawin02", "attributes": {"label": "Akmal_Sawin02", "x": 760.765980621047, "y": 256.61493597177076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051548815602372908", "id": "Akmal_Sawin02", "source": "tweet-000004", "content": "Hah? Lo tolol apa gmn? Rupiah naik itu ya kerjaan bank sentral blogggg, sedangkan bank sentral aja ga di pegang pemerintah. Najis fomo https://t.co/Cqo2eQLjLR", "post_id": "2051548815602372908"}}, {"key": "Merdekja", "attributes": {"label": "Merdekja", "x": 247.86960429878513, "y": 742.025199002794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548815602372908", "id": "Merdekja", "source": "tweet-000004", "content": "Hah? Lo tolol apa gmn? Rupiah naik itu ya kerjaan bank sentral blogggg, sedangkan bank sentral aja ga di pegang pemerintah. Najis fomo https://t.co/Cqo2eQLjLR", "post_id": "2051548815602372908"}}, {"key": "bersuwara_", "attributes": {"label": "bersuwara_", "x": 665.5048502216732, "y": 177.91958402314745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548815602372908", "id": "bersuwara_", "source": "tweet-000004", "content": "Hah? Lo tolol apa gmn? Rupiah naik itu ya kerjaan bank sentral blogggg, sedangkan bank sentral aja ga di pegang pemerintah. Najis fomo https://t.co/Cqo2eQLjLR", "post_id": "2051548815602372908"}}, {"key": "onlyperson___1", "attributes": {"label": "onlyperson___1", "x": 193.80489964454662, "y": 49.422313677628836, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051693225342349751", "id": "onlyperson___1", "source": "tweet-000004", "content": "Indonesia ekspor utamanya tu batubara dan sawit bukan manuf kayak china atau semikonduktor kayak malaysia dan filipina. Yang ada rugi dong kalau nilai tukar kita lemah", "post_id": "2051693225342349751"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 571.9140495128353, "y": 414.6168633991996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051668112207159471", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Ok om ente betul soal surplus neraca perdagangan , gue koreksi diksi gue. \n\nTapi surplus itu mayoritas dari komoditas mentah: batu bara, sawit, nikel. \n\nHarganya ditentukan pasar global, bukan nilai tukar. Jadi argumen \"rupiah lemah dorong ekspor = rakyat kaya\" tetap tidak", "post_id": "2051668112207159471"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "attributes": {"label": "DjPrasetyo85", "x": 739.5039027992797, "y": 306.0243248030948, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051699162593567172", "id": "DjPrasetyo85", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan euforia dgn pertumbuhan ekonomi Q1. Masih ada 3 hal yg siap menerkam : harga minyak dunia, IHSG & kurs Rp.\n\nUtk kurs Rp, sejak Pra-Gib dilantik 20/10/24 smp 5/5/26, Rp telah mengalami depresiasi sekitar 12%. Itu tdk ada perang.", "post_id": "2051699162593567172"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 987.1618523520376, "y": 487.2737413597471, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051699162593567172", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan euforia dgn pertumbuhan ekonomi Q1. Masih ada 3 hal yg siap menerkam : harga minyak dunia, IHSG & kurs Rp.\n\nUtk kurs Rp, sejak Pra-Gib dilantik 20/10/24 smp 5/5/26, Rp telah mengalami depresiasi sekitar 12%. Itu tdk ada perang.", "post_id": "2051699162593567172"}}, {"key": "mexhausteddd", "attributes": {"label": "mexhausteddd", "x": 462.5344688789904, "y": 994.4117403504587, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051272522818290007", "id": "mexhausteddd", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ituu baik KALO negara kita negara ekspor T_T", "post_id": "2051272522818290007"}}, {"key": "Asura0599", "attributes": {"label": "Asura0599", "x": 879.9785981505844, "y": 165.7785805063451, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051272522818290007", "id": "Asura0599", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ituu baik KALO negara kita negara ekspor T_T", "post_id": "2051272522818290007"}}, {"key": "rolls_banana", "attributes": {"label": "rolls_banana", "x": 225.16141292660674, "y": 163.07767475636405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051539912554582363", "id": "rolls_banana", "source": "tweet-000004", "content": "dan ingat habibie nurunkan rupiah di saat baru selesai krisis moneter, kurang keren apa coba habibie?", "post_id": "2051539912554582363"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 188.92438106943453, "y": 285.1683577779961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.2655, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051539912554582363", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "dan ingat habibie nurunkan rupiah di saat baru selesai krisis moneter, kurang keren apa coba habibie?", "post_id": "2051539912554582363"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 572.9874558408598, "y": 733.2615060529981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051609908110659750", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Mau rupiah kuat, faktanya Indonesia wajib tarik investor sebanyak-banyaknya, genjot terus ekspor, rupiah lemah tuh, karena memang peredaran dollar didalam negeri sedikit, Indonesia tuh masih boros banyak importnya.", "post_id": "2051609908110659750"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 262.8850300111998, "y": 437.78147334515484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051609908110659750", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Mau rupiah kuat, faktanya Indonesia wajib tarik investor sebanyak-banyaknya, genjot terus ekspor, rupiah lemah tuh, karena memang peredaran dollar didalam negeri sedikit, Indonesia tuh masih boros banyak importnya.", "post_id": "2051609908110659750"}}, {"key": "RooneySianny", "attributes": {"label": "RooneySianny", "x": 404.7183438488783, "y": 412.96480919261603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "2051381478106312722", "id": "RooneySianny", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "cakrozi", "attributes": {"label": "cakrozi", "x": 190.72482673055367, "y": 859.4562311216256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "cakrozi", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "yaniarsim", "attributes": {"label": "yaniarsim", "x": 577.308219425627, "y": 186.01630986017526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "yaniarsim", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 291.6839892651004, "y": 994.0470341543152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "aniesbaswedan", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "BivitriS", "attributes": {"label": "BivitriS", "x": 826.5050665329039, "y": 150.68805645680362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "BivitriS", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "GWirjawan", "attributes": {"label": "GWirjawan", "x": 223.00772335478703, "y": 744.6874100724641, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "GWirjawan", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 752.0940174835159, "y": 601.8854375542587, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051381478106312722", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "BILANGIN SI KAMPRET LACUR SUNDAL  & gerombolan kacung2 Barat gobloknya sesama antek WEF  &  ! Yg dipeduliin masak saham bank BCA milik Liem Sioe Liong, kroninya Harto! EGP, mestinya yg dipeduliin depresiasi Rupiah, yg berarti rakyat makin miskin! 🤬", "post_id": "2051381478106312722"}}, {"key": "SeekHustle", "attributes": {"label": "SeekHustle", "x": 672.6361892350359, "y": 306.1047392636155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051607024677560567", "id": "SeekHustle", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051607024677560567"}}, {"key": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "sciencededuksi", "x": 192.71355171505866, "y": 209.25904846056375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "sciencededuksi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "spectatorindex", "attributes": {"label": "spectatorindex", "x": 762.5020483056866, "y": 16.72683458125912, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "spectatorindex", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 608.6788896384451, "y": 151.6263392708702, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2051566259012026538", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 906.8298896761453, "y": 991.355234473715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "Legislator75", "attributes": {"label": "Legislator75", "x": 400.45265930212895, "y": 523.5002818791301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051601675283222867", "id": "Legislator75", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "GunRomli", "attributes": {"label": "GunRomli", "x": 60.91828984657099, "y": 927.8605110834249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051601675283222867", "id": "GunRomli", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 819.235423093214, "y": 665.5977433695571, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051601675283222867", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "NovaNauval58209", "attributes": {"label": "NovaNauval58209", "x": 491.35574578163175, "y": 177.23520615344233, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051504848575910294", "id": "NovaNauval58209", "source": "tweet-000004", "content": "Maksud posting ini apa ya? Mau menyebarkan rasa takut dan bikin chaos? Stop menyebarkan hoax! Rupiah tdk melemah, tapi USD yang sedang menguat. Kondisi ekonomi juga masih bagus. Presiden Prabowo menyampaikan, ekonomi terus tumbuh dengan surplus ekspor berurut turut", "post_id": "2051504848575910294"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 188.3752245118019, "y": 954.9638135198763, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051504848575910294", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "Maksud posting ini apa ya? Mau menyebarkan rasa takut dan bikin chaos? Stop menyebarkan hoax! Rupiah tdk melemah, tapi USD yang sedang menguat. Kondisi ekonomi juga masih bagus. Presiden Prabowo menyampaikan, ekonomi terus tumbuh dengan surplus ekspor berurut turut", "post_id": "2051504848575910294"}}, {"key": "neeurosxience", "attributes": {"label": "neeurosxience", "x": 996.8099505978518, "y": 108.0804534756744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051284193582457325", "id": "neeurosxience", "source": "tweet-000004", "content": "banyak faktornya, ekspor ke luar lebih kecil daripada impor kita, rendahnya kepercayaan asing buat naruh uang mereka di berbagai lini perekonomian di Indonesia, banyaknya uang rupiah beredar di pasaran, etc. \n\nbanyak kalau dikulik, I have predicted it might worsely sunk to 18.000", "post_id": "2051284193582457325"}}, {"key": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "soeyoudieee", "x": 514.8987497119728, "y": 229.37843841303373, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051284193582457325", "id": "soeyoudieee", "source": "tweet-000004", "content": "banyak faktornya, ekspor ke luar lebih kecil daripada impor kita, rendahnya kepercayaan asing buat naruh uang mereka di berbagai lini perekonomian di Indonesia, banyaknya uang rupiah beredar di pasaran, etc. \n\nbanyak kalau dikulik, I have predicted it might worsely sunk to 18.000", "post_id": "2051284193582457325"}}, {"key": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "kerjatapimiskin", "x": 103.87834712911214, "y": 537.6431125502113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kerjatapimiskin", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "Serendipityflt_", "x": 173.59218047550218, "y": 498.91438941714927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "Serendipityflt_", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 594.2254620374791, "y": 524.3730968314269, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051526111042105547", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "JawisN", "attributes": {"label": "JawisN", "x": 81.08210438513441, "y": 639.6971803441627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "JawisN", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 523.7316628483967, "y": 660.3862521387082, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 665.7390623229385, "y": 567.807157629454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 671.4411337012418, "y": 134.6131073087743, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.7795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890054703703382184_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Selasa (5/5/2026), dibuka pada posisi Rp17.401 per dolar AS.\n\nCapaian ini mencerminkan depresiasi tipis sebesar 0,04 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Senin (4/5/2026) yang berada di level Rp17.394 per dolar AS.\n\nBerdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.35 WIB, rupiah bergerak melemah 0,07 persen ke level 17.406 per dolar AS. \n\nHingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau beragam. Peso Filipina mencatatkan penurunan paling tajam di Asia dengan koreksi sebesar 0,21 persen.\n\nBaca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-dibuka-melemah-dolar-as-tembus-rp17401\n\nAtau klik link di Bio: \n\nFoto: IDXChannel\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890054703703382184_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 465.16206301451524, "y": 963.4033497763833, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.421, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 561.0490180388025, "y": 22.711746731034268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 241.97594508998975, "y": 341.59704780522713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "bianca.sticmata", "attributes": {"label": "bianca.sticmata", "x": 777.4566591397842, "y": 988.5918729745155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636199427627093269", "id": "bianca.sticmata", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "gabrielrey99", "x": 648.6724222050714, "y": 523.7920291511224, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3581, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636199427627093269", "id": "gabrielrey99", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 397.5962548040205, "y": 603.6888153642009, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 947.6067521315551, "y": 229.17616839351794, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 138.83314143859417, "y": 89.70931228490842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 482.3671813603347, "y": 119.76512009002238, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 650.5952299018556, "y": 804.7143851857439, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 892.2346760154913, "y": 623.3247677247563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 865.3671860662879, "y": 733.5245118307776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 64.40539984990868, "y": 229.09317770615922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 71.94716630208642, "y": 607.834646061142, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 632.8887107867577, "y": 90.05488865101763, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 215.03008711020766, "y": 264.45890763468316, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 635.3180286350673, "y": 813.7115734892042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 390.1272505379718, "y": 13.945278089555257, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 756.5939067472722, "y": 182.81608047724717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5671, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 192.73907037828863, "y": 928.136266068224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 892.1061441940319, "y": 712.412832156988, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 851.0169235244836, "y": 418.5488091459758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 135.1324727486316, "y": 138.2877596912693, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}], "edges": [{"key": "alaiq_alx", "source": "alaiq_alx", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "alaiq_alx", "source": "alaiq_alx", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "coldbrew165", "source": "coldbrew165", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "coldbrew165", "source": "coldbrew165", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gianniwongso", "source": "gianniwongso", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gianniwongso", "source": "gianniwongso", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kangsurya85", "source": "kangsurya85", "target": "geloraco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Anugerah8pc9", "source": "Anugerah8pc9", "target": "croixsanct", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ardypribadi__", "source": "ardypribadi__", "target": "pamunqks", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ardypribadi__", "source": "ardypribadi__", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "HumorJonTampan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "killingmaster27", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "bonapasogit24", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "BuruCeleng96454", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "GM_Warrios", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Anak__Ogi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "demokrasi_ruwet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Dihandri1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "EviDrajat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "newIding30", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "JoenWoen_09", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "jurigh107", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "PUTRY_NUSANTARA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "WayangPedalaman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "PCReborn172737", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Sammi86Pilang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Lylicheng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "lenterahidup99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "DanteSasongko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "AriskaPutraS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Bambangmulyonoo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "bungalotus25", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "B4r4_Akb4r", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Dahriwelah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "evelyndewi7", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "advent_miu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Rahmah0845", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "pusat_sura38720", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "patillele4364", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Berty69968038", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "NgkongRoses", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Chynthia_K", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Jediimar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "tokaidirecycle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Blues_321lagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "gangsterrandom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "J0yoWi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "katrinrienks", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "wiyantokdr54", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "Yens0906", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "AntonRebor79105", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "moyalyubov73789", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ebonXboy", "source": "ebonXboy", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Akmal_Sawin02", "source": "Akmal_Sawin02", "target": "Merdekja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Akmal_Sawin02", "source": "Akmal_Sawin02", "target": "bersuwara_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "onlyperson___1", "source": "onlyperson___1", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "source": "DjPrasetyo85", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mexhausteddd", "source": "mexhausteddd", "target": "Asura0599", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rolls_banana", "source": "rolls_banana", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "cakrozi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "BivitriS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "GWirjawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "spectatorindex", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "cakrozi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "BivitriS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "GWirjawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RooneySianny", "source": "RooneySianny", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Legislator75", "source": "Legislator75", "target": "GunRomli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Legislator75", "source": "Legislator75", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NovaNauval58209", "source": "NovaNauval58209", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NovaNauval58209", "source": "NovaNauval58209", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "neeurosxience", "source": "neeurosxience", "target": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "JawisN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}